Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Rotavirus, Penyebab Diare Kronis yang Berisiko Mengancam Jiwa Anak

Rotavirus, Penyebab Diare Kronis yang Berisiko Mengancam Jiwa Anak

Kata rotavirus mungkin masih terdengar asing di telinga. Ya, tak banyak yang tahu bahwa rotavirus adalah salah satu jenis virus yang bisa menyebabkan infeksi saluran cerna, termasuk pada anak dan bayi.

Sebab nyatanya, rotavirus menjadi penyebab utama dari kejadian diare pada anak.

Bahkan, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, diare karena virus ini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian anak di Indonesia.

Memang, infeksi ini bisa mematikan, maka itu Kementerian Kesehatan menyarankan orangtua untuk memberikan bayinya vaksin rotavirus. Berikut penjelasan lengkap seputar infeksi virus ini.

Rotavirus adalah virus yang mudah menular dan berbahaya

membunuh virus dalam tubuh

Melansir dari laman CDC, rotavirus adalah virus menular yang dapat menyebabkan radang lambung dan usus.

Virus ini sangat mudah menular terutama pada anak-anak sehingga menimbulkan diare, mual, demam, sakit perut, dan dehidrasi.

Kebanyakan, virus penyebab diare ini menginfeksi bayi dan anak yang usianya kurang dari 3 tahun.

Meski begitu, siapa saja bisa terkena infeksi rotavirus, termasuk orang dewasa.

Namun bedanya, gejala yang terjadi pada orang dewasa tidak separah anak-anak.

Sayangnya, mengatasi diare pada anak akibat infeksi rotavirus tidak bisa dengan obat. Bahkan, anak yang sudah mendapatkan vaksin masih mungkin mengalami infeksi.

Akan tetapi, anak yang sudah vaksin akan mengalami gejala jauh lebih ringan ketimbang yang tidak vaksin sama sekali.

Proses infeksi rotavirus menyebar

latihan menggunakan toilet

Perlu Anda ingat bahwa rotavirus adalah penyebab penyakit infeksi yang mudah sekali menyebar dan menular.

Pada awalnya, virus ini terdapat pada feses orang yang sudah terinfeksi.

Meski saat itu orang tersebut belum merasakan gejala apa pun, biasanya ia sudah bisa menularkan ke orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Nah, supaya tidak menular ke mana-mana, Anda harus selalu menjaga kebersihan diri.

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari kamar mandi atau sebelum makan, nyatanya bisa memutus penyebaran diare rotavirus ini.

Sayangnya, banyak orang yang mengabaikan kebiasaan mencuci tangan. Padahal setelah membersihkan kotoran, virus bisa saja menempel di tangan.

Dari tangan, virus akan berpindah barang atau tempat yang anak sentuh. Nah, dari situ awal mula penyebarannya.

Infeksi rotavirus mudah menular bila anak melakukan hal berikut.

  • Tidak mencuci tangan dengan sabun kemudian menyentuh mulut setelah dari kamar mandi.
  • Memegang benda yang sudah terkontaminasi, kemudian tangan masuk ke dalam mulut.
  • Makan makanan yang sudah terkontaminasi virus.

Oleh karena penyebarannya yang sangat mudah, sebenarnya bisa saja rotavirus bisa ada di mana-mana, seperti:

  • alat tulis,
  • makanan,
  • permukaan bak cuci piring dan meja dapur,
  • mainan,
  • ponsel,
  • alat masak, dan
  • air.

Tanda dan gejala infeksi rotavirus pada anak

saat bayi menangis

Gejala dari infeksi rotavirus pada anak bisa muncul dalam waktu 2 hari setelah terkena virus.

Gejala yang paling umum adalah diare yang parah pada anak dan bisa terjadi selama 3-8 hari.

Selain itu, beberapa kondisi lain yang mungkin muncul ketika infeksi rotavirus terjadi pada anak dan bayi adalah:

  • muntah,
  • nafsu makan menurun,
  • diare berair dan menyemprot 10 kali per hari,
  • feses berdarah,
  • terasa sangat lelah,
  • demam,
  • dehidrasi (kehilangan banyak cairan tubuh), dan
  • nyeri perut.

Orang dewasa juga bisa mengalami gejala tersebut tetapi dalam tingkat yang jauh lebih ringan.

Bahkan, dalam beberapa kasus infeksi pada orang dewasa, tidak ada gejala yang muncul saat itu.

Pengobatan infeksi rotavirus pada anak

Pada dasarnya, tidak ada obat yang spesifik mengobati infeksi ini.

Namun, dokter mungkin akan mengobati berdasarkan gejala yang muncul, misalnya, diare menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi.

Nah, karena balita, anak-anak, dan orang tua rentan mengalami dehidrasi, dokter akan mengatasi dan mencegah hal-hal ini terjadi.

Oleh karena itu, selain obat, salah satu penanganan rotavirus adalah minum oralit yang tidak bisa tergantikan dengan obat.

Jika dehidrasi yang terjadi sudah parah, anak membutuhkan asupan cairan secara langsung ke pembuluh darah vena melalui infus.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Learn more about Rotavirus. (2021). Retrieved 11 October 2021, from https://www.cdc.gov/rotavirus/index.html

IDAI | Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian III). (2021). Retrieved 11 October 2021, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii

Transmission of Rotavirus | CDC. (2021). Retrieved 11 October 2021, from https://www.cdc.gov/rotavirus/about/transmission.html

Learn more about Rotavirus Symptoms. (2021). Retrieved 11 October 2021, from https://www.cdc.gov/rotavirus/about/symptoms.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 18/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Sp.A