home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Risiko Kesehatan yang Bisa Dialami Jika Hamil di Usia Remaja

Risiko Kesehatan yang Bisa Dialami Jika Hamil di Usia Remaja

Kehamilan membutuhkan kesiapan secara fisik dan mental. Untuk itu, sebaiknya Anda hamil di waktu yang menurut Anda sudah siap untuk hamil. Kehamilan di usia terlalu muda atau terlalu tua dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan Anda dan bayi kelak.

 

Namun, kehamilan di usia remaja sepertinya masih banyak terjadi di dunia, baik yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan. Banyak remaja di usia 15-19 tahun sudah mengalami kehamilan. Berdasarkan WHO, sekitar 16 juta wanita usia 15-19 tahun melahirkan anak setiap tahun, sekitar 11% dari kelahiran di seluruh dunia. Ini merupakan jumlah yang cukup besar dengan risiko yang besar pula.

Apa saja risiko jika hamil di usia remaja?

Hamil di usia remaja dapat meningkatkan risiko kesehatan pada Anda dan bayi Anda. Hal ini karena sebenarnya tubuh Anda belum siap untuk hamil dan melahirkan. Anda yang masih sangat muda masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan, sehingga jika Anda hamil, ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan Anda.

1. Tekanan darah tinggi

Hamil di usia remaja berisiko tinggi memicu tekanan darah tinggi. Selain itu, Anda juga berisiko menderita preeklampsia, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urine, dan tanda kerusakan organ lainnya. Pengobatan harus dilakukan untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi, tetapi hal ini juga dapat mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungan.

2. Anemia

Hamil di usia remaja juga dapat mengakibatkan anemia saat kehamilan. Anemia ini disebabkan karena kekurangan zat besi yang diasup oleh ibu hamil. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini, ibu hamil dianjurkan untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah setidaknya 90 tablet selama kehamilan.

Anemia saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan kesulitan saat melahirkan. Anemia yang sangat parah saat kehamilan juga dapat berdampak pada perkembangan bayi dalam kandungan.

3. Bayi lahir prematur dan BBLR

Kejadianbayi lahir prematur meningkat pada kehamilan di usia sangat muda. Bayi prematur ini pada umumnya mempunyai berat badan lahir yang rendah karena sebenarnya ia belum siap untuk dilahirkan (di usia kurang dari 37 minggu kehamilan). Bayi prematur meningkatkan risikonya untuk menderita gangguan pada sistem pernapasan, pencernaan, penglihatan, kognitif, dan masalah lainnya.

4. Penyakit kelamin

Pada remaja yang sudah melakukan hubungan seksual, penyakiy menular seksual (sepertichlamydia dan HIV) merupakan perhatian utama. Infeksi menular seksual yang diderita oleh ibu hamil dapat mengakibatkan infeksi rahim dan mengganggu pertumbuhan bayi dalam rahim. Penyakit ini dapat dicegah dengan menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

5. Depresi postpartum

Depresi postpartum adalah depresi yang terjadi setelah bayi lahir, dapat terjadi kapan saja di tahun pertama setelah kelahiran. Berbeda dengan baby blues, depresi postpartum adalah kondisi yang jauh lebih serius.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics menemukan bahwa wanita yang hamil di usia 15-19 tahun dua kali lebih berisiko mengalami depresi postpartum dibandingkan wanita yang hamil di usia di atas 25 tahun.

Studi lainnya juga melaporkan bahwa menjadi ibu di usia remaja akan memicu stres di level yang sangat tinggi sehingga berpotensi menjadi gangguan mental. Selain depresi, wanita yang sudah hamil dan menjadi ibu di usia remaja lebih rentan memiliki keinginan bunuh diri saat mengalami depresi, dibandingkan remaja lain yang belum menjadi seorang ibu.

6. Ketidakstabilan ekonomi

Menurut penelitian tentang konsekuensi sosioekonomi akibat kehamilan yang tidak diinginkan, yang diterbitkan dalamIranian Journal of Public Health, kehamilan di usia muda atau bahkan kehamilan yang terjadi saat pasangan belum siap memiliki anak, cenderung menurunkan kesejahteraan ekonomi pasangan.

Kehamilan di masa remaja juga berisiko menghambat kelanjutan pendidikan sang ibu dan ayah, dan memperkecil kemungkinan mereka untuk mendapatkan status pekerjaan yang lebih tinggi. Orangtua muda yang harus segera mencari sumber penghasilan akibat kehamilan yang tak diduga, juga cenderung menerima pekerjaan dengan pendapatan yang lebih rendah. Kondisi ini ditambah lagi dengan pengeluaran yang akan meningkat saat bayi sudah lahir.

Bagaimana cara mencegah kehamilan yang tak diinginkan?

Jika Anda sudah aktif berhubungan seksual, atau apabila Anda dan suami belum ingin punya anak, pastikan Anda melakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan:

  • Cari tahu metode kontrasepsi yang paling cocok untuk Anda. Dari mulai kondom, pil KB, KB spiral, KB suntik, dan sebagainya, ada banyak pilihan yang bisa Anda pertimbangkan. Pelajari apa kekurangan dan kelebihannya, dan tentukan mana yang kira-kira paling pas untuk Anda. Simak ulasan Hello Sehat mengenaijenis-jenis kontrasepsi.
  • Pastikan Anda menggunakan kontrasepsi dengan benar. Jika menggunakan pil, baca aturan minum beserta jadwalnya. Jika menggunakan susuk atau suntik, cari tahu kapan Anda harus ke dokter lagi untuk meng-update KB Anda. Pastikan juga cara Anda memakai dan menyimpan kondom sudah benar.
  • Hindari berhubungan intim di masa subur dan saat sedang ovulasi. Anda bisa menghitung kapan masa subur Anda berikutnya, dengan Kalkulator Masa Subur ini.

Apa yang bisa dilakukan jika saya hamil di usia remaja?

Berikut ini merupakan hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi pada kehamilan di usia sangat muda.

  • Rutin periksa kehamilan. Pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat memantau kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan, sehingga kondisi penyakit tertentu saat hamil dapat dicegah.
  • Lakukan tes penyakit menular seksual. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ibu remaja mempunyai penyakit menular seksual, jika iya, maka dapat diobati sejak dini.
  • Makan makanan dengan gizi seimbang. Selama kehamilan, ibu remaja membutuhkan asam folat, kalsium, zat besi, protein, dan zat gizi penting lainnya untuk memenuhi kebutuhannya dan bayinya. Ibu remaja sangat membutuhkan tambahan kalsium dan fosfor karena pertumbuhan tulangnya masih berlangsung. Konsumsi suplemen prenatal mungkin diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya yang tinggi.
  • Olahraga teratur. Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi atau bahkan mencegah keluhan yang dirasakan saat hamil, meningkatkan energi, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dengan aktif bergerak, juga dapat membantu Anda mempersiapkan kelahiran.
  • Jaga kenaikan berat badan yang sesuai. Kenaikan berat badan yang sesuai dapat meningkatkan kesehatan bayi Anda dan hal ini juga dapat membantu Anda untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan. Jumlah kenaikan berat badan yang dibutuhkan tiap ibu hamil berbeda-beda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahuinya.
  • Hindari rokok, alkohol, dan obat-obatan lainnya. Ini dapat membahayakan kesehatan Anda dan bayi. Sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan.
  • Cari dukungan dari orang terdekat. Dukungan emosional sangat Anda butuhkan pada saat ini. Dukungan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan Anda.
  • Ambil kelas khusus ibu hamil jika perlu. Kelas ini dapat membantu Anda mengetahui tentang kehamilan, kelahiran, menyusui, dan menjadi orangtua.

Jika Anda punya pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi dokter atau bidan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gaither, Kecia. 2014. Teen Pregnancy: Medical Risks and Realities. Retrieved from http://www.webmd.com/baby/guide/teen-pregnancy-medical-risks-and-realities#1. Accessed August 31, 2016.

Beirne, Sandra. 2015. What Are the Risks of Teenage Pregnancy? Retrieved from http://www.livestrong.com/article/113172-risks-teenage-pregnancy/. Accessed August 31, 2016.

WHO. Adolescent Pregnancy. Retrieved from  http://www.who.int/maternal_child_adolescent/topics/maternal/adolescent_pregnancy/en/. Accessed August 31, 2016.

Mayo Clinic. 2015. Teenage Pregnancy: Helping Your Teen Cope. Retrieved from http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/tween-and-teen-health/in-depth/teen-pregnancy/art-20048124?pg=2. Accessed August 31, 2016.

Mansureh YAZDKHASTI, Abolghasem POURREZA, Arezoo PIRAK, and Fatemeh ABDI. 2015. Unintended Pregnancy and Its Adverse Social and Economic Consequences on Health System: A Narrative Review Article. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4449999/. Accessed January 30, 2018.

Healthline. 2016. What Are The Effects of Teenage Pregnancy? Retrieved from https://www.healthline.com/health/pregnancy/teenage-pregnancy-effects. Accessed January 30, 2018.

Healthline. 2017. 9 Ways to Avoid Pregnancy. Retrieved from https://www.healthline.com/health/birth-control/how-to-avoid-pregnancy. Accessed January 30, 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 05/09/2016
x