Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

7 Cara Meningkatkan Konsentrasi Anak Tanpa Perlu Memaksanya

7 Cara Meningkatkan Konsentrasi Anak Tanpa Perlu Memaksanya

Fokus dan konsentrasi tidak hanya perlu untuk kebutuhan sekolah dan prestasi belajar. Anak juga perlu melatih dan meningkatkan konsentrasi untuk kegiatan sehari-hari, contohnya saat membantu ibu berbelanja atau bermain dengan teman-temannya. Untuk memudahkan, berikut beberapa cara untuk melatih konsentrasi anak usia sekolah.

Cara meningkatkan dan melatih konsentrasi anak

disgrafia, gangguan belajar anak susah menulis

Pada dasarnya, cara kerja konsentrasi pada otak mirip dengan otot yang butuh anak latih agar lebih kuat.

Mengutip dari Understood, masalah fokus pada usia anak akan menimbulkan dampak jangka panjang saat si kecil dewasa.

Anak bisa mengalami kesulitan belajar, berkomunikasi, dan beraktivitas sehari-hari. Sebelum terlambat, ibu bisa melatih dan meningkatkan konsentrasi anak usia sekolah dengan cara berikut ini.

1. Buat jadwal yang jelas

Pada dasarnya, lebih mudah untuk ibu melatih konsentrasi anak dengan cara membuat jadwal yang jelas.

Anak-anak menyukai sesuatu yang teratur sehingga ia akan lebih mudah fokus bila sesuai jadwalnya.

Ibu bisa membuat jadwal harian menggunakan karton besar yang ditempel di kamar. Buat kolom berisi keterangan hari, tanggal, jam, dan kegiatan yang akan anak lakukan.

Jika ada tugas dari sekolah, tuliskan ke dalam kolom yang sudah ibu buat beserta deadline atau waktu pengumpulannya.

Ambil contoh, anak ada tugas menulis untuk hari senin dan dikumpulkan hari selasa.

Nah, papan pengumuman menjadi pengingat bagi anak untuk segera mengerjakan tugasnya sebelum waktu pengumpulan.

2. Tidak memberi banyak tugas dalam satu waktu

Ibu bisa meningkatkan konsentrasi anak dengan cara memberi anak tugas sedikit dalam satu waktu.

Terlalu banyak tugas justru membuat anak susah fokus dan pekerjaannya tidak akan optimal.

Ambil contoh, anak ada tiga tugas sekolah yang perlu selesai tiga hari kemudian. Ibu bisa menuliskan tugas ke dalam kolom jadwal yang sudah dibuat, masing-masing satu hari.

Kalau anak mengerjakan dua tugas dalam satu waktu, khawatirnya ia akan kelelahan dan menjadi tantrum.

Selama mengerjakan tugas, beri jeda setiap 10 menit, misalnya untuk anak bermain atau mengambil camilan.

3. Beri batasan waktu

Walau tugas sekolah anak hanya satu, bukan berarti ia harus mengerjakannya seharian. Ibu bisa mengatur waktu sebagai cara meningkatkan konsentrasi anak.

Mengutip dari laman Understood, orangtua perlu memahami waktu optimal anak dalam konsentrasi. Ada yang lima menit, 10 menit atau bahkan kurang dari 4 menit.

Untuk mengetahuinya, ibu bisa mengatur waktu belajar setiap 10 menit dan istirahat 5 menit.

Seiring berjalannya waktu, ibu bisa memahami waktu durasi belajar dan fokus anak yang optimal selama mengerjakan tugas.

kesehatan mental anak pandemi Pembelajaran jarak jauh

4. Ciptakan suasana belajar yang anak sukai

Ada tipe anak yang bisa fokus di tempat tenang, tetapi ada juga yang bisa fokus sambil mendengarkan musik.

Oleh karena itu, penting untuk ibu mengetahui cara meningkatkan konsentrasi anak sesuai dengan kesukaan si kecil.

Sebaiknya tidak memaksakan anak belajar dengan suasana tenang, ketika ia tidak bisa fokus dengan kondisi tersebut.

Hindari untuk meninggalkan anak sendirian. Sebaiknya, orangtua tetap mendampingi anak saat mengerjakan tugas, tetapi tidak terlalu ikut campur.

Ambil contoh, duduk di ujung kamar sambil memperhatikan si kecil. Ini agar memudahkan anak untuk bertanya kepada ibu bila ada yang tidak ia mengerti.

5. Latih dengan mainan

Cara melatih konsentrasi anak tidak hanya dengan mengerjakan tugas, ibu bisa meningkatkan fokus si kecil dengan mainan kesukaannya.

Agar sesi latihan tidak terasa membosankan untuk anak, ibu bisa mengajaknya bermain puzzle, balok susun, atau rubik.

Puzzle termasuk mainan yang butuh konsentrasi dan fokus karena harus mencocokkan kepingan gambar dan bagian kosong.

Ibu bisa mulai dengan puzzle yang hanya memiliki 10 potongan gambar, lalu meningkatkannya menjadi 20 setelah si kecil mahir.

6. Olahraga bersama

Tidak hanya dengan permainan, ibu dapat melatih konsentrasi anak dengan olahraga bersama seperti bersepeda atau sepatu roda.

Bila anak belum bisa mengendarai sepeda roda dua, ibu dan ayah bisa melatihnya bersama-sama saat pagi atau sore hari.

Kegiatan di luar rumah akan membuatnya lebih segar setelah seharian di rumah. Sepeda dan sepatu roda bisa menjadi cara meningkatkan konsentrasi anak usia sekolah.

7. Beri penghargaan

Ibu bisa memberikan penghargaan kepada si kecil bila bisa fokus mengerjakan tugas atau melakukan sesuatu.

Ambil contoh, saat anak mengerjakan tugas sekolah atau mencuci piring sendiri.

Tidak perlu dengan memberikan barang, ibu bisa mengucapkan kalimat pujian atas apa yang anak lakukan.

“Terima kasih, kak, sudah mengerjakan tugas sesuai jadwal dan tepat waktu. Ibu senang sekali kakak bisa melakukannya dengan baik.”

Kalimat tersebut bisa membuat anak merasa orangtuanya menghargai hal yang ia lakukan selama ini.

Tidak lupa untuk memberikan makanan yang bisa meningkatkan konsentrasi anak, seperti buah, sayur, dan ikan juga, ya, Bu agar gizi anak terpenuhi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

6 ways to help your child focus. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/child-learning-disabilities/add-adhd/how-to-improve-focus-in-kids

Understanding why kids have trouble with focus. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.understood.org/en/learning-thinking-differences/child-learning-disabilities/distractibility-inattention/child-trouble-focusing

Tips For Helping Your Child Focus and Concentrate. (2021). Retrieved 15 June 2021, from https://www.pbs.org/parents/thrive/tips-for-helping-your-child-focus-and-concentrate

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita