Rabun Jauh (Miopi)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu miopi (rabun jauh)?

Miopi atau rabun jauh adalah gangguan pada mata yang menyebabkan Anda tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh dengan jelas.

Kondisi ini juga dikenal dengan mata minus. Gejala miopi yang paling sering dirasakan misalnya penglihatan buram, kesulitan membaca tulisan dari jauh, dan sakit kepala. 

Rabun jauh dapat berkembang secara perlahan atau dengan cepat. Sering kali gangguan penglihatan miopi ini mulai dirasakan sejak masa kanak-kanak dan kemudian semakin memburuk hingga dewasa.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Mata minus sangat umum terjadi. Miopi biasanya mulai muncul saat umur 8-12 tahun, tapi dapat muncul pada usia berapa pun. Rabun jauh bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor yang meningkatkan seseorang mengalami mata minus. 

Apa saja jenis miopi?

Menurut American Academy of Opthalmology berdasarkan penyebabnya miopi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Miopi tinggi

Miopi tinggi adalah bentuk rabun jauh dengan kondisi yang lebih parah di mana bola mata menjadi lebih panjang dari ukuran normal. Jika mata minus ini sudah dialami sejak kecil, kondisi ini dapat membaik pada umum 20-30 tahun. 

Selain membuat Anda sulit melihat benda berjarak jauh, kondisi ini juga meningkatkan risiko Anda terkena kondisi lain, seperti retina robek, katarak, dan glaukoma

2. Miopi degeneratif

Kondisi yang disebut juga dengan miopi ganas ini adalah jenis rabun jauh langka yang biasanya diwariskan dari orangtua. Pada kondisi ini, bola mata memanjang dengan sangat cepat dan menyebabkan rabun jauh parah, yang biasanya terjadi pada remaja atau orang dewasa awal. 

Jenis rabun jauh ini bisa semakin parah seiring bertambahnya usia. Selain kesulitan melihat benda berjarak jauh, Anda juga berisiko tinggi mengalami komplikasi miopi seperti retina lepas, pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada mata (neovaskularisasi koroid), dan glaukoma. 

Gejala

Apa saja tanda dan gejala miopi (rabun jauh)?

Ciri-ciri dari rabun jauh secara umum adalah: 

  • Penglihatan buram ketika melihat benda dalam jarak jauh
  • Harus menyipitkan mata atau sebagian menutup kelopak mata untuk melihat dengan jelas
  • Sakit kepala karena mata kelelahan
  • Kesulitan melihat saat berkendara, terutama pada malam hari

Rabun jauh biasanya sudah terdeteksi sejak kecil dan didiagnosis saat usia sekolah hingga remaja. Anak-anak dengan mata minus mungkin merasakan gejala di bawah ini:

  • Terus-menerus menyipitkan mata
  • Harus duduk lebih dekat dengan televisi, layar lebar, atau di depan kelas
  • Tampak tidak menyadari adanya benda jauh
  • Mengedipkan mata secara berlebihan
  • Terus menggosok mata

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda mengalami kesulitan melihat sesuatu yang jauh atau kualitas penglihatan Anda menurun, kondisi ini bisa mengganggu keseharian Anda. Anda hendaknya segera memeriksakan mata Anda ke dokter spesialis mata. 

Apabila Anda mengalami beberapa gejala gangguan penglihatan berikut ini, pastikan segera mendapatkan pertolongan medis darurat:

  • Tampak bintik kecil seperti melayang yang mengganggu penglihatan Anda
  • Tampak kilatan cahaya di salah satu atau kedua mata
  • Mengalami serangan cahaya atau bayangan yang menutupi sebagian daerah penglihatan.

Gejala di atas merupakan tanda ablasio retina, salah satu komplikasi miopi. Meskipun demikian, komplikasi ini memang jarang terjadi.

Penyebab

Apa penyebab rabun jauh (miopi)?

Miopi adalah salah satu jenis kelainan refraksi mata. Normalnya, cahaya yang masuk ke mata akan diteruskan kornea dan difokuskan untuk jatuh tepat di retina.

Nah, penyebab mata minus adalah cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan dan jatuh tepat di retina, melainkan di bagian depan retina. Ini terjadi karena jarak antara kornea dan retina yang menjadi terlalu jauh. Akibatnya, objek yang dekat terlihat jelas, sedangkan objek yang jauh tampak buram.

Retina adalah jaringan peka cahaya yang terletak di belakang mata dan bertugas mengantarkan sinyal dari cahaya untuk diproses menjadi gambar oleh otak.

Faktor risiko

Apa faktor risiko penyebab miopi (rabun jauh)?

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko penyebab seseorang memiliki mata minus:

  • Riwayat keluarga
    Kondisi ini cenderung menurun dalam keluarga. Anda lebih berisiko jika salah satu atau kedua orangtua Anda juga memiliki rabun jauh.
  • Kebiasaan membaca yang salah
    Orang yang banyak membaca, menggunakan gadget, dan melakukan pekerjaan di depan komputer lebih berisiko mengalami rabun jauh. Apalagi jika Anda kerap membaca buku dan melihat layar terlalu dekat dan berada di tempat yang kekurangan cahaya.
  • Kondisi lingkungan
    Beberapa penelitian menyebutkan kurangnya waktu untuk beraktivitas di luar rumah bisa meningkatkan risiko miopi. Pasalnya, cahaya di dalam ruangan lebih terbatas dibandingkan di luar.

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin terjadi karena miopi (rabun jauh)?

Ada beberapa hal yang mungkin Anda alami setelah menderita miopi, yaitu:

  • Mengurangi kualitas hidup
    Rabun jauh bisa memengaruhi kualitas hidup Anda. Anda mungkin tak akan bisa melakukan semua aktivitas, sesuai harapan. Keterbatasan penglihatan Anda juga akan mengurangi semangat dalam menjalani hidup sehari-hari.
  • Mata lelah
    Kondisi mata minus mungkin juga menyebabkan lelah pada mata Anda karena berusaha mempertahankan fokus. Ini bisa meningkatkan risiko mata lelah dan sakit kepala.
  • Mengancam keselamatan
    Keselamatan Anda sendiri atau orang lain mungkin akan terganggu jika Anda memiliki masalah penglihatan. Ini bisa menjadi masalah serius jika Anda mengendarai mobil atau mengoperasikan alat berat tanpa bantuan kacamata.
  • Kerugian finansial
    Biaya perbaikan lensa, pemeriksaan mata, dan perawatan medis akan menambah pengeluaran Anda. Terlebih, jika Anda mengalami rabun jauh kronis.
  • Masalah mata lainnya
    Rabun jauh parah akan meningkatkan risiko Anda terkena masalah mata lainnya, seperti retina robek, glaukoma, hingga katarak.Jaringan pada bola mata panjang akan mengembang dan menipis karena air mata, peradangan, pembuluh darah lemah dan gampang berdarah, dan luka.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Anda dapat terdiagnosis mengidap rabun jauh melalui pemeriksaan mata. Dalam pemeriksaan mata lengkap, Anda mungkin harus menjalani serangkaian tes. 

Manfaat pemeriksaan mata adalah untuk mengetahui kemampuan penglihatan Anda serta mengetahui jenis kacamata atau lensa kontak yang tepat.

Salah satu tes yang dilakukan adalah tes visus mata. Tes ini dapat dilakukan di dokter spesialis mata ataupun di optik. Dokter atau petugas akan meminta Anda membaca sebuah bagan yaitu Snellen chart.

Dalam pemeriksaan ini, Anda diminta untuk menyebutkan huruf yang tertera di bagan yang memiliki variasi ukuran. Pemeriksaan akan dilakukan pada kedua mata.

Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati miopi (rabun jauh)?

Untuk mengobati mata minus, Anda harus melatih penglihatan untuk membantu memfokuskan cahaya pada retina yaitu dengan bantuan lensa korektif ataupun melalui operasi refraktif.

1. Menggunakan kacamata atau lensa kontak

Menggunakan lensa korektif dapat membantu Anda mengurangi peningkatan kelengkungan kornea atau panjang mata. Ini mencegah mata minus Anda bertambah parah. 

Anda bisa mencoba kacamata dengan berbagai jenis lensa, seperti bifokal, trifokal, dan kacamata membaca; atau lensa kontak yang langsung dipakai pada mata.

2. Operasi

Bila Anda tidak mau memakai sesuatu yang membantu kondisi rabun jauh Anda, Anda bisa mempertimbangkan operasi mata korektif. Metode ini membantu mengurangi atau bahkan menghilangkan ketergantungan kacamata atau lensa kontak. 

Terdapat 2 metode operasi yang umum dilakukan untuk memperbaiki mata minus, yaitu:

  • Keratektomi fotorefraktif (penggunaan laser untuk menghilangkan lapisan jaringan kornea)
  • Lasik mata

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat mengatasi miopi (rabun jauh)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini dapat Anda lakukan sebagai salah satu cara mengatasi rabun jauh (miopi):

  • Memeriksakan mata secara teratur ke dokter sekalipun merasa baik-baik saja. 
  • Mengendalikan kondisi kesehatan kronis, sepertu diabetes dan hipertensi. 
  • Memakai kacamata antiradiasi untuk melindungi mata dari sinar UV.
  • Mencegah cedera mata, dengan memakai pelindung mata saat menjalani kativitas tertentu. 
  • Mengonsumsi makanan yang baik untuk mata, seperti sayuran hijau dan buah-buahan dan ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti tuna dan salmon. 
  • Berhenti merokok.
  • Menggunakan lensa korektif yang tepat.
  • Mencegah mata lelah dengan mengalihkan pandangan dari komputer, atau saat membaca, setiap 20 menit, selama 20 detik, dan memandang objek lain yang jaraknya 6 meter. 
  • Mengurangi kelelahan mata. Setelah beberapa menit menggunakan komputer atau membaca, Anda harus berpaling sehingga mata dapat rileks.

Jika Anda mengalami kehilangan penglihatan tiba-tiba tanpa merasakan sakit, penglihatan buram atau ganda, segera periksakan diri ke dokter. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yakin Mata Anda Minus? Coba Cek Ciri-Cirinya di Sini

Ketika punya mata minus, semua benda yang posisinya jauh jadi terlihat buram sehingga Anda harus sering memicingkan mata. Apa lagi ciri-ciri mata minus?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 9 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mata Sering Kedutan, Apa Artinya dari Sisi Medis?

Kedutan, di mata kiri, kanan, bagian atas, ataupun bawah sering dikaitkan dengan sebuah pertanda. Namun, apa penyebab mata berkedut secara medis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 8 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Berbagai Penyebab Mata Belekan yang Harus Diwaspadai

Coba perhatikan bagaimana kondisi mata belekan Anda di pagi hari. Apakah kering seperti remah, lengket berserabut warna putih, atau justru hijau kekuningan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Stroke Mata, Ketahui Mulai dari Gejala, Penyebab dan Pengobatannya

Selama ini Anda sudah tahu stroke bisa menyerang otak. Namun, ternyata Anda juga bisa kena serangan stroke mata. Apa itu stroke mata dan apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

10 Tanda Saatnya Anda Periksa ke Dokter Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mata seperti melihat kilatan cahaya

Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya, Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyebab mata minus

Penyebab Mata Minus, dari Genetik hingga Kebiasaan yang Tidak Disadari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
mata kelilipan

Tidak Boleh Sembarangan, Ini Cara Mengatasi Mata Kelilipan yang Benar

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit