Pilihan Obat untuk Mengatasi Mastitis Selama Menyusui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mastitis merupakan peradangan dan pembengkakan abnormal pada payudara. Kondisi ini biasanya menyerang salah satu payudara selama masa menyusui. Jangan dianggap remeh, karena proses menyusui bisa terhambat ketika Anda mengalami mastitis. Itulah mengapa dibutuhkan obat untuk membantu meredakan mastitis. Apa saja pilihannya?

Berbagai daftar obat untuk mengatasi mastitis

Penyebab utama mastitis biasanya dikarenakan adanya bakteri Staphylococcus aureus atau S. aureus. Keluhan karena mastitis tentu akan menyulitkan proses menyusui.

Demi mengatasi hal tersebut, biasanya Anda akan dianjurkan untuk menerapan berbagai aturan selama menyusui bayi. Namun selain itu, dokter juga akan memberikan Anda obat-obatan guna mengatasi bakteri S. aureus sekaligus mengurangi keparahan gejala.

Dengan begitu, mastitis diharapkan bisa segera sembuh. Nah, berikut pilihan obat untuk mengatasi mastitis selama menyusui:

Pilihan obat antibiotik

minum antibiotik

1. Dicloxacillin

Dicloxacillin merupakan salah satu jenis antibiotik minum. Obat mastitis ini tidak bisa Anda beli sembarangan di apotek karena tergolong sebagai antibiotik, yang mana membutuhkan resep dokter.

Antibiotik akan membantu memerangi infeksi bakteri yang menjadi penyebab mastitis. Pemilihan jenis antibiotik untuk Anda selama masa menyusui biasanya tergantung dari kondisi kesehatan, serta ada tidaknya alergi obat.

Itu sebabnya, penting untuk menyampaikan kepada dokter mengenai kondisi kesehatan saat ini, riwayat kesehatan, serta alergi obat yang mungkin Anda miliki.

Dicloxacillin aman diminum sebagai obat mastitis selama masa menyusui. Kadar obat ini terbilang sangat rendah di dalam ASI, dan diperkirakan juga tidak akan menyebabkan efek samping yang buruk pada bayi.

Mengutip dari Breastfeeding Medicine, aturan minum dicloxacillin biasanya 4 kali sehari untuk ukuran 500 miligram (mg), atau sesuai dengan petunjuk dari dokter.

2. Flucloxacillin

Sama seperti dicloxacillin, flucloxacillin juga tergolong sebagai obat antibiotik yang bisa membantu mengatasi gejala mastitis karena bakteri S. aureus. Baik dicloxacillin maupun flucloxacillin merupakan jenis antiobiotik dalam kelompok penisilin.

Aturan minum flucloxacillin juga sama seperti dicloxacllin, yakni sebanyak 4 kali sehari dalam ukuran 500 mg. Obat mastitis flucloxacillin juga dianjurkan untuk diminum dalam keadaan perut kosong, atau tepatnya sekitar 30-60 menit sebelum makan.

3. Cefalexin

Jika ibu menyusui mengalami mastitis tapi alergi terhadap penisilin, tentu obat antibiotik dicloxacillin dan flucloxacillin tidak bisa diberikan. Dalam kondisi tersebut, solusi obat mastitis yang dianjurkan yakni cefalexin.

Singkatnya, pemberian obat antibiotik untuk mengatasi mastitis harus disesuaikan kembali dengan kondisi Anda. Cefalexin dapat membantu mengobati infeksi bakteri S. aureus sebagai penyebab mastitis.

Cephalexin biasanya diresepkan dokter untuk kasus mastitis sederhana tanpa adanya luka (abses). Anda tak perlu khawatir, karena cefalexin (Keflex) terbilang aman untuk digunakan selama masa menyusui.

Dengan catatan, Anda minum obat ini sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter. Minum obat mastitis cefalexin yang berlebihan selama menyusui dapat memengaruhi kandungan ASI untuk bayi.

Pilihan obat antiinflamasi

obat kemoterapi kanker tenggorokan

1. Acetaminophen (Tylenol)

Acetaminophen (Tylenol) adalah satu dari beberapa jenis obat pereda nyeri (antiinflamasi) yang bisa digunakan selama menyusui untuk mengobati mastitis. Di sisi lain, obat ini juga dapat membantu meredakan demam yang kerap menjadi salah satu ciri-ciri mastitis.

Acetaminophen (Tylenol) bisa Anda dapatkan di apotek karena tergolong obat over the counter (OTC). Beberapa jenis obat-obatan memang ditakutkan dapat berpengaruh pada cita rasa alami ASI yang diminum bayi.

Namun, melansir dari laman Mayo Clinic, acetaminophen (Tylenol) terbilang aman untuk diminum saat Anda sedang dalam masa menyusui.

Jadi, Anda tidak perlu cemas karena obat mastitis yang satu ini tidak akan membahayakan kesehatan bayi. Aturan minum acetaminophen (Tylenol) yakni sekitar 1-2 tablet dalam kurun waktu 8 jam.

Hindari minum obat ini lebih dari 6 tablet dalam waktu 24 jam. Meski acetaminophen (Tylenol) merupakan obat OTC, tapi sebaiknya patuhi aturan dan dosis minum sesuai sesuai dengan anjuran dokter atau apoteker Anda.

2. Ibuprofen (Advil)

Obat pereda nyeri lainnya yang bisa dibeli dengan bebas di apotek (OTC) yaitu ibuprofen (Advil). Obat mastitis ini aman untuk diminum selama masa menyusui, karena kadarnya rendah di dalam ASI.

Atas dasar itulah, minum obat ibuprofen (Advil) dinilai tidak berbahaya bagi kesehatan janin. Akan tetapi, agar lebih aman, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum obat-obatan selama menyusui.

Dokter atau apoteker biasanya akan menjelaskan waktu dan dosis terbaik untuk minum ibuprofen (Advil). Meski obat ini terbilang aman untuk diminum saat menyusui, tapi tetap perhatikan aturan minumnya.

Hindari minum ibuprofen (Advil) lebih dari dosis yang dianjurkan. Selain itu, obat ini juga tidak dianjurkan diminum jika Anda memiliki tukak lambung dan asma, karena bisa mengakibatkan perdarahan lambung dan bronkospasme.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca