Bolehkah Menyusui Jika Ibu Mengidap Anemia Defisiensi Besi?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/01/2020
Bagikan sekarang

Setelah melahirkan, Anda tetap harus memerhatikan kesehatan dan asupan gizi Anda agar bayi Anda dapat menerima nutrisi terbaik dari ASI. Salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami ibu menyusui adalah anemia defisiensi besi.

Anemia defisiensi besi adalah kurangnya sel darah merah akibat kekurangan zat besi. Kurangnya sel darah merah ini mengakibatkan penyebaran oksigen ke seluruh organ tubuh terhambat.

Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen dalam peredaran darah, maka organ tubuh tidak dapat bekerja dengan maksimal. Apa dampaknya pada ibu menyusui serta bayinya? Perhatikan penjelasan berikut ini.

Anemia defisiensi besi pada ibu menyusui

Anemia defisiensi zat besi biasa terjadi pada wanita menyusui dan saat hamil. Penyebab paling utama adalah kehilangan darah selama persalinan dan pola makan yang tidak sesuai. Jika Anda mengalami anemia, segera konsultasi dengan dokter karena kondisi ini dapat berdampak buruk ketika Anda menyusui dan juga pada bayi Anda.

Dalam kondisi kekurangan zat besi, jumlah zat besi yang disimpan berkurang, tetapi jumlah zat besi yang mengalir di darah dan zat besi fungsional mungkin tidak akan terpengaruh. Orang dengan kekurangan zat besi tidak memiliki cadangan zat besi yang cukup untuk digunakan jika tubuh membutuhkan zat besi tambahan.

Apakah bisa menyusui jika mengalami anemia defisiensi besi?

Menyusui baik untuk Anda dan bayi Anda, bahkan ketika Anda menderita anemia kekurangan zat besi. Jika Anda ingin menyusui bayi Anda, Anda bisa melakukannya dengan aman.

Memang benar bahwa Anda kehilangan zat besi melalui ASI. Namun, jika Anda menyusui secara eksklusif, Anda biasanya tidak akan mengalami menstruasi selama empat sampai enam bulan. Karena itu, Anda tidak akan kehilangan banyak zat besi melalui darah menstruasi sehingga ini membantu kadar zat besi Anda tetap seimbang.

Jadi, Anda tetap disarankan untuk menyusui si kecil secara eksklusif, meskipun memiliki kondisi anemia defisiensi besi.

menyusui saat hamil

Apakah suplemen zat besi diperlukan jika ibu menyusui?

Jika Anda mengalami anemia selama kehamilan, tanyakan kepada dokter kesehatan Anda apakah perlu terus mengonsumsi suplemen zat besi saat menyusui. Suplemen zat besi umumnya sangat aman dikonsumsi saat Anda sedang menyusui.

Untuk wanita menyusui, dosis yang direkomendasikan untuk zat besi adalah 9 miligram per hari. Jika Anda kehilangan banyak darah melalui perdarahan setelah melahirkan, Anda mungkin disarankan untuk memeriksa tingkat hemoglobin Anda. Tes ini menilai tingkat keparahan anemia Anda dan apakah Anda masih perlu minum suplemen zat besi.

Apakah bayi Anda membutuhkan suplemen zat besi?

Jika bayi Anda lahir prematur atau memiliki berat lahir rendah, bayi mungkin kekurangan zat besi. Jika ini masalahnya, bayi Anda mungkin butuh tetes zat besi.

Mintalah saran dokter Anda tentang berapa banyak zat besi yang sebaiknya diberikan kepada bayi Anda. Jika Anda memilki anemia, tidak jarang bayi Anda juga akan mengalami anemia juga. Akan tetapi, itu belum tentu terjadi.

Memberi ASI kepada bayi Anda atau suplemen zat besi akan membantu meningkatkan kadar zat besi pada bayi Anda. Namun, sebaiknya memang konsultasikan dulu ke dokter soal masalah apa pun.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Pandemi COVID-19 memang meresahkan semua orang, termasuk ibu menyusui. Lantas, bagaimana dengan ibu yang positif terinfeksi coronavirus tetap menyusui?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 21/04/2020

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
puasa dan perubahan yang terjadi bagi ibu yang baru setelah melahirkan

4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020