Serba-Serbi Menyusui Saat Hamil yang Perlu Ibu Pahami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Baru melahirkan beberapa waktu lalu, tapi kini ibu dinyatakan hamil lagi? Kondisi seperti ini tampaknya sering kali dialami oleh ibu menyusui. Sudah bisa ditebak, ibu mungkin merasa cemas karena takut tidak bisa menyusui bayinya dengan optimal. Lantas, mungkinkah ibu bisa tetap menyusui dengan lancar saat hamil sembari menjaga kesehatan kandungannya? Agar tak lagi khawatir, mari simak penjelasannya berikut ini.

Apakah produksi ASI tetap berjalan saat ibu hamil lagi?

tips menjaga jarak kehamilan terlalu dekat

Ketika ibu melahirkan, tubuh sebenarnya sudah mulai memproduksi ASI sehingga bisa langsung diberikan pada bayi yang baru lahir. Pemberian ASI pertama kali bisa dimulai sejak Anda melahirkan atau disebut juga dengan istilah inisiasi menyusui dini (IMD)

Ya, pembentukan ASI sebenarnya sudah terjadi ketika ibu berada pada masa kehamilan. Selama kehamilan, biasanya payudara mengalami perubahan dibandingkan dengan sebelum Anda hamil. 

Ambil contohnya, payudara tampak lebih besar, lebih padat, hingga agak mengeras. Hal ini merupakan pertanda bahwa saluran ASI di payudara sedang mulai dibentuk sehingga ASI otomatis dapat langsung keluar saat melahirkan.

Nah, yang jadi pertanyaan selanjutnya yakni mengenai kemungkinan untuk tetap bisa menyusui saat ibu kembali mengandung.

Hal ini biasanya terjadi usai beberapa bulan Anda melahirkan atau tepatnya saat usia bayi kurang dari 6 bulan dan masih membutuhkan ASI eksklusif.

Sebenarnya Anda tidak perlu cemas jika hamil lagi saat menyusui. Ketika Anda dinyatakan positif hamil lagi saat masih menyusui si kecil yang baru lahir, produksi ASI tetap akan berjalan seperti seharusnya.

Ini karena produksi ASI adalah salah satu perubahan fungsi tubuh yang tidak berpengaruh pada kehamilan. Jadi, Anda sebenarnya bisa saja tetap menyusui bayi saat sedang hamil.

Apakah tubuh ibu sudah siap untuk hamil kembali saat menyusui?

Aturan mengonsumsi obat batuk untuk ibu menyusui

Sejatinya, tubuh membutuhkan proses pemulihan setelah Anda selesai melahirkan. Itu sebabnya, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan untuk memberikan jarak sekitar 2-3 tahun, bagi Anda yang berencana untuk hamil lagi setelah melahirkan.

Hal ini bukan hanya memastikan orangtua fokus untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi yang baru lahir sampai usianya balita.

Pemberian jarak antar kehamilan juga ditujukan untuk mengurangi risiko buruk yang mungkin terjadi pada kehamilan jika jaraknya terlalu dekat.

Dengan begitu, ibu juga bisa fokus menyusui ASI ekslusif pada masing-masing bayinya hingga mereka berusia 2 tahun.

Namun, Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter jika ternyata langsung hamil lagi ketika masih menyusui bayi yang baru lahir beberapa bulan sebelumnya.

Selama kehamilan dan proses menyusui Anda berjalan lancar dan sehat, tentu tidak masalah untuk tetap menyusui si kecil saat sedang hamil lagi.

Hanya saja,perlu diperhatikan bahwa proses menyusui biasanya dipermudah dengan lepasnya hormon oksitosin pada tubuh.

Di sisi lain, peningkatan hormon oksitosin biasanya menyebabkan rahim berkontraksi. Itulah mengapa menjelang kehamilan, kadar hormon oksitosin di dalam tubuh meningkat guna memudahkan proses melahirkan.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Menurut Amy Spangler, MN, RN, IBCLC, selaku ahli menyusui dan nutrisi anak, kontraksi rahim saat hamil dan menyusui sekaligus ini cenderung ringan.

Untuk memastikannya, sebaiknya selalu rutin memeriksakan diri dan kesehatan Anda ke dokter. Hal ini bertujuan agar kelancaran menyusui dan kesehatan kehamilan bisa Anda peroleh sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi.

Amankah bagi bayi yang menyusui jika ibu sedang hamil lagi?

Pilihan obat batuk untuk ibu menyusui

Mungkin ibu tetap bisa menyusui ASI pada sang kakak sembali hamil adiknya. Namun, hal ini biasanya tak akan berlangsung lama.

Pasalnya, ketika Anda memasuki usia kehamilan 4 atau 5 bulan, produksi ASI yang Anda hasilkan bisa mengalami perubahan. Produksi ASI mungkin akan menjadi lebih encer dan hambar ketimbang sebelumnya.

Hal ini tentu akan membuat si kecil kurang semangat dan tertarik untuk menyusui sehingga timbul berbagai masalah menyusui saat itu. Pada akhirnya, mungkin Anda terpaksa untuk menyapih si kecil lebih cepat.

Sayangnya, sebisa mungkin Anda tidak dianjurkan untuk memberikan makanan atau minuman apa pun selain ASI pada bayi usia di bawah 6 bulan. Ini karena penyapian terlalu dini berisiko menimbulkan berbagai gangguan bagi si kecil.

Jika si kecil memiliki masalah yang membuatnya menjadi susah dan enggan untuk menyusu sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik. 

Penting untuk selalu memantau kesehatan dan perkembangan bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Apabila memang diperlukan pemberian makanan atau minuman tambahan selain ASI, dokter biasanya akan memberikan saran terbaik.

Adakah ketidaknyamanan yang mungkin dialami ibu?

perubahan puting payudara

Seperti halnya saat sedang menjalani kehamilan atau menyusui secara terpisah, menyusui saat hamil juga memiliki tantangan tersendiri bagi ibu.

Berikut beberapa hal yang mungkin dikeluhkan ibu:

1. Nyeri pada puting

Puting biasanya menjadi lebih sensitif saat Anda hamil dan menyusui karena adanya peningkatan pada produksi hormon. Terlebih lagi jika waktu ibu menyusui berbarengan dengan kehamilan.

Bahkan, meski sebelumnya nyeri atau sakit pada puting saat menyusui tidak begitu terasa, tapi ketika Anda dinyatakan hamil biasanya keparahan nyeri bisa semakin meningkat.

Akan tetapi, tingkat keparahan nyeri yang dialami masing-masing ibu dapat berbeda-beda. Ada beberapa ibu hamil yang hanya mengalami ketidaknyamanan dalam taraf ringan ketika menyusui bayinya.

Sementara beberapa ibu lainnya justru merasa nyeri pada payudara terasa sangat mengganggu. Meski begitu, ketidaknyamanan yang dirasakan ibu biasanya tidak berlangsung cukup lama.

Rasa nyeri pada puting ini bisa diredakan dengan mencari posisi yang nyaman atau menggunakan bantuan. Ambil contohnya, Anda bisa sembari berbaring atau memakai bantal khusus agar merasa lebih baik.

Penggunaan bantal menyusui juga bisa dimanfaatkan untuk membuat tubuh lebih nyaman saat menyusui apalagi ketika ukuran perut saat hamil sudah semakin membersar.

2. Mual dan muntah

Selain puting payudara yang terasa nyeri, beberapa ibu yang sedang menyusui saat hamil juga kerap mengeluhkan mual dan muntah.

Hal ini sebenarnya sama seperti mual dan muntah yang dialami ibu hamil pada umumnya (morning sickness) yang disebabkan oleh perubahan hormon tubuh.

Hanya saja, rasa ketidaknyamanan ketika hamil ini bisa semakin menjadi-jadi karena di saat yang sama Anda masih harus menyusui si kecil.

3. Kelelahan

Kelelahan merupakan bagian normal yang terjadi selama hamil terutama saat Anda sedang menyusui si kecil. Menjalani menyusui saat hamil sekaligus mungkin membuat Anda ragu dan tidak yakin akan berhasil memberikan ASI dengan lancar.

Namun lagi-lagi, Anda bisa mengakali kelelahan saat hamil sembari menyusui dengan mencari posisi yang paling nyaman. Jangan lupa, usahakan juga untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan jangan sampai kurang tidur.

Mungkinkah ibu keguguran saat hamil sembari menyusui?

payudara gatal saat hamil

Adanya kontraksi ringan pada rahim kerap dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keguguran saat hamil. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hal ini dikarenakan kelenjar hipofisis yang ada di otak bertugas untuk melepaskan hormon oksitosin.

Selain berfungsi untuk melancarkan produksi ASI, peningkatan kadar hormon oksitosin di dalam tubuh ibu yang sedang menyusui saat hamil juga dapat memicu terjadinya kontraksi.

Hal inilah yang mungkin membuat para ibu mengkhawatirkan risiko terjadinya keguguran.

Meski begitu, American Pregnancy Association menjelaskan pada dasarnya menyusui saat hamil tidak berisiko menyebabkan keguguran. Keguguran biasanya dikarenakan adanya masalah atau komplikasi pada janin yang sedang berkembang di dalam kandungan.

Akan tetapi, jika Anda memiliki faktor risiko yang cukup tinggi untuk mengalami masalah selama kehamilan seperti kelahiran prematur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Dokter nantinya akan memberikan saran terbaik untuk membantu Anda menjaga kesehatan diri dan janin selama hamil sekaligus kelancaran proses menyusui.

Tips lancar menyusui saat ibu sedang hamil lagi

manfaat menyusui bagi bayi

Menyusui ketika ibu sedang hamil mungkin memang bukan tugas yang mudah. Namun, sebenarnya tidak begitu sulit untuk dijalani selama ibu bisa melakukan kegiatan ini dengan cara yang tepat.

Nah, untuk melancarkan proses menyusui anak selanjutnya, berikut beberapa tips yang sebaiknya ibu lakukan:

1. Makan makanan yang bergizi

Saat ini ibu yang sedang hamil maupun menyusui disarankan untuk selalu makan makanan yang bergizi. Ini termasuk makan aneka ragam buah, sayur, serta lauk pauk, guna memastikan kebutuhan zat gizi ibu terpenuhi dengan baik.

Apalagi bila saat ini ibu sedang menyusui sembari hamil anak selanjutnya. Secara otomatis, kebutuhan zat gizi ibu akan jauh meningkat ketimbang ketika ibu hamil atau menyusui saja.

Bayi yang sedang menyusui membutuhkan ASI, begitu pula bayi yang sedang berkembang di dalam kandungan Anda butuh asupan gizi yang cukup. Keduanya sama-sama memerlukan asupan zat gizi yang optimal agar bisa berjalan dengan baik.

Sebagai gambarannya, seolah-olah Anda sedang makan untuk 3 orang,yakni Anda, bayi yang sedang menyusui, serta janin di dalam kandungan. Jadi, pastikan ibu selalu makan tepat waktu serta dalam porsi yang cukup. 

Sebaiknya jangan menunda-nuda makan atau makan dalam porsi yang terlalu sedikit. Hal ini berisiko membuat kebutuhan bayi di masa menyusui dan di dalam kandungan saat Anda hamil tidak terpenuhi secara optimal.

Sebaliknya, jika ibu tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang tinggi ini dapat berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

2. Istirahat yang cukup

Menyusui kadang membuat jam tidur ibu yang juga sedang hamil saat ini menjadi bergeser dan berkurang. Bahkan, ibu yang sedang hamil mau tidak mau harus bangun dan terjaga untuk menyusui si kecil saat malam hari.

Hal ini tidak hanya berlangsung satu atau dua hari, tapi bisa hampir setiap hari selama beberapa minggu atau bulan pertama usia si kecil.

Sementara itu di sisi lain, ibu yang sedang menyusui masih harus menjaga kandungan agar senantiasa dalam kondisi sehat dan prima.

Maka itu, pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap harinya. Ketika Anda merasa kelelahan karena sedang hamil dan merawat si kecil saat menyusui coba curi-curi waktu untuk beristirahat sebisa mungkin.

Anda bisa merebahkan tubuh, memejamkan mata, dan tidur sebentar saat bayi sedang tidur. Pilihan lainnya, ibu bisa meminta bantuan dari pasangan untuk bergantian menjaga dan merawat bayi.

3. Rutin periksa ke dokter

Sebagaimana ibu hamil lainnya, Anda yang juga sekaligus sedang menyusui tidak boleh melewatkan agenda rutin untuk cek kesehatan setiap bulannya ke dokter kandungan.

Terlebih karena saat ini Anda sedang mengemban dua tugas sekaligus yakni menyusui dan juga hamil. Hal ini membuat ibu membutuhkan perhatian ekstra untuk memastikan kondisi tubuh senantiasa prima.

Kunjungan ke dokter juga berguna untuk membantu deteksi dini bila kehamilan Anda ternyata berisiko.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 22, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 19, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca