Sindrom Hemolitik Uremik pada Anak: Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan

Sindrom Hemolitik Uremik pada Anak: Gejala, Penyebab, hingga Pengobatan

Infeksi sistem pencernaan bisa menyebabkan sejumlah kondisi lainnya. Salah satunya yaitu sindrom hemolitik uremik. Kondisi ini cukup berbahaya jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara mengatasi sindrom ini sehingga tidak bertambah parah dan berakibat fatal. Simak pembahasannya di bawah ini.

Apa itu sindrom hemolitik uremik?

Sindrom hemolitik uremik

Sindrom hemolitik uremik atau hemolytic uremic syndrome (HUS) adalah kondisi ketika pembuluh darah kecil pada ginjal mengalami kerusakan dan peradangan.

Gangguan ini biasanya terjadi ketika ada infeksi pada sistem pencernaan.

Infeksi tersebut menghasilkan zat beracun yang menghancurkan sel-sel darah merah dan menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Setelah proses infeksi dimulai, sel-sel darah merah yang rusak membentuk gumpalan pada pembuluh darah dan mulai menyumbat sistem penyaringan pada ginjal.

Akhirnya, HUS dapat menyebabkan gagal ginjal yang mengancam jiwa. Kondisi ini juga biasanya menimbulkan anemia hemolitik dan trombositopenia.

Meskipun sindrom hemolitik uremik adalah kondisi yang serius, mendapatkan pengobatan tepat waktu dan sesuai dapat memulihkan kebanyakan penderita secara total, terutama bagi anak-anak.

Perlu Anda Ketahui

Semua orang bisa mengalami sindrom hemolitik uremik, tetapi kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 5 tahun.
Penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko yang mungkin anak miliki. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Apa ­tanda dan gejala sindrom hemolitik uremik?

Sindrom hemolitik uremik

Gejala sindrom hemolitik uremik dapat berbeda-beda.

Namun, gejala umumnya berupa gangguan pencernaan, termasuk demam, mual, muntah, nyeri di perut, dan diare yang terkadang dapat disertai darah.

Selain gejala tersebut, beberapa gejala lainnya juga dapat timbul akibat kerusakan pembuluh darah, di antaranya sebagai berikut.

  • Jarang atau sama sekali tidak buang air kecil atau urine kemerahan.
  • Kulit kemerahan, seperti pada pipi dan di bawah kelopak mata.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kelelahan yang sangat parah.
  • Mudah memar.
  • Perdarahan dari hidung dan mulut.
  • Pembengkakan pada tungkai, kaki, dan pergelangan kaki, serta terkadang di wajah, tangan, atau seluruh tubuh.
  • Linglung, kejang, atau stroke.
  • Tekanan darah tinggi.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter Anda segera jika Anda atau anak Anda mengalami gejala yang telah dijelaskan.

Carilah perawatan darurat jika Anda atau anak Anda tidak buang air kecil selama 12 jam atau lebih.

Apa penyebab sindrom hemolitik uremik?

Penyebab sindrom hemolitik uremik yang paling umum adalah salah satu jenis bakteri Escherichia coli (E.coli) yang disebut VTEC (E.coli yang memproduksi verositotoksin).

Bakteri E.coli sebenarnya merupakan bakteri yang normal ditemukan pada saluran pencernaan manusia dan hewan yang sehat. Namun, beberapa jenis bakteri ini bisa menyebabkan bakteri lain, seperti VTEC.

Meski begitu, infeksi saluran pencernaan lain terkadang juga dapat menyebabkan kondisi ini, di antaranya infeksi bakteri pneumokokus, HIV, dan influenza.

Selain itu, beberapa orang yang mendapatkan perawatan medis tertentu atau obat-obatan, seperti quinine sulfat, obat imunosupresan siklosporin, dan beberapa obat kemoterapi, dapat mengalami sindrom ini.

Melansir dari Mayo Clinic, meski terbilang jarang, HUS dapat terjadi akibat dari komplikasi kehamilan.

Pada beberapa kasus, HUS juga dapat terjadi akibat gen yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya.

Anak yang memiliki gen ini tidak selalu mengalami kondisi ini. Namun, bakteri penyebab HUS dapat menjadi aktif saat ada pemicu berupa infeksi, penggunaan obat-obatan, atau kondisi kesehatan tertentu.

Apa faktor risiko sindrom hemolitik uremik?

Karena paling umum disebabkan oleh bakteri E.coli, anak lebih berisiko mengalami sindrom hemolitik uremik bila terpapar bateri ini.

Paparan bakteri dapat terjadi ketika seseorang melakukan hal-hal berikut ini.

  • Mengonsumsi daging atau makanan lainnya yang telah terkontaminasi E.coli.
  • Berenang di kolam atau danau yang terkontaminasi feses.
  • Berinteraksi langsung dengan seseorang yang terinfeksi E.coli.

Mereka yang paling berisiko terkena kondisi ini adalah sebagai berikut.

  • Anak-anak berusia di bawah 5 tahun.
  • Orang dewasa berusia di atas 65 tahun.
  • Orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.
  • Orang yang memiliki perubahan genetik tertentu yang membuat mereka lebih rentan.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan mendiagnosis dari pemeriksaan dan riwayat kesehatan secara teliti, termasuk melakukan tes fisik dan menanyakan gejala yang dialami.

Tes darah, urine, dan mungkin feses kemudian dapat dilakukan. Dokter juga bisa melakukan USG untuk melihat bila ada kerusakan ginjal pada anak.

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi organ. Tes ginjal lainnya juga dapat dilakukan.

Apa saja pilihan pengobatan sindrom hemolitik uremik?

Pengobatan untuk sindrom hemolitik uremik dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.

Minum obat-obatan

Obat-obatan, seperti kortikosteroid dapat digunakan untuk mengatasi gejala yang dialami.

Sementara, jika telah terjadi kerusakan permanen pada ginjal, dokter akan memberikan obat penurun tekanan darah untuk mencegah atau menunda kerusakan yang lebih parah.

Pemberian cairan

Pemberian cairan dan elektrolit tambahan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada anak.

Pertukaran plasma darah

Pertukaran plasma darah terkadang perlu dilakukan untuk membersihkan plasma yang lama dan menggantinya dengan yang baru dari pendonor.

Plasma adalah bagian darah yang berfungsi menopang perputaran sel darah dan trombosit.

Dialisis ginjal

Dialisis ginjal terkadang perlu dilakukan untuk menyaring kotoran dan sisa cairan dari dalam darah.

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk sementara hingga ginjal dapat kembali berfungsi dengan baik.

Namun, jika kerusakan ginjal yang dialamu cukup parah, prosedur ini mungkin perlu dilakukan untuk jangka waktu yang lama.

Transplantasi ginjal

Jika kerusakan ginjal yang dialami anak sudah sangat parah, transplantasi ginjal mungkin perlu dilakukan.

Apa saja perawatan rumahan untuk mengatasi kondisi ini?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu anak mengatasi sindrom uremik hemolitik.

  • Cuci tangan Anda, peralatan dan permukaan makanan secara teratur.
  • Jangan makan daging yang belum matang, terutama daging sapi. Daging harus dimasak dengan suhu setidaknya 70 derajat Celsius atau lebih tinggi.
  • Cucilah buah-buahan dan sayuran di bawah air yang mengalir (bukan cuma direndam).
  • Pastikan air yang diminum bersih.
  • Hindari susu, jus, dan sari buah yang tidak dipasteurisasi.
  • Simpan di dalam kulkas atau buang langsung makanan sisa.
  • Jangan berenang di air yang kotor atau ketika sedang mengalami diare.
  • Bila mengalami muntah atau diare, obat-obatan penambahan cairan tubuh,seperti oralit, dapat digunakan untuk meredakan gejala.

Bila ada pertanyaan, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hemolytic uremic syndrome (HUS) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022). Retrieved 13 May 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemolytic-uremic-syndrome/symptoms-causes/syc-20352399

staff, f. (2022). Hemolytic Uremic Syndrome – familydoctor.org. Retrieved 13 May 2022, from https://familydoctor.org/condition/hemolytic-uremic-syndrome/

Hemolytic Uremic Syndrome. (2022). Retrieved 13 May 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16470-hemolytic-uremic-syndrome#management-and-treatment

Haemolytic uraemic syndrome – Better Health Channel. (2022). Retrieved 13 May 2022, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/haemolytic-uraemic-syndrome#how-hus-is-treated

Encyclopedia, M., & syndrome, H. (2022). Hemolytic-uremic syndrome: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 13 May 2022, from https://medlineplus.gov/ency/article/000510.htm

Hemolytic Uremic Syndrome. (2022). Retrieved 13 May 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hemolytic-uremic-syndrome

Children, H., & Health, N. (2022). Hemolytic Uremic Syndrome in Children | NIDDK. Retrieved 13 May 2022, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/children/hemolytic-uremic-syndrome

Hemolytic Uremic Syndrome (HUS). (2022). Retrieved 13 May 2022, from https://www.kidney.org/atoz/content/hemolytic

Hemolytic Uremic Syndrome (HUS). (2022). Retrieved 13 May 2022, from https://www.health.ny.gov/diseases/communicable/e_coli/fact_sheet.htm#:~:text=What%20is%20hemolytic%20uremic%20syndrome,a%20diarrheal%20infection%20(usually%20E.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui May 25
Ditinjau secara medis oleh dr. S.T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A