Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 24 minggu?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan & Kebiasaan

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi saya di minggu 24?

Pada tahap perkembangan bayi 24 minggu ini, bayi bisa melihat dan mendengarkan sekitarnya, sama halnya  dengan orang dewasa.

Kemampuan komunikasi bayi juga berkembang pesat, terbukti dengan jeritannya, suara-suara riang, dan perubahan oktaf suara. Suaranya bisa menunjukkan sikapnya atau respon terhadap benda seperti kebahagiaan, keingintahuan atau bahkan kepuasan dalam pemecahan masalah. Pada perkembangan bayi 24 minggu ini, kemungkinan bayi bisa melakukan:

  • Berusaha mengambil mainan yang jauh dari jangkauannya
  • Mencoba mendapatkan mainan yang jauh dari jangkauannya
  • Mengoper kubus atau benda lain dari satu tangan ke tangan lain
  • Mencari benda yang terjatuh, menggaruk dan mengambil benda kecil dengan menggunakan tangan (jadi jangan taruh dekat dengan anak)
  • Melihat dan mendengarkan hampir sama seperti orang dewasa
  • Berceloteh, menggabungkan huruf vokal dan konsonan menjadi ga-ga-ga, ba-ba-ba, ma-ma, da-da-da.

Apa yang harus saya lakukan dengan bayi saya?

Pada tahap perkembangan bayi 24 minggu ini, Anda bisa menyemangati bayi dengan berceloteh dengan bayi dan bermain kata (“Kambing membuat suara ‘mbeee’”, atau kucing membuat suara ‘meooong”).

Anda juga bisa mendengarkan bayi berkata satu kata yang tidak dapat Anda mengerti apa maksudnya, beri respon dengan hangat melalui pertanyaan macam,”Ya, ini mobil, ya adek..! Warna apa? Me… raaahh” Bayi akan senang untuk mendengarkan dan mendengarkan ceritanya.

Kesehatan & Keamanan

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter?

Kebanyakan dokter tidak akan melakukan tes kesehatan bulan ini. Pada masa usia 5 bulan-an, Anda harus menyiapakan pertanyaan untuk pemeriksaan bulan depan, tapi jangan takut menghubungi dokter segera bila memiliki masalah yang mencemaskan Anda yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus saya ketahui?

Ada beberapa hal yang Anda ketahui pada tahap perkembangan bayi 24 minggu ini:

Pada tahap perkembangan bayi usia minggu ini, dokter mungkin akan menyarankan suntikan vaksin hepatitis B, tetanus, polio, batuk rejan, dan rotavirus.

Vaksin pneumococcal akan membantu melawan meningitis, pneumonia dan infeksi telinga karena bakteri, Vaksin Hib melawan bakteri Haemophilus influenzae tipe B (penyebab meningitis, pneumonia, dan epiglottitis karena bakteri), dan vaksin rotavirus melawan virus penyebab flu perut. Pada musim influenza, bayi juga memerlukan vaksin influenza.

 Bagaimana cara membantu bayi agar tidak takut dengan suntikan?

Tanyakan kepada dokter atau perawat apakah lebih baik membiarkan bayi di dalam ruangan daripada membaringkannya di atas meja saat disuntik. Tetap tenang dan alihkan perhatian bayi dengan berbicara dengannya dengan bahasa yang lembut. Anda bisa memberikan susu botol, dot, atau ASI segera untuk menenangkan bayi yang menangis. Beberapa bukti menunjukkan bahwa menyusui saat bayi mendapat suntikan mungkin membantu meredakan tangisannya.

Namun, suntikan ini tidak dijamin melindungi bayi Anda sepenuhnya. Beberapa vaksin perlu diberikan beberapa kali dalam periode tertentu untuk memastikan anak menjadi benar-benar kebal.

Anak yang tidak diberi vaksin lebih berisiko terkena penyakit daripada anak yang hanya sekali disuntik. Reaksi parah yang muncul saat vaksinasi tergolong amat langka.

Jadi, hal terbaik adalah memberikan vaksin lengkap untuk bayi. Awasi anak dengan baik setelah suntikan dan beri tahu dokter jika ada reaksi serius pada anak.

Alergi makanan

Untuk anak dalam keluarga yang memiliki riwayat alergi, dokter akan memberikan peringatan:

Tunda pemberian makanan padat

Saat ini, para ahli percaya bahwa potensi alergi akan berkurang. Maka, kebanyakan dokter menyarankan untuk menunda sapihan, terutama bila Anda atau pasangan Anda atau anggota keluarga memiliki gen alergi.

Lanjutkan menyusui

Anak yang diberi susu formula lebih mudah terkena alergi daripada anak ASI mungkin karena susu adalah penyebab reaksi alergi yang relatif umum.

Jika Anda menyusui, tetap lanjutkan sepanjang tahun pertama. Anda juga bisa memberikan susu kedelai murni, tapi harap ingat bahwa ada sejumlah anak yang mungkin alergi kedelai. Untuk sejumlah anak, susu formula protein yang lebih encer akan lebih cocok.

Tawarkan beragam makanan padat secara bertahap

Bila ada anggota keluarga dengan riwayat alergi, bayi Anda harus mencobanya sedikit demi sedikit. Anda harus memberi makanan baru untuk bayi selama beberapa minggu sebelum berlanjut ke jenis makanan baru.

Jika bayi mengalami gejala seperti pusing, ruam (termasuk ruam karena popok), terlalu sering muntah, mendesah atau pilek, hentikan memberi makanan itu segera selama setidaknya beberapa minggu. Anda hanya perlu memberi makanan ini lagi jika tubuh bayi bisa menyerapnya lagi tanpa bahaya apapun.

Tawarkan makanan bebas alergi dulu pertama-tama

Beras lebih jarang menyebabkan reaksi alergi dan paling sering disarankan para ahli sebagai makanan pemula. Barley dan oat juga makanan hipoalergenik.

Buah dan sayuran jarang menyebabkan iritasi pada anak, tapi banyak ahli menyarankan bahwa Anda tidak memberi makan beri dan tomat, atau kerang, kacang polong, dan kacang-kacangan. Anda harus menghindari makanan penyebab alergi macam kacang tanah, sejumlah bumbu dapur dan cokelat saat anak berusia 3 tahun.

Kebanyakan alergi pada anak sering hilang saat mereka bertambah besar. Jadi, walaupun anak sangat sensitif terhadap susu, gandum atau makanan lainnya, tetap sabar menunggu gejala alergi hilang dalam beberapa tahun dan jangan lupa selalu konsultasikan pada dokter.

Tahan punggung bayi saat menggendong agar aman

Pada tahap perkembangan bayi 24 minggu ini, bayi umumnya sudah bisa duduk sendiri. Untuk amannya, silakan pasangan tali pengaman pada tempat duduk bayi.

Jangan buat bayi duduk terlalu lama, karena kemungkinan ini bisa bikin otot menjadi nyeri. Ada beberapa bayi senang dan diangkat tinggi dari kursi sementara yang lain merasa tidak senang dengan kursi yang tidak stabil ini.

Untuk mengetahui apakah anak cocok dengan kursi seperti ini, biarkan anak mencoba kursi belakang saat Anda mencoba sampelnya. Jika Pada usia perkembangan bayi 24 minggu ini Anda masih menggunakan kain gendongan bayi, selalu pastikan bayi tetap terikat dengan baik.

Anda juga harus tahu bahwa posisi ini membuat bayi bisa melakukan banyak hal di belakang Anda daripada hanya melihat-lihat sekitar termasuk mengambil kaleng dari rak di supermarket, menjatuhkan vas bunga di toko hadiah, mengumpulkan dedaunan dari semak-semak dan pohon di taman. Ada baiknya tahan dan sanggah punggung bayi menggunakan tangan Anda agar aman.

Perhatian

Apa yang harus saya perhatikan?

Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan pada tahap perkembangan bayi 24 minggu ini:

Ajarkan bayi cara menggunakan cangkir

Pada tahap perkembangan bayi  24 minggu ini, Anda bisa mengajarkan bayi cara menggunakan cangkir memberikan banyak manfaat. Pertama, dia akan belajar bahwa ada banyak minuman dan cara minum selain ASI atau susu botol.

Mengetahui cara menggunakan cangkir, mereka akan dengan mudah berhenti minum ASI atau susu botol. Sebagai tambahan, penggunaan cangkir juga membantu anak minum air, jus, atau susu lebih mudah dan Anda tidak perlu menambah ASI atau susu botol. Gunakan tips ini untuk membantu anak:

  • Tunggu sampai bayi bisa duduk dengan sanggahan. Ini membantu mengurangi risiko tersedak atau terhambatnya pernapasan.
  • Pilih cangkir yang cocok. Setiap anak mungkin memiliki cangkir favorit. Anda harus mencoba menggunakan berbagai jenis cangkir sampai Anda menemukan cangkir yang paling dia sukai. Beberapa anak senang memiliki cangkir bergagang satu atau dua, yang lain lebih memilih tanpa gagang.
  • Pilih cangkir yang aman. Saat memegang cangkir, anak mungkin melemparkannya ke atas lantai dan kehilangan kesabaran dengan membanting meja. Jadi pastikan menggunakan cangkir yang tahan banting. Cangkir yang berat di bagian dasarnya tidak akan mudah jatuh. Gelas kertas atau plastik, bahkan yang tidak bisa pecah, tidak akan membantu melatih bayi karena gampang sobek atau retak.
  • Jangan terlalu protektif. Bayi hanya akan belajar jika Anda membiarkannya melakukan kesalahan. Ajarkan bayi untuk minum cangkir mungkin menciptakan kekacauan. Terkadang, air akan tumpah membasahi dagu atau perut bayi. Tidak masalah. Bayi lama kelamaan akan menjadi lebih terampil. Anda bisa membantunya dengan memakaikan celemek bayi tahan air. Jika Anda sedang memangku bayi, Anda bisa memakai handuk persegi atau celemek tahan air untuk mengurangi kekacauan.
  • Ciptakan rasa nyaman. Pastikan bayi merasa nyaman di pangkuan Anda, di atas kursi makan bayi.
  • Berikan bayi minuman yang cocok. Cara termudah dan terbersih adalah dengan air putih. Sekali dia bisa minum air putih dengan cangkir, Anda bisa menggantinya dengan ASI atau susu formula (jangan memberikan susu saat bayi berusia setahun) atau jus buah encer. Manfaatkan air putih, tergantung selera bayi: beberapa bayi lebih suka minum segelas jus daripada susu sementara yang lain sejak awal suka susu.
  • Gunakan teknik. Hanya tuangkan sedikit cairan di dalam cangkir. Tahan gelas di mulut bayi dan dengan pelan masukkan beberapa tetes ke dalam mulutnya. Ambil cangkir untuk memberi kesempatan bayi menelan tanpa tersedak. Berhenti bila bayi merasa sudah cukup dengan berbalik, mengambil cangkir, atau mulai membuat masalah. Sekalipun dengan tips ini, Anda masih bisa melihat sisa cairan dari dalam mulut bayi. Ingat mengulanginya beberapa kali, tetap sabar, gigih dan berusaha, dan Anda akan sukses.
  • Dorong anak untuk berpartisipasi. Dia mungkin mencoba mengambil cangkir dari tangan Anda dengan pikiran “Aku bisa minum sendiri.” Biarkan bayi mencoba. Beberapa bayi bisa menggunakan gelas pada usia dini. Jangan kecewa bila bayi menumpahkan semua isi, karena ini adalah bagian dari proses belajar.
  • Jangan memaksa bayi. Pada usia perkembangan bayi 24 minggu ini, jika bayi masih menolak menggunakan cangkir setelah beberapa kali mencoba dan bahkan setelah Anda mencoba cairan dan jenis cangkir yang berbeda-beda, jangan paksa bayi untuk minum dengan cangkir. Taruh cangkir di atas rak selama beberapa minggu. Saat ingin mencoba lagi, Anda bisa menggunakan cangkir dengan aksi sedikit berlebihan (“Lihat nih dek, Mama punya apaaa?”). Ini bisa membuat bayi lebih senang. Atau Anda bisa meninggalkan cangkir kosong untuk dilihat bayi, seperti mainan pada saat Anda menunggu untuk mencoba kembali.
Sumber
Yang juga perlu Anda baca