Kenali Penyebab dan Sejumlah Faktor Risiko Mata Juling (Strabismus)

    Kenali Penyebab dan Sejumlah Faktor Risiko Mata Juling (Strabismus)

    Penyebab mata juling yang paling utama adalah gangguan pada otot-otot yang menggerakkan bola mata. Akibatnya, kedua mata melihat ke arah yang berbeda. Kondisi ini dapat terjadi karena penyakit bawaan lahir, tetapi bisa juga menimpa pada orang dewasa. Apa saja penyebab mata juling yang perlu Anda perhatikan? Simak penjelasan berikut.

    Apa penyebab utama mata juling?

    Mata midriasis

    Melansir American Academy of Ophthalmology, ada enam otot yang berfungsi untuk menggerakkan mata, ke atas, ke bawah, ke samping, dan sebagainya.

    Kebanyakan mata juling disebabkan oleh kelainan kontrol neuromuskular pada otot-otot tersebut.

    Sayangnya, hingga saat ini, para ahli belum memahami dengan pasti apa yang menyebabkan otot-otot tersebut tidak mampu bekerja sama dengan baik sehingga membuat mata menjadi juling.

    Penyebab mata juling yang tidak diketahui secara pasti atau disebut juga dengan strabismus idiopatik merupakan kondisi yang paling sering terjadi.

    Meski begitu, terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami kondisi ini, misalnya menderita penyakit bawaan lahir atau mengalami cedera pada kepala.

    Apa faktor yang meningkatkan risiko mata juling pada anak?

    mata juling pada bayi

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami mata juling bisa saja karena penyakit bawaan lahir atau karena penyakit yang baru diderita setelah lahir.

    Melansir American Optometric Association, penyebab mata juling (strabismus) pada anak dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.

    1. Riwayat keluarga

    Anak cenderung lebih berisiko mengalami mata juling bila terlahir dari orangtua yang bermata juling atau memiliki saudara yang mengalami kondisi tersebut.

    Jadi, bisa dibilang bahwa faktor keluarga menjadi salah satu penyebab atau risiko mata juling.

    2. Kondisi saat baru lahir

    Anak yang mengalami berat badan rendah atau lahir prematur lebih berisiko mengalami mata juling, terutama bila ia menderita retinopati prematuritas.

    3. Kelainan refraksi mata

    Anak akan lebih berisiko mengalami kondisi ini bila memiliki kelainan refraksi mata yang tidak diperbaiki, misalnya memiliki rabun dekat yang parah tapi tidak mengenakan kacamata.

    4. Memiliki penyakit bawaan

    Beberapa penyakit bawaan lahir dapat berisiko menjadi penyebab mata juling pada anak, seperti sindrom Down, sindrom Moebius, hidrosefalus, cerebral palsy, dan lain sebagainya.

    5. Mengalami kondisi medis yang berpengaruh pada sistem saraf

    Selain penyakit bawaan lahir, kondisi seperti cedera otak, penyakit mata tiroid, kelebihan produksi hormon tiroid, dan fraktur dinding orbita juga berisiko menjadi penyebab mata juling (strabismus).

    6. Menderita penyakit pada mata

    Anak yang memiliki kondisi yang memengaruhi penglihatan, seperti katarak, ptosis parah pada kelopak mata, mata malas (amblyopia), dan bekas luka kornea lebih berisiko menjadi penyebab mata juling.

    Apa faktor yang meningkatkan risiko mata juling pada orang dewasa?

    penyebab mata juling

    Orang dewasa yang memiliki mata juling biasanya telah mengalami kondisi ini sejak masih anak-anak.

    Namun, hal ini juga kemungkinan baru dialami di usia dewasa atau disebut juga dengan adult strabismus. Ini biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan yang memengaruhi otot mata.

    Berikut beberapa faktor yang dicurigai sebagai penyebab mata juling pada orang dewasa.

    1. Penyakit Graves

    Melansir situs American Academy of Ophthalmology, penyakit Graves adalah penyakit autoimun pada kelenjar tiroid sehinga tubuh menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan.

    Produksi hormon tiroid yang berlebihan ini dapat menjadi penyebab masalah pada otot mata sehingga menyebabkan mata juling atau menonjol keluar.

    2. Cedera kepala

    Benturan atau kecelakaan yang menyebabkan cedera pada kepala dapat meningkatkan risiko strabismus pada orang dewasa.

    Ini terjadi bila cedera tersebut menyebabkan kerusakan pada area otak yang mengatur pergerakan mata atau pada struktur mata.

    3. Kerusakan otot mata saat menjalani operasi

    Menurut American Academy of Ophthalmology, beberapa jenis operasi mata bisa saja menimbulkan efek samping seperti kerusakan pada jaringan otot mata.

    Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami mata juling karena masalah pada otot mata tersebut.

    4. Kelainan mata yang tidak dikoreksi

    Kelainan mata seperti hiperopia (rabun dekat) membuat mata Anda perlu ekstra fokus saat melihat benda berjarak dekat. Kondisi ini biasanya sudah terjadi di usia muda.

    Bila kelainan ini dibiarkan bertahun-tahun tanpa bantuan kacamata atau operasi untuk mata rabun, Anda dapat mengalami masalah pada otot mata sehingga membuatnya menjadi juling.

    5. Penyakit stroke

    Melansir My Cleveland Clinic, stroke merupakan faktor penyebab mata juling pada orang dewasa yang paling sering terjadi.

    6. Masalah pada sistem saraf

    Selain stroke, tumor otak atau penyakit lainnya yang memengaruhi sistem saraf juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami mata juling.

    Ini terjadi bila sistem saraf yang dipengaruhi oleh penyakit tersebut mengganggu kontrol tubuh terhadap pergerakan otot mata.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Strabismus (Crossed Eyes): Types, Causes, Symptoms & Treatment. (2019). Retrieved 16 November 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15065-strabismus-crossed-eyes

    Strabismus and Amblyopia | Boston Children’s Hospital. Retrieved 16 November 2021, from https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/s/strabismus-and-amblyopia

    What Is Adult Strabismus?. (2020). Retrieved 16 November 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-strabismus

    Strabismus (crossed eyes). Retrieved 16 November 2021, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/strabismus?sso=y

    Farsightedness: What Is Hyperopia?. (2014). Retrieved 16 November 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/hyperopia-farsightedness

    What Is Graves’ Disease?. (2021). Retrieved 16 November 2021, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-graves-disease

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Nov 23, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto