Sebenarnya, Apa Itu Kolostrum dan Manfaatnya Bagi Bayi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team.

Mungkin, Anda pernah dengar jika kolostrum adalah makanan yang paling baik untuk bayi yang baru lahir. Ya, kolostrum adalah asupan yang ideal untuk si kecil. Lalu, sebenarnya apa itu kolostrum? Terbentuk dari apa kolostrum itu? Apa saja manfaat kolostrum?

Apa itu kolostrum?

Kolostrum adalah air susu pertama yang dikeluarkan payudara pada masa kehamilan. Anda mungkin tidak akan menyadarinya sampai akhir masa kehamilan Anda. Kolostrum memiliki warna yang berbeda dengan ASI, yaitu cenderung kekuningan dan lebih kental.

Banyak yang bilang kalau ASI pertama ini sangat baik bagi kesehatan bayi, kenapa? Ya, kolostrum adalah ASI yang mengandung antibodi dan imunoglobulin yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Susu pertama ibu ini memang dirancang untuk dipersiapkan sebagai asupan pertama bagi sang bayi. Jadi kandungan gizinya tak perlu diragukan lagi.

Apa manfaat kolostrum?

Perut bayi yang baru lahir lemah dan rentan. Kolostrum sangat cocok untuk makanan pertama bayi karena sangat mudah dicerna. Beberapa manfaat kolostrum adalah:

  • Dapat mencegah infeksi pada bayi Kolostrum kaya akan sel darah putih yang melawan infeksi bakteri dan virus. Bayi yang diberi kolostrum tidak rentan terkena pneumonia, bronkitis, flu, infeksi perut, dan penyakit infeksi lainnya. 
  • Mencegah bayi kuning pascapersalinan. Kolostrum membantu tubuh mengurangi bilirubin, sehingga bayi tidak mengalami ikterus atau penyakit kuning.
  • Membantu perkembangan organ pencernaan bayi. Kolostrum bermanfaat untuk mempersiapkan sistem pencernaan agar dapat mencerna susu matang yang diproduksi payudara Anda nantinya.

Bahkan dalam beberapa kasus, kolsotrum harus diperah dulu sebelum proses persalinan. Hal ini disebabkan karena janin mengalami suatu kondisi tertentu dan harus cepat mendapatkan asupan yang baik sesaat setelah persalinan. Biasanya, hal ini terjadi jika:

  • bayi lahir prematur
  • bayi yang dilahirkan kembar, sehingga tak bisa memberikan ASI dalam satu waktu
  • bayi mengalami kelainan, seperti kelainan jantung atau down syndrome.

Apakah kolostrum memiliki efek samping?

Sampai saat ini, kolostrum dianggap aman dan tidak memiliki efek samping. Namun, konsumsi kolostrum jangka panjang dapat menyebabkan kegelisahan, logorrhea, dan insomnia. Semua efek samping akan hilang setelah beberapa hari.

Apakah kolostrum dapat habis?

Kolostrum adalah susu pertama yang lama-kelamaan akan ‘matang’ beberapa minggu setelah persalinan dan akhirnya berubah warna seperti ASI pada umumnya. Biasanya, selama masa tersebut, kandungan antibodinya semakin menurun tapi volume ASI yang dihasilkan bertambah. 

Untungnya, fungsi perlindungan dari penyakit masih ada. Semakin banyak susu yang dikonsumsi bayi dari ibunya, semakin tinggi tingkat perlindungan imunnya.

Jadi, kolostrum sangat disarankan untuk diberikan pada bayi sejak ia lahir dan kemudian dilanjutkan dengan ASI eksklusif hingga 6 bulan. Setelah 6 bulan, barulah Anda dapat memberikan si kecil makanan tambahan karena pada usia tersebut kebutuhan gizinya semakin bertambah.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Anak Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan si kecil.
Error message goes here
Daftar
*Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anak anda: [num] bulan Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Yang juga perlu Anda baca