Anak Cuma Mau Makan Pasta, Apakah Baik Bagi Kesehatannya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Pasta kerap menjadi pilihan praktis orangtua untuk memenuhi kebutuhan nutrisi buah hatinya di tengah kesibukan. Hal ini tidak mengherankan, mengingat anak bisa memperoleh asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, dan kandungan nutrisi lainnya dengan makan seporsi pasta.

Meski demikian, apakah menyehatkan bila anak hanya makan pasta setiap hari?

Apakah pasta menyehatkan bagi anak?

resep pasta untuk anak

Pasta adalah sumber karbohidrat yang terbuat dari gandum kaya protein, air, dan terkadang telur. Seiring meningkatnya selera masyarakat, sebagian besar jenis pasta kini dibuat dari gandum biasa, jelai (barley), atau soba (buckwheat).

Pasta pada dasarnya cukup kaya akan nutrisi. Sebagai gambaran, satu porsi spageti matang tanpa topping seberat 140 gram mengandung 221 kalori, 1,3 gram lemak, 8 gram protein, 43 gram karbohidrat, 2,5 gram serat, serta vitamin dan mineral.

Itu baru pasta polos tanpa bahan tambahan. Jika anak makan pasta dengan ayam, minyak zaitun, sayuran, keju, atau bahan lainnya, nilai nutrisinya tentu lebih besar lagi. Dengan kata lain, Anda bisa mengatur kandungan nutrisi pasta sesuai selera.

Satu hal yang menjadi perhatian adalah pasta yang kini banyak dikonsumsi merupakan pasta olahan. Biji-bijian yang menjadi bahan bakunya tidak lagi memiliki lapisan kulit ari. Dampaknya, serat dan nutrisi pasta olahan lebih rendah, tapi kalorinya tetap tinggi.

Rendahnya kandungan serat pada pasta olahan akan membuat anak susah merasa kenyang. Karbohidrat sederhana pada pasta olahan juga cepat dicerna sehingga anak lebih cepat lapar. Akibatnya, anak mungkin lebih sering makan dengan porsi besar.

Apakah anak boleh sering makan pasta?

resep membuat pasta

Orang dewasa perlu membatasi asupan karbohidrat sederhana seperti yang terdapat pada pasta dan makanan manis. Pasalnya, karbohidrat sederhana berkaitan erat dengan meningkatnya risiko obesitas, penyakit jantung, serta diabetes.

Walau demikian, hal ini tidak selalu berlaku pada anak-anak. Anak-anak membutuhkan banyak kalori dan nutrisi selama masa pertumbuhan, termasuk karbohidrat sederhana.

Makan pasta dapat mendukung pertumbuhan anak dengan cara berikut:

1. Membuat anak yang pilih-pilih makanan lebih suka makan

Anda bisa mengolah pasta dengan berbagai bahan sehingga anak yang suka pilih-pilih makanan sekalipun akan menyukainya. Tanyakan si kecil apa makanan favoritnya. Olah bersama pasta dan Anda akan membuatnya lebih suka makan.

2. Sumber energi dan karbohidrat yang besar

Karbohidrat akan memberikan banyak energi, dan inilah yang Anda cari dari makanan untuk masa pertumbuhan anak. Agar kebutuhan seratnya juga terpenuhi, coba selingi makanan anak dengan pasta dari tepung gandum utuh (whole-grain pasta).

3. Sumber protein untuk tumbuh-kembang anak

Makan pasta tidak hanya memberikan anak energi dan karbohidrat, tapi juga protein. Seporsi pasta bahkan sudah memenuhi lebih dari 30 persen kebutuhan protein anak dalam sehari. Protein amat penting untuk pertumbuhan tubuh dan otak buah hati Anda.

Tips agar pasta semakin menyehatkan bagi anak

pasta untuk anak

Anak boleh saja sering memakan pasta asalkan dilengkapi dengan bahan-bahan kaya nutrisi. Melansir hasil penelitian oleh Nutritional Strategies, Inc. pada laman Pasta Fits, konsumsi pasta dapat memenuhi kebutuhan beragam nutrisi anak.

Agar pasta yang Anda buat lebih menyehatkan, coba lakukan tips berikut:

  • Mencampurkan pasta olahan dengan pasta gandum utuh.
  • Menambahkan tomat, jamur, bawang putih, alpukat, dan paprika.
  • Menambahkan sumber protein seperti ayam, daging sapi, ikan, telur, dan keju.
  • Menggunakan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola.
  • Menambahkan kacang-kacangan atau biji-bijian.

Pasta adalah sumber makanan kaya energi dan karbohidrat. Orang dewasa memang perlu membatasi konsumsi pasta. Namun, bagi anak yang menjalani masa pertumbuhan, makan pasta adalah salah satu cara menyenangkan mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 8, 2020 | Terakhir Diedit: Januari 2, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca