home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

11 Cara Menghadapi Anak yang Cemburu Pada Adik Barunya

11 Cara Menghadapi Anak yang Cemburu Pada Adik Barunya

Kakak cemburu pada adik bayinya yang baru lahir adalah hal yang lazim terjadi. Anak akan mengalami berbagai perkembangan emosi, terutama ketika memiliki saudara baru. Bukan hanya rasa gembira, cinta, atau bangga tetapi bisa jadi sebaliknya, ia justru merasa iri atau cemas dengan kehadiran si adik. Tips berikut semoga bisa membantu Anda mengatasinya.

Menghadapi kakak yang cemburu pada adik baru

Bagaimana menghadapi rasa cemburu anak dan membuatnya menerima adik bayi dengan hangat? Anda bisa mencoba tips-tips berikut.

1. Dengarkan uneg-unegnya

Cobalah untuk membuat anak Anda mengekspresikan semua emosinya, yang baik maupun yang buruk. Doronglah ia untuk bicara tentang perasaannya.

Buatlah suasana yang nyaman agar si kakak terbuka terhadap apa yang sebenarnya ia rasakan. Hindari menyalahkan kakak atas perasaan tersebut. Maklumilah bahwa perasaan kakak cemburu pada adik merupakan hal yang wajar.

Kemudian sampaikan padanya bahwa kakak harus berusaha mengurangi perasaan tersebut dan menerima keberadaan adik.

2. Bantu kakak memahami emosinya

Anak yang cemburu cenderung lebih sering menyampaikan perasaannya dengan sinyal-sinyal seperti melakukan hal yang menjengkelkan, atau bahkan tindakan fisik seperti memukul, mencubit, atau mendorong adik bayi.

Biasanya hal itu ia lakukan karena bingung terhadap perasaan baru yang ia miliki. Cambridge Montessori menyatakan bahwa orang tua perlu membantu si kecil dalam memahami emosinya dengan cara memberikan label atau nama terhadap emosi tersebut.

Katakan padanya bahwa perasaan yang kakak rasakan bernama cemburu. Selain itu cobalah untuk meminta alasan mengapa ia cemburu pada adik. Misalnya, ia menyampaikan bahwa adik dibelikan boneka baru.

Jawablah bahwa boneka tersebut juga pernah diberikan padanya saat bayi dulu. Buktikanlah bahwa Anda selalu berbuat adil pada kakak dan adik.

3. Arahkan untuk mengekspresikan emosinya dengan cara yang minim risiko

Anak perlu mengekspresikan emosinya agar tersalurkan. Namun, waspadalah jangan sampai ia meluapkannya dengan cara kekerasan seperti melukai fisik. Jelaskan bahwa hal tersebut tidak bisa ditoleransi.

Jika kakak cemburu pada adik, sarankanlah padanya untuk menunjukkan perasaan dengan cara cemberut, berekspresi marah, atau dengan menyampaikan perasaan yang ia rasakan lewat tulisan atau gambar.

4. Pahami bahwa ia hanya mencoba mendapatkan perhatian Anda

Melansir Find My Kids, anak memiliki sifat yang egosentris yakni menganggap segala sesuatu harus berpusat pada dirinya. Ketika memiliki adik baru, keluarga menjadi cenderung lebih memperhatikan si bayi hal inilah yang menyinggung rasa egosentris tersebut.

Beberapa balita akhirnya mencoba mendapatkan perhatian orang tua mereka dengan cara yang menjengkelkan. Jika ia melakukan hal ini, cobalah bersabar dengan sikapnya. Anak mungkin hanya membutuhkan sedikit perhatian ekstra dari Anda untuk sementara waktu.

Luangkan sejenak waktu Anda untuk memperhatikan si kakak agar ia merasa tetap diperhatikan.

5. Libatkan anak dalam persiapan menyambut bayi

Sebelum bayi lahir, berikan izin padanya untuk merasa cemburu, dan beri tahu bahwa kakak yang lain juga merasakan hal yang sama ketika adik barunya hadir. Anda juga bisa mencari buku anak-anak tentang bayi lalu membacanya bersama-sama.

Untuk mencegah kakak cemburu pada adik, ajaklah ia terlibat dalam persiapan menyambut si adik bayi. Misalnya dengan cara berbelanja kebutuhan si calon adik bersama-sama. Berikan kesempatan untuknya dalam membuat keputusan sederhana, seperti menentukan warna sprei untuk tempat tidur.

kakak cemburu pada adik

6. Yakinkan bahwa rasa sayang Anda padanya tidak berubah

Setelah bayi Anda lahir, ingatkan pada si kakak bahwa kasih sayang Anda padanya masih tetap sama. Biarkan dia tahu bahwa dia masih spesial seperti sebelumnya.

Jika dia mulai berulah dengan mengatakan bahwa ia membenci adiknya, atau dengan mencubit adik bayi, pahami bahwa ini artinya si kakak membutuhkan waktu lebih banyak dengan Anda.

7. Pertahankan rutinitas

Dengan kehadiran anak baru, rutinitas Anda tentu berubah. Untuk mengatasi kakak cemburu pada adik, usahakan rutinitas Anda dengannya tidak terlalu terganggu.

Tetap membiasakan rutinitas seperti sarapan bersama, nonton acara televisi kesukaan setiap sore, dan membacakan dongeng sebelum tidur. Hal ini dapat membantu anak Anda menerima kehadiran adiknya.

8. Ajak kakak untuk membantu merawat adiknya

Cobalah untuk melibatkan kakak dalam merawat bayi. Misalnya, Anda bisa membiarkan ia memilih pakaian tidur untuk adik, atau memilih apa yang akan ia kenakan hari ini.

Anda juga bisa meminta pendapatnya jika si bayi sedang menangis. Misalnya dengan bertanya “Kenapa adik menangis, ya?”. Pertanyaan tersebut akan membuatnya tertantang untuk mencari tahu alasan si adik menangis.

Dengan begitu ia pun merasa terlibat terhadap pengasuhan adik dan berusaha agar adiknya merasa nyaman dan tidak menangis.

9. Pujilah ia jika berbuat baik pada adik

Untuk menghindari kakak cemburu pada adik, maka sering-seringlah memujinya ketika ia berbuat baik kepada adik seperti membantu menidurkan atau menyiapkan perlengkapannya.

Dengan begitu, kakak akan lebih semangat dalam merawat adik dan menganggap hal itu adalah sebuah prestasi tersendiri. Ketika sesuatu yang baik terjadi pada adik ia pun akan turut merasa bangga. Hal ini otomatis dapat mencegah dari rasa cemburu.

10. Libatkan anggota keluarga lain

Beri tahu anggota keluarga lain agar peka terhadap kebutuhan si kakak seperti ayah, kakek/nenek atau paman/bibi. Mintalah mereka untuk menghabiskan waktu dengan si kakak, dan tidak hanya berfokus pada bayi baru Anda.

Dengan begitu, meskipun Anda tengah sibuk merawat si adik, ia tetap mendapatkan perhatian dari anggota keluarga lain.

11. Dorong ia untuk berteman

Sejak sebelum adik lahir, doronglah kakak untuk bersosialisasi dan menjalin pertemanan dengan orang lain seperti tetangga yang sebaya.

Dengan cara ini, rasa cemburu kakak terhadap adik bayi mungkin bisa teralihkan karena ia sibuk dengan kegiatan bersama teman-teman.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to Help Your Child to Deal With Jealousy. Retrieved 24 May 2021, from https://findmykids.org/blog/en/how-to-deal-with-child-jealousy

5 Ways to Deal with Jealousy in Children. Retrieved 24 May 2021, from https://cambridgemontessoriglobal.org/5-ways-to-deal-with-jealousy-in-children/

Dealing with jealousy | Family Information Directory. Retrieved 24 May 2021, from https://fisd.oxfordshire.gov.uk/kb5/oxfordshire/directory/advice.page?id=mBwRXG-1v0A

Foto Penulis
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani pada 07/12/2016
x