Periode Perkembangan

Perkembangan Bayi di Usia 20 Minggu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum.

Perkembangan & Kebiasaan

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 20 minggu?

Berikut beberapa perkembangan bayi 20 minggu yang yang harus Anda ketahui

  • Menggerakkan kaki saat digendong
  • Berguling dari posisi terlentang ke telungkup dan sebaliknya
  • Bisa duduk sendiri tanpa ditopang untuk beberapa saat
  • Meraih benda-benda di sekitarnya
  • Bereaksi jika Anda mengambil mainan dari tangannya
  • Bergerak ke sumber suara dengan cara merangkak sedikit demi sedikit menggunakan perut dan tangannya

Apa yang saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 19 minggu?

Bila Anda membiarkan bayi menelungkup, dia akan merentangkan lengan dan kakinya, serta melengkungkan punggungnya ke atas. Latihan ini bagus untuk memperkuat otot leher dan membantu mengembangkan kemampuannya untuk duduk.

Anda bisa menerapkan kebiasaan rutin sebelum tidur pada bayi seperti makan malam, mandi, memakaikan baju tidur, membacakan cerita, bernyanyi atau memainkan musik, hingga si kecil terlelap tidur.

Kebiasaan ini selain membuat si kecil tidur lebih nyaman juga dapat memperkuat ikatan batin dengan si kecil. Anda dan pasangan Anda bisa bergantian untuk melakukan kebiasaan ini (ibu memandikan bayi, ayah membacakan cerita, misalnya).

Kesehatan & Keamanan

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di minggu 20?

Jumlah dan jenis pemeriksaan teknis dan prosedur yang akan dilakukan dokter berbeda-beda, tergantung kondisi si kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter jika ingin bertanya tentang kekhawatiran perkembangan bayi Anda.

Apa yang harus saya ketahui di minggu 20?

Ada beberapa hal yang Anda ketahui, di antaranya:

1. Sindrom guncangan bayi

Sindrom guncangan bayi (shaken baby syndrome/SBS) adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan cedera otak. Sindrom guncangan bayi terjadi ketika seseorang mengguncang bayi terlalu keras, menyebabkan otak bayi berpindah di dalam tengkorak.

Bayi sangat rentan karena otot leher bayi belum cukup kuat untuk menyokong kepala. Situasi ini, jika berlanjut, bisa menyebabkan cedera serius, kebutaan, kerusakan mata, gangguan mental, kejang-kejang, kelumpuhan, kerusakan otak permanen atau bahkan kematian.

SBS mungkin muncul ketika Anda bermain dengan bayi terlalu agresif. Aktivitas biasa macam menggelitik saat berinteraksi dengan anak atau saat di dalam mobil di atas jalan yang kasar bukan penyebab sindrom ini.

Bayi yang diguncang mungkin tampak kolik, terlalu mengantuk, muntah, tidak nafsu makan, sulit bernapas, atau mudah marah. Jika Anda mencurigai anak Anda terkena SBS, hubungi dokter anak atau bawa dia ke ruang darurat secepatnya. Kondisi bayi mungkin memburuk dan dia akan mengalami kerusakan otak permanen jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

2. Feses bayi berwarna hitam

Jika feses bayi berwarna hitam, kemungkinan besar asupan zat besi di dalam darah bayi terlalu banyak. Pada sebagian anak, saat bakteri memasuki saluran pencernaan, tubuh akan membuang bakteri melalui feses menyebabkan feses jadi berwarna coklat tua, hijau atau hitam.

Hal ini bukan kondisi serius dan tidak perlu dicemaskan karena beberapa studi menunjukkan bahwa sejumlah kecil zat besi di dalam feses tidak akan membuat bayi sulit mencerna atau merasa tidak nyaman.

Namun, tambahan zat besi untuk bayi tidak disarankan karena kebanyakan bayi sudah cukup mendapatkan zat besi dari ASI, susu formula, dan sereal.

Apabila feses bayi berwarna kehitaman dan disertai dengan gejala yang tidak wajar, segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Perhatian

Apa yang harus saya perhatikan pada perkembangan bayi 20 minggu?

Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan:

Merangsang anak untuk melakukan aktivitas fisik

Banyak orangtua terlalu fokus terhadap perkembangan intelektual dan fisik bayi, sehingga masalah kesehatan tubuhnya tidak begitu diperhatikan. Padahal, kesehatan tubuh bayi secara menyeluruh juga perlu perhatian. Untuk merangsang kemampuan motoriknya, cobalah ajak Anda untuk melakukan aktivitas fisik. Pada tahap ini, Anda hanya bisa membantu anak duduk dengan cara menempatkan batal di sisi-sisi tubuh bayi agar ia bisa duduk dengan tegak.

Anda juga bisa menempatkan mainan di sekitar bayi untuk merangsang kemampuan geraknya dalam meraih mainan tersebut. Intinya, buatlah suasana yang menyenangkan saat Anda membiarkan bayi bermain atau merangkak. Anda bisa mengajak bayi berbicara dengan menjelaskan apa yang sedang ia lakukan. Hal ini dilakukan agar anak menyadari betapa menyenangkan aktivitas fisik sedang ia lakukan.

2. Jangan terlalu mengatur bayi

Bayi yang selalu duduk di dalam kereta dorong atau di atas kursi khusus anak atau tas gendong tidak pernah berkesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas fisik. Akibatnya, bayi akan menjadi anak yang pasif dan lemah. Berapapun umurnya, bayi Anda perlu aktif. Dengan posisi telungkup, bayi berusia 3-4 bulan umumnya sudah mampu membalikkan badannya.

Saat berada di posisi telungkup, bayi akan merangkak dan menjelajahi apapun yang ada di sekitarnya menggunakan tangan dan mulut. Selain itu, bayi juga berusaha sekuat tenaga untuk mencoba mendorong pinggulnya serta mengangkat kepala dan bahunya. Semua aktivitas ini adalah rangsangan alami untuk lengan dan kaki bayi ketika ia berada di ruangan luas tanpa batasan apapun.

3. Jangan terlalu khawatir

Bayi harus berolahraga dengan cara yang alami. Banyak aktivitas bisa menyenangkan bagi Anda dan bayi, dan membantu si kecil untuk dapat berinteraksi dengan anak lainnya. Bila Anda memutuskan untuk mengambil kelas olahraga khusus bayi, pertimbangkan hal-hal ini:

  • Apakah gurunya sudah terlatih? Apakah olahraganya aman? Tanyakan dokter sebelum mendaftar. Awasi dengan baik. Olahraga apapun dengan gerakan yang mengguncang sangat berbahaya. Olahraga jenis ini mungkin akan membuat anak stres daripada membuatnya senang.
  • Apakah anak senang? Bila dia tidak tersenyum atau tertawa saat olahraga, dia mungkin tidak terlalu suka. Berhati-hatilah terutama jika anak tampak bingung atau takut saat dipaksa melakukan hal yang membuatnya tidak nyaman.
  • Apakah alat yang digunakan memang khusus untuk bayi? Alat olahraga khusus untuk bayi biasanya berwarna cerah, berbentuk aneka ragam, tidak keras, tersusun dari bahan yang aman untuk bayi, dan tentunya tidak terlihat membahayakan.
  • Apakah anak akan diberikan kesempatan bermain bebas? Kebanyakan kelas bayi biasanya membiarkan anak melakukan sendiri hal apapun yang ia suka daripada membagi anak menjadi beberapa kelompok.
  • Apakah kelas fokus terhadap musik? Anak sering menyukai musik dan aktivitas ritmik, seperti berayun dan bernyanyi atau gabungan keduanya selama olahraga.

4. Biarkan bayi mengaturnya sendiri

Memaksa bayi berlatih, atau melakukan apapun yang membuatnya tidak siap atau tidak tertarik bisa mengakibatkan dampak negatif. Biarkan bayi berolahraga hanya kalau Anda memperhatikan bahwa bayi bisa menyerap dan berhenti ketika dia tidak suka atau merasa tidak nyaman dengan implikasi bahwa dia tidak mau lagi melanjutkannya.

5. Perhatikan asupan makanan bayi

Sebenarnya, nutrisi yang baik lebih berperan penting dalam perkembangan fisik pada anak daripada olahraga. Anda harus selalu menyediakan asupan nutrisi dan mineral yang cukup guna meningkatkan energinya.

6. Jadilah contoh yang baik

Jadilah contoh yang baik untuk bayi Anda. Jika berhasil, ibu dan anak akan menjadi sehat. Bila anak melihat Anda berjalan ke pasar daripada mengendarai mobil, menonton televisi sambil berolahraga daripada makan gorengan, berenang di kolam renang daripada hanya berjemur di pinggir kolam, anak cenderung lebih terdorong untuk berolahraga ataupun melakukan aktivitas fisik.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada minggu ke-21?

Sumber
Yang juga perlu Anda baca