Perkembangan Bayi 26 Minggu atau 6 Bulan 2 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/01/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 26 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Duduk sendiri tanpa harus dipegangi.
  • Menumpukan berat tubuhnya pada kaki.
  • Berguling sendiri.
  • Berubah posisi menjadi duduk dari berbaring atau berdiri.
  • Mengucapkan “ooh” dan “aah”.
  • Menirukan suara yang didengarnya.
  • Tertawa lepas ketika Anda mengajaknya bercanda atau bicara.
  • Memekik.
  • Mengubah suara seolah hendak bicara.
  • Memegang mainan maupun objek lain.
  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.
  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya.
  • Berusaha mengambil mainan atau objek yang jauh dari jangkauannya
  • Mengenali wajah orang-orang terdekatnya.
  • Tersenyum sendiri atau merespons senyuman orang lain.
  • Mengenali tangannya sendiri.
  • Bermain dengan mainannya.
  • Makan sendiri.

Kemampuan motorik kasar

Pada tahap usia perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini, sudah banyak hal yang bisa dilakukan bayi Anda. Misalnya dalam kemampuan motorik kasar, bayi tidak hanya lagi bisa menumpukkan berat tubuhnya pada dada dan lengan saat telungkup di perkembangan usia 26 minggu. 

Namun, akan tampak bayi mulai berguling sendiri dengan mantap dan berubah posisi dari berdiri atau berbaring, kemudian duduk. Beberapa minggu belakangan ini pula, si kecil juga sudah berhasil menjaga keseimbangan tubuhnya saat bayi duduk sendiri.

Jadi, Anda tidak perlu lagi menyandarkannya atau menahan tubuh bayi saat sedang duduk di perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Bayi menangis masih akan dilakukan untuk memberikan tanda pada Anda dan orang di sekitarnya, bahwa ia menginginkan sesuatu. Akan tetapi, kini di perkembangan usia 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu, buah hati Anda juga telah dapat berkomunikasi dengan cara lainnya.

Misalnya dengan mengatakan “ooh” dan “aah”, tertawa, dan memekik pada perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu. Ketika mendengar suara tertentu, buah hati Anda juga dapat belajar untuk menirukannya.

Bahkan di perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu, ia juga sudah mulai aktif mengoceh, hingga mulai menggabungkan 2 suku kata, walaupun belum lancar.

Kemampuan motorik halus

Seiring bertambahnya usianya, rasa ingin tahu si kecil juga ikut meningkat. Saat melihat ada objek di sekitarnya yang terlihat menarik, ia akan langsung berusaha untuk meraih dan mengambil benda tersebut, sebagai bagian perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu.

Lebih dari itu, pada masa perkembangan bayi 26 minggu ini, bayi juga mampu mencari benang atau benda yang serupa, atau mengumpulkan kismis yang tersedia di mangkuk makannya.

Kemampuan sosial dan emosional

Perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu dari segi kemampuan sosial dan emosional adalah bayi tersenyum sendiri saat bermain, maupun membalas senyum orang lain yang mengajaknya bicara.

Buah hati Anda juga bisa bermain sendiri dengan mainan-mainan favoritnya. Pada perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu, biarkan ia bebas makan sendiri dengan menaruhnya di kursi makan. Tugas Anda hanya perlu mengawasi dan menemaninya saat makan.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu?

Pada tahap usia perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini, bayi Anda mungkin lebih suka menggunakan satu tangan untuk bermain sebelum berganti ke tangan lainnya.

Namun, Anda belum bisa mengetahui apakah dia kidal atau tidak sampai berusia 2-3 tahun. Bila di perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini cenderung suka mengambil atau memainkan sesuatu pakai tangga kiri, sebaiknya jangan panik.

Hindari juga memaksa anak menggunakan tangan kanan padahal ia lebih nyaman menggunakan tangan kiri. Pasalnya, hal ini bisa memicu kebingungan, mengakibatkan permasalahan pada koordinasi tangan-mata, kelincahan, dan kemampuan untuk menulis nantinya.

Jika Anda ingin mengajari bayi bahasa isyarat, pada masa perkembangan usia 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini menjadi waktu yang tepat. Memberikan bayi alat untuk mengekspresikan diri sendiri bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan pada bayi.

Sebagai permulaan, cobalah menggunakan isyarat tangan ketika Anda menggunakan kata umum untuk melatih perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu. Misalnya ingin memeragakan “buku”, coba buka telapak tangan Anda dengan kedua tangan menggenggam. Contoh lain, mengucapkan kata  “lapar”, dengan kedua tangan di atas perut.

Bayi akan suka meniru peran, terutama karena mereka menyukai suara dan bahasa. Anda dapat bermain di masa perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggudengan cara meniru suara-suara yang dibuatnya.

Kesehatan Bayi Usia 26 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter terkait perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu?

Pada tahap usia perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini, umumnya dokter akan melakukan tes fisik secara keseluruhan. Dokter atau perawat akan memeriksa berbagai hal.

Misalnya pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan ulang masalah sebelumnya. Sekarang dan untuk hari selanjutnya, dokter akan memeriksa mulut untuk memeriksa tumbuh gigi pada bayi sudah terjadi atau belum.

Dokter juga akan melakukan evaluasi pertumbuhan. Contohnya bagaimana upaya bayi di masa perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini untuk mengontrol kepala saat sedang duduk, penglihatan. pendengaran, serta meraih benda.

Selain itu, keterampilan pada perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini termasuk  mencakar benda kecil, berguling, dan menahan beban di atas kaki juga ikut diperiksa. 

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di usia perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu, mencakup:

1. Vitamin dan suplemen makanan

Suplemen vitamin D untuk bayi  bisa diberikan jika bayi mengonsumsi makanan, susu, atau ASI perah kurang dari 960 ml per hari. Suplemen vitamin juga kemungkinan diperlukan pada bayi  prematur, berat badan di bawah rata-rata atau berukuran kecil dalam masa kehamilan. Bayi yang meminum hanya sedikit ASI atau susu formula, serta bayi yang memiliki masalah kesehatan.

Konsultasikanlah kepada dokter untuk instruksi menggunakan dosis vitamin yang tepat bagi perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu. Jangan pernah memberikan bayi vitamin dan suplemen makanan untuk orang dewasa, sekalipun sudah mengurangi dosis.

Anda juga harus hanya menggunakan vitamin sesuai dosis dalam resep sama seperti obat-obatan lainnya, termasuk pada perkembangan bayi 26 minggu. Overdosis vitamin atau obat mungkin mepengaruhi penyerapan nutrisi tubuh bayi atau bahkan fatal akibatnya.

Selain diperoleh dari suplemen, tubuh pada umumnya bisa memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar matahari. Pada  perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu ini, bayi disarankan mendapatkan sinar matahari pada jam 7 atau 8 pagi.

Namun, Anda wajib melindungi bayi dari paparan sinar matahari karena kulit bayi sangat tipis dan sensitif. Paparan sinar matahari per menit meningkatkan risiko kanker kulit dan keriput nantinya.

2. Perubahan buang air besar

Untuk bayi yang masih mendapatkan ASI, perubahan pup bayi dari yang lunak dan kental menuju yang hitam, tebal, dan berbau bisa bikin panik. Namun jangan khawatir, ini termasuk normal terjadi di perkembangan usia 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu.

Kotoran dan pola makan bayi di perkembangan usia 26 minggu ini lama kelamaan akan menjadi lebih mirip dengan orang dewasa.

3. Mencegah penyakit gigi

Untuk mencegah masalah gigi pada anak perlu dilakukan sedini mungkin, termasuk pada masa perkembangan bayi 26 minggu. Berikut beberapa hal yang harus Anda lakukan:

  • Jangan pernah memberikan minuman manis pada bayi, bahkan sebelum bayi tumbuh gigi. Pasalnya, ini akan membuatnya terbiasa dengan rasa manis. Berilah minuman yang mirip dengan minuman bergula misalnya jus blueberry, jus buah campuran, jus buah biasa, dan jus buah encer bercampur dengan air putih. 
  • Ketika bayi di perkembangan usia 26 minggu mulai tumbuh gigi, jangan biarkan bayi tidur di malam atau siang hari setelah minum susu formula, ASI, atau jus. Jika bayi minum pada jam tidur, beri sebotol air putih, yang tidak akan membahayakan gigi bayi.
  • Jangan biarkan bayi merangkak atau berbaring, sambil mengisap botol dan dot secara tidak terkendali. Mengedot sepanjang hari bisa merusak gigi.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang harus diperhatikan pada perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu?

Berikut yang harus Anda perhatikan dalam perkembangan bayi usia 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu.

Berikan makanan dan mainan untuk mendukung gigi bayi yang mulai tumbuh

Ada berbagai tanda gigi bayi akan tumbuh yang mudah dikenali. Umumnya, bayi akan merasa tidak nyaman dan ingin selalu menggigit benda di sekitarnya.

Penting untuk memerhatikan, jangan sampai si kecil menggigit objek yang kotor. Maka itu, sebaiknya makanan yang lembut, seperti bubur, atau mainan teether. Mainan teether terbuat dari karet atau silikon, sehingga menjadikannya lembut dan kenyal untuk melatih perkembangan bayi 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu.

Teether dapat berfungsi menjadi kompres dingin, guna membantu meredakan nyeri yang dialami bayi saat tumbuh gigi di perkembangan usia 26 minggu atau 6 bulan 2 minggu. Itu sebabnya, sebaiknya sebelum diberikan pada bayi, mainan teether dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 27 minggu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

3 Suplemen Penambah Hormon Testosteron untuk Para Pria

Selain mengubah gaya hidup lebih sehat, ternyata ada lain yang disebut-sebut bisa dipakai untuk menambah hormon testosteron, yaitu konsumsi suplemen.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Pria, Hidup Sehat 16/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jamur cordyceps

4 Manfaat Cordyceps Militaris, Jamur yang Berkhasiat bagi Kesehatan Terutama untuk Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit