Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Sistem kekebalan tubuh bayi masih bergantung dari ibu dan belum terbentuk sempurna. Oleh karenanya, dibutuhkan vaksin untuk mencegah si kecil tertular penyakit. Salah satu jenis vaksinasi atau imunisasi anak yang masuk ke dalam rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah rotavirus. Apa itu vaksin rotavirus dan mengapa penting diberikan pada si kecil? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu vaksin rotavirus?

efek samping imunisasi dpt

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi rotavirus berfungsi untuk mencegah diare yang diakibatkan rotavirus. Namanya mungkin terdengar asing, tapi rotavirus termasuk salah satu jenis virus yang menyebabkan infeksi saluran pada sistem pencernaan.

Lebih lanjut IDAI menjelaskan bahwa diare pada anak disebabkan oleh infeksi dan 60-70 persen disebabkan oleh rotavirus. Virus yang satu ini menyebar dengan sangat mudah di kalangan bayi dan anak-anak.

Penyakit rotavirus menyebabkan diare parah, muntah demam, dan sakit perut. Bahkan WHO menyebutkan, anak-anak yang menderita penyakit rotavirus bisa mengalami dehidrasi dan kemungkinan perlu dirawat di rumah sakit.

Data dari WHO menyebutkan bahwa pada 2013, sekitar 215 ribu anak-anak di bawah 5 tahun meninggal setiap tahun akibat infeksi rotavirus. Kondisi tersebut bisa dicegah dengan pemberian vaksin rotavirus yang bisa dimulai sejak bayi usia 6 minggu.

WHO juga merekomendasikan imunisasi rotavirus masuk ke dalam program imunisasi nasional, terutama pada negara-negara Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika. 

Bagaimana cara kerja vaksin rotavirus?

bayi tidur setelah imunisasi

WHO menyarankan pemberian vaksin rotavirus dimulai saat bayi berusia 6 minggu bersamaan dengan vaksin DPT. Apakah kedua vaksin ini aman dilakukan bersamaan?

Keduanya memiliki risiko intususepsi (sebagian usus melipat) yang sangat rendah hanya 6 dari 100 ribu imunisasi. Ini yang membuat vaksin rotavirus tetap aman diberikan bersamaan dengan vaksin hepatitis B, DPT (difteri, pertusis, dan tetanus), dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV).

Ada dua jenis vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia yaitu:

Rotateq

Jenis imunisasi rotavirus ini diberikan sebanyak 3 kali. Pertama saat bayi usia 6-14 minggu dan pemberian kedua 4-8 minggu setelah pemberian pertama. Untuk pemberian ketiga, diberikan maksimal pada usia 8 bulan.

Harga vaksin rotavirus jenis rotateq berkisar dari Rp 280.000- Rp 320.000.

Rotarix

Jenis imunisasi rotavirus berikutnya adalah rotarix yang diberikan dua kali. Pertama pada bayi usia 10 minggu dan kedua saat bayi usia 14 minggu.

Vaksin rotarix maksimal diberikan pada usia 6 bulan. Namun kalau pada usia 6-8 bulan bayi belum dapat imunisasi ini, tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

Mengutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), kedua vaksin rotavirus di atas sudah diuji klinis dengan melibatkan ribuan bayi.

Hasilnya, sekitar 9 dari 10 bayi yang mendapatkan vaksin terlindungi dari penyakit rotavirus parah seperti demam, muntah, diare, dan perubahan perilaku.

Sementara itu, sekitar 7 sampai 8 dari 10 anak akan terlindungi dari penyakit rotavirus bila mendapatkan imunisasi ini. Maka, imunisasi rotavirus terbukti aman dan efektif untuk mencegah rotavirus menyebar di tubuh si kecil.

Pasalnya sebelum vaksin tersedia, banyak anak dirawat di rumah sakit karena menderita rotavirus. Sekarang, sangat sedikit anak yang mendapatkan imunisasi rotavirus dirawat di rumah sakit karena penyakit rotavirus. 

Untuk harga vaksin rotavirus tipe rotarix, sekitar Rp 320.000 – Rp360.000.

Siapa yang membutuhkan vaksin rotavirus?

imunisasi polio

Anak-anak sangat rentan terkena penyakit rotavirus, seperti diare parah sehingga mereka yang paling membutuhkan imunisasi ini. Vaksin rotavirus diberikan secara oral ke dalam mulut anak. Berikut jadwal pemberian vaksin yang direkomendasikan oleh IDAI:

  • Usia anak 2 bulan
  • Usia anak 4 bulan
  • Usia anak 6 bulan

Imunisasi rotavirus pertama harus diberikan sebelum bayi berusia 15 minggu dan rangkaian vaksin ini harus sudah lengkap sebelum bayi menginjak usia 8 bulan. 

Apa kondisi yang membuat seseorang menunda vaksin rotavirus?

vaksin rotavirus

Imunisasi rotavirus berfungsi untuk mencegah infeksi dan gangguan pencernaan. Apakah ada kondisi yang membuat anak perlu menunda, bahkan tidak diberikan vaksin rotavirus sama sekali?

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan dalam situs resminya bahwa ada beberapa kondisi yang membuat seseorang perlu menunda pemberian vaksin rotavirus, seperti:

  • Anak memiliki masalah kesehatan
  • Obat-obatan yang dikonsumsi anak
  • Kekhawatiran orangtua terhadap imunisasi

Faktor di atas bisa didiskusikan dengan dokter atau tenaga medis lain, agar anak Anda bisa mendapatkan imunisasi rotavirus ketika kondisi sudah membaik. 

Namun, biasanya dokter tidak menyarankan bayi mendapatkan vaksin rotavirus bila memiliki salah satu dari kondisi di bawah ini:

  • Alergi yang sangat parah terhadap bahan pada vaksin rotavirus sampai mengancam jiwa.
  • Anak menderita intususepsi, gangguan pencernaan yang membuat sebagian usus terlipat dan tersumbat.
  • Anak memiliki Severe Combined Immunodeficiency (SCID), penyakit keturunan yang memengaruhi tubuh dalam melawan infeksi.

Si kecil juga perlu menunda pemberian vaksin rotavirus bila sedang mengalami sakit sedang atau berat (diare atau muntah) sehingga harus menunggu sampai sembuh. 

Kalau sistem kekebalan tubuh bayi terlihat melemah sebelum pemberian vaksin, Anda perlu memeriksakan beberapa hal, seperti:

  • Penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh (HIV/AIDS)
  • Sedang melakukan perawatan dengan obat steroid atau kanker

Berkonsultasi dengan dokter untuk beberapa kondisi khusus si kecil bisa memudahkan tenaga medis dalam mengambil keputusan dalam pemberian vaksin. Maka, sangat penting untuk memberitahu dokter seputar kondisi yang dimiliki anak. 

Apa efek samping vaksin rotavirus?

ciri ciri bayi buta

Sebagian bayi yang mendapatkan imunisasi rotavirus tidak akan mengalami efek samping, tapi terkadang beberapa mengalami efek ringan yang bisa hilang dengan sendirinya. Efek samping imunisasi yang berat sangat jarang terjadi.

Berikut beberapa efek samping yang dialami si kecil setelah mendapatkan imunisasi rotavirus:

Efek samping ringan

Beberapa masalah ringan yang ditimbulkan setelah mendapatkan imunisasi rotavirus adalah:

  • Anak rewel
  • Diare
  • Muntah

Efek imunisasi ini akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari dan tidak berbahaya. Lebih berbahaya bila anak tidak diimunisasi karena sangat rentan terkena penyakit menular.

Efek samping serius

Ada risiko anak akan mengalami intususepsi setelah mendapatkan vaksin rotavirus, tapi ini sangat jarang terjadi.

Intususepsi adalah kondisi penyumbatan usus karena sebagian usus melipat sehingga distribusi makanan dan cairan tersendat. Kondisi ini membutuhkan operasi pembedahan untuk mengobatinya. 

Intususepsi terjadi satu minggu setelah anak menerima vaksin pertama. Meski menyeramkan, efek samping serius ini hanya terjadi 1 kali dari 20 ribu sampai 100 ribu imunisasi pada anak. 

Oleh karenanya, efek ini termasuk ke dalam kategori sangat jarang terjadi.

Selain intususepsi, reaksi alergi yang sangat parah juga bisa terjadi meski sangat jarang. Kemungkinannya hanya 1 banding 1 juta imunisasi dan bisa terjadi dalam beberapa menit atau jam setelah mendapatkan vaksin. 

Kapan harus ke dokter?

vaksin dpt

Anda harus membawa anak ke dokter ketika si kecil mengalami efek samping serius yang mengkhawatirkan. Tanda anak Anda mengalami intususepsi adalah si kecil menangis tidak berhenti bersamaan dengan sakit perut.

Tanda bayi mengalami sakit perut yaitu menarik kaki, menekuk, dan menempelkan ke dada. 

Tanda-tanda alergi parah yang membahayakan juga perlu ditangani langsung ke dokter, seperti:

  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan di wajah dan tenggorokan
  • Kesulitan bernapas

Kondisi ini akan dimulai beberapa menit sampai jam setelah anak mendapatkan imunisasi. Bila mengalami ini, segera hubungi dokter. Bila kesulitan, Anda bisa langsung membawa si kecil ke rumah sakit.

Sesampainya di sana, beritahu petugas medis bahwa anak baru mendapatkan vaksin rotavirus. Ini akan memudahkan dokter dalam mengenali masalah yang terjadi pada anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Hati-hati. Cacar air paling mudah menular pada anak kecil dan orang dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksin lewat program imunisasi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 24/05/2020 . 8 menit baca

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Vaksin konvensional tak cukup efektif mencegah penularan berbagai penyakit baru. Vaksinasi modern kini mengandalkan teknologi vaksin terbaru, yakni mRNA.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/05/2020 . 4 menit baca

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Bayi prematur cenderung lemah dengan berat badan rendah. Apakah bayi prematur perlu mendapat imunisasi? Kapan imunisasi tersebut dapat dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 02/05/2020 . 8 menit baca

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Direkomendasikan untuk Anda

mutasi coronavirus

Mutasi Bikin Coronavirus Lebih Mudah Menular? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
tinggi anak, tumbuh kembang anak pandemi

Pentingnya Mengontrol Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 4 menit baca
jenis imunisasi

Jenis Imunisasi yang Perlu Diberikan pada Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 11 menit baca
jadwal imunisasi anak bayi

Ini Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Usia 0-18 Tahun yang Tidak Boleh Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 12 menit baca