Perkembangan Bayi di Usia 24 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Bayi Usia 24 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 24 minggu (6 bulan)?

Menurut Denver II, perkembangan bayi di usia 24 minggu atau 6 bulan, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Mengangkat kepalanya sendiri.
  • Duduk sendiri dengan baik, tapi masih perlu sedikit sandaran.
  • Menumpukan berat tubuhnya pada kaki.
  • Mampu menahan tubuhnya dengan dada saat dalam posisi telungkup.
  • Menggulingkan tubuhnya.
  • Berubah posisi dari berbaring menjadi duduk, atau dari berdiri menjadi duduk.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Tertawa lepas ketika Anda mengajaknya bercanda atau bicara.
  • Memekik.
  • Mengubah suara seolah hendak bicara.
  • Menyatukan kedua tangannya.
  • Memegang mainan maupun objek lain.
  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.
  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya sekitar 180 derajat.
  • Berusaha mengambil mainan atau objek yang jauh dari jangkauannya
  • Mengenali wajah orang-orang terdekatnya.
  • Tersenyum sendiri atau merespons senyuman orang lain.
  • Mengenali tangannya sendiri.
  • Bermain dengan mainannya.
  • Makan sendiri.

Kemampuan motorik kasar

Kini, perkembangan bayi Anda telah memasuki usia 24 minggu atau 6 bulan. Setelah sebelumnya Anda melihat si kecil mampu berguling, duduk dengan sandaran, dan berubah posisi ke duduk dari berdiri atau berbaring, kini ada hal menarik lainnya.

Si kecil telah berkembang cukup baik, dengan kemampuannya yang berhasil duduk sendiri tanpa sandaran. Hal ini menandakan si kecil sudah mulai siap untuk mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI)

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Kemampuan komunikasi bayi juga berkembang pesat, terbukti dengan jeritannya, suara-suara riang, mengoceh dan perubahan oktaf suara. Suaranya bisa menunjukkan sikapnya atau respon terhadap benda seperti kebahagiaan, keingintahuan atau bahkan kepuasan dalam pemecahan masalah. 

Kemampuan motorik halus

Belum berbeda jauh dengan usia sebelumnya, si kecil sekarang masih terus memanfaatkan fungsi tangannya dengan berusaha mengambil benda-benda yang berada di sekitarnya. Bahkan beberapa dari mereka sudah bisa memulai memegang kubus dengan tangannya.

Kemampuan sosial dan emosional

Menginjak usia setengah tahun ini, buah hati Anda tidak hanya lagi bisa tersenyum dan bermain dengan mainannya. Sekarang, ia juga mampu duduk di kursi makan khususnya, dan kemudian makan sendiri. Meski belum rapi dan masih berceceran, tapi ini merupakan salah satu bagian dari perkembangan si kecil.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 24 minggu?

Pada tahap perkembangan bayi 24 minggu ini, Anda bisa menyemangati bayi dengan berceloteh dengan bayi dan bermain kata (“Kambing membuat suara ‘mbeee’”, atau kucing membuat suara ‘meooong”).

Anda juga bisa mendengarkan bayi berkata satu kata yang tidak dapat Anda mengerti apa maksudnya, beri respon dengan hangat melalui pertanyaan macam,”Ya, ini mobil, ya adek..! Warna apa? Me… raaahh” Bayi akan senang untuk mendengarkan cerita dan obrolan yang Anda sampaikan.

Kesehatan Bayi Usia 24 Minggu

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter terkait perkembangan bayi 24 minggu?

Jika memang bayi Anda tidak mengalami kondisi medis serius, kebanyakan dokter tidak akan melakukan pemeriksaan terkait kesehatan dan perkembangan bayi pada usia 24 minggu atau 6 bulan ini.

Siapkan sejumlah pertanyaan untuk pemeriksaan bulan depan. Namun, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter jika anak mengalami masalah tertentu yang tidak bisa ditunggu hingga kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 24 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di usia perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan, yaitu:

1. Bayi takut disuntik saat imunisasi

Tanyakan kepada dokter atau perawat apakah lebih baik membiarkan bayi di dalam ruangan daripada membaringkannya di atas meja saat disuntik selama imunisasi.

Tetap tenang dan alihkan perhatian bayi dengan berbicara dengannya dengan bahasa yang lembut. Anda bisa memberikan susu botol, dot, atau ASI segera untuk menenangkan bayi yang menangis.

Namun, beberapa imunisasi mungkin tidak hanya diberikan sekali guna memastikannya benar-benar efektif dalam melawan penyakit. Ini tergantung jadwal dari masing-masing vaksin.

Anak yang tidak diberi vaksin lebih berisiko terkena penyakit daripada anak yang hanya sekali disuntik. Reaksi parah yang muncul saat vaksinasi tergolong amat langka.

Jadi, hal terbaik adalah memberikan vaksin lengkap untuk bayi. Awasi anak dengan baik setelah suntikan dan beri tahu dokter jika ada reaksi serius pada anak.

2. Alergi makanan

Untuk anak dalam keluarga yang memiliki riwayat alergi, dokter akan memberikan peringatan:

Lanjutkan menyusui

Anak yang diberi susu formula lebih mudah terkena alergi daripada bayi yang menyusu ASI. Ini mungkin karena susu adalah penyebab reaksi alergi yang relatif umum, tak terkecuali pada perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan ini.

Jika Anda menyusui, tetap lanjutkan sepanjang tahun pertama. Anda juga bisa memberikan susu kedelai murni, tapi harap ingat bahwa ada sejumlah anak yang mungkin alergi susu kedelai.

Tawarkan beragam makanan padat secara bertahap

Bila ada anggota keluarga dengan riwayat alergi, bayi Anda harus mencobanya sedikit demi sedikit. Anda harus memberi makanan baru untuk bayi selama beberapa minggu sebelum berlanjut ke jenis makanan baru.

Jika bayi mengalami gejala seperti pusing, ruam (termasuk ruam karena popok), terlalu sering muntah, mendesah atau pilek, hentikan memberi makanan itu segera selama setidaknya beberapa minggu.

Anda hanya perlu memberi makanan ini lagi jika tubuh bayi bisa menyerapnya lagi tanpa bahaya apapun.

Tawarkan makanan bebas alergi dulu

Beras lebih jarang menyebabkan reaksi alergi dan paling sering disarankan para ahli sebagai makanan pemula. Barley dan oat juga makanan hipoalergenik.

Buah dan sayuran jarang menyebabkan iritasi pada anak, tapi banyak ahli menyarankan bahwa Anda tidak memberi makan beri dan tomat, atau kerang, kacang polong, dan kacang-kacangan. Anda harus menghindari makanan penyebab alergi macam kacang tanah, sejumlah bumbu dapur dan cokelat saat anak berusia 3 tahun.

Kebanyakan alergi pada anak sering hilang saat mereka bertambah besar. Jadi, walaupun anak sangat sensitif terhadap susu, gandum atau makanan lainnya, tetap sabar menunggu gejala alergi hilang dalam beberapa tahun dan jangan lupa selalu konsultasikan pada dokter.

3. Tahan punggung bayi saat menggendongnya

Pada tahap perkembangan bayi 24 minggu ini, bayi umumnya sudah bisa duduk sendiri. Untuk amannya, silakan pasangan tali pengaman pada tempat duduk bayi.

Ada beberapa bayi senang dan diangkat tinggi dari kursi sementara yang lain merasa tidak senang dengan kursi yang tidak stabil ini. Jika pada usia perkembangan bayi 24 minggu atau 6 bulan ini Anda masih menggunakan kain gendongan bayi, selalu pastikan bayi tetap terikat dengan baik.

Anda juga harus tahu bahwa posisi ini membuat bayi bisa melakukan banyak hal di belakang Anda, dan bukan hanya melihat-lihat sekitar.

Misalnya mengambil kaleng dari rak di supermarket, menjatuhkan vas bunga, hingga mengambil dedaunan dari semak-semak dan pohon di taman. Ada baiknya tahan dan sanggah punggung bayi menggunakan tangan Anda agar aman.

Perhatian

Apa yang harus saya perhatikan pada perkembangan bayi 24 minggu?

Berikut yang harus Anda perhatikan dalam perkembangan bayi usia 24 minggu atau 6 bulan:

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI)

Menginjak usia 6 bulan ini, si kecil tidak hanya lagi akan mendapatkan ASI eksklusif. Anda dianjurkan untuk memperkenalkannya dengan berbagai jenis makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun, Anda tidak boleh asal memberikannya, karena pemberian MPASI harus dilakukan secara bertahap. Sebagai permulaan, berikan si kecil makanan padat yang telah dilumatkan.

Misalnya buah, sayur, maupun daging yang telah dihaluskan. Ini karena bayi masih harus beradaptasi untuk belajar mengunyah dan menelan makanan.

Bagaimana perkembangan bayi Anda di minggu ke-25?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca