3 Cara Jitu Mengatasi Kadar Kolesterol Tinggi pada Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tidak hanya orang dewasa, kadar kolesterol tinggi juga bisa dialami oleh anak. Walaupun hal ini tidak biasa, namun Anda perlu lebih waspada jika anak Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, obesitas, riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi. Jika anak mengalami kondisi ini, risiko terhadap masalah jantung akan lebih besar saat anak tumbuh dewasa. Oleh karenanya, kondisi ini harus diatasi sejak dini.

Cara mengatasi kadar kolesterol tinggi pada anak

Pada umumnya, pemeriksaan kolesterol dilakukan saat Anda berusia di atas 20 tahun, tapi tidak ada salahnya jika anak Anda memiliki risiko yang tinggi, pemeriksaan dilakukan antara usia 2-8 tahun dan dapat diulang antara usia 12-16 tahun.

Kadar kolesterol total anak normalnya dibawah angka 170 dan batasnya berada pada angka 199. Maka dari itu, anak yang memiliki kadar kolesterol lebih dari angka tersebut sudah dianggap sebagai anak yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

Untuk mengatasi kondisi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak menurunkan kadar kolesterolnya.

1. Atur nutrisi si kecil

sumber protein untuk anak

Sebagai orangtua, Anda harus mendampingi anak untuk mengatur nutrisi yang terdapat pada makanannya. Dengan artian, Anda harus terus memonitor atau mengawasi apa saja makanan yang disantap anak dari pagi hingga malam.

Misalnya, Anda bisa membantu menentukan menu makan anak, sejak dari sarapan hingga makan malam. Bahkan, Anda juga harus mengatur camilan yang dikonsumsi anak sehari-hari.

Menu sarapan sehat untuk anak

Untuk menu sarapan yang baik demi mengatur kadar kolesterol tinggi pada anak, Anda bisa menyiapkan buah-buahan, sereal, oatmeal, atau yoghurt. Makanan-makanan tersebut baik dimakan saat sarapan. Tetapi, pilih jenis sereal atau oatmeal yang tidak mengandung gula.

Lalu, untuk pilihan yoghurt, Anda bisa memilihkan yoghurt rendah lemak. Untuk memastikannya, Anda harus berbelanja sendiri kebutuhan makan anak.

Menu makan siang dan makan malam anak

Tidak hanya sarapan, demi menjaga kadar kolesterol anak agar tidak tinggi, Anda juga harus mengatur menu makan siang dan makan malamnya. Untuk siang dan malam, anak lebih baik mengonsumsi makanan yang dikukus atau dipanggang. Sebaiknya, hindari menggoreng makanan untuk anak.

Anda juga bisa menggunakan roti gandum daripada roti putih biasa. Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan buah-buahan segar setelah makan siang dan makan malam.

Menu camilan sehat untuk anak

Tidak hanya makan, anak juga suka nyemil. Oleh sebab itu orangtua juga harus mengatur menu camilan sehat untuk anak. Misalnya, siapkan buah-buahan, sayur, roti atau sereal. Hindari memberikan apalagi membiasakan anak mengonsumsi minuman manis, jus buah, atau minuman bersoda.

2. Coba ganti kebiasaan makan anak

porsi makan siang anak

Tidak hanya mengatur menu makanan sehari-hari demi menurunkan kadar kolesterol tinggi, orangtua juga diharapkan mendorong anak mengganti kebiasaan makannya.

Artinya, jika kebiasaan makan anak kurang sehat, orangtua harus menemukan pengganti makanan yang lebih sehat untuk anak. Misalnya, ganti keju biasa yang biasanya dikonsumsi anak dengan keju rendah lemak. Selain itu, jika anak Anda suka mengonsumsi es krim atau yoghurt, bantu pilihkan es krim dan yoghurt yang rendak lemak.

Anda juga disarankan untuk mengganti kebiasaan anak mengonsumsi kuning telur. Jika anak Anda suka mengonsumsi telur secara utuh, coba berikan bagian putihnya saja.

Tidak hanya mengganti, Anda juga harus membatasi makanan yang kurang sehat namun disukai anak. Contohnya, jangan membiasakan anak mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan olahan.

Jika Anda makan di luar bersama keluarga, pilih tempat makan yang sekiranya menyediakan menu makanan khusus untuk anak atau menu makanan sehat.

3. Ajak anak berolahraga rutin

Anak-anak juga harus dibiasakan berolahraga demi mengurangi kadar kolesterol tinggi. Tidak harus berolahraga hingga kehabisan energi, setidaknya tubuh anak aktif bergerak.

Pilih kegiatan olahraga yang sesuai dengan kesukaan anak. Misalnya, jika anak suka bermain air, ajak anak berenang. Namun, jika anak Anda lebih suka bersepeda, maka temani anak bersepeda setidaknya seminggu dua atau tiga kali.

Jika anak tidak suka melakukan kegiatan olahraga, ajak anak bermain di taman, agar bertemu dengan teman-teman sebayanya. Sehingga, meski tidak berolahraga, anak akan tetap aktif bergerak dan berlarian bersama dengan teman-teman.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 5, 2020 | Terakhir Diedit: November 7, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca