Gastroschisis, Kondisi Saat Bagian Dalam Perut Anak Berada di Luar Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apa itu gastroschisis?

Gastroschisis atau gastroskisis merupakan cacat lahir yang terjadi pada anak saat berada di dalam kandungan ibu.

Gastrochisis adalah kondisi saat bagian dalam perut seperti usus berada di luar tubuh akibat pembentukan dinding perut yang tidak sempurna.

Kebanyakan bayi dengan kondisi ini akan lahir secara prematur yaitu, pada usia kandungan 35 minggu atau sebagian besar, diinduksi pada minggu ke-37 karena ada peningkatan risiko.

Dikutip dari CDC, gastroschisis adalah kondisi yang terjadi pada masa awal kehamilan ketika otot yang membentuk perut bayi tidak bekerja dengan benar.

Sebuah lubang membuat usus dan organ lain keluar dari tubuh, umumnya pada sisi kanan pusar.

Hal ini membuat usus terpapar cairan ketuban yang berisiko mengalami iritasi, memendek, memelintir, atau membengkak.

Cacat dinding perut ini terjadi saat bayi tumbuh di dalam rahim.

Setelah bayi baru lahir, operasi perlu dilakukan segera untuk menempatkan organ-organ ke dalam tubuh dan memperbaiki lubang di dinding abdominal (perut).

Meski sudah diperbaiki, bayi dengan kondisi ini kemungkinan akan mengalami masalah saat menyusui, mencerna makanan, dan menyerap nutrisi.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Gastroschisis adalah kondisi bawaan lahir yang tergolong langka. Ini merupakan kelainan yang menyerang bayi laki-laki maupun perempuan.

Estimasi perbandingan gastroschisis ini sekitar 1 banding 1.500 hingga 1 banding 13.000.

Selain itu, kondisi cacat bayi pada bagian perut ini menjadi lebih umum terjadi pada perempuan yang hamil muda atau di bawah usia 20 tahun.

Jika sedang merencanakan kehamilan, Anda dapat mempelajari bagaimana cara mengatasi gastroschisis dengan melakukan pre-test.

Selain itu, Anda juga bisa mendiskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut sebelum kehamilan.

Apa saja tanda dan gejala gastroschisis?

Gastroschisis dapat dikenali dengan mudah, yaitu dengan adanya lubang pada perut sehingga membuat usus bayi berada di luar tubuh.

Bahkan, beberapa area usus ada yang berwarna lebih gelap akibat kontak dengan cairan ketuban di dalam rahim. Apabila usus rusak, anak akan kesulitan mencerna makanan.

Lalu, tali pusar bayi biasanya terlihat, tetapi terdorong ke samping karena kondisi usus yang berada di luar perut.

Mengutip dari Kids Health, bayi yang lahir dengan kondisi gastroschisis umumnya akan cepat kehilangan cairan tubuh dan panas dari usus.

Kondisi tersebut otomatis membuat bayi mengalami beberapa tanda dan gejala lain akibat gastroschisis.

Gejala lainnya yang dapat terlihat pada bayi dengan gastroschisis adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan terlalu banyak air (dehidrasi).
  • Suhu tubuh tergolong rendah (hipotermia).

Hilangnya cukup banyak cairan akibat gastroschisis akan membuat bayi mengalami beragam gejala dehidrasi.

Beberapa gejala tersebut adalah bayi jarang sekali buang air kecil, lebih banyak tidur, tidak terlalu aktif, serta kulit menjadi keriput.

Kemungkinan, masih ada tanda-tanda dan gejala lainnya yang tidak disebutkan di atas.

Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu terkait gastroschisis maupun kondisi lainnya, segera konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Calon ibu harus mengatur pertemuan dengan dokter secara rutin untuk memeriksa kondisi kesehatan bayi dengan kelainan ini.

Apabila setelah tindakan bayi sudah diperbolehkan pulang, Anda harus segera menghubungi dokter jika ia mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Sulit buang air besar.
  • Bermasalah saat makan.
  • Demam.
  • Muntah berwarna hijau atau kekuningan.
  • Bengkak di daerah perut.
  • Muntah (berbeda dengan gumoh biasa).
  • Perubahan perilaku yang mengkhawatirkan.

Selalu konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan terbaik terkait kondisi kesehatan buah hati Anda.

Apa penyebab dari gastroschisis?

Selama bayi tumbuh dan berkembang di dalam kandungan, beberapa organ tubuhnya akan bergerak melalui lubang di dinding tubuh.

Organ-organ tersebut kemudian akan keluar dari perut dan masuk kembali melalui tali pusat. Anda tak perlu khawatir karena hal ini normal terjadi selama bayi berada di dalam kandungan.

Nantinya, organ-organ yang sudah masuk kembali ke dalam perut bayi akan berada dalam posisi tetutup.

Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku pada bayi yang mengalami gastroschisis.

Alih-alih masuk kembali, organ tubuh bayi justru tetap berada di bagian luar perut dengan lubang pada dinding tubuh yang tetap terbuka.

Sejauh ini belum dapat diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab terjadi gastroschisis. Namun, gastroschisis bisa jadi adalah penyebab dari kondisi kesehatan lainnya.

Kondisi ini dapat terjadi akibat dari perubahan atau kombinasi dari hormon maupun gen (kromosom) pada bayi.

Gastroschisis ini juga dapat disebabkan oleh kontak ibu dengan faktor lingkungan, makanan atau minuman yang dikonsumsi, obat-obatan, dan lain-lain.

Apa yang meningkatkan risiko bayi mengalami gastroschisis?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), beberapa faktor risiko terjadinya gastroschisis adalah sebagai berikut:

Hamil di usia terlalu muda

Ibu yang sedang hamil di usia muda, seperti kurang dari 20 tahun, memiliki risiko lebih tinggi mengandung bayi dengan gastroschisis ketimbang hamil di usia yang lebih tua.

Merokok dan minum alkohol saat hamil

Ibu hamil yang minum alkoholmerokok saat hamil, maupun melakukan kedua hal tersebut berpeluang lebih besar untuk memiliki bayi dengan kondisi ini.

Mengingat begitu besar dampak gastroschisis pada ibu hamil, penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.

Cara tersebut akan membantu meningkatkan peluang Anda untuk memiliki kehamilan serta bayi yang sehat.

Apa komplikasi yang mungkin terjadi pada kondisi ini?

Melansir dari laman Medline Plus, sebagian kecil bayi dengan gastroschisis atau sekitar 10% kemungkinan punya beberapa bagian usus yang tidak berkembang di dalam rahim.

Pada kasus ini, usus bayi tidak bekerja dengan normal meski telah dikembalikan ke dalam tubuh.

Tekanan yang meningkat dari isi perut yang salah tempat bisa mengurangi aliran darah ke usus dan ginjal.

Kondisi ini juga membuat bayi kesulitan menggunakan paru-paru karena tidak bisa bekerja dengan baik dan mengakibatkan masalah pernapasan.

Lalu, komplikasi lainnya akibat cacat pada pencernaan adalah nekrosis kematian usus. Ini terjadi karena jaringan usus mati akibat rendahnya aliran darah serta terjadi infeksi.

Ada kemungkinan, risiko ini bisa berkurang ketika anak minum ASI secara teratur.

Bagaimana cara mendiagnosis gastroschisis?

Gastroschisis memang terlihat jelas saat bayi dilahirkan. Namun sebenarnya, kondisi ini dapat didiagnosis lebih awal.

Selama kehamilan, dokter akan melakukan prenatal ultrasound scanning untuk memeriksa gastroschisis.

Hal ini juga membantu ibu dan dokter mendiskusikan serta merencanakan waktu yang tepat untuk melahirkan.

Maka dari itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan serta kesehatan secara rutin.

Selain melakukan USG selama kehamilan, dokter juga dapat menganjurkan beberapa pemeriksaan berikut ini untuk melakukan diagnosis:

1. Penghitungan gerakan janin

Tes penghitungan gerakan janin dapat dimulai saat usia kehamilan 26 minggu.

Biasanya Anda diminta untuk menghitung pergerakan bayi satu kali dalam sehari maksimal selama dua jam.

Bayi setidaknya harus bergerak minimal 10 kali dalam kurun waktu dua jam.

Jika bayi mampu bergerak sebanyak 10 kali hanya dalam waktu 30 menit, tes bisa dikatakan sudah selesai.

Namun, bila si kecil tidak banyak menunjukkan pergerakan, Anda bisa mengulangi tes kembali.

Ada baiknya untuk melakukan tes ini di waktu yang sama setiap harinya dan setelah makan.

2. Tes nonstres dan profil biofisik

Tes nonstres bisa dilakukan sebanyak dua kali seminggu sejak usia kehamilan menginjak 32 minggu.

Sementara pemeriksaan profil biofisik janin juga bisa dilakukan pada usia kehamilan yang sama dengan prosedur seperti menggabungkan hasil tes nonstres dan USG.

Bagaimana cara mengobati gastroschisis?

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Berikut beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi cacat lahir di bagian perut bayi:

1. Perbaikan primer

Begitu bayi sudah lahir, operasi diperlukan untuk menangani usus yang menjulur.

Apabila gastroschisis kecil, dokter dapat melakukan operasi satu kali untuk mengembalikan usus ke dalam perut bayi dan menutup lubang.

Namun, jika gastroschisis terlalu besar, operasi dilakukan dalam beberapa bertahap.

Setelah mengembalikan usus ke dalam perut dan menutup lubang, bayi perlu dilindungi dari infeksi dengan infus dan antibiotik.

Bayi juga akan diberikan asupan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan tubuhnya secara keseluruhan dalam proses perawatan gastroschisis.

2. Perbaikan bertahap

Perbaikan primer tidak mungkin dilakukan jika usus di luar tubuh bayi terlalu besar dan bengkak sehingga perut tidak bisa menampung secara keseluruhan.

Dalam kasus ini, beberapa operasi mungkin dilakukan untuk meletakkan usus dan organ lainnya kembali ke dalam perut.

Langkah ini bisa memakan waktu hingga beberapa hari atau dua minggu. Dengan perbaikan bertahap, kantong plastik diletakkan di sekitar usus dan diikat ke perut.

Setiap hari, kantong plastik itu akan mengencang dan usus didorong ke dalam tubuh dengan lembut.

Ketika usus berhasil diletakkan di dalam perut bayi, kantong plastik disingkirkan dan perut ditutup kembali.

Beberapa bayi mungkin butuh alat bantu pernapasan beberapa hari setelah operasi.

Apakah ada risiko setelah melakukan operasi?

Semua tindakan pembedahan memiliki risiko kecil pendarahan pada saat atau setelah operasi,

Saat operasi, ahli bedah akan meminimalisir perdarahan dengan menyegel pembuluh darah.

Ada pula kemungkinan kerusakan pada struktur perut, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.

Ahli anestesi biasanya merupakan dokter berpengalaman yang terbiasa menangani komplikasi. Butuh waktu beberapa saat untuk menunggu usus bekerja dengan baik.

Kebanyakan bayi pulih dengan baik usai operasi. Waktu pemulihan di rumah sakit termasuk memberikan asupan nutrisi melalui intravena (IV).

Dalam beberapa kasus, bayi akan mengalami kondisi bernama short bowel syndrome (SBS) atau sindrom usus pendek.

Kondisi tersebut ditandai dengan diare, penambahan berat badan yang sangat lambat, serta kekurangan vitamin dan mineral penting.

Apabila mengalami kondisi ini, bayi mungkin memerlukan proses intravena (IV) lebih lama lagi.

Apa saja pencegahan yang dapat dilakukan?

Berikut adalah pencegahan yang dapat membantu mengurangi kemungkinan gastroschisis pada bayi:

  • Melakukan tes untuk memeriksa kesehatan bayi selama kehamilan secara rutin.
  • Hindari hamil di usia yang kurang dari 20 tahun.
  • Hindari konsumsi alkohol dan tembakau.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik saat mengalami masalah di masa kehamilan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanda-Tanda Keguguran yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Keguguran rentan menyerang kehamilan di usia muda atau trimester pertama. Berikut tanda-tanda keguguran yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 17 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Demam anak umumnya mudah ditangani dengan obat penurun panas. Tapi jika demamnya tidak kunjung sembuh setelah minum obat, bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gejala Umum pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pilihan Obat Sembelit yang Aman Diminum Ibu Hamil

Obat sembelit cukup ampuh mengatasi susah BAB. Apa saja obat pencahar yang aman diminum ibu hamil untuk mengatasi sembelit?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
vitamin E untuk kesuburan

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
proses terjadinya kehamilan atau pembuahan

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit