Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Anak dengan Kanker Ovarium Akan Sulit Memiliki Keturunan?

Apakah Anak dengan Kanker Ovarium Akan Sulit Memiliki Keturunan?

Ada berbagai masalah kesehatan yang bisa menyerang organ reproduksi wanita, salah satunya yakni kanker ovarium. Peluang seorang wanita untuk terkena kanker ovarium akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia, terlebih jika sebelumnya pernah memiliki riwayat kehamilan. Namun bagaimana bila hal ini diderita oleh anak-anak? Apakah kanker ovarium pada anak perempuan bisa menyebabkan ia sulit memiliki keturunan?

Apakah kanker ovarium pada anak perempuan bisa terjadi?

Dilansir dari laman Healthline, American Cancer Sosiety (ACS) menyatakan bahwa kanker ovarium sangat jarang terjadi pada perempuan dengan usia di bawah 40 tahun. Bahkan sebanyak 50 persen kasus kanker ovarium terjadi pada wanita berusia 63 tahun atau lebih. Meskipun sebagian besar penderitanya merupakan wanita setelah melewati usia subur, bukan berarti penyakit ini tidak bisa diderita oleh anak perempuan.

National Cancer Institute (NCI) melaporkan ada sekitar 1,3 persen kasus kanker ovarium yang diderita oleh anak perempuan. Rentang usia biasanya kurang dari 20 tahun, dengan sekitar 0,1 persen di antaranya berisiko meninggal dunia.

Anak perempuan yang cenderung belum memiliki organ reproduksi yang matang, tidak kalah berisiko untuk terkena kanker ovarium. Apalagi jika memiliki riwayat anggota keluarga yang menderita penyakit ini.

Misalnya anak perempuan yang lahir dari seorang ibu yang menderita kanker ovarium. Kemungkinannya untuk menderita kanker ovarium akan lebih tinggi dibandingkan anak perempuan lainnya.

Jadi, hal ini membuktikan bahwa usia dan riwayat reproduksi bukanlah satu-satunya faktor risiko untuk menderita kanker ovarium. Selain karena riwayat keluarga, faktor lain yang meningkatkan risiko anak perempuan terkena kanker ovarium yaitu:

Genetika

Beberapa mutasi gen dari ayah dan ibu secara signifikan mampu meningkatkan risiko seorang anak perempuan untuk menderita kanker ovarium. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian dari Roswell Park Comprehensive Cancer Center di New York.

Hasilnya menyebutkan bahwa ayah dapat mewariskan mutasi genetik melalui kromosom X-nya, yang dapat meningkatkan risiko kanker ovarium pada anak perempuannya.

Obesitas

Anak perempuan yang memiliki status gizi oebsitas atau kelebihan berat badan, lebih berisiko terserang kanker ovarium dibandingkan teman-teman seusianya yang berat badannya normal.

Kanker ovarium pada anak perempuan memang memiliki faktor risiko yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kanker ovarium yang menyerang wanita dewasa. Pasalnya, ada beberapa hal lain yang meningkatkan risiko wanita dewasa terserang kanker ovarium.

Contohnya konsumsi pil kontrasepsi, konsumsi obat kesuburan, riwayat menderita kanker payudara, dan menderita endometriosis. Sementara faktor-faktor tersebut belum terjadi di usia anak perempuan.

Apa penanganan yang tepat untuk kanker ovarium yang menyerang anak-anak?

Pengobatan untuk kanker ovarium pada anak perempuan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan wanita dewasa, yang meliputi:

  • Operasi. Dalam banyak kasus, operasi sering kali menjadi pilihan pertama untuk mengangkat sel kanker pada ovarium. Tingkatan operasi bisa berbeda-beda tergantung dari stadium kanker.
  • Kemoterapi . Biasanya prosedur ini dipilih bila sel kanker tidak bisa disingkirkan dengan proses operasi. Kemoterapi mengharuskan penggunakan zat kimia atau obat-obatan tertentu guna menghancurkan sel-sel kanker.
  • Terapi hormon, bisa dipilih sebagai rencana perawatan lainnya untuk mencegah hormon estrogen mencapai sel kanker. Cara ini berguna untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker.
  • Terapi radiasi adalah prosedur pengobatan yang paling jarang digunakan dalam penanganan kanker ovarium. Cara ini bisa digunakan bila terdapat “jejak kecil” kanker di sistem reproduksi ataupun untuk mengobati gejala kanker stadium lanjut.

Efek pengobatan kanker ovarium bisa mengakibatkan kehilangan satu atau dua indung telur (ovarium). Hal ini bisa memengaruhi kemungkinan anak untuk hamil di masa mendatang.

Selain itu, pengobatan dengan kemoterapi diperkirakan bisa berdampak negatif pada sisa ovarium yang tidak terkena kanker. Di sisi lain, juga dapat meningkatkan risiko menopause dini.

Lalu, apakah anak perempuan dengan kanker ovarium sulit untuk memiliki keturunan?

Prof. Andrijono, seorang dokter sub-spesialis Obstetri dan Ginekologi Onkolgi Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan FKUI, sekaligus Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), menjelaskannya.

Menurutnya, jika kanker ovarium menyerang kedua indung telur maka harus dilakukan operasi pengangkatan kedua indung telur tersebut. Itu sebabnya, anak perempuan akan sulit untuk memiliki keturunan.

Namun, bila sel kanker hanya menyerang salah satu ovarium, masih ada peluang untuk hamil dengan satu ovarium lainnya yang masih berfungsi baik. Dengan catatan, jika kanker hanya menyerang satu ovarium saja, proses kemoterapi harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak melumpuhkan kerja ovarium yang masih aktif.

Untuk mengetahui perkembangan dari organ reproduksi si kecil, sebaiknya lakukan pemeriksaan rutin setelah melewati pengobatan kanker ovarium. Hal ini akan menurunkan risiko berbagai masalah reproduksi yang bisa terjadi pada anak saat dewasa kelak.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Link Between Ovarian Cancer and Age. https://www.healthline.com/health/cancer/ovarian-cancer-and-age Diakses pada 26 Maret 2018.

Ovarian Cancer in Pregnancy. https://www.healthline.com/health/cancer/ovarian-cancer-pregnancy#fertility-in-the-future Diakses pada 26 Maret 2018.

How Do You Get Ovarian Cancer? https://www.medicalnewstoday.com/articles/159675.php

Dengan Satu Indung Telur, Pasien Kanker Ovarium Masih Bisa Hamil. http://www.beritasatu.com/kesehatan/272427-dengan-satu-indung-telur-pasien-kanker-ovarium-masih-bisa-hamil.html Diakses pada 26 maret 2018.

Daughters Can Inherit Ovarian Cancer Risk from Their Fathers. https://www.healthline.com/health-news/daughters-inherit-ovarian-cancer-risk-from-fathers#1 Diakses pada 26 Maret 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum