backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Jenis Mainan untuk Mendorong Perkembangan Anak dengan Autisme

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

10 Jenis Mainan untuk Mendorong Perkembangan Anak dengan Autisme

Memilih mainan untuk anak autisme bisa dibilang gampang-gampang susah. Padahal, memberikan permainan yang tepat dapat membantu anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk autisme, untuk mengembangkan kemampuannya agar lebih maksimal.

Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir. Cari tahu berbagai mainan untuk anak autisme dan berkebutuhan khusus dalam artikel ini.

Pilihan mainan untuk anak autisme

kisah anak autisme

Saat memilih mainan untuk anak autis atau autisme, sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan perkembangan mereka daripada usianya.

Misalnya, jika anak mengalami keterlambatan dalam berbicara atau keterampilan sosial lainnya, maka carilah mainan yang bisa mendorong perkembangan mereka dalam hal tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mendorong anak bereksplorasi dan mengurangi risiko frustrasi atau tantrum saat bermain.

Pasalnya, anak-anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian, memahami konsep abstrak, dan belajar seperti anak-anak lainnya.

Berikut ini adalah beberapa pilihan mainan untuk anak autisme yang bisa Anda tawarkan kepada si Kecil.

1. Puzzle

Bermain tidak hanya menjadi hal yang menyenangkan, tapi juga dapat menunjang tumbuh kembang anak.

Nah, bermain puzzle merupakan cara mudah dan menyenangkan untuk melatih fungsi kognitif anak.

Permainan ini pun dapat membantu otak anak Anda untuk berpikir lebih keras dalam memecahkan suatu masalah dan tidak mudah menyerah.

2. Balok kayu susun 

Balok kayu susun merupakan permainan dasar yang dikenal luas untuk merangsang perkembangan anak, terutama kreativitas, kemampuan berpikir secara runtut, serta keluwesan bersosialisasi.

Memegang, menumpuk, dan menyusun balok juga membutuhkan penggunaan keterampilan motorik halus.

Sementara meraih, mengangkat, dan memindahkan balok yang lebih besar mengaktifkan keterampilan motorik kasar.

3. Menggambar dan mewarnai 

Bukan cuma melalui mainan, memberikan aktivitas tertentu juga bisa membantu memaksimalkan potensi anak autisme.

Nah, menggambar dan mewarnai merupakan cara ampuh untuk mengenalkan perbedaan warna pada anak serta melatih kemampuan motorik halusnya.

Tidak hanya itu, lewat menggambar, mereka bisa menuangkan beragam imajinasi, kreativitas, bahkan suanana hati mereka.

4. Kartu bergambar (flash card) 

Permainan kartu bergambar memiliki manfaat untuk merangsang daya ingat anak sekaligus mengenal angka, huruf, hewan, bunga, bagian tubuh, atau hal yang lainnya.

Bahkan, kartu bergambar sering digunakan sebagai bagian dari terapi komunikasi gambar (picture exchange communication system atau PECS) yang membantu anak-anak dengan autisme yang memiliki kesulitan dalam berbicara atau berkomunikasi.

Kartu tersebut memungkinkan anak autis untuk memilih gambar dan menunjukkannya kepada orang lain sebagai cara berkomunikasi, sehingga mendukung pengembangan keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal.

5. Lilin mainan atau plastisin

Lilin mainan atau plastisin merupakan mainan edukasi yang membantu gerak motorik anak agar berkembang dengan baik serta merangsang daya imajinasi dan kreativitas anak.

Pilihan warna yang beragam dan menarik hati membuat banyak anak-anak menyukai permainan ini.

6. Balok bangunan

Bermain balok bangunan, seperti lego, akan mengajar anak untuk berkreasi membangun suatu bangunan dan bentuk.

Mainan ini juga dapat membantu anak autisme dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pemikiran logis saat mereka mengikuti instruksi untuk membangun model tertentu atau mencari solusi sendiri dalam membuat kreasi dalam bentuk bebas.

Apakah anak autis bisa menyusun lego?

Ya, anak-anak dengan autisme sering kali dapat dan menikmati menyusun lego. Bermain lego membantu dalam mengembangkan keterampilan motorik halus melalui proses memegang dan menyusun kepingan-kepingan kecil. Tidak hanya itu, mainan ini dapat membantu melatih koordinasi antara mata dan tangan serta meningkatkan daya konsentrasi anak.

7. Boneka atau bantal yang lembut

Anak dengan autisme mungkin harus berjuang untuk menenangkan diri ketika merasa tidak nyaman.

Mainan boneka empuk dengan bulu yang sangat lembut bisa menemani dan membantu mengendalikan emosi anak autis saat tantrum. Pasalnya, anak autis biasanya memiliki indra peraba yang sangat peka.

Boneka atau bantal dengan bentuk yang menarik, seperti dinosaurus, gajah, atau beruang, juga bisa melatih anak untuk berimajinasi.

8. Mainan berbunyi

Mainan berbunyi, seperti alat musik atau robot dengan suara, bisa memberi manfaat untuk anak-anak dengan autisme, terutama dalam membantu mengembangkan keterampilan sensorik, kognitif, dan komunikatif.

Bagi anak-anak dengan autisme, yang mungkin memiliki sensitivitas sensorik atau kesulitan dalam mengolah rangsangan sensorik, mainan ini dapat menjadi alat yang berguna untuk membantu belajar mengatur respons sensorik mereka.

Suara yang dihasilkan mainan bisa menarik perhatian anak-anak dengan autisme serta membantu mereka fokus pada tugas atau aktivitas. Ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan kognitif dan pembelajaran.

9. Bola terapi/gym ball

Mainan gym ball, yang juga dikenal sebagai bola terapi, adalah alat yang sangat berguna untuk anak dengan autisme karena berbagai manfaat yang dapat diberikannya dalam hal pengembangan fisik, sensorik, dan emosional.

Berlatih dengan gym ball dapat membantu menguatkan otot-otot inti dan meningkatkan koordinasi serta keseimbangan tubuh.

Aktivitas yang melibatkan gym ball juga sering memerlukan konsentrasi dan perhatian yang dapat membantu meningkatkan rentang perhatian anak-anak dengan autisme.

10. Mainan gelembung (bubble)

Mainan gelembung memberikan stimulasi visual yang menarik untuk anak dengan autisme karena dapat mengamati bagaimana gelembung mengapung dan berkilauan di udara.

Aktivitas meniup gelembung juga membantu mengembangkan keterampilan motorik halus melalui tindakan meniup dan mengendalikan alat tiup.

Selain itu, mengejar dan mencoba menangkap gelembung bisa melibatkan keterampilan motorik kasar, seperti berlari, melompat, dan ayunan tangan.

Yang harus diperhatikan sebelum membeli mainan anak

cara mengatasi menangani anak autis

Saat ini banyak produsen mainan anak yang memasarkan barangnya dengan jargon mainan edukasi tinggi dan semacamnya.

Sekilas, hal tersebut memang terdengar menjanjikan. Apalagi sebagai orangtua, Anda tentu inginnya memberikan hal yang terbaik untuk anak.

Namun, Anda harus waspada, termasuk saat membeli mainan untuk anak autisme.

Pasalnya, laporan dari The Toy Association pada tahun 2023 menemukan bahwa masih ada mainan berbahaya yang dijual di pasaran, baik secara online maupun langsung di toko-toko.

Meski memang, jumlah mainan berbahaya tersebut sudah jauh menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Jadi, sebelum Anda membeli mainan untuk anak, Anda harus pastikan jika mainan tersebut adalah mainan yang memang direkomendasikan untuk anak autisme sehingga aman untuk dimainkan oleh mereka.

Bila perlu, tanyakan kepada dokter anak atau terapis autisme anak Anda untuk rekomendasi yang lebih tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan