10 Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan Seputar ASI Eksklusif

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Setelah melahirkan, Anda sangat disarankan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Bukan semata-mata untuk memberikan makanan sekaligus minuman bagi si kecil saja. Ini karena ASI eksklusif adalah makanan terbaik yang juga dapat memberikan banyak manfaat bagi bayi dan ibu. Namun, apakah Anda sudah memahami dengan baik seputar ASI eksklusif? Berikut berbagai informasi yang akan menjawab keingintahuan Anda mengenai ASI eksklusif. 

Apa itu ASI eksklusif?

saat menyusui

ASI eksklusif adalah pemberian ASI (air susu ibu) ke bayi yang baru lahir sampai usianya 6 bulan. Selama kurun waktu 6 bulan tersebut, bayi hanya diperbolehkan menerima ASI dan tidak diberikan makanan atau minuman lainnya, termasuk air putih.

Baru setelah usia bayi di atas 6 bulan, boleh mulai diperkenalkan dengan berbagai jenis makanan lain dengan tetap masih memberikan ASI. Hal ini disebut sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). 

Itulah mengapa sebaiknya pemberian ASI masih terus dilanjutkan sampai bayi genap berusia 2 tahun. Kadang, di Indonesia, ibu masih suka memberikan air putih, air gula, atau air teh kepada bayi sembari menunggu ASI-nya yang belum keluar.

Meski tampaknya sepele, tapi hal ini sudah menggagalkan pemberian ASI eksklusif. Bahkan walaupun pemberian jenis minuman lain tersebut hanya dilakukan satu kali selama kurun waktu 6 bulan pertama. 

Sesuai dengan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI, setiap ibu sebaiknya memberikan bayi ASI eksklusif karena terbukti dapat menunjang tumbuh kembangnya.

Apa saja kandungan yang ada di dalam ASI eksklusif?

sistem imun bayi

Ketika pertama kali menyusui, ASI yang keluar biasanya berwarna bening agak kekuningan. Cairan ASI pertama ini bernama kolostrum. Meski warnanya tidak terlihat seperti susu pada umumnya, tapi sebaiknya jangan membuang cairan ASI pertama ini.

Pasalnya, kolostrum dari ASI eksklusif adalah cairan yang memiliki banyak zat gizi penting di dalamnya. Meliputi vitamin A, antibodi, serta sel darah putih, yang baik untuk bayi.

Setelah cairan kolostrum habis, cairan ASI kemudian akan berubah menjadi warna putih susu. Tak kalah dengan kolostrum, ASI juga mengandung sejumlah zat gizi baik, mencakup:

  • Karbohidrat. Laktosa adalah jenis karbohidrat yang ada di dalam ASI, dan mampu menyumbang sekitar 42 persen dari total energi.
  • Protein. Ada dua jenis protein di dalam ASI, yakni whey dan kasein. Whey memiliki kandungan protein sebanyak 60 persen, sementara kasein mengandung sekitar 40 persen.
  • Lemak. ASI mengandung asam lemak esensial berupa asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Kedua jenis asam lemak esensial tersebut merupakan zat pembangun senyawa AA (arachidonic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Asupan lemak dari ASI mampu menyumbang sekitar 40-50 persen dari energi harian bayi.
  • Vitamin. ASI juga memiliki sejumlah vitamin yang dapat mencukupi semua kebutuhan harian bayi. Mulai dari vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K, hingga vitamin larut air seperti B dan C.
  • Mineral. ASI mengandung banyak mineral di dalamnya. Meliputi kalsium, tembaga, selenium, mangan, seng, fluor, kromium, zat besi, dan lain sebagainya.

Atas dasar inilah, pemberian ASI eksklusif adalah makanan terbaik bagi bayi yang usianya belum genap 6 bulan.

Apa saja manfaat memberikan ASI eksklusif?

mitos ibu menyusui

Tentu ada banyak sekali manfaat ASI eksklusif. ASI adalah makanan sempurna untuk bayi, terlebih jika diberikan secara eksklusif selama 6 bulan. Selain ASI, tidak ada makanan lain yang cocok diberikan pada bayi sampai usianya 6 bulan.

Di dalam ASI, terutama ASI pertama (kolostrum), terdapat kandungan zat gizi dengan komposisi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Bukan hanya kebutuhan gizi bayi yang langsung terpenuhi berkat ASI.

Namun, bayi juga bisa merasa kenyang selayaknya makan dan minum seperti pada umumnya meski sebenarnya hanya menyusu ASI. Dengan begitu, memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan adalah hal penting karena bisa sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda.

Bukan itu saja, ASI juga memiliki kandungan antibodi yang sangat diperlukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya sejak dilahirkan. Alhasil, pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan risiko bayi terkena berbagai macam penyakit, dan menurunkan risiko kematian karena serangan penyakit tersebut.

Bahkan, pemberian ASI secara eksklusif adalah sarana yang tepat untuk menjalin ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi. Ada berbagai manfaat ASI lainnya yang bisa didapatkan oleh Anda dan bayi, seperti:

  • Mencegah bayi menderita alergi. Pemberian susu formula, susu sapi, atau susu kedelai pada bayi rentan membuat bayi mengalami reaksi alergi.
  • Meningkatkan kecerdasan bayi. Pemberian ASI dapat meningkatkan perkembangan kognitif bayi.
  • Melindungi bayi dari obesitas. ASI eksklusif yang diberikan pada bayi dapat menurunkan risikonya untuk mengalami kegemukan saat ia remaja atau dewasa.
  • Menyusui membantu ibu menurunkan berat badan yan meningkat selama kehamilan.
  • Membantu meningkatkan kontraksi rahim, mengurangi perdarahan, dan mengembalikan ukurannya seperti semula setelah kehamilan. Ini karena menyusui meningkatkan produksi hormon oksitosin yang mendukung hal-hal tersebut.
  • Menurunkan risiko ibu mengalami depresi postpartum atau depresi pasca melahirkan.

Melihat begitu banyak manfaatnya, ASI eksklusif adalah makanan sekaligus minuman terbaik untuk bayi berusia kurang dari 6 bulan. Jadi, sebaiknya jangan sia-siakan masa emas pemberian ASI ini untuk si kecil.

Bagaimana tekstur ASI eksklusif?

cara menyusui bayi

Sejatinya, pemberian ASI secara eksklusif dan dilanjutkan sampai bayi menginjak usia 2 tahun sangatlah penting. Ini karena ASI kaya akan segudang zat gizi yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh bayi.

ASI bisa dibilang sebagai makanan terbaik untuk bayi, khususnya di bawah 6 bulan. Hanya dengan mendapatkan ASI tanpa tambahan makanan dan minuman lain selama 6 bulan pertama, ASI sudah dapat memenuhi kebutuhan gizi harian bayi.

Penting untuk Anda pahami. Tekstur penyusun ASI terdiri atas 2 jenis, yakni hindmilk dan foremilk. Banyak atau sedikitnya kandungan lemak yang ada di dalam ASI dapat memengaruhi kekentalan tekstur ASI tersebut.

Hindmilk adalah ASI yang memiliki tekstur kental, dan biasanya keluar di akhir menyusui. Semakin banyak jumlah hindmilk yang dikeluarkan, semakin banyak juga kandungan lemak yang ada pada ASI.

Sedangkan foremilk adalah ASI dengan kandungan lemak yang lebih rendah, dan umumnya keluar di awal menyusui. Foremilk ASI memiliki tekstur yang lebih cair ketimbang hindmilk.

Bagaimana cara memberikan ASI eksklusif yang tepat?

obat flu ibu menyusui

Sejak baru lahir, sebaiknya mulai kenali kebiasaan menyusu bayi Anda. Masing-masing bayi sebenarnya memiliki kebiasan menyusu yang berbeda-beda.

Mungkin ada bayi yang menyusu lebih lama dan lebih jarang, atau ada juga yang menyusui lebih singkat dan lebih sering. Hal yang terpenting adalah setelah menyusu, termasuk selama ASI eksklusif, pastikan bayi Anda sudah merasa cukup dan kenyang.

Pada bulan pertama, bayi Anda mungkin menyusu lebih sering yaitu setiap 2-3 jam sekali atau 8-12 kali per hari. Hal ini merupakan sesuatu yang normal terjadi.

Jadi, jangan berpikir bahwa bayi Anda masih kelaparan setelah diberikan ASI, atau mengira produksi ASI Anda hanya sedikit sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi. Sementara lama waktu bayi menyusu di awal pemberian ASI eksklusif ini bisa mencapai sekitar 20 hingga 45 menit

Memang, rasanya cukup lama. Namun, sebaiknya susui bayi sampai ia berhenti sendiri karena merasa kenyang setelah menyusu.

Hindari melepas payudara Anda dan menghentikan bayi untuk menyusu. Jika bayi sudah puas menyusu pada salah satu payudara Anda, tawarkan ia menyusu dengan payudara Anda yang lain.

Alangkah baiknya untuk menyusui bayi Anda sampai payudara benar-benar kosong, kemudian berganti ke payudara yang satunya. Memasuki bulan kedua, frekuensi menyusu bayi Anda mungkin akan lebih sedikit, yakni sekitar 8-9 kali per hari.

Ketika di bulan ketiga, frekuensi menyusu bayi bisa mengalami penurunan lagi sekitar 7-8 kali per hari. Pada saat bulan ke-6 atau akhir masa ASI eksklusif, frekuensi menyusu bayi mungkin akan jauh lebih sedikit lagi, yakni bisa hanya 5-6 kali per hari.

Terlepas dari itu semua, sebaiknya susui bayi Anda ketika ia ingin menyusu. Jangan membatasi berapa kali dan berapa lama bayi harus menyusu setiap harinya. 

Menerapkan posisi latch on pada bayi

Latch on adalah menempatkan bayi pada posisi yang tepat saat menyusui. Selain agar bayi bisa mendapatkan ASI dengan mudah dan nyaman, latch on juga bertujuan untuk mencegah timbulnya rasa sakit saat menyusui.

Sebab bukan tidak mungkin, jika posisi mulut bayi tidak pas dengan puting payudara, Anda bisa saja merasakan sakit sehingga tidak nyaman saat menyusui.

Teknik yang bisa Anda terapkan selama melakukan posisi latch on pada bayi saat menyusui ASI eksklusif, maupun sampai usia 2 tahun adalah sebagai berikut:

Teknik latch on pada bayi

  1. Duduk dengan nyaman di kursi, sofa, maupun tempat tidur yang memiliki sandaran agar Anda bisa duduk dengan nyaman.
  2. Gunakan bantal khusus menyusui atau bantal apa pun untuk diletakkan sebagai alas tubuh bayi, sehingga memudahkan proses menyusui.
  3. Pastikan posisi bayi sudah cukup nyaman untuk menyusu.
  4. Pastikan Anda mengarahkan bibir dan kepala bayi untuk mendekat ke payudara. Hindari mengarahkan payudara Anda mendekati bayi, yang malah akan membuat Anda seolah bertumpu pada bayi. Selain menimbulkan rasa pegal pada leher dan bahu Anda, mengarahkan payudara mendekat kepada bayi juga bisa memengaruhi posisinya saat menyusu.
  5. Usahakan untuk menjaga posisi telinga, bahu, serta pinggul bayi sejajar dengan tubuh Anda, agar ia lebih mudah menelan saat menyusui.
  6. Posisi hidung bayi harus berhadapan dengan puting payudara Anda.
  7. Supaya lebih mudah, Anda bisa membantu memegang dan mengarahkan puting payudara ke bibir bayi. Namun, usahakan jangan sampai jari Anda terlalu dekat dengan puting karena bisa memengaruhi isapan bayi saat menyusui.
  8. Arahkan puting payudara ke bibir atau hidung bayi, dan bukan ke bagian tengah mulut. Tidak masalah untuk menyentuh atau menggesekkan puting pada bibir bagian atas bayi, agar ia segera membuka mulutnya.
  9. Buat kepala bayi agak miring sediki ke belakang, sehingga dagunya tidak mengenai dada Anda.
  10. Ketika bayi membuka mulutnya lebar-lebar disertai dengan lidah yang menjulur ke luar, pastikan mulutnya langsung mengisap puting payudara Anda. Jika bibir bayi tidak kunjung terbuka, hindari mendorong puting untuk membuka mulut bayi. Sebaiknya ulangi tahap ke-8, dengan menggesekkan puting payudara ke bibir bayi, dan tunggu sampai mulutnya terbuka lebar.
  11. Usahakan bayi mengisap seluruh bagian puting dan areola, yakni bagian di sekitar putih yang berwarna kecokelatan.
  12. Pastikan dagu bayi terletak di bagian bawah payudara Anda.
  13. Pastikan bibir bayi bergerak mengisap secara teratur selama menyusui. Jika bibirnya tampak diam, Anda bisa menggunakan jari dan menyentuh bibir atau pipi bayi untuk membuatnya bergerak kembali.

Bagaimana tanda bayi lapar dan sudah cukup menerima ASI?

payudara sakit saat menyusui

Tanda bayi lapar ingin menyusu ASI

Penting bagi Anda untuk mengerti kapan bayi sedang lapar dan ingin menyusu. Berikut beberapa tanda yang biasanya ditunjukkan bayi:

  • Menjulurkan lidahnya ke luar.
  • Mengisap kepalan tangannya sendiri.
  • Mengecapkan bibirnya seolah sedang mengisap atau mengunyah sesuatu.
  • Mulut bayi terbuka dan tertutup berkali-kali.
  • Mulut bayi spontan terbuka saat pipinya disentuh (refleks rooting).
  • Terlihat tidak nyaman, rewel, merengek, dan menangis kencang.
  • Mengarahkan kepalanya ke payudara Anda.

Tanda bayi sudah cukup menerima ASI

Sebenarnya tidak sulit untuk mengetahui ketika bayi sudah cukup menyusu. Berbagai tanda yang harus Anda perhatikan ketika bayi sudah kenyang menyusu ASI eksklusif maupun ASI sampai usia 2 tahun, adalah sebagai berikut:

  • Payudara Anda terasa lebih lunak setelah menyusu, karena ASI di payudara telah kosong. 
  • Bayi terlihat puas dan senang setelah menyusu. 
  • Bayi tidak menunjukkan tanda kelaparan dan rewel lagi.
  • Ritme atau pergerakan mulut bayi saat mengisap payudara atau botol dot tampak melambat. 
  • Bayi melepas pegangannya perlahan-perlahan dari payudara atau botol dot.
  • Posisi tubuh bayi tampak lebih nyaman ketimbang sebelumnya saat kelaparan.
  • Berat badan bayi terus bertambah dan kembali semua pada 10-14 hari setelah kahir serta tidak turun lebih dari 10% dibanding berat lahir
  • Pada bulan pertama, bayi akan buang air besar setidaknya 3 kali sehari dan berubah warna menjadi kekuningan dalam 5 hingga 7 hari pertama kelahiran bayi. Selain itu, akan mengalami buang air besar yang lebih sedikit atau melewatkan beberapa buang air besar selama beberapa hari setelah usia 1 bulan.
  • Frekuensi buang air kecil >6 kali sehari dengan urin berwarna jernih dan tidak kekuningan.

Mengetahui tanda-tanda bayi sudah kenyang dan cukup menyusu ASI eksklusif maupun sampai usianya 2 tahun, adalah cara tepat untuk tahu kapan harus berhenti menyusu.

Bagaimana cara memberikan ASI eksklusif jika ibu bekerja?

warna ASI bayi menyusui

Bekerja bukanlah sebuah penghalang bagi ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayi. Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebelum mulai masuk bekerja Anda bisa memberikan ASI secara eksklusif selama cuti melahirkan.

Sebelum mulai bekerja kembali, pastikan juga Anda telah mempelajari cara memerah ASI. Dengan begitu, nantinya Anda bisa memerah dan menyimpan ASI sebelum bekerja.

Tujuannya agar bayi bisa tetap mendapatkan ASI eksklusif meski Anda sedang tidak di rumah, dengan cara diberikan oleh pengasuh atau keluarga yang menjaganya.

Luangkan waktu yang cukup dan pada suasana yang tenang, agar Anda bisa merasa lebih santai santai dan nyaman ketika memerah ASI. Tampung ASI yang sudah diperah di dalam botol dot maupun kantung plastik khusus ASI, sehingga tidak akan mudah bocor atau tumpah.

Kemudian simpan ASI perah tersebut di tempat bersuhu rendah, gelap, dan bersih. Misalnya lemari pendingin maupun freezer. Hindari memasak atau memanaskan ASI perah, karena suhu panas dapat merusak bahan alami yang ada di dalam ASI.

Usahakan untuk tetap menyusui bayi setelah ASI diperah, guna mendapatkan hindmilk atau ASI akhir. Saat di tempat bekerja, Anda juga bisa tetap memerah ASI kurang lebih setiap 3 jam sekali, atau jika merasa payudara telah penuh dan kencang.

ASI yang telah penuh biasanya akan menetes keluar melalui puting payudara. Mengeluarkan ASI secara rutin di kantor bisa membantu Anda agar lebih nyaman, sekaligus mencegah ASI menetes dan membasahi pakaian Anda.

Selanjutnya, simpan ASI yang sudah diperah tersebut di lemari pendingin atau termos es yang bisa dibawa pulang kembali ke rumah saat selesai bekerja. Dengan rutin memerah ASI saat jumlahnya telah penuh di payudara bisa membantu produksi ASI tetap lancar dan banyak.

Jadi asal mau berusaha demi si kecil, memberikan ASI eksklusif adalah hal yang bisa dengan mudah dilakukan meski ibu bekerja.

Bagaimana cara menyimpan dan mencairkan ASI perah?

Sumber: Breastmilk Counts

Ketika ASI telah berhasil diperah, penting untuk memerhatikan cara menyimpan dan mencairkan ASI tersebut.

Cara menyimpan ASI perah

  1. ASI yang sudah diperah dimasukkan ke dalam wadah steril (botol atau kantung khusus ASI). Lalu berikan label bertuliskan tanggal dan waktu saat ASI diperah.
  2. ASI perah disimpan ke dalam freezer atau lemari pendingin. Hindari meletakkan ASI di bagian pintu lemari pendingin, karena akan mudah terpapar udara luar ketika dibuka.
  3. Penyimpanan ASI memiliki aturan khusus, yakni:
    • ASI perah segar bisa bertahan di dalam freezer dengan suhu -17 derajat Celcius, atau lebih rendah selama 6 bulan atau lebih.
    • ASI perah segar bisa bertahan di dalam freezer dan kulkas dengan suhu rata-rata -10 derajat Celcius di waktu yang berbeda. Bila freezeer dan kulkas memiliki 2 pintu, ASI segar akan awet selama 3-4 bulan. Bila hanya satu pintu, ASI segar bisa awet selama 2 minggu.
    • ASI perah segar bisa awet di dalam kulkas atau lemari pendingin dengan suhu rata-rata 5-10 derajat Celcius, selama kurang lebih 5-8 hari.
    • ASI perah segar bisa awet di dalam suhu kamar (tanpa freezer atau kulkas) dengan suhu 27-28 derajat Celcius, selama sekitar 10 jam.
    • ASI beku yang keluar dari freezer tidak boleh dibekukan kembali. Namun jika ASI beku dikeluarkan dari kulkas bisa dibekukan kembali selama 24 jam, dan di suhu kamar selama 1 jam.
  4. Rutin periksa suhu freezer dan kulkas setidaknya 3 kali dalam sehari.
  5. Jika ASI diperah selama di perjalanan jauh, pastikan ASI yang disimpan tetap dalam kondisi dingin, seperti dari rumah ke kantor atau sebaliknya.

Cara mencairkan dan menghangatkan ASI perah

  1. Pilih ASI perah dari yang disimpan lebih awal terlebih dahulu.
  2. Hindari mencairkan ASI perah pada suhu kamar. Sebaiknya pindahkan ASI perah beku di dalam kulkas dulu selama 24 jam.
  3. Kocok ASI yang sudah mencair, supaya lemak handmilk dan foremilk di dalamnya menyatu dengan baik.
  4. Letakkan di semangkuk air hangat, atau membasahi wadah ASI perah dengan air dingin mengalir yang dilanjutkan dengan air hangat.
  5. Hindari mencairkan ASI perah beku di dalam microwave atau dalam air yang sangat panas. Suhu terlalu panas sangat berisiko merusak kandungan gizi di dalam ASI perah.
  6. Hindari membekukan kembali ASI perah yang sudah mencair.

ASI eksklusif adalah makanan sekaligus minuman yang paling tepat bagi bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Setelah mengetahui semua hal seputar ASI eksklusif, tentu Anda sudah tidak ragu lagi untuk memastikan bayi mendapatkan makanan utamanya ini, bukan? Selamat mencoba dan berusaha!

Memberikan obat pada bayi, apakah menggagalkan ASI ekslusif?

obat batuk bayi

Ya, bayi yang berusia kurang dari 6 bulan yang sedang sakit boleh menerima obat-obatan serta vitamin atau mineral tetes bila diperlukan. Ketika bayi sakit, tentu ia memerlukan obat-obatan agar bisa lekas sembuh.

Dalam hal ini, pemberian obat tidak akan menggagalkan ASI eksklusif. Sebaliknya, ditakutkan jika tidak diberikan obat, kesehatan bayi bisa terancam sehingga berakibat fatal.

Ada baiknya, berikan bayi obat dan teruskan pemberian ASI eksklusif juga saat sedang sakit. Pasalnya, ASI eksklusif adalah makanan dan minuman yang sangat lengkap untuk baik.

Selain mengandung zat gizi yang baik untuk tumbuh kembangnya, di dalam ASI eksklusif juga terdapat antibiotik guna membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Berbeda dengan air putih dan minuman berbasis air lainnya yang diberikan selama ASI eksklusif. Hal ini jelas menggagalkan pemberian ASI eksklusif.

Bagaimana jika susu formula diberikan saat ASI eksklusif?

gula dalam susu formula

Lagi-lagi, ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan. Jika bayi sudah diberi susu formula saat usianya belum menginjak usia 6 bulan, dapat dikatakan bahwa pemberian ASI eksklusif untuk bayi telah gagal.

Dengan kata lain, memberikan makanan maupun minuman lain selama 6 bulan pertama pada bayi tentu membuat pemberian ASI tidak lagi eksklusif.

Seperti yang sempat dijelaskan sebelumnya, hal ini bisa disebut sebagai ASI parsial. Di mana selain diberikan ASI, bayi juga diberikan makanan selain ASI (seperti susu formula, bubur, atau jus buah) sebelum usianya 6 bulan.

Bahkan, meskipun pemberian makanan lain selain ASI hanya diberikan sekali atau dalam waktu yang sangat jarang, ini tetap tidak termasuk ASI eksklusif. 

Jika memang Anda tidak yakin, sebelum memberikan si kecil makanan atau minuman saat masa ASI eksklusif, sebaiknya konsultasikan pada dokter atau ahli gizi anak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca