Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 32 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan Bayi Usia 32 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 32 minggu?

Emosi bayi semakin jelas. Dalam beberapa bulan ke depan, bayi bisa belajar menghargai, meniru suasana hati, dan mungkin menunjukkan rasa simpatinya. Contohnya, bila bayi mendengar seseorang menangis, dia mungkin juga menangis. Walaupun bayi baru mulai belajar tentang perasaannya, ia akan mulai belajar segalanya dari Anda. Seiring berjalannya waktu, anak Anda akan belajar dari cara Anda berperilaku di depan orang lain.

Secara umum, perkembangan bayi 32 minggu adalah:

  • Berdiri dari posisi duduk
  • Duduk setelah merangkak
  • Bertepuk tangan dan melambaikan tangan
  • Mengambil benda kecil dengan jari-jari (jauhkan benda tajam dan berbahaya dari jangkauan anak)
  • Menjelajahi rumahnya
  • Terus memanggil “mama” atau “papa”

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 32 minggu?

Sempatkan untuk membacakan cerita, memeluk, dan memanikan musik yang menenangkan untuk bayi sebelum menidurkannya. Melakukan rutinitas ini sebelum tidur dapat membuat bayi tidur lebih nyenank.

Jika Anda perlu membereskan kamar bayi setiap hari, pastikan semua pekerjaan di dalam ruang tidur bayi sudah selesai sebelum bayi tertidur. Selalu pastikan jika tempat tidur dan suasana kamar bayi nyaman, sehingga anak pun akan tidur lebih nyenyak.

Kesehatan Bayi Usia 32 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 32?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan kesehatan bayi pada minggu ini.

Namun, jangan sungkan menghubungi dokter secepatnya jika Anda memiliki masalah yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 32 minggu?

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, di antaranya:

1. Diare pada bayi

Diare pada bayi ditandai dengan jumlah buang air besar yang lebih banyak dan frekuensinya yang lebih sering dari biasanya. Kotoran bayi pun akan lebih cair dan berwarna kuning, hijau, atau gelap dan mungkin lebih berbau.

Penyebab diare paling umum pada bayi adalah infeksi saluran cerna, infeksi saluran pernapasan karena virus saat bayi terkena flu, bayi tidak bisa mentoleransi makanan tertentu, atau alergi makanan dan perawatan antibiotik. Bayi yang terlalu banyak minum jus buah atau makan buah-buahan juga bisa terkena diare.

Bila bayi terkena diare, lakukan tips ini:

  • Hubungi dokter jika bayi mengalami gejala macam dehidrasi, muntah, menolak untuk makan atau minum, ada darah dalam kotoran, perut bayi membengkak dan menonjol, atau demam lebih dari 24 jam. Selain itu, hubungi dokter jika bayi lebih jarang buang air kecil, urin berwarna gelap, mata cekung, mulut kering, menangis tanpa air mata dan mudah marah atau lesu, karena ini adalah gejala dehidrasi sedang atau parah.
  • Beri anak minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi, tapi hindari jus buah dan jus mengandung gula. Air putih, ASI, dan susu bubuk adalah pilihan yang lebih baik. Anda juga bisa membuat larutan oralit untuk anak.
  • Bantu anak merasa nyaman sebisanya. Selalu jaga pantat bayi tetap kering dan gunakan krim sebelum memakaikan popok bayi.

Cegah diare dengan mencuci tangan Anda dan tangan bayi dengan menyeluruh sesering mungkin, dan cuci buah dan sayuran sebelum diberikan kepada bayi.

2. Masalah gigi pada bayi

Jika gigi bayi tumbuh tidak teratur, tidak perlu terburu-buru membawa bayi ke dokter gigi. Lokasi tumbuh gigi pertama tidak akan memengaruhi senyum bayi nantinya. Bahkan, gigi susu biasanya tumbuh sembarangan, khususnya gigi bagian depan bawah dan sering tumbuh berbentuk huruf V.

Gigi bagian depan atas juga tampak besar dibandingkan dengan unit bawah. Selain itu, proporsi dan struktur gigi bayi umumnya tidak rata. Jangan khawatir. Susunan gigi susu tidak akan menyebabkan pertumbuhan gigi yang tak rata saat anak tumbuh.

Jika gigi berwarna abu-abu, penyebabnya bukan karena plak yang berupa zat besi. Beberapa anak yang minum cairan yang mengandung vitamin dan suplemenzat besi lebih berisiko mengalami noda gigi. Kondisi ini tidak membahayakan gigi dan akan menghilang jika anak berhenti minum obat dan mulai makan tablet vitamin kunyahan.

Yang terpenting, rutinlah untuk menyikat gigi si kecil dengan kain kasa atau bersihkan secepatnya setelah minum vitamin untuk membantu mengurangi kuning gigi. Bersihkan juga giginya setelah ia minum susu botol atau ASI. Hal ini dilaukan guna mencegah rusaknya lapisan email gigi si kecil karena endapan susu.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai saat usia bayi 32 minggu?

Biasanya anak paling senang ketika ia tidak sengaja menggigit puting susu Anda, lalu melihat Anda berteriak kesakitan. Jika Anda tidak tertawa, biasanya bayi akan terus menggigit hingga Anda memunculkan reaksi kesakitan. Ini adalah salah satu cara bayi untuk menarik perhatihaan Anda.

Secara perlahan, sampaikan padanya dengan tegas bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan. Katakan “Tidak” dan segeralah keluar puting susu dari dalam mulut bayi sambil menjelaskan bahwa “Kalau kamu terus menggigit, Mama akan kesakitan.”

Bila bayi terus mencoba menahannya, gunakan jari untuk mengeluarkannya. Setelah beberapa saat, bayi akan belajar dan menyerah.

Anda perlu menghentikan kebiasaan bayi mengisap atau menggigit puting susu untuk menghindari masalah yang lebih serius. Bayi harus tahu bahwa gigi bukan untuk menggigit. Sebagai ganti, Anda bisa menyediakan benda tertentu untuk mengendalikan kebiasaan buruk ini, misalnya pakai teether atau memberikan makanan lunak kesukaanya.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-33?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca