home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Autis Pada Anak dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Penyebab Autis Pada Anak dan Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Autisme merupakan gangguan perkembangan yang membuat seseorang sulit berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku seperti umumnya. Gejala autisme umumnya didiagnosis pertama kali pada tahun pertama kanak-kanak, atau mungkin lebih awal pada usia bayi. Lantas, apa penyebab anak autis? Yuk, cari tahu penyebab autisme pada ulasan berikut ini.

Penyebab autis pada anak

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, satu dari 160 anak di dunia mengalami autis atau Autism Spectrus Disorder (ASD).

Kini, definisi autisme diperluas menjadi gangguan spektrum autisme (GSA) yang mencakup beberapa gangguan perkembangan otak lainnya, seperti sindrom Asperger.

Melansir National Institute of Health, bukti sejauh ini menemukan bahwa hasil tes pencitraan otak dari anak pengidap autisme sedikit berbeda dari anak-anak lain yang tidak memiliki gangguan tersebut.

Gambar pencitraan otak anak autis (sebutan lama bagi pengidap autis, –red) menunjukkan perbedaan pada beberapa area otak.

Kondisi ini mungkin terjadi selama masa perkembangan awal dalam kandungan.

Beberapa ahli menyimpulkan bahwa gangguan tersebut dapat terjadi akibat adanya cacat gen (mutasi).

Ini akhirnya memengaruhi perkembangan otak sekaligus bagaimana sel-sel otak saling berhubungan satu sama lain.

Faktor penyebab yang meningkatkan risiko autisme pada anak

Centers for Disease Control & Prevention menyebutkan bahwa hingga kini belum ada penyebab pasti anak mengalami autis atau autisme.

Di luar itu, periset berpendapat bahwa ada beberapa faktor lainnya yang meningkatkan kemungkinan anak mengalami autis.

Berikut beberapa faktor risiko yang berperan sebagai penyebab autis atau autisme, yaitu:

1. Faktor keturunan atau genetik

Autisme cenderung terjadi dalam keluarga dan mungkin merupakan sesuatu yang diwariskan dari orangtua ke anaknya.

Misalnya, jika salah satu orang tua atau keluarga mengalaminya, maka bisa menjadi penyebab autis yang diturunkan kepada anak.

Bila seorang anak didiagnosis dengan autisme, adiknya juga punya peluang lebih besar mengidap autisme. Jadi, ada kemungkinan anak kembar akan sama-sama mengidap autisme.

Para ahli yakin bahwa gen yang diwariskan orangtua adalah salah satu faktor utama yang membuat seseorang lebih berisiko mengalami gangguan ini.

Namun, ada beberapa gen dalam tubuh yang dipercaya menyebabkan autisme.

Maka dari itu, para ilmuwan masih bekerja keras untuk menemukan dengan pasti gen apa yang menjadi penyebab autis pada anak.

Dalam beberapa kasus, autisme bisa berkaitan dengan gangguan genetik seperti sindrom fragile X atau sklerosis tuberous.

Sindrom fragile X adalah kondisi genetik yang dapat menyebabkan masalah perkembangan, terutama gangguan kognitif.

Anak yang mewariskan gen ini umumnya mengalami keterlambatan perkembangan bicara, kecemasan, perilaku hiperaktif dan impulsif.

2. Faktor lingkungan

Obat-obatan stroke ringan

Faktor lingkungan telah diketahui berkontribusi terhadap perkembangan autisme.

Sebagai contoh, faktor yang menjadi penyebab autis pada anak adalah obat-obatan yang dikonsumsi selama kehamilan bisa jadi salah satu pemicunya.

Obat yang disebut-sebut jadi penyebab autis (autisme), yakni obat thalidomide dan asam valproat.

Obat ini umumnya digunakan untuk mencegah pembengkakan dan peradangan karena penyakit Hanses dan mencegah perkembangan jenis kanker tertentu.

Sementara asam valproat atau dikenal dengan valproic acid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi kejang, gangguan mental, dan migrain.

Obat yang bekerja dengan menyeimbangkan substansi alami di dalam otak ini kemungkinan bisa mengganggu perkembangan otak janin.

Sabagi cara menurunkan risiko autisme, ibu hamil harus berhati-hati. Selalu konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan obat tertentu.

Selain penggunaan obat, Mayo Clinic menyebutkan bahwa polutan di udara juga bisa memicu terjadinya autisme.

Kemungkinan besar ini meliputi bahan kimia di udara yang dihirup selama masa kehamilan.

3. Penyakit atau kondisi kesehatan tertentu

penyakit tertentu yang menjadi penyebab anak autis atau autisme

Menurut pengamatan para ahli, kondisi kesehatan tertentu juga bisa berkaitan dengan penyebab autis. Kondisi yang dimaksud, meliputi:

Down syndrome

Suatu gangguan genetik yang menyebabkan tertundanya perkembangan, ketidakmampuan belajar dan fitur fisik yang tidak normal.

Anak yang memiliki kondisi ini biasanya memiliki ciri hidung pesek, mulut kecil, atau tangan pendek.

Distrofi otot

Sekelompok kondisi genetik yang menyebabkan kelemahan otot progresif dan hilangnya massa otot.

Dalam distrofi otot, gen yang tidak normal mengganggu produksi protein sehingga menyebabkan masalah pada otot yang sehat.

Cerebral palsy

Suatu gangguan kronis pada otak dan sistem saraf, menyebabkan masalah pergerakan dan koordinasi.

Anak yang lahir dengan kondisi ini umumnya bertubuh kaku, sulit mengunyah, sulit berdiri dan duduk dengan tegap.

Kondisi yang menimpa bayi yang baru lahir ini memang sulit dicegah. Namun, sebaiknya Anda tidak berkecil hati dengan hal ini.

Selama Anda menerapkan gaya hidup sehat, mencukupi nutrisi, tidak merokok dan minum alkohol selama kehamilan, risiko masalah kesehatan pada bayi dapat menurun.

Paling penting, Anda harus selalu mengecek kesehatan Anda dan janin ke dokter secara berkala.

4. Bayi lahir prematur

penyebab autis atau autisme adalah bayi prematur

Meski penyebab autis pada anak belum diketahui secara pasti, bayi yang lahir prematur sangat rentan mengalami kelainan ini.

Autisme kemungkinan besar terjadi pada bayi yang lahir sebelum memasuki usia 26 minggu kehamilan.

Ada banyak kondisi yang berkaitan dengan kelahiran bayi prematur. Ini bisa terjadi akibat adanya infeksi atau komplikasi yang terjadi pada sang ibu selama kehamilan.

5. Bayi lahir dari kehamilan saat usia tua

terlalu tua untuk hamil

Studi melaporkan bahwa usia ibu hamil berdampak pada peningkatan risiko autisme.

Ibu yang hamil di atas usia 40 tahun berisiko 51% memiliki anak dengan autisme – 2 kali lebih besar dibanding ibu yang hamil di usia sekitar 25 tahun.

Kemungkinan besar usia sang ibu berpengaruh pada gen yang diwariskan maupun perkembangan otak bayi selama di kandungan.

Apabila Anda mengalami kehamilan di usia tua, selalu lakukan konsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangan dan kesehatan janin.

6. Kekurangan dan kelebihan asupan asam folat

Asam folat merupaan salah satu gizi yang dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan janin dan perkembangan otak.

Sebaiknya, pastikan bahwa Anda menonsumsinya dengan dosis yang cukup. Hal ini karena kekurangan atau kelebihan dosis dapat menjadi faktor penyebab autis pada anak.

Penelitian dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menunjukkan bahwa kelebihan kadar folat (4 kali dari jumlah yang direkomendasikan), akan meningkatkan risiko 2 kali lipat anak mengalami ASD.

Namun, kekurangan asupan folat pada awal kehamilan juga dapat meningkatkan risiko ASD pada anak.

Penyebab autisme yang ternyata cuma mitos

penyebab autisme

Meningkatkan pengetahuan seputar autisme dapat membantu orangtua dalam merawat dan mengasuh si kecil dengan kelainan ini.

Dengan begitu, mitos-mitos yang beredar tidak akan Anda telan mentah-mentah yang ujungnya bisa berdampak buruk bagi kesehatannya.

Berikut ini adalah beberapa anggapan mengenai penyebab autis pada anak yang tidak terbukti kebenarannya:

Imunisasi penyebab autisme

Tidak ada kaitan antara pemberian vaksin (imunisasi) dan autism. Terutama vaksin MMR yang digunakan untuk mencegah gondok, campak, dan rubella.

Melakukan imunisasi adalah cara yang sangat penting dan efektif untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang mengancam jiwa.

Pasalnya, bayi dan balita memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna sehingga mudah terinfeksi virus, bakteri, maupun parasit.

Pola asuh yang salah penyebab anak autis

Beredar kabar bahwa pola asuh orangtua yang salah disebut-sebut sebagai penyebab autis pada anak. Namun, periset telah membuktikan bahwa hal ini tidak benar.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa kemungkinan besar kelainan ini terjadi akibat adanya gangguan pada perkembangan otak anak.

Pola asuh yang buruk tidak mengarah pada autisme, tetapi bisa menimbulkan kecemasan, frustasi, rendah diri, atau membentuk kepribadian yang buruk pada anak.

Hal yang bisa dilakukan orangtua

Bila Anda curiga anak mengidap autisme, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Terutama jika si kecil menunjukkan gejala autisme, seperti kesulitan dalam berkomunikasi, lebih suka menyendiri, dan melakukan perilaku berulang.

Selain itu, anak dengan kondisi ini cenderung menyukai rutinitas padat yang sama. Bila rutinitas berubah, ia akan merasa marah dan kecewa.

Mereka juga tertarik pada suatu hal yang tidak biasa, misalnya menyukai pedal dan roda sepeda, kunci, atau sakelar lampu.

Dokter bisa mengulas informasi ini lebih jauh untuk menentukan penyebab autis pada anak dan mencari tahu perawatan yang tepat.

Melakukan pengobatan lebih cepat membantu mengurangi keparahan gejala, sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak.

Penyebab anak autis bisa terlambat dideteksi

Autisme tidak dapat muncul dengan sendirinya atau diperoleh saat seseorang sudah melewati masa pertumbuhannya.

Jika seseorang secara tiba-tiba mengalami gangguan berkomunikasi dan gangguan perilaku sosial saat remaja akhir atau dewasa, maka hal tersebut bukanlah autisme.

Namun, gejala dan penyebab autis pada anak bisa saja terlambat dideteksi.

Hal ini karena gejala autisme pada dasarnya sudah muncul pada masa tumbuh kembang anak. Akan tetapi, dapat tersamarkan karena tidak muncul sepenuhnya.

Lalu, autisme pada remaja dapat tersamarkan karena pola perilaku dan emosi tipikal remaja yang cenderung naik-turun karena pubertas.

Berikut tanda dan gejala austisme yang muncul pada orang dewasa, seperti:

  • Punya sedikit teman
  • Keterbatasan dalam berbahasa
  • Gangguan minat dan perhatian
  • Sulit berempati serta mengalami gangguan memproses informasi
  • Pola perilaku berulang dan bergantung dengan rutinitas

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Autism spectrum disorder – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/autism-spectrum-disorder/symptoms-causes/syc-20352928

What causes autism?. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://www.nichd.nih.gov/health/topics/autism/conditioninfo/causes#other

Autism Spectrum Disorder Fact Sheet | National Institute of Neurological Disorders and Stroke. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Autism-Spectrum-Disorder-Fact-Sheet

What Is Autism? | Autism Speaks. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://www.autismspeaks.org/what-autism

Basics About Autism Spectrum Disorder (ASD) | NCBDDD | CDC. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/facts.html

Benham, B., & Health, J. (2020). Too Much Folate in Pregnant Women Increases Risk for Autism, Study Suggests. Retrieved 5 November 2020, from https://www.jhsph.edu/news/news-releases/2016/too-much-folate-in-pregnant-women-increases-risk-for-autism-study-suggests.html

Schmidt, R., Tancredi, D., Ozonoff, S., Hansen, R., Hartiala, J., & Allayee, H. et al. (2012). Maternal periconceptional folic acid intake and risk of autism spectrum disorders and developmental delay in the CHARGE (CHildhood Autism Risks from Genetics and Environment) case-control study. The American Journal Of Clinical Nutrition, 96(1), 80-89. doi: 10.3945/ajcn.110.004416

Autism and adults. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/autism-spectrum-disorder-and-adults

Autism signs and characteristics checklist for adults | The Spectrum. (2020). Retrieved 5 November 2020, from https://thespectrum.org.au/autism-diagnosis/checklist-adults/

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 02/09/2017
x