home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Autisme Lebih Dalam, Saat Ada Gangguan Fungsi Otak

Mengenal Autisme Lebih Dalam, Saat Ada Gangguan Fungsi Otak

Setiap orangtua tentu ingin anaknya tumbuh sehat, baik secara fisik maupun mental. Namun, tidak sedikit orangtua yang harus berhadapan dengan kenyataan bahwa buah hatinya mengidap autisme (autism spectrum disorder/ASD). ASD adalah gangguan tumbuh kembang anak yang cukup umum terjadi di berbagai belahan dunia. Yuk, cari tahu lebih jauh tentang gangguan ini pada ulasan ini!

Apa itu autism spectrum disorder (ASD)?

Autisme atau autism spectrum disorder (ASD) adalah gangguan pada perkembangan otak dan saraf yang dimulai sejak awal masa kanak-kanak dan berlangsung sepanjang hidup seseorang.

Gangguan ini memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, bersoliasisasi, berperilaku, dan belajar.

Umumnya, orang dengan ASD memiliki cara berkomunikasi, berinteraksi, berperilaku, dan belajar yang berbeda dari kebanyakan orang lain. Mereka seringkali tampak berada di “dunianya sendiri”.

Adapun gangguan ini disebut dengan “spectrum” karena memiliki berbagai gejala dan tingkat keparahan yang berbeda pada setiap penderitanya.

Ini juga mencakup berbagai kondisi yang sebelumnya dianggap terpisah, antara lain gangguan autistik, sindrom Asperger, dan gangguan perkembangan pervasif (PPD-NOS).

Tanda dan gejala autisme

mengajari anak dengan autisme

Beberapa orang menunjukkan tanda, ciri-ciri, atau gejala autis sejak masih bayi.

Umumnya, ciri-ciri bayi autis yang paling terlihat adalah berkurangnya kontak mata saat diajak bicara, tidak merespons saat dipanggil, atau tidak peduli pada orang di sekitarnya.

Namun, ada pula yang baru menunjukkan gejala autis saat sudah berusia 2 tahun.

Ini biasanya ditunjukkan dengan sifat agresif atau anak hiperaktif secara tiba-tiba maupun perkembangan bahasa anak yang menurun.

Adapun setiap anak dengan autism spectrum disorder menunjukkan gejala yang bervariasi, entah lebih rendah atau tinggi dari anak seusianya.

Misalnya, ASD bisa menimbulkan gangguan belajar pada anak dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah dari teman seusianya.

Namun, ada pula anak autis lainnya yang justru menunjukkan tingkat kecerdasan di atas normal.

Gangguan perilaku dan komunikasi

Namun, hampir semua anak autis mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan menyesuaikan diri di lingkungan sosialnya.

Agar lebih jelas, berikut adalah ciri-ciri autisme pada anak dan orang dewasa secara umum, menurut CDC.

  • Tidak menunjuk objek tertentu sebagai tanda ketertarikan akan suatu hal, seperti menunjuk pesawat terbang di atas karena tertarik dengan alat transportasi tersebut.
  • Tidak melihat benda yang ditunjuk orang lain.
  • Sulit berhubungan, bicara, atau bermain dengan orang lain, atau tidak menunjukkan minat pada orang.
  • Menghindari kontak mata dengan orang lain atau kecenderungan untuk menyendiri.
  • Sulit memahami perasaan orang lain atau mengutarakan perasaannya.
  • Lebih suka tidak dipeluk, kecuali jika mereka mau.
  • Seperti tidak menyadari jika ada yang berbicara dengannya dan cenderung merespons suara lain.
  • Sering mengulang kata atau frasa saat berbicara, termasuk kata-kata lawan bicaranya (echolalia).
  • Sulit mengungkapkan kebutuhannya dengan kata-kata atau gerakan.
  • Tidak melakukan permainan “pura-pura”, seperti tidak berpura-pura memberi makan pada boneka saat anak main boneka.
  • Sering melakukan gerakan yang berulang.
  • Sulit beradaptasi ketika rutinitas berubah.
  • Memiliki reaksi yang tidak biasa terhadap bau, rasa, tampilan, perasaan, atau suara.
  • Anak kehilangan keterampilan yang pernah mereka miliki, seperti berhenti mengucapkan kata-kata yang pernah mereka gunakan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai sebuah gejala tertentu, segera konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab autism spectrum disorder pada anak

manfaat puasa untuk otak

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari autisme.

Namun, para ilmuwan dan pakar kesehatan sepakat bahwa faktor genetik dan lingkungan berperan dalam menyebabkan gangguan ini.

Para ilmuwan menemukan sejumlah gen yang kemungkinan berperan dalam kelainan ini.

Gen-gen ini memengaruhi perkembangan otak atau cara sel-sel otak berkomunikasi sehingga menimbulkan tanda-tanda khas pada anak yang mengalami ASD.

Selain itu, faktor lingkungan dianggap berperan dalam menyebabkan ASD, seperti konsumsi obat-obatan tertentu, terinfeksi virus, atau komplikasi selama kehamilan.

Polusi udara juga mungkin berperan memicu gangguan ini. Meski demikian, para peneliti masih meneliti kembali kemungkinan faktor-faktor tersebut sebagai pemicu autisme.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko ASD

Meski penyebabnya belum pasti, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang anak mengalami ASD.

Berikut adalah faktor risiko tersebut.

  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Memiliki adik atau kakak dengan ASD.
  • Memiliki kelainan genetik tertentu, seperti tuberous sclerosis, sindrom fragile X, down syndrome, atau sindrom Rett.
  • Bayi prematur atau yang lahir sebelum kehamilan 26 minggu.
  • Usia orangtua yang lebih tua saat hamil.
  • Bayi dengan berat badan lahir rendah.

Di sisi lain, beberapa studi menunjukkan bahwa vaksin atau imunisasi pada anak tidak akan meningkatkan risiko autism spectrum disorder.

Cara mendiagnosis autism spectrum disorder

Tanda-tanda dan gejala dari autisme bisa berbeda sehingga dokter terkadang sulit untuk mendiagnosis gangguan ini.

Apalagi, tidak ada tes khusus yang dapat mendiagnosis ASD.

Meski demikian, tim dokter dan spesialis kesehatan anak akan melakukan pendekatan dengan cara berikut.

  • Mengamati kebiasaan anak serta caranya berinteraksi dan berkomunikasi.
  • Menguji kemampuan anak dalam mendengar, berbicara, dan mendengarkan.
  • Melakukan tes genetik untuk mengetahui adanya kelainan genetik yang menjadi faktor risiko dari ASD.

Terapi dan pengobatan untuk autisme

Autism spectrum disorder merupakan kondisi seumur hidup. Artinya, autisme tidak dapat disembuhkan.

Meski demikian, anak yang autis perlu menjalani perawatan untuk mengurangi gejala serta meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi, bersosialisasi, berperilaku, dan belajar.

Tanpa pengobatan yang tepat, kondisinya dapat berlanjut semakin parah dan menghambat kualitas hidup anak sampai ia dewasa nanti.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan bantuan dokter, psikiater, dan ahli neurologi khusus anak untuk merencanakan pengobatan dan terapi yang tepat.

Berikut adalah jenis pengobatan dan terapi untuk anak autisme yang umumnya dokter rekomendasikan.

1. Terapi perilaku dan komunikasi

Jenis terapi ini dapat membantu mengatasi masalah sosialisasi, bahasa, dan perilaku anak dengan ASD.

Pada terapi ini, terapis akan membantu mengurangi perilaku yang bermasalah serta mengajarkan keterampilan baru.

Terapi analisis perilaku terapan atau applied behavior analysis (ABA) adalah salah satu bentuk terapi perilaku untuk anak autis yang sering digunakan.

Selain ABA, jenis terapi perilaku dan komunikasi lainnya juga bisa anak Anda peroleh, tergantung dari kondisi setiap penderitanya.

Misalnya, terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan komunikasi atau terapi okupasi untuk mengajarkan keterampilan sehari-hari, seperti berpakaian, makan, dan mandi.

2. Terapi pendidikan

Anak autisme yang kesulitan menerima pelajaran di sekolah perlu mengikuti terapi pendidikan untuk membantu mengatasi permasalahannya.

Pada terapi ini, para pengajar yang terlatih akan memberikan program pendidikan yang terstruktur sehingga anak akan lebih mudah menerima pembelajaran.

3. Terapi keluarga

Pada terapi keluarga, orangtua dan anggota keluarga lainnya dapat belajar bagaimana bermain dan berinteraksi dengan anak mereka yang mengalami ASD.

Cara ini dapat mengajarkan anak ASD bagaimana berinteraksi, mengelola perilaku, berkomunikasi, serta menerapkan keterampilan sehari-hari sebagaimana mestinya.

4. Terapi fisik

Terapi fisik pun terkadang perlu anak autis jalani untuk membangun keterampilan motorik serta meningkatkan kekuatan, postur, dan keseimbangan tubuh.

Melalui terapi ini, anak bisa memiliki fisik yang lebih kuat serta kontrol tubuh yang lebih baik sehingga ia bisa lebih mudah bermain dengan teman-temannya.

5. Obat-obatan

Selain terapi, pemberian obat-obatan untuk autisme juga bisa membantu mengendalikan gejala.

Dokter biasanya memberikan obat-obatan untuk anak yang sangat hiperaktif dan mengalami cemas berlebihan.

Umumnya, dokter akan meresepkan obat antipsikotik dan antidepresan untuk anak sesuai dengan kebutuhan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Tips merawat anak dengan autisme

orangtua bohong pada anak

Merawat dan mengasuh anak dengan ASD memang perlu perhatian ekstra. Mereka sangat butuh dukungan dari orang-orang di sekitarnya agar dapat hidup dengan normal.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam merawat anak dengan ASD.

  • Cari dokter dan ahli kesehatan tepercaya.
  • Tingkatkan pengetahuan diri mengenai autisme agar tidak termakan mitos mengenai autisme yang beredar.
  • Lakukan kunjungan ke dokter dan terapis secara rutin.
  • Mengikuti komunitas autis untuk memperbanyak pengetahuan.
  • Buat rutinitas yang teratur di rumah.
  • Buat kegiatan di rumah yang bermanfaat dan menyenangkan.

Dengan mengerti kondisi anak autisme sepenuhnya, orangtua bisa terbantu untuk memahami apa yang anak rasakan dan menerapkan perawatan yang tepat sesuai kondisinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

NIMH » Autism Spectrum Disorder. Nimh.nih.gov. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/topics/autism-spectrum-disorders-asd.

Basics About Autism Spectrum Disorder (ASD) | NCBDDD | CDC. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/facts.html.

Treatment | Autism Spectrum Disorder (ASD) | NCBDDD | CDC. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/treatment.html.

Autism spectrum disorder – Symptoms and causes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/symptoms-causes/syc-20352928.

Autism spectrum disorder – Diagnosis and treatment. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/diagnosis-treatment/drc-20352934.

Autism Spectrum Disorder: MedlinePlus. Medlineplus.gov. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://medlineplus.gov/autismspectrumdisorder.html.

Physical Therapy for Autism. https://www.nichd.nih.gov/. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.nichd.nih.gov/health/topics/autism/conditioninfo/treatments/physical-therapy.

Helping Your Child with Autism Thrive – HelpGuide.org. HelpGuide.org. (2021). Retrieved 3 September 2021, from https://www.helpguide.org/articles/autism-learning-disabilities/helping-your-child-with-autism-thrive.htm.

Charan S. H. (2012). Childhood disintegrative disorder. Journal of pediatric neurosciences7(1), 55–57. https://doi.org/10.4103/1817-1745.97627.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x