Tips Agar Anak Tidak Kecanduan Makanan Manis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Sejak kecil, rasa pertama yang diperkenalkan ke anak adalah rasa manis. Kemudian ketika menginjak usia yang lebih besar, anak kecil biasanya diberi hadiah makanan manis, seperti permen, cokelat, kue tart, dan makanan manis lainnya. Tidak heran jika anak sangat suka dan selalu ingin makan makanan manis.

Mengapa anak suka makanan manis?

Manis merupakan rasa pertama yang disukai anak sejak lahir. Karbohidrat menstimulasi pengeluaran zat kimia otak yang menghasilkan perasaan positif, yaitu serotonin. Gula juga merangsang pengeluaran endorfin yang menghasilkan respon tenang dan rileks pada tubuh. Setelah makan makanan manis, anak merasa lebih senang dan tenang karena memang mengandung zat-zat kimia yang dapat memunculkan perasaan tersebut.

Tidak hanya makanan, anak kecil juga suka dengan minuman manis dibandingkan minuman yang tidak mempunyai rasa, seperti air putih. Menurut Feeding Infants and Toddlers Study (FITS) 2002, sebesar 28% anak usia 12-14 bulan, 37% anak usia 15-18 bulan, dan 44% anak usia 19-24 bulan mengonsumsi minuman manis, terutama minuman rasa buah, setidaknya sekali dalam sehari. Selain itu, hampir 50% anak usia 2-5 tahun mengonsumsi soft drink (Brown, 2011).

Masalah datang ketika anak ingin selalu makan makanan manis dan tidak ingin makan makanan lain yang lebih sehat. Konsumsi makanan dan minuman manis berhubungan dengan penurunan asupan zat gizi lain. Hal ini terjadi karena anak enggan untuk makan makanan lain, mereka hanya ingin makan makanan manis. Keadaan ini bisa menyebabkan anak menjadi overweight atau obesitas dan juga dapat memicu timbulnya penyakit, seperti diabetes melitus tipe 2 maupun karies gigi. Sehingga disarankan agar orang tua membatasi konsumsi makanan dan minuman manis yang mengandung gula pada anak.

Tips mencegah kecanduan makanan manis pada anak

Jika anak Anda sangat suka sekali dengan makanan manis dan sudah melewati batas wajar, maka Anda sebagai orangtua perlu untuk membatasi anak makan manis. Berikut beberapa cara untuk menghentikan anak kecanduan makan makanan manis:

  1. Biasakan untuk memberi anak makanan manis dalam jumlah sedikit atau dalam porsi kecil. Hal ini dapat membantu mengurangi asupan makanan manis pada anak.
  2. Kombinasikan dengan makanan lain. Dengan mengkombinasikan makanan, anak Anda mendapat makanan manis yang dia suka dan juga zat gizi dari makanan lain. Misalnya, kombinasikan cokelat dengan pisang atau kacang, susu kental manis dengan berbagai macam buah-buahan, dan menu kombinasi lainnya.
  3. Beri permen karet. Mengunyah permen karet dapat mengurangi keinginan anak makan makanan manis berlebihan.
  4. Ganti dengan buah. Jika anak sedang ingin makan makanan manis, coba ganti dengan buah. Dengan memakan buah, anak Anda juga akan mendapatkan serat dan zat gizi, selain rasa manis dari buah tersebut.
  5. Pilih kualitas dibandingkan kuantitas. Berikan anak makanan manis yang juga mengandung zat gizi lainnya, misalnya berikan anak coklat ukuran kecil dibandingkan dengan permen ukuran besar.
  6. Yakinkan anak dapat makan makanan manis lagi di lain waktu. Ketika anak tidak yakin akan memakan makanan manis lagi di lain waktu, pasti mereka akan makan makanan manis dalam jumlah banyak sampai mereka puas. Orangtua dapat mengingatkan ke anak bahwa anak dapat makan makanan manis lagi di lain waktu sambil membatasi asupan makan anak saat itu juga.
  7. Selain makanan manis, yang harus Anda waspadai juga termasuk minuman manis yang dikonsumsi anak. Asupan gula meningkat 20% dalam beberapa dekade terakhir, salah satu yang menyumbang asupan gula itu adalah minuman yang mengandung gula, seperti soda dan minuman jus dalam kemasan. Ketika anak sering diberi minuman manis, maka ambang batas anak terhadap rasa manis menjadi tinggi. Batasi minuman manis untuk anak Anda mulai dari jangan biasakan anak jajan minuman manis dan memesan minuman manis saat di restoran. Ganti dengan air putih.
  8. Jangan jadikan makanan manis menjadi hidangan spesial (hadiah) untuk anak. Coba berikan anak hidangan spesial yang lebih sehat. Studi menunjukkan bahwa menjadikan permen sebagai hadiah untuk anak yang berhasil menghabiskan sayuran turut meningkatkan kesukaan anak terhadap hadiah permen tersebut. Hadiah permen tersebut menjadikan permen sebagai makanan spesial yang berbeda dengan makanan lain menurut anak.
  9. Biasakan anak melihat sayur dan buah dengan sering menyediakannya di rumah. Jika di rumah Anda banyak kue manis dalam kaleng atau cokelat dalam toples, pindahkan makanan tersebut sehingga jauh dari jangkauan anak. Ganti dengan buah dalam keranjang atau sayuran dalam keranjang agar anak tidak asing dengan makanan sehat tersebut.
  10. Lebih baik berikan anak makanan manis yang dibuat sendiri di rumah dibandingkan makanan manis dalam kemasan. Ajak anak untuk membuat sendiri kue kesukaannya sambil ajari anak tentang makanan yang sehat dan makanan yang harus dibatasi. Anda dapat bercerita mengenai dampak buruk jika terlalu banyak makan makanan manis agar anak mengetahui mengapa mereka dibatasi makan makanan manis. Anda juga bisa menambahkan kacang atau buah-buahan pada kue buatan Anda dan anak agar lebih bergizi.

BACA JUGA

Share now :

Direview tanggal: Juni 23, 2016 | Terakhir Diedit: November 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca