Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Shaken Baby Syndrome, Efek Ketika Mengguncang Bayi Terlalu Keras

Apa itu shaken baby syndrome?|Gejala shaken baby syndrome|Penyebab shaken baby syndrome|Komplikasi yang bisa terjadi|Diagnosis shaken baby syndrome|Perawatan shaken baby syndrome|Pencegahan yang bisa orangtua lakukan
Shaken Baby Syndrome, Efek Ketika Mengguncang Bayi Terlalu Keras

Melihat bayi tertawa memang menggemaskan. Apalagi bayi mudah sekali tertawa, salah satunya saat ia digendong dan Anda mengayun atau mengguncangnya. Namun, tahukah Anda bahwa hal ini bisa memicu terjadinya shaken baby syndrome? Simak artikel ini untuk penjelasan lengkapnya.

Apa itu shaken baby syndrome?

shaken baby syndrome

Shaken baby syndrome (sindrom bayi terguncang) adalah trauma pada kepala bayi karena guncangan yang terlalu keras.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, ini adalah salah satu bentuk kekerasan pada anak karena berdampak buruk pada perkembangan bayi.

Hal ini dapat menjadi penyebab kerusakan otak, perdarahan retina, gangguan saraf, serta kematian.

Sekitar 95% cedera otak dan 64% cedera kepala pada anak berusia kurang dari 1 tahun penyebabnya adalah karena kekerasan termasuk shaken baby syndrome.

Sebagian besar kasus sindrom bayi terguncang terjadi pada masa perkembangan bayi dan balita yang berusia di bawah 2 tahun.

Tak hanya itu saja, kekerasan juga biasa terjadi pada anak berkebutuhan khusus atau masalah kesehatan yang membuatnya sering menangis.

Gejala shaken baby syndrome

Berikut adalah sebagian dari tanda atau gejala sindrom bayi terguncang, di antaranya adalah:

  • lebih rewel dari biasanya,
  • sulit untuk tetap terjaga,
  • mengalami masalah pernapasan,
  • susah makan,
  • kulit terlihat kebiruan,
  • mengalami kejang, dan
  • menjadi kaku dan sulit bergerak.

Dalam kasus yang ringan, mungkin anak masih terlihat normal setelah diguncang. Akan tetapi, lama kelamaan kondisi kesehatan serta perilakuknya mulai berubah.

Selain itu, ada kemungkinan orangtua juga tidak bisa melihat gejala atau tanda cedera fisik dari shaken baby syndrome, seperti:

  • perdarahan otak dan mata,
  • kerusakan sumsum tulang belakang, hingga
  • patah tulang rusuk hingga kaki.

Segera cari bantuan dengan pergi ke rumah sakit jika Anda mencurigai bayi menunjukkan tanda-tanda setelah guncangan hebat.

Orangtua atau dokter wajib untuk melaporkan kasus dugaan kekerasan hingga pelecehan anak.

Penyebab shaken baby syndrome

Shaken baby syndrome dapat terjadi secara sengaja maupun tidak. Intinya, gerakan apa pun yang mengguncang bayi terlalu keras bisa mengakibatkan kondisi ini.

Perlu Anda ketahui bahwa bayi mempunyai otot leher yang masih lemah sehingga ia masih sulit menopang kepalanya sendiri.

Maka dari itu, apabila Anda menggendong dan mengayunnya dengan guncangan cukup keras, ini mengakibatkan otak bergerak maju mundur.

Hal ini pula yang mengakibatkan perdarahan, pembengkakan, serta memar di kepala bayi.

Dalam kondisi tidak sengaja, shaken baby syndrome biasanya terjadi saat orangtua atau pengasuh sedang mengajaknya bermain dengan mengguncang, mengayun, atau bahkan melemparnya ke udara.

Meski pada saat itu bayi mungkin tertawa senang, hal ini berbahaya bagi otaknya.

Di sisi lain, kondisi ini juga bisa muncul dari kesengajaan. Ini terjadi saat orangtua atau pengasuh merasa frustasi atau marah karena bayi rewel dan tidak berhenti menangis.

Akibatnya, secara sadar, ia mengguncang bayi agar diam, yang justru biasanya membuat si kecil semakin menangis.

Berikut adalah bentuk kekerasan secara sengaja sehingga menjadi penyebab dari shaken baby syndrome:

  • mengguncang bayi dengan keras,
  • melempar atau menjatuhkan dengan sengaja, hingga
  • membenturkan kepala atau leher ke suatu benda tumpul.

Kondisi ini juga bisa terjadi ketika ibu atau ayah mengalami baby blues atau depresi postpartum.

Komplikasi yang bisa terjadi

Dari penjelasan di atas, shaken baby syndrome bisa terjadi melalui hal yang tidak disengaja maupun kekerasan pada anak dengan sengaja.

Akan tetapi, ternyata guncangan yang sebentar pun dapat mengakibatkan komplikasi seperti kerusakan otak hingga terjadi kematian.

Saat bayi masih bisa terselamatkan dari sindrom guncangan ini, ia tetap membutuhkan perawatan medis karena berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan, seperti:

Diagnosis shaken baby syndrome

Dokter spesialis akan melakukan pemeriksaan pada bayi atau anak yang diguncang secara kuat oleh orangtua atau orang sekitarnya.

Pemeriksaan akan dimulai dari bertanya mengenai riwayat kesehatan bayi serta berbagai tes lainnya, seperti berikut.

  • Rontgen, untuk melihat berbagai macam patah tulang yang disengaja atau tidak.
  • Tes mata, pemeriksaan untuk melihat perdarahan dan cedera mata lainnya.
  • MRI, melihat secara detail bagian otak apakah ada memar, perdarahan, atau penurunan oksigen.
  • CT scan, mendeteksi cedera pada area otak dan perut.

Selain itu, dokter juga akan melakukan tes darah untuk melihat apakah ada kelainan genetik serta pembekuan darah. Hal ini karena gejala dari kedua kondisi tersebut mirip dengan shaken baby syndrome.

Perawatan shaken baby syndrome

Perawatan serta pengobatan darurat dari sindrom bayi terguncang adalah bantuan pernapasan sekaligus operasi untuk menghentikan perdarahan di otak.

Apabila bayi terselamatkan, ada kemungkinan ia membutuhkan perawatan jangka panjang karena mengalami trauma kepala yang cukup parah.

Berikut adalah perawatan yang membutuhkan dukungan dari terapis, di antaranya adalah:

  • pengobatan rehabilitas,
  • terapi wicara dan bahasa,
  • terapi fisik, serta
  • terapi okupasi.

Berbagai perawatan ini disesuaikan dengan kondisi keparahan si kecil.

Pencegahan yang bisa orangtua lakukan

Orangtua atau pasangan muda sebaiknya mengikuti kelas pendidikan untuk memahami bahaya dari kekerasan pada anak.

Apalagi, guncangan yang tidak disengaja pun juga dapat memengaruhi kesehatan si kecil.

Saat orangtua atau pengasuh merasa kesal atau stres karena bayi yang tidak berhenti menangis, coba lakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Pastikan kembali apa yang membuat bayi menangis.
  • Berikan mainan atau lagu tertentu untuk menenangkan bayi.
  • Letakkan bayi pada ayunan untuk membuatnya tenang.
  • Minta bantuan keluarga untuk membantu menenangkan bayi dengan cara yang lembut.
  • Letakkan bayi pada tempat tidur sembari Anda menenangkan diri terlebih dahulu.
  • Hindari mengayun, menggendong, hingga melempar bayi terlalu kuat walaupun hanya bercanda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Abusive Head Trauma (Shaken Baby Syndrome) (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/shaken.html

Shaken baby syndrome – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shaken-baby-syndrome/symptoms-causes/syc-20366619

Shaken Baby Syndrome – Symptoms, Prognosis and Prevention. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Shaken-Baby-Syndrome

IDAI | Shaken Baby Syndrome. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/shaken-baby-syndrome

Shaken Baby Syndrome: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment. (2021). Retrieved 28 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13779-shaken-baby-syndrome

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x