×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:

Menyusui Bayi Bisa Turunkan Risiko Sakit Jantung dan Stroke

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Memberikan air susu ibu (ASI) telah diketahui memiliki segudang manfaat yang baik bagi bayi maupun ibu. Penelitian terbaru saat ini menunjukkan bahwa menyusui juga dapat menurunkan risiko ibu untuk terkena penyakit jantung dan stroke. Untuk mengetahui lebih jauh soal manfaat menyusui untuk menghindari penyakit jantung dan stroke, baca terus informasi lengkap di bawah ini.

Manfaat menyusui bagi ibu dan bayi

ASI dapat memberikan bayi daya tahan tubuh terhadap virus dan bakteri sehingga sistem imunnya jadi lebih baik dan kuat. Bayi yang mendapatkan ASI juga lebih terhindar dari beberapa penyakit dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan ASI. Misalnya risiko penyakit asma, alergi, infeksi telinga, dan infeksi pernapasan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa ASI dapat meningkatkan kecerdasan dan pertambahan berat badan yang baik pada saat pertumbuhan.

Manfaat menyusui bagi ibu yaitu dapat membantu menurunkan berat badan ibu setelah melahirkan, mengurangi risiko osteoporosis, obesitas, dan beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan ovarium.

Manfaat menyusui terhadap risiko penyakit jantung dan stroke

Saat ini, sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association menyatakan bahwa menyusui dapat menurunkan risiko ibu terkena penyakit jantung dan stroke, bahkan dalam jangka waktu panjang setelah melahirkan.

Penelitian tersebut melibatkan sekitar 290.000 perempuan di Tiongkok berusia antara 30-79 tahun yang tidak memiliki penyakit jantung ataupun stroke pada awal penelitian. Peneliti mengumpulkan data berupa riwayat persalinan, menyusui, pengobatan, dan gaya hidup. Para peserta penelitian tersebut kemudian diamati selama delapan tahun. Dalam periode tersebut, sebanyak 16.700 perempuan terkena penyakit jantung dan hampir 24.000 perempuan terkena stroke.

Setelah menyesuaikan hasil penelitian tersebut dengan faktor risiko lainnya yaitu merokok, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan aktivitas fisik, tim ahli menemukan bahwa ibu yang menyusui memiliki risiko penyakit jantung 9 persen lebih rendah dan risiko terkena stroke 8 persen lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak pernah menyusui.

Manfaat menyusui bagi kesehatan jantung dan otak ini bersifat kumulatif. Maksudnya, semakin lama seorang ibu menyusui bayinya, maka risiko untuk terkena penyakit jantung atau stroke akan semakin kecil. Setiap tambahan selama enam bulan menyusui, maka risiko penyakit jantung akan berkurang sebesar 4 persen dan risiko stroke berkurang 3 persen.

menyusui dengan payudara besar

Bagaimana menyusui bisa menurunkan risiko penyakit?

Sanne Peters, seorang peneliti di Oxford University mengatakan bahwa menyusui dapat mempengaruhi risiko untuk terkena penyakit jantung dengan cara mengubah metabolisme tubuh ibu pada saat setelah melahirkan. Selama kehamilan, tubuh ibu akan mengumpulkan lemak dengan tujuan memastikan bayi yang sedang berkembang mendapatkan cukup nutrisi dan juga untuk persiapan menyusui ketika nanti bayi telah dilahirkan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa akumulasi lemak tersebut lebih cepat hilang selama menyusui. Apabila ibu tidak menyusui ketika bayinya dilahirkan, maka mereka akan memiliki cadangan lemak yang tidak mereka butuhkan. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan faktor risiko untuk penyakit jantung, seperti aterosklerosis.

Berapa lama waktu menyusui yang ideal untuk kesehatan jantung?

Sampai saat ini masih belum jelas apakah terdapat jangka waktu menyusui yang ideal untuk mendapatkan manfaat menyusui yang paling besar bagi kesehatan jantung.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif (ASI sebagai satu-satunya sumber makanan) selama paling sedikit enam bulan. Setelah usia 6 bulan, anak diberikan makanan pendamping tambahan (MP ASI) dan pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun.

Baca Juga:

Sumber
×
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We’re excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca