home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mata Silinder (Astigmatisme)

Mata Silinder (Astigmatisme)
Pengertian |Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis|Pengobatan|Pengobatan di rumah

Pengertian

Apa itu mata silinder (astigmatisme)?

Mata silinder atau astigmatisme adalah kondisi penglihatan kabur dan dapat dialami bersamaan dengan rabun jauh (miopi) ataupun rabun dekat (hipermetropi). Astigmatisme terjadi karena lengkungan kornea atau lensa mata tidak sempurna.

Jika kelainan bentuk lengkungan terjadi pada kornea, Anda mengalami astogmatisme korneal. Sementara, jika yang terdampak adalah bentuk lensa, Anda mengalami astigmatisme lentikular.

Keduanya, sama-sama dapat menyebabkan penglihatan dalam jarak dekat ataupun jauh menjadi buram atau kabur.

Orang dewasa dengan astigmatisme mungkin akan langsung menyadari bahwa penglihatannya tidak normal. Anak-anak dengan kondisi ini kemungkinan tidak sadar mereka memilikinya.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Mata silinder adalah jenis kelainan refraksi mata sangat umum ditemukan. Astigmatisme biasanya diturunkan dan dialami bersamaan dengan kelainan refraksi seperti rabun jauh atau rabun dekat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mata silinder (astigmatisme)?

Tanda-tanda dan gejala mata silinder mungkin akan berbeda pada setiap orang.

Pada astigmatisme ringan, penderitanya mungkin tidak mengalami gangguan penglihatan yang berarti sehingga tidak terganggu. Namun, gejala mata silinder yang paling umum dialami adalah penglihatan yang kabur atau buram dan sakit kepala.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala mata silinder yang perlu diwaspadai:

  • Pandangan mata buram, garis lurus terlihat miring atau berbayang
  • Sulit melihat dalam jarak dekat maupun jauh
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Perlu menyipitkan mata saat melihat
  • Mata tegang
  • Sakit kepala

Anak-anak dengan mata silinder mungkin tidak akan menyadari gejala-gejala di atas. Padahal, kondisi ini bisa saja memengaruhi proses pembelajaran di sekolah. Namun, kondisi ini pada anak bisa dideteksi melalui pemeriksaan mata.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya memeriksakan mata ke dokter bila sudah sering mengalami gejala mata silinder seperti berikut ini:

  • Pandangan mata kabur
  • Mata tegang
  • Sakit kepala

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki pertanyaan atau mengalami gangguan penglihatan tertentu, konsultasikanlah dengan dokter spesialis mata Anda.

Penyebab

Apa penyebab mata silinder (astigmatisme)?

Mata manusia memiliki dua struktur dengan permukaan yang melengkung, yaitu kornea, permukaan bening yang terletak di depan mata, dan lensa, struktur bening di bagian dalam mata yang membantu fokus melihat objek atau benda.

Kedua permukaan lengkung ini berfungsi untuk membiaskan cahaya ke retina sehingga mata bisa melihat dengan jelas.

Nah, saat salah satu dari kornea atau lensa Anda memiliki kelainan bentuk pada lengkungannya, cahaya tidak dapat dibiaskan dengan sempurna ke retina. Akibatnya, mata tidak dapat melihat objek dengan fokus dalam jarak berapa pun. Kondisi inilah yang menyebabkan astigmatisme.

Menurut American Academy of Ophtalmology, kelainan lengkungan pada kornea dan lensa ini bisa disebabkan oleh faktor keturunan, cedera pada mata, atau efek samping dari operasi mata.

Selain itu, penyakit mata tertentu seperti katarak atau kelainan yang menyebabkan penipisan secara menerus pada kornea (keratokonus), juga dapat mengakibatkan astigmatisme.

Tidak seperti pada rabun dekat atau rabun jauh, mata silinder tidak disebabkan oleh kebiasaan membacamembaca, menonton, atau menatap gadget terlalu dekat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mata silinder (astigmatisme)?

Astigmatisme adalah kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai golongan usia. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena astigmatisme.

Berikut adalah faktor-faktor risiko penyebab mata silinder:

  • Riwayat penyakit astigmatisme dalam keluarga
  • Riwayat penyakit mata lainnya dalam keluarga, seperti keratokonus
  • Memiliki luka atau penipisan pada kornea
  • Menderita rabun jauh atau rabun dekat yang parah
  • Pernah menjalani operasi mata, seperti operasi katarak

Mempunyai satu atau beberapa faktor di atas, tidak berarti membuat Anda pasti memiliki astigmatisme. Pada beberapa kasus, penderita gangguan penglihatan ini malah tidak memiliki faktor risiko sama sekali.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis gangguan penglihatan ini?

Dokter akan mendiagnosis penyakit ini melalui pemeriksaan lengkap pada mata. Terdapat beberapa pemeriksaan refraksi mata yang akan dijalankan oleh dokter, yaitu:

1. Tes ketajaman visual

Pada tes ini, dokter akan meminta Anda untuk membaca huruf pada papan untuk menguji penglihatan pada tes ketajaman penglihatan.

2. Tes pembiasan cahaya

Tes yang juga disebut sebagai pemeriksaan refraksi ini dilakukan dengan menggunakan mesin bernama refraktor optikal. Mesin ini memiliki berbagai jenis kaca lensa korektif dengan kekuatan yang bervariasi.

Dokter akan meminta Anda membaca dengan melihat melalui lensa yang berbeda-beda. Tes ini bertujuan agar Anda mendapatkan lensa yang sesuai dengan mata silinder Anda.

3. Tes keratometri

Tes ini dilakukan untuk mengukur kelengkungan kornea. Dokter menggunakan keratometer untuk melihat seberapa jauh lengkungan pada kornea.

Untuk mendeteksi mata silinder pada anak, diharapkan anak melakukan pemeriksaan mata secara rutin yaitu ketika:

  • Di masa-masa awal kelahiran
  • Sebelum memasuki usia sekolah
  • Selama masa sekolah, setiap satu atau dua tahun sekali

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati mata silinder (astigmatisme)?

Terdapat 3 pengobatan untuk mata silinder yang umum dilakukan, yaitu menggunakan kacamata, lensa kontak, ataupun operasi refraktif.

1. Kacamata atau lensa kontak

Menggunakan lensa korektif yang dipasang pada kacamata atau lensa kontak membantu menyesuaikan lengkungan kornea atau lensa yang tidak rata. Dengan begitu, mata bisa melihat objek dengan fokus yang jelas.

Jenis lensa yang digunakan untuk mengatasi astigmatisme adalah lensa silinder. Kekuatan lensa yang diperlukan untuk mengatasi astigmatisme akan ditentukan berdasarkan resep kacamata yang diperoleh dari hasil pemeriksaan mata.

Untuk lensa kontak, jenis lensa lunak seperti torik dapat digunakan untuk mengoreksi kelainan pembiasan untuk setiap jenis astigmatisme. Lensa kontak ini dapat menyesuaikan bentuknya dengan bentuk kornea yang kelengkungannya tidak teratur.

2. Operasi refraktif

Operasi refraktif dapat mengatasi mata silinder dengan memberbaiki bentuk permukaan mata Anda. Metode operasi yang dilakukan untuk mengatasi atstigmatisme di antaranya adalah:

  • Laser-assisted in-situ keratomileusis (LASIK)
  • Laser-assisted subepithelial keratomileusis (LASEK)

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi mata silinder (astigmatisme)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi mata silinder:

  • Istirahatkan mata selama beberapa menit dengan mengalihkan fokus ketika sedang beraktivitas di depan komputer, membaca, atau melakukan aktivitas yang detail.
  • Anda harus memiliki pencahayaan yang baik pada area kerja.
  • Makan makanan yang baik untuk menjaga kesehatan mata, seperti tinggi vitamin A.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Read, S., Vincent, S., & Collins, M. (2014). The visual and functional impacts of astigmatism and its clinical management. Ophthalmic And Physiological Optics, 34(3), 267-294. https://doi.org/10.1111/opo.12128

Boyd, K. (2018). What Is Astigmatism?. American Academy of Ophthalmology. Retrieved 18 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-astigmatism

American Optometric Association. (2020). Astigmatism. Retrieved 18 September 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/astigmatism?sso=y

Mayo Clinic. (2020). Astigmatism – Symptoms and causes. Retrieved 18 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/astigmatism/symptoms-causes/syc-20353835

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Shylma Na'imah
Tanggal diperbarui 22/12/2020
x