Anak Susah Makan Jangan Dibiarkan, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Anak susah atau tidak mau makan kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi para orangtua. Padahal, di masa pertumbuhan seperti ini asupan nutrisi anak dari makanan harus dipenuhi dengan baik, guna mendukung perkembangannya. Sebelum tarik urat, cari tahu dulu sebenarnya apa penyebab anak susah makan serta cara menghadapinya yang tepat.

Alasan utama anak sering susah makan

kebiasaan makan anak

Menolak makan sebenarnya merupakan fase normal yang akan dilalui setiap anak, sekaligus Anda sebagai orangtua. Alasan utama anak tidak mau makan biasanya karena memiliki “ketakutan” tersendiri mengenai makanan tersebut. Entah itu dari segi aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan yang masih baru baginya.

Kondisi ini biasanya dialami oleh anak yang baru saja hendak mencoba makan jenis makanan baru atau pernah mencobanya tapi tidak suka. Kekhawatiran akan hal tersebutlah yang kemudian membuat anak menjadi pilih-pilih ketika ditawarkan jenis makanan..

Tindakan susah makan tersebut seolah menjadi bentuk pertahanan bagi anak dalam memilah asupan makanan harian. Sayangnya, hal tersebut secara tidak langsung justru membuat variasi makanan anak menjadi lebih terbatas, sehingga berpengaruh pada kecukupan nutrisi hariannya.

Berbagai hal yang dapat membuat anak susah makan

Selain sebagai tindakan alami, ternyata kondisi anak tidak mau makan juga bisa disebabkan oleh adanya masalah medis tertentu. Berikut beberapa hal yang membuat nafsu makan anak hilang sehingga susah makan:

1. Anak susah makan karena diare

Jika biasanya nafsu makan anak tergolong baik tapi tiba-tiba jadi susah makan bisa jadi ia mengalami infeksi virus atau bakteri. Perhatikan apakah anak sering bolak-balik ke kamar mandi dan mengeluhkan sakit perut berulang kali.

Apabila anak mengalami kondisi tersebut, kemungkinan besar penyebab anak susah makan adalah diare, terutama apabila anak hobi jajan sembarangan.

2. Sembelit

Sembelit atau konstipasi adalah kondisi ketika proses buang air besar (BAB) anak tidak lancar seperti biasanya. Sembelit berkebalikan dengan diare yang membuat pengidapnya bisa BAB dalam frekuensi yang sering.

Ketika anak mengalami sembelit, frekuensi buang air besarnya bisa sangat jarang. Bahkan, anak bisa hanya sekitar 3 kali dalam seminggu buang air besar. Dalam kondisi ini, tidak menutup kemungkinan anak jadi lebih susah makan, bahkan enggan mencoba jenis makanan baru.

3. Eosinophilic esophagitis

Eosinophilic esophagitis adalah kondisi ketika sel darah putih (eosinofil) yang seharusnya bertugas menangkal alergi, justru menumpuk di kerongkongan (esofagus). Hal ini bisa dipicu oleh respons terhadap agen peyebab alergi (alergen).

Kebanyakan anak yang memiliki esofagitis biasanya alergi terhadap beberapa jenis makanan atau hal lain,  misalnya susu, kacang-kacangan, telur, serbuk bunga, dan lain sebagainya.

Esofagitis menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada tenggorokan, sehingga terasa sakit saat menelan makanan.

4. Intoleransi makanan

Intoleransi makanan adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mencerna zat tertentu yang terkandung di dalam makanan atau minuman.

Penting untuk dipahami kalau kondisi ini berbeda dengan alergi makanan, yang disebabkan oleh reaksi sistem imun. Ketidakmampuan tubuh dalam mencerna makanan inilah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala. Meliputi sakit perut, mual, dan lainnya.

Inilah yang akhirnya membuat anak menolak dan tidak mau makan. Berbagai makanan yang bisa mengakibatkan intoleransi meliputi laktosa, gandum, serta gluten.

5. Gangguan organ ginjal dan hati

Beragam penyakit yang memengaruhi fungsi organ ginjal, hati, maupun organ lainnya bisa mengakibatkan anak susah makan. Konsultasikan dengan dokter guna mencari tahu penyebab pasti yang dialami si kecil.

Bagaimana cara mengatasi anak yang susah makan?

anak susah makan kasih suplemen

Pendekatan yang harus dilakukan untuk membantu mengatasi masalah susah makan pada anak bisa berbeda-beda tergantung dari karakteristik anak tersebut.

Jika anak bisa diajak berkomunikasi, coba tanyakan apa masalah dan keluhan yang sedang mereka rasakan. Di sisi lain, perhatikan juga apa jenis makanan favorit dan makanan yang kurang disukai anak.

Saat anak susah makan, mungkin ia bosan dengan makanan harian, atau memang memiliki keluhan tersendiri. Yang jelas, keluhan atau faktor tersebut yang membuatnya menjadi lebih susah untuk makan. Secara umum, berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk menangani anak yang susah makan:

1. Berikan makanan dalam porsi kecil

Memberikan anak makanan dalam porsi besar saat dirinya sedang susah makan tentu membuat ia hanya bisa makan dalam porsi sedikit. Bahkan, anak mungkin semakin susah makan karena enggan untuk menyentuh makanannya.

Ketimbang harus menyajikan makanan dalam porsi besar tapi tidak habis, cobalah berikan porsi yang lebih sedikit tapi sering. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk memberi jarak minimal tiga jam sebelum masuk ke waktu makan selanjutnya.

Dengan begitu, anak akan lebih merasakan kapan lapar dan kapan kenyang. Hal ini membuat porsi makannya lebih “pas” saat waktu makan tiba. Jika diterapkan secara rutin, cara ini setidaknya dapat membantu mengatur jadwal makannya, sehingga lama-kelamaan, masalah anak susah makan bisa teratasi dengan baik.

2. Buat waktu makan yang teratur

Sebaiknya, agar anak tidak susah makan, biasakan anak untuk makan tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan di antara waktu makan utama. Ini juga sekaligus mengajarkan anak tentang rutinitas. Dengan begitu, anak tahu apa yang harus dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

Beri makan anak di waktu yang tepat. Jika anak Anda terlalu lelah, mungkin ia akan memilih untuk tidur dan menolak makan. Hal ini membuatnya jadi susah makan. Sebaiknya, berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang. Minta setiap orang yang ada di rumah atau yang mengasuh anak Anda mengikuti rutinitas Anda ini untuk diterapkan pada anak.

3. Sajikan makanan dengan tampilan yang menarik

Menyiasati sajian makanan juga bisa menjadi jalan tempuh untuk mengatasi anak yang susah makan. Jika selama ini Anda terbiasa dengan memberikan anak makan dengan tampilan biasa, kini coba cara lain untuk menyajikan makanan.

Sebagai contoh, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan yang menarik dengan membentuk nasi menjadi berbentuk wajah, kemudian menggunakan sayur dan lauk sebagai pemanisnya.

Anda bisa membentuk sayur wortel menjadi sebuah mahkota, atau timun sebagai rumputnya. Berkreasilah dengan cara Anda sendiri untuk menemukan variasi tampilan yang menarik di piring makan anak.

4. Variasikan makanan dengan beragam rasa

Selain itu, saat menyajikan makanan selingan di siang dan sore hari, Anda bisa menawarkan rasa makanan yang gurih dan buah-buahan yang manis. Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.

Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak. Namun, jangan pernah menjanjikan anak makanan manis sebagai hadiah. Orangtua biasanya akan menawarkan makanan manis sebagai hadiah jika anak menghabiskan makanannya atau jika anak makan sayur. Hal ini akan membuat ketertarikan anak dengan makanan lain selain makanan manis berkurang.

5. Sajikan dalam porsi kecil

Berikan anak makanan dengan porsi kecil sesuai kemampuannya. Jika anak ditawarkan makanan dengan porsi besar, anak bisa kehilangan nafsu makan sebelum memakannya atau anak tidak akan mampu menghabiskan makanannya.

Memberi anak makan dengan porsi kecil, sehingga anak bisa menghabiskannya, dan kemudian Anda memujinya, akan berdampak lebih baik bagi anak. Jika anak masih susah makan, Anda bisa mengajaknya untuk makan di luar, seperti restoran yang menyediakan makanan bergizi yang anak suka.

Sekali-kali hal ini tidak masalah Anda lakukan. Namun, jangan biarkan anak terlalu banyak makan makanan manis dan junk food. Pasalnya, dalam masa pertumbuhan, tubuh anak memerlukan makanan bergizi bukan makanan yang kosong zat gizi.

6. Hindari memberikan minum saat makan

Banyak anak sering minum di tengah-tengah proses makannya dengan alasan seret atau haus. Padahal, kebanyakan minum justru dapat membuat perut anak kembung, sehingga hanya makan sedikit dan enggan menghabiskannya. Kebiasaan ini yang membuat kegiatan makan anak semakin susah.

Mulai sekarang, sebaiknya batasi jumlah air yang boleh anak minum selama makan. Jika ingin minum, berikan anak minum sebelum makan dan baru boleh minum kembali dalam jumlah banyak setelah makanannya habis.

Di samping itu, terlalu banyak minum susu atau minum jus membuat anak kenyang, sehingga nafsu makan anak berkurang pada waktu makan. Sebaiknya Anda berikan anak susu di antara waktu makan bukan sesaat sebelum waktu makan.

Sebaiknya juga batasi anak minum jus tidak lebih dari ½ atau ¾ gelas per hari. Walaupun jus mengandung banyak vitamin dan mineral penting bagi tubuh, tapi terlalu banyak jus berarti terlalu banyak gula dan jus buah mengandung lebih sedikit serat dan beberapa zat gizi daripada yang ditemukan dalam buah itu sendiri.

7. Perkenalkan makanan baru secara perlahan

Kadang kala, kondisi anak susah makan dikarenakan ia belum terlalu terbiasa dengan makanan yang Anda sajikan. Entah karena belum pernah mencoba sama sekali atau sudah pernah tapi kurang tertarik dengan makanan tersebut.

Jika ingin memperkenalkan makanan baru coba lakukan secara bertahap. Perkenalkan dalam jumlah yang sedikit terlebih dahulu baru, kemudian dilanjutkan ke porsi yang agak banyak setelah anak mulai terbiasa.

Pasalnya, langsung memberikan makanan baru dalam porsi banyak bisa membuat anak enggan memakannya, terlebih jika tidak suka dengan tampilan, tekstur, atau aromanya.

8. Libatkan anak dalam cara yang menarik

Berbagai kegiatan menarik yang berhubungan dengan makanan bisa menjadi ide bagus sebagai cara mengatasi masalah anak susah makan. Sebagai contoh, Anda bisa mengajak anak bermain masak-masakan atau mengajak anak untuk menyiapkan makan bersama.

Selain menyenangkan, cara-cara tersebut juga membantu Anda untuk memperkenalkan dunia makanan pada anak. Ajak anak untuk membantu Anda belanja dan biarkan ia memilih makanan yang ia inginkan. Setelah itu, Anda juga bisa mengajaknya untuk membantu Anda di dapur, atau hanya sekadar membantu Anda menyiapkan makanan di meja makan.

Aktivitas seperti ini dapat membantu mendorong perkembangan positif dari perilaku makan anak. Dengan cara ini, ia dapat mengetahui beragam jenis makanan dan dapat menemukan makanan baru baginya sehingga ia akan tertarik untuk mencobanya.

Jangan takut anak akan mengacaukan makanannya karena ini termasuk bagian dari proses pembelajaran agar ia tidak susah makan.

9. Buatlah waktu makan senyaman mungkin

Cara lain yang juga bisa Anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan adalah mengajak anak Anda makan bersama temannya, atau mengundang beberapa temannya ke rumah untuk makan bersama. Anak Anda akan makan lebih banyak bersama teman-temannya. Biasanya, saat makan bersama teman, anak Anda akan lebih bersemangat, apalagi jika teman bisa menghabiskan makanannya.

Hal ini merupakan salah satu cara jitu mengatasi anak yang susah makan. Ketika makan, jauhkan anak dari televisi, hewan peliharaan, dan mainan. Hal ini membuat anak sulit berkonsentrasi untuk makan.

Selain itu, jangan marahi atau paksa anak pada saat makan, ini akan membuat nafsu makannya hilang. Biarkan anak mengambil makanannya sendiri dengan tangannya jika ingin. Ini memberikannya kesempatan untuk belajar berbagai tekstur makanan.

Anak juga akan merasa lebih nyaman untuk makan sendiri dan ini merupakan suatu pembelajaran tanggung jawab pada anak.

10. Jadilah panutan yang baik untuk anak

Memberi contoh yang baik pada anak bisa menjadi salah satu cara mengatasi anak yang susah makan. Anak merupakan peniru yang andal terhadap tindakan orang-orang di sekelilingnya. Maka itu, sebelum meminta anak untuk mencoba makanan baru atau menghabiskan makanan yang Anda sajikan, berikan contoh yang sama terlebih dahulu.

Anda bisa mengajak si kecil duduk bersama di meja makan, kemudian berikan anak makanan yang sama dengan yang dimakan oleh anggota keluarga lainnya. Jika di awal anak tampak ragu untuk mencicipi makanan tersebut, beri contoh dan katakan bahwa makanan tersebut tidak kalah lezat dengan makanan favoritnya.

Bahkan, Anda bisa sekaligus mengajarkan anak dengan menceritakan kandungan nutrisi penting di dalam makanan tersebut. Sebaliknya, Anda atau pasangan mungkin sama-sama punya kebiasaan suka memilah-milah makanan atau tidak menyukai jenis makanan tertentu.

Dalam kondisi ini, tak heran jika nantinya anak juga akan meniru kebiasaan orangtua yang satu ini. Agar anak tidak susah makan makanan tertentu, hindari menunjukkan sikap tersebut di depan anak.

Cara lain yang bisa Anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan adalah ceritakan ke anak tentang bagaimana Anda menikmati makanan yang Anda makan. Anda merupakan panutan bagi anak, jadi jika Anda bersemangat menceritakan rasa makanan yang Anda makan, anak Anda mungkin akan tertarik untuk mencobanya.

Ceritakan juga bahwa Anda sangat senang melihat ia makan dengan baik. Ia akan senang mendengar pujian Anda, sehingga anak bersemangat untuk menghabiskan makanannya. Jika anak tidak menghabiskan makanannya dan membiarkannya dalam waktu lama, ambil piring anak tanpa berkomentar kepada anak. Jangan paksa anak untuk menghabiskan makanannya.

Apa yang harus dihindari saat anak susah makan?

penyebab anak nakal

Memang, kadang rasanya gemas sekali melihat kebiasaan anak yang susah atau malas makan. Namun, sebaiknya hindari melakukan tindakan yang bisa membuat anak semakin susah makan, seperti:

1. Memaksa anak untuk makan

Jangan memaksa anak untuk makan atau mencoba suatu makanan baru jika memang belum siap. Bukan tidak mungkin, paksaan yang Anda berikan malah akan semakin membuat anak susah untuk makan makanan yang telah disediakan.

Sebagai gantinya, usahakan untuk tetap bersikap positif pada usaha anak. Sebagai contoh, memuji ketika anak sudah mulai mau makan dengan teratur dan tepat waktu, meski mungkin jumlah porsinya belum terlalu banyak.

2. Membuat anak terpaksa menghabiskan makanan di piring

Setelah anak merasa sudah kenyang, jangan paksa ia untuk terus menghabiskan sisa makanan di piringnya. Semakin anak dipaksa untuk menghabiskan makanannya, semakin susah anak untuk makan. Memaksa tidak pernah menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pada anak.

Itulah mengapa ada baiknya untuk memberikan porsi makan sewajarnya saja pada anak, alias tidak terlalu banyak atau sedikit. Sisi baiknya, cara ini dapat mengajarkan anak untuk lebih memahami kapan tubuhnya merasa lapar dan kapan sudah cukup makan.

Apa akibat jangka panjang jika anak susah makan?

anak underweigt berat badan anak kurang

Jika kondisi anak susah makan ini hanya berlangsung sekali atau dua kali saja alias jarang, mungkin tidak masalah. Namun, jangan anggap remeh ketika anak susah makan dalam kurusn waktu yang lama.

Pasalnya, makanan harian berguna sebagai sumber energi sekaligus penyuplai asupan zat gizi harian anak. Secara otomatis, kondisi anak yang susah makan tentu akan memengaruhi kecukupan zat gizi harian yang diperolehnya.

Mengutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), akibat dari kebiasaan anak tidak mau makan berpengaruh jangka panjang terhadap penurunan asupan kalorinya. Alhasil, kalori yang didapatkan anak dari makanan dan minuman tidak mencukupi kebutuhan hariannya.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi bahkan menghambat proses tumbuh kembang anak. Hal ini karena kebutuhan zat gizi hariannya tidak terpenuhi secara optimal untuk mendukung pertumbuhannya.

Mula-mula, dampak anak susah makan mungkin hanya memengaruhi berat badannya saja, entah itu tetap di angka yang sama tanpa kenaikan, atau bahkan bisa sampai menurun.

Lambat laun, barulah kondisi tersebut berpengaruh pada pertumbuhan tinggi badan anak. Sampai akhirnya, berujung pada status gizi anak secara keseluruhan.

Tidak menutup kemungkinan, akan timbul masalah gizi hingga membuat anak berisiko kurang gizi. Jangan tunda untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab susah makan makan pada anak. Berbagai hal yang membuat proses makan harian anak terganggu harus dikenali sedini mungkin sehingga bisa segera dicari tahu penyebab yang mendasarinya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ibu Jangan Cemas, Ini Penyebab dan Penanganan untuk Bayi yang Susah Makan

Mengajarkan bayi makan sendiri memang tidak mudah, terlebih saat ia sedang susah bahkan tidak mau makan. Kenapa hal ini bisa terjadi dan apa penanganannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Memaksa Anak Habiskan Makanan Berdampak Buruk untuk Si Kecil

Anda pernah memaksa anak habiskan makanan yang ada di piringnya? Ternyata, itu berdampak buruk bagi kesehatan si kecil, lho. Apa alasannya, ya?

Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Terapi Makan, Solusi Orangtua untuk Anak yang Susah Makan

Pusing tujuh keliling karena balita Anda menolak makan? Jangan khawatir, Anda bisa mencoba terapi untuk anak yang susah makan sebagai solusinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Tips Memberi Makan Anak dengan Bibir Sumbing Agar Nutrisinya Tercukupi

Memberi makan anak yang memiliki bibir sumbing bisa menjadi tantangan tersendiri. Berikut adalah sederet tips yang dapat Anda ikuti.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

memberi makan anak tumbuh gigi

Begini Cara Memberi Makan Anak yang Sedang Tumbuh Gigi

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
porsi makan anak 4 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 4 Tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
porsi makan anak 3 tahun

Seberapa Banyak Porsi Makan yang Tepat untuk Anak Usia 3 Tahun?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30/03/2020
jadwal makan balita

Pentingnya Membuat Jadwal Makan Balita agar Lebih Teratur

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020