Bolehkah Menyusui Saat Sedang Sakit Tipes?

Oleh Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Sebagai ibu, Anda tentu ingin terus memberikan ASI eksklusif untuk memastikan tumbuh kembang anak Anda selalu optimal. Akan tetapi, bagaimana jika Anda jatuh sakit, misalnya terkena tipes? Mungkin Anda merasa was-was dan takut akan menularkan infeksi pada si kecil lewat ASI. Sebenarnya, bolehkah ibu menyusui saat sakit tipes?

Apa penyebab tipes?

Penyakit tipes (demam tifoid) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan bakteri Salmonella typhosa. Makanan dan minuman bisa tercemar akibat kebersihan saat mengolah makanan yang tidak baik, misalnya saja tempat memasak kotor atau orang yang mengolah makanan tak menjaga kebersihan dirinya dengan baik. Hal ini membuat makanan dan minuman sangat mudah terkontaminasi dengan bakteri penyebab tipes.

Ibu menyusui saat tipes, amankah?

Meski penyakit ini membuat Anda sakit, namun Anda tak perlu khawatir dan jangan menghentikan pemberian ASI pada si kecil. Pasalnya, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penyakit tipes bisa ditularkan melalui ASI. Jadi, tak masalah jika Anda menyusui saat tipes (tifus).

Justru, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Air susu ibu mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil. Bahkan, ASI juga mengandung antibodi dari ibu yang dapat membuat si kecil kebal dari berbagai penyakit infeksi yang mengintai.

Bayi yang baru lahir sebenarnya belum memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga ia sangat rentan terserang penyakit. Maka itu, ASI yang mengandung antibodi ibu, dapat menjaga kesehatan dan mencegah penyakit menyerang si kecil, termasuk penyakit tipes.

cara menyusui bayi

Meski tak menularkan, menyusui saat tipes bisa menguras tenaga ibu

Memang menyusui saat tipes tidak membahayakan kesehatan bayi, namun hal yang paling mungkin terjadi adalah kondisi ibu yang melemah sehingga lebih sulit memberikan ASI. Biasanya, penyakit infeksi seperti tipes ini akan menimbulkan gejala seperti demam, pusing, hingga diare. Gejala-gejala tersebut yang kemudian akan menghambat ibu memberikan ASI pada si kecil. Apalagi jika ibu mengalami diare dan tidak ditangani dengan baik.

Diare yang dialami ibu dapat menurunkan jumlah produksi ASI karena pada saat itu Anda akan mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) dan akhirnya memengaruhi ASI. Maka dari itu, pastikan bahwa ketika Anda mengalami diare, perbanyak asupan cairan dan segera periksakan ke dokter agar dapat ditangani lebih lanjut.

Jangan lupa untuk mengosumsi banyak buah serta sayur yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Ketika diare, banyak mineral dan vitamin yang hilang sehingga Anda harus segera menggantikannya, karena zat nutrisi yang Anda dapatkan akan diberikan juga pada si kecil yang sedang menyusu.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda untuk membantu memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan We are excited to guide you on your parenting journey. Your first email will arrive shortly. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca