Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Terburu-buru Mengganti Susu Jika si Kecil Alergi Susu Sapi

Jangan Terburu-buru Mengganti Susu Jika si Kecil Alergi Susu Sapi

Memberikan susu formula pada anak adalah hal umum yang dilakukan oleh para Ibu untuk memastikan si Kecil mendapatkan nutrisi yang optimal bagi tumbuh dan kembangnya. Di lain sisi, ada sebagian anak yang tidak cocok atau alergi dengan pemberian susu protein sapi.

Melihat si kecil terus rewel dan menunjukkan gejala-gejala alergi protein susu sapi, mungkin tak sedikit Ibu yang segera bergerak untuk mengganti susu tersebut. Selain berisiko membahayakan si Kecil, kecemasan ini datang karena mungkin saja anak tidak mendapatkan asupan nutrisi dengan optimal.

Ibu perlu tenang dulu, karena ada juga susu pertumbuhan yang berbasis protein sapi dalam bentuk lain untuk si Kecil yang alergi susu sapi.

Mengapa jangan terburu-buru memilihkan susu non-protein sapi?

anak minum susu

Ada beragam susu pertumbuhan yang menjadi alternatif pengganti susu pertumbuhan berbasis protein sapi. Salah satunya susu formula soya. Namun, sebelum beralih ke susu formula soya, Ibu perlu mengetahui kemungkinan alergi yang dapat timbul dari konsumsi susu tersebut.

Susu formula soya memiliki sumber protein nabati untuk menggantikan protein pada susu sapi. Pilihan ini kerap menjadi alternatif yang banyak dipilih oleh para Ibu.

Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menyebutkan kemungkinan anak juga mengalami alergi terhadap protein kedelai atau soya tetap ada. Setidaknya, 10-14% anak yang alergi susu sapi bisa mengalami reaksi alergi silang dengan susu protein soya.

GI Kids menyebutkan beberapa gejala alergi susu sapi pada anak secara umum meliputi:

  • Muntah
  • Diare
  • Terdapat darah atau lendir pada feses
  • Sakit perut
  • Sebagian anak mengalami ruam
  • Kesulitan bernapas

Di samping itu, anak akan rewel akibat gejala-gejala yang menyerang. Oleh karenanya, Ibu perlu segera berkonsultasi ke dokter untuk menghindari reaksi silang dengan susu formula berbasis nabati atau non-sapi.

Begitu juga dalam memilih susu pertumbuhan pengganti, penting bagi Ibu untuk berkonsultasi terlebih dulu ke dokter anak. Dokter anak akan melakukan rangkaian pemeriksaan reaksi alergi yang dialami si Kecil. Termasuk penentuan susu pengganti untuk anak yang mengalami alergi.

Susu pertumbuhan untuk anak yang alergi susu sapi

anak dokter

Ikatan Dokter Anak Indonesia dapat merekomendasikan pemberian susu pertumbuhan alternatif, seperti susu formula terhidrolisat ekstensif untuk si Kecil yang alergi. Susu ini juga dapat membantu mengurangi gejala alergi yang terkait dengan gangguan pencernaan.

Susu terhidrolisat ekstensif merupakan protein susu sapi yang telah dipotong menjadi bentuk-bentuk yang sangat halus, dibandingkan susu pertumbuhan biasa. Dengan begitu, mudah bagi sistem pencernaan si Kecil dalam menyerap protein dalam bentuk halus ini, sehingga meminimalkan reaksi pada sistem imun.

Mengapa penanganan alergi si Kecil perlu dilakukan sedini mungkin? Menurut Journal of Pediatrics, anak mungkin mengalami pengembangan gejala alergi hingga lima tahun berikutnya, lalu baru gejalanya akan menghilang seiring pertambahan usianya. Agar ini tidak terjadi pada si Kecil, Ibu perlu melakukan pencegahan, salah satunya dengan konsumsi susu formula terhidrolisat ekstensif.

Berdasarkan jurnal Annals of Nutrition and Metabolism, susu terhidrolisat ekstensif dapat menjadi metode untuk pencegahan awal pengembangan gejala alergi (allergy march) si Kecil di masa yang mendatang, seperti atopik dermatitis maupun gangguan pernapasan.

Selain menjadi langkah preventif untuk mencegah allergy march, susu terhidrolisat ekstensif dapat menjadi pelengkap nutrisi si Kecil yang alergi protein susu sapi. Dengan begitu, anak dapat memperoleh asupan nutrisi optimal untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Namun, sekali lagi jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter anak terlebih dulu sebelum memberikan susu pertumbuhan pengganti pada si Kecil.

Apakah si Kecil dapat sembuh dari alergi?

susu untuk anak alergi susu sapi

Ibu pasti sudah mengikuti rekomendasi dokter untuk mengganti susu pertumbuhan anak yang alergi susu sapi, serta menghindari produk turunan susu sapi. Namun, apakah nantinya anak bisa sembuh dari alergi susu sapi?

IDAI menyatakan bahwa anak masih membutuhkan waktu untuk sembuh dari alergi susu sapi setelah pemberian susu formula yang tepat dilakukan. Tingkat kesembuhannya bisa mencapai 45-55% pada tahun pertamanya. Tingkat kesembuhannya meningkat pada tahun-tahun berikutnya, mulai dari 60-67% pada tahun kedua, serta 90% pada tahun ketiga.

Ibu boleh menanyakan hal ini kepada dokter anak saat berkonsultasi. Karena setiap anak memiliki perjalanan kesembuhan alergi yang berbeda-beda.

Jadi, mulai sekarang redam rasa cemas Ibu. Anak dengan alergi susu sapi masih dapat ternutrisi dengan baik melalui susu terhidrolisat ekstensif. Susu terhidrolisat ekstensif, merupakan salah satu susu alternatif yang dapat membantu meningkatkan toleransi tubuh terhadap protein sapi dan memulihkan si Kecil dari alergi. Namun, selalu konsultasikan ke dokter sebelum mengganti susu pertumbuhannya ya, Bu.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

GiKids – Cow’s Milk Protein Allergy. (2021). Retrieved 9 February 2021, from https://gikids.org/digestive-topics/cows-milk-protein-allergy/

IDAI | Susu Formula Alternatif untuk Alergi Susu Sapi. (2021). Retrieved 9 February 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/susu-formula-alternatif-untuk-alergi-susu-sapi

IDAI | WASPADAI ALERGI SUSU SAPI PADA BAYI. (2021). Retrieved 9 February 2021, from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/waspadai-alergi-susu-sapi-pada-bayi

Atopic dermatitis (eczema) – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 9 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/atopic-dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20353273

Vandenplas, Y., Munasir, Z., Hegar, B., Kumarawati, D., Suryawan, A., & Kadim, M. et al. (2019). A perspective on partially hydrolyzed protein infant formula in nonexclusively breastfed infants. Korean Journal Of Pediatrics, 62(5), 149-154. doi: 10.3345/kjp.2018.07276

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 19/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x