7 Tips Menangani Anak Susah Makan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Sebagian besar anak pasti pernah mengalami kesulitan makan. Biasanya, anak hanya mengonsumsi beberapa jenis makanan dan menolak makanan yang ia tidak suka. Kadang ia memakan banyak makanan pada minggu ini, dan nafsu makannya berkurang pada minggu berikutnya. Ini merupakan hal yang normal pada masa perkembangannya, biasanya anak mulai mengalami hal ini pada usia 2 tahun.

Anak Anda akan makan makanan yang dikenalnya dan tidak makan makanan yang tidak dikenalnya. Ia butuh waktu untuk belajar bahwa makanan yang tidak familiar menurutnya itu aman dan enak untuk dimakan. Ia akan mempercayai hal itu dengan melihat Anda dan orang sekelilingnya makan makanan yang tidak dikenalnya tersebut.

Berikut ini merupakan tips untuk menangani anak yang susah makan.

1. Jadwalkan waktu makan bersama keluarga

Makan bersama keluarga sebisa mungkin. Ini merupakan waktu yang baik bagi anak untuk belajar berbagai jenis makanan. Mungkin ini sulit bagi Anda dan pasangan yang bekerja, tetapi Anda bisa mencobanya kapan pun Anda dan pasangan bisa.

Pada waktu ini, tawarkan anak berbagai jenis makanan bergizi dan sebaiknya Anda juga makan makanan yang sama dengan anak. Anak akan belajar makan makanan baru dengan melihat dan meniru orangtuanya dan orang sekelilingnya. Anda bisa membantu mengambilkan anak makan dan menawarkan satu per satu makanan yang ada di meja. Jika anak tidak ingin mencoba makanan baru, jangan memarahinya, Anda bisa tawarkan lagi lain kali. Anak kadang perlu waktu lama untuk dapat menerima makanan baru.

2. Buat waktu makan yang teratur

Sebaiknya anak makan 3 kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan di antara waktu makan utama. Ini juga sekaligus mengajarkan anak tentang rutinitas, sehingga anak tahu apa yang harus dilakukannya.

Beri makan anak di waktu yang tepat. Jika anak Anda terlalu lelah, mungkin ia akan memilih untuk tidur dan menolak makan. Sebaiknya berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang. Minta setiap orang yang ada di rumah atau yang mengasuh anak Anda mengikuti rutinitas Anda ini untuk diterapkan pada anak.

3. Buatlah waktu makan senyaman mungkin

Anda bisa mengajak anak Anda makan bersama temannya, Anda bisa mengundang beberapa temannya ke rumah untuk makan bersama. Anak Anda akan makan lebih banyak bersama teman-temannya.

Ketika makan, jauhkan anak dari televisi, hewan peliharaan, dan mainan. Hal ini membuat anak sulit berkonsentrasi untuk makan. Juga, jangan marahi atau paksa anak pada saat makan, ini akan membuat nafsu makannya hilang. Biarkan anak mengambil makanannya sendiri dengan tangannya jika ia ingin. Ini memberikannya kesempatan untuk belajar berbagai tekstur makanan. Anak juga akan merasa lebih nyaman untuk makan sendiri dan ini merupakan suatu pembelajaran tanggung jawab pada anak.

4. Tetap positif

Ceritakan ke anak tentang bagaimana Anda menikmati makanan yang Anda makan, tentu makanan dengan gizi seimbang. Anda merupakan panutan bagi anak, jadi jika Anda bersemangat menceritakan rasa makanan yang Anda makan, anak Anda mungkin akan tertarik untuk mencobanya.

Ceritakan juga bahwa Anda sangat senang melihat ia makan dengan baik. Ia akan senang mendengar pujian Anda, sehingga anak bersemangat untuk menghabiskan makanannya. Jika Anda hanya memerhatikan anak pada saat ia tidak makan, mungkin ia akan menolak untuk makan agar Anda memberikan perhatian kepadanya.

Jika anak tidak menghabiskan makanannya dan membiarkannya dalam waktu lama, ambil piring anak tanpa berkomentar kepada anak. Jangan paksa anak untuk menghabiskan makanannya.

5. Jaga anak agar tetap tertarik

Sebagai makanan selingan di siang dan sore hari, Anda bisa menawarkan rasa makanan yang gurih dan buah-buahan yang manis. Kadang anak bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja, dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru. Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak.

Namun, jangan pernah menjanjikan anak makanan manis sebagai hadiah. Orangtua biasanya akan menawarkan makanan manis sebagai hadiah jika anak menghabiskan makanannya atau jika anak makan sayur. Hal ini akan membuat ketertarikan anak dengan makanan lain selain makanan manis berkurang. Sebaiknya jangan sekali-sekali menjadikan makanan sebagai hadiah atau hukuman bagi anak.

Berikan anak makanan dengan porsi kecil sesuai kemampuannya. Jika anak ditawarkan makanan dengan porsi besar, anak bisa kehilangan nafsu makan sebelum memakannya atau anak tidak akan mampu menghabiskan makanannya. Memberi anak makan dengan porsi kecil, sehingga anak bisa menghabiskannya, dan kemudian Anda memujinya, akan berdampak lebih baik bagi anak.

Jika anak menolak makan secara terus-menerus, Anda bisa mengajaknya untuk makan di luar, seperti restoran yang menyediakan makanan bergizi yang anak suka. Sekali-sekali hal ini tidak masalah Anda lakukan. Namun, jangan biarkan anak terlalu banyak makan makanan manis dan junk food, tubuh anak memerlukan makanan bergizi bukan makanan yang kosong zat gizi.

6. Libatkan anak dalam proses persiapan makanan

Jika anak sudah agak besar, ajak ia untuk membantu Anda belanja dan biarkan ia memilih makanan yang ia inginkan. Setelah itu, Anda juga bisa mengajaknya untuk membantu Anda di dapur, atau hanya sekadar membantu Anda menyiapkan makanan di meja makan. Aktivitas seperti ini dapat membantu mendorong perkembangan positif dari perilaku makan anak. Dengan cara ini, ia dapat mengetahui beragam jenis makanan dan dapat menemukan makanan baru baginya sehingga ia akan tertarik untuk mencobanya.

7. Jangan lupa untuk mempertimbangkan minum anak

Terlalu banyak minum susu atau minum jus membuat anak kenyang, sehingga nafsu makan anak berkurang pada waktu makan. Sebaiknya Anda berikan anak susu di antara waktu makan bukan sesaat sebelum waktu makan. Sebaiknya juga batasi anak minum jus tidak lebih dari ½ atau ¾ gelas per hari dan jangan tawarkan jus pada bayi yang berusia kurang dari satu tahun. Walaupun jus mengandung banyak vitamin dan mineral penting bagi tubuh, namun terlalu banyak jus berarti terlalu banyak gula dan jus buah mengandung lebih sedikit serat dan beberapa zat gizi daripada yang ditemukan dalam buah itu sendiri.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca