home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Memahami Peran ASI dalam Mencegah Malnutrisi pada Anak

Memahami Peran ASI dalam Mencegah Malnutrisi pada Anak

Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai fakta tentang ASI. Selain memperkuat kekebalan tubuh bayi, ASI juga disebut bisa mencegah malnutrisi. Benarkah demikian? Simak penjelasan berikut untuk tahu faktanya.

Apa yang terkandung dalam ASI?

ASI disebut sebagai makanan terbaik untuk bayi.

Bagaimana tidak, susu yang keluar dari payudara ibu ini mengandung sejumlah nutrisi yang bayi butuhkan selama tahun-tahun pertama kehidupannya.

Melansir laman IDAI, ASI merupakan larutan kompleks yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Karbohidrat dalam ASI adalah laktosa.

Laktosa dalam ASI dapat membantu penyerapan kalsium dan fosfor untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran usus bayi.

Bakteri baik dalam usus ini dapat menghambat berbagai mikroorganisme berbahaya yang menjadi sumber penyakit.

Selain laktosa, sekitar 50% energi yang terkandung pada ASI berasal dari lemak. Kandungan lemak yang tinggi bisa bayi dapatkan pada akhir sesi menyusui, yang disebut dengan hindmilk.

Lemak dalam hindmilk bisa menjadi sumber energi serta menambah berat badan bayi.

Oleh karena itu, penting bagi bayi untuk menyusu pada satu payudara ibu sampai habis sebelum berpindah ke payudara di sisi lainnya agar bisa mendapat kandungan lemak yang optimal.

Hal yang juga penting, ASI mengandung protein dalam bentuk whey dan kasein dengan komposisi 70:30. Komposisi ini membuat ASI lebih mudah dicerna oleh bayi.

Bagian dari protein whey yang disebut laktoferin, lisozim, dan sIgA juga berperan dalam pertahanan tubuh bayi.

Peran ini dilakukan bersama dengan kandungan zat aktif lain, termasuk karbohidrat, lemak, ragam vitamin dan mineral, serta nutrisi penting lainnya.

Setelah tahu kandungannya, bagaimana dengan pengaruh ASI dalam mencegah malnutrisi?

Peran ASI dan menyusui dalam mencegah malnutrisi

susu untuk ibu menyusui

Kandungan gizi yang beragam dalam ASI dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi sejak awal kehidupannya.

Artinya, pemberian ASI pada bayi dapat membantu mencegah malnutrisi yang rentan terjadi pada bayi dan anak-anak.

Malnutrisi itu sendiri berarti ketidakseimbangan gizi dalam tubuh. Ini bisa berarti kekurangan atau kelebihan gizi.

Kekurangan gizi pada anak sering dikaitkan dengan kurangnya akses terhadap makanan, baik itu karena kemiskinan, bencana alam, atau tinggal di area konflik.

Hal ini sering ditandai dengan anak yang underweightatau mengalami keterlambatan pertumbuhan.

Sementara kelebihan gizi sering menimbulkan kelebihan berat badan atau obesitas pada anak akibat konsumsi makanan tinggi gula dan lemak yang berlebihan.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Bukan cuma itu, penyakit tertentu juga bisa menyebabkan malnutrisi. Beberapa penyakit disebut dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh hingga menyebabkan penurunan nafsu makan.

Hal yang juga perlu diketahui, International Lactation Consultant Association menyebut, kurangnya menyusui pun sering dikaitkan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan pada anak.

Sebab itulah, menyusui dan ASI sangat berperan dalam mencegah malnutrisi, baik itu kekurangan maupun kelebihan gizi.

Dengan mendapat ASI yang optimal, bayi bisa mendapatkan gizi yang dibutuhkan sesuai porsinya.

Selain itu, ASI dapat memperkuat kekebalan tubuh bayi sehingga lebih mungkin terhindar dari berbagai penyakit yang bisa meningkatkan risiko malnutrisi.

Ini sangat diperlukan karena kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya berkembang begitu dilahirkan.

Perhatikan hal ini saat memberi ASI untuk mencegah malnutrisi

Pemberian ASI memang bisa membantu mencegah malnutrisi.

Namun, ada beberapa hal yang perlu ibu perhatikan agar lebih optimal dalam mencegah kekurangan atau kelebihan gizi tersebut.

1. Pemberian ASI eksklusif

payudara besar sebelah saat menyusui

Bukan sekadar memberikan ASI, ibu perlu menyusui bayi secara optimal agar dapat membantu mencegah malnutrisi tersebut.

Pemberian ASI yang optimal ini perlu dimulai sejak satu jam pertama setelah kelahiran (inisiasi menyusui dini/IMD), berlanjut ke ASI eksklusif selama enam bulan, dan terus menyusui hingga anak berusia dua tahun.

United Nations menyebut, pemberian ASI secara optimal ini bisa memberikan pertahanan yang kuat kepada tubuh bayi sehingga bisa mencegah wasting pada anak hingga obesitas.

2. Bayi mendapatkan ASI yang cukup

Bayi juga harus mendapat ASI yang cukup untuk dapat mencegah malnutrisi.

Melansir IDAI, berikut adalah tanda-tanda bahwa bayi mendapat ASI yang cukup.

  • Produksi ASI berlimpah dengan tanda payudara bertambah besar, berat, lebih hangat, dan sering kali ASI menetes dengan spontan.
  • Bayi menyusu 8-12 kali sehari dengan pelekatan menyusui yang benar dan menghisap secara teratur selama minimal 10 menit pada setiap payudara.
  • Bayi tampak puas setelah menyusu yang sering ditunjukkan dengan bayi tertidur saat menyusu.
  • Buang air kecil bayi lebih dari enam kali sehari dan urine bayi berwarna jernih.
  • Buang air besar bayi lebih dari empat kali sehari, setidaknya sebanyak satu sendok makan saat usia empat hari hingga empat minggu.
  • Warna feses bayi normal, yaitu kekuningan setelah bayi berusia 4-5 hari.
  • Puting payudara terasa sakit pada hari-hari pertama menyusui. Jika terus menerus sakit atau lecet, ini tanda pelekatan bayi yang tidak benar saat menyusui.
  • Berat badan bayi tidak turun lebih dari 10% dibanding berat lahirnya.
  • Berat badan bayi kembali seperti berat lahir pada usia 10-14 hari setelah lahir.

3. Perhatikan nutrisi ibu

Ibu yang mengalami kekurangan nutrisi akan lebih sulit untuk menyusui. Kondisi ini juga akan meningkatkan risiko malnutrisi pada anak.

Oleh karena itu, untuk keberhasilan menyusui, nutrisi ibu menyusui juga perlu diperhatikan. Bahkan, kebutuhan nutrisi ini pun perlu ibu penuhi sejak masa kehamilan.

Pilihlah makanan untuk ibu menyusui yang dapat mendorong produksi ASI. Anda bisa mengonsumsi makanan kaya protein serta berbagai buah-buahan dan sayuran.

Konsumsi ragam makanan dapat membantu ibu menyusui mendapatkan nutrisi yang seimbang dalam ASI untuk mencegah malnutrisi pada bayi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

4 Causes of Malnutrition in Children and What You Can Do About It. Save the Children. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://www.savethechildren.org/us/charity-stories/what-is-malnutrition-in-children

Breastfeeding central to eliminating child malnutrition: Agency chiefs. UN News. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://news.un.org/en/story/2021/08/1096892

Breast-feeding nutrition: Tips for moms. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-nutrition/art-20046912

Fact sheets – Malnutrition. Who.int. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition

IDAI | ASI Sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi. Idai.or.id. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi

Malnutrition – Causes. nhs.uk. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/causes/

Preventing Malnutrition in All its Forms #WBW2018. Lactation Matters. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://lactationmatters.org/2018/08/02/preventing-malnutrition-in-all-its-forms-wbw2018/

Breastmilk Production | Sutter Health. Sutterhealth.org. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://www.sutterhealth.org/health/newborns/breast-milk-production

Lactose overload. Idph.iowa.gov. (2021). Retrieved 22 December 2021, from https://idph.iowa.gov/Portals/1/userfiles/48/Lactose%20overload.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto