Gejala Meningitis Pada Anak & Bayi yang Perlu Anda Perhatikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Meningitis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada selaput otak (meninges). Perlu diketahui bahwa bayi dan balita adalah kelompok yang paling rentan mengalami meningitis. Pasalnya lebih dari 50 persen kasus meningitis terjadi pada kelompok ini. Selain penyebab, apa saja gejala meningitis pada anak termasuk bayi? Simak penjelasannya!

Apa saja gejala meningitis pada anak?

gejala meningitis pada anak

Dikutip dari Stanford Children’s Health, gejala meningitis pada bayi dan anak bisa berbeda-beda tergantung pada usia dan penyebabnya.

Perlu diketahui pula bahwa gejala meningitis pada anak awalnya memang tidak terlihat mengkhawatirkan.

Beberapa anak mungkin hanya terlihat mengalami flu, terlihat lelah, dan lebih rewel.

Namun setelah itu, meningitis bisa berkembang secara tiba-tiba sekaligus menjadi serius dengan cepat. Berbagai gejala kemudian akan bermunculan.

Infeksi yang menyebabkan meningitis biasanya dimulai dari saluran pernapasan. Pada anak, setelah flu ia akan mengalami infeksi pada sinus serta telinga.

Gejala meningitis pada bayi yang umum terjadi adalah:

  • Menjadi lebih rewel dari biasanya
  • Demam
  • Lebih banyak tidur
  • Sulit untuk mengonsumsi ASI
  • Tangisan lebih kencang
  • Terdapat ruam serta bercak berwarna ungu
  • Mengalami kejang dan muntah
  • Bintik-bintik lembut yang menonjol di kepala (fontanel)

Gejala meningitis pada anak di atas satu tahun:

  • Sakit leher dan sakit punggung
  • Sakit kepala
  • Lebih mudah mengantuk
  • Mudah rewel dan cepat marah
  • Demam dan tingkat kesadaran berkurang
  • Mata sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Kejang, mual, dan muntah
  • Terdapat ruam dan bercak keunguan
  • Tingkat kesadaran perlahan berkurang

Jika Anda sudah melihat demam pada anak, ia mulai terlihat sakit, dan mengalami ruam, segera cari perawatan medis.

Diagnosis meningitis pada anak terbilang sulit karena gejala meningitis pada anak sering muncul secara tiba-tiba dan mirip dengan penyakit lainnya.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan orangtua mengenai gejala meningitis pada anak:

  • Jangan menunggu pergi ke dokter hingga muncul ruam pada kulit
  • Tidak semua anak atau bayi mengalami keseluruhan gejala
  • Komplikasi infeksi bisa terjadi dengan atau tanpa meningitis
  • Percaya pada insting Anda agar bertindak cepat

Ketika dokter mencurigai anak Anda terkena meningitis, maka dokter akan melakukan  CT scan, pemeriksaan darah, tes urine, dan pungsi lumbal.

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan bakteri di cairan otak anak.

Penyakit ini harus ditangani segera, jika tidak akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Beberapa masalah kesehatan yang berujung pada komplikasi akibat meningitis adalah:

  • Hilangnya fungsi pendengaran
  • Perkembangan yang terlambat
  • Kerusakan otak
  • Gagal ginjal
  • Mengalami kejang
  • Kematian

Penyebab meningitis pada anak

Penyebab yang membuat gejala meningitis terjadi pada anak adalah adanya infeksi dari bakter, virus, jamur, atau parasit.

Infeksi ini berpindah ke cairan tulang belakang serebral (CSF). Sedangkan CSF merupakan cairan yan melindungi otak dan sumsum tulang belakang.

Bakteri meningitis biasanya lebih berbahaya dibandingkan dengan virus meningitis.

Akan tetapi, apabila gejala meningitis pada anak mulai terlihat, apa pun penyebabnya tetap membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin.

Beberapa jenis penyebab meningitis dapat menyebar seperti kebayakan penyakit infeksi pada anak. Yaitu melalui sentuhan benda, batuk, bersin dari orang yang terinfeksi.

Beberapa virus yang bisa menimbulkan meningitis

  • Non-polio enteroviruses. Virus ini paling sering menyebar melalui kontak dengan kotoran, ludah, atau ingus dari hidung.
  • Virus influenza. Virus menyebar melalui batuk, bersin, dan kontak dengan orang yang sedang terinfeksi influenza.
  • Virus herpes simplex (HSV). Seseorang dapat menyebarkan HSV ke anak bahkan bayi baru lahir.
  • Virus varicella-zoster. Virus ini sangat menular dan menyebabkan cacar dan ruam.
  • Campak dan gondong. Virus dari penyakit ini sangat menular dan bisa menyebar sewaktu berbicara, batuk, bersin.

Beberapa bakteri penyebab meningitis

  • Streptococcus grup B. Ini ditularkan dari ibu ke bayi yang baru lahir.
  • Escherichia coli. Bakteri ini juga menyebar dari ibu ke bayi selama persalinan jika terkontaminasi bakteri ini dari makanan.
  • Streptococcus pneumoniae dan Hemophilus influenzae tipe b. Bakteri ini umumnya menyebar melalui batuk dan bersin.
  • Listeria monocytogenesis menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
  • Neisseria meningitidis. Bakteri ini bisa menyebar melalui air liur orang dewasa ke bayi.

Adakah pencegahan yang bisa dilakukan?

Dibandingkan dengan penyakit lainnya, meningitis adalah penyakit yang jarang terjadi.

Meski begitu, penyakit ini dapat menyebabkan infeksi serius pada otak, sumsum tulang belakang, dan darah penderitanya.

Tidak hanya itu saja, infeksi akan cepat berkembang menjadi sangat berbahaya, bahkan dapat mematikan hanya dalam beberapa jam saja.

Maka dari itu, sebagai orangtua perlu mengetahui gejala meningitis serta melakukan pencegahan seperti tidak melewatkan pemberian vaksin pada anak.

Vaksin untuk mencegah gejala meningitis

Centers for Disease, Control, & Prevention merekomendasikan vaksin MenACWY pada bayi yang berusia 2 hingga 10 bulan.

Sedangkan pada anak berusia 10 tahun ke atas, CDC merekomendasikan pemberian vaksin MenB.

Lalu, untuk mencegah gejala meningitis pada anak remaja usia 11 hingga 12 tahun, CDC merekomendasikan vaksin MenACYW.

Kemudian, melakukan vaksinasi tambahan (booster) pada usia 16 tahun.

Di Indonesia, vaksin meningitis tidak masuk dalam daftar 5 imunisasi wajib untuk anak.

Pasalnya, salah satu imunisasi wajib tersebut seperti imunisasi DPT dapat memberikan perlindungan bagi bayi maupun anak.

Yaitu, perlindungan dari bakteri Haemophylus influeza tipe B (HiB) yang merupakan satu dari beberapa penyebab meningitis.

Namun, sebelum melakukan vaksin sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Ada beberapa kondisi yang membuat anak atau bayi tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin.

Selain melakukan vaksin lengkap, penting juga untuk selalu menjaga kebersihan anak sebagai cara mencegah penyebaran virus.

Hal di bawah ini dapat mencegah penyebaran serta gejala meningitis pada anak, seperti:

  • Cuci tangan dengan benar dan sering setelah melakukan hal apapun. Ajari pula anak untuk mencuci tangan dengan benar.
  • Hindari berbagi minuman, makanan, alat makan, sikat gigi dengan bayi.
  • Bersihkan permukaan mainan anak dan barang lainnya dengan desinfektan.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Bayi 2 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 2 minggu. Bagaimana perkembangan bayi 2 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 2 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Perkembangan Bayi 1 Minggu

Bayi Anda kini sudah memasuki usia 1 minggu. Apa saja perkembangan bayi 1 minggu? Cari tahu kemampuan si kecil ketika berusia 1 minggu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Tahap Demi Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-11 Bulan

Satu tahun pertama merupakan masa tumbuh kembang yang paling penting. Yuk, simak tahap perkembangan bayi dari baru lahir hingga berusia 11 bulan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 6 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit

Cara Membersihkan Badan Bayi dari Kepala, Tali Pusat, Sampai Organ Intim

Kebanyakan orangtua baru bingung bagaimana cara membersihkan badan bayi. Berikut panduannya, mulai dari kepala, tali pusat, sampai organ intim si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi prematur bertahan hidup

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit
minum antibiotik saat hamil

Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
cara pijat bayi

Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
bayi baru lahir

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit