Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Anak Mulai Bersekolah?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Anak Mulai Bersekolah?

Sekarang ini, orangtua berbondong-bondong memasukkan anak mereka untuk sekolah dari usia yang masih sangat dini, bahkan ada yang dimulai dari usia 1 tahun. Entah alasan apa yang mendasari orangtua memasukkan anak usia dini ke sekolah. Apa itu untuk ego, kebanggaan, atau memang kebutuhan si anak.

Pada dasarnya, sekolah di Indonesia sendiri terbagi menjadi 4 tingkatan, yaitu tingkat bermain, wajib dasar, menengah dan tinggi. Namun, orangtua atau anak bisa bebas memilih mau dimulai dari tingkat bermain atau langsung tingkat dasar yang wajib. Kira-kira kapan, sih, usia tepat untuk anak mulai sekolah?

Usia anak mulai sekolah bisa ditentukan dari kesiapan dan kemauan anak

Waktu dan usia untuk memasukkan anak ke sekolah bisa didasari pada saat anak Anda sadar akan keinginannya bersekolah. Anak bisa mengatakan dan menunjukkan ketertarikannya sendiri kepada Anda ketika ia ingin pergi sekolah. Biasanya, anak yang berusia 3-4 tahun, akan mengungkapkan sendiri keinginan untuk bersekolah karena melihat keluarga atau teman-temannya bersekolah.

Nah, pada saat inilah orang tua harus peka untuk memberi dukungan dan tidak lupa menerapkan pada anak untuk memiliki tanggung jawab terhadap apa yang akan dilakukan di sekolahnya. Tapi kalau anak Anda tidak ada keinginan untuk bersekolah, Anda jangan memaksa dan langsung memasukkan anak ke sekolah. Dengan tidak memaksa anak untuk bersekolah bukan berarti Anda bersikap pasif dan menyerah untuk menunggu kapan anak timbul keinginan untuk sekolah.

Kalau orangtua hanya pasif, hal ini juga akan menimbulkan kerugian pada anak, lho. Anak akan mengalami usia telat pada tingkat pendidikannya dan bisa menimbulkan dampak tertentu. Di sinilah, Anda sebagai orangtua harus aktif dalam berbagai cara untuk menimbulkan rasa ingin sekolah pada si anak. Contohnya, yaitu dengan mengajak anak berjalan-jalan ke area sekolah dekat rumah atau Anda bisa mengajak anak menjemput kerabat yang bersekolah. Dengan begitu, diharapkan menimbulkan rasa keinginan bersekolah anak Anda.

Lalu bagaimana mengetahui kesiapan anak untuk mulai bersekolah?

Selain berupaya untuk menimbulkan rasa ingin bersekolah, Anda juga harus mempertimbangkan faktor kesiapan anak guna menentukan usia tepat masuk sekolah. Pertimbangkan kesiapan fisik, emosional, kemandiriannya, dan kemampuan berbicaranya. Semakin banyak pengalaman bermain dan bersosialisasi yang dimiliki anak-anak sebelum sekolah, kemungkinan mereka akan mengatasi sekolah dengan baik.

1. Kesiapan emosional

Pada faktor kesiapan ini, anak juga harus memiliki tingkat ketenangan dan kemampuan untuk mengatasi hal-hal tertentu, seperti dapat berbicara dengan jelas pada orang dewasa, dapat mengatakan kapan mereka membutuhkan pertolongan, tahu apa yang perlu dilakukan saat mereka ingin buang air, serta memahami pentingnya berbagi saat sedang bermain.

Anda juag harus perhatikan apakah anak Anda merasa cemas saat Anda tinggal. Bila iya, maka sebaiknya tunda dahulu. Bila ia merasa stres selama Anda tinggal, sekolah hanya akan memberikan stres pada anak Anda. Anda dapat meminimalisir kecemasan ini dengan menjelaskan bahwa anak Anda perlu berpisah dengan Anda selama bersekolah. Jelaskan pula bahwa perpisahan ini hanya bersifat sementara. Setelah waktu sekolah selesai, anak Anda akan bertemu kembali dengan Anda.

2. Kesiapan fisik

Pertimbangan bukan hanya soal emosional dan sikap anak, fisik dan motorik anak menjadi salah satu alasan penting anak mulai sekolah. Pastikan seberapa baik perkembangan motorik anak, dapatkah ia memegang pensil, menggambar sederhana atau bahkan hanya sekedar berpakaian sendiri.

Pasalnya, ketidakmampuan untuk melakukan hal-hal tersebut dapat menyebabkan anak kehilangan kepercayaan diri dan mungkin akan dikucilkan oleh anak-anak lain, yang mana merupakan awal yang tidak menyenangkan dan mungkin merusak arti sekolah untuk anak Anda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

When is the best age to send your child to to school http://www.telegraph.co.uk/education/expateducation/8395176/When-is-the-best-age-to-send-your-child-to-school.html Diakses pada 3 Juli 2017

What is the right age to start kindergarten? http://www.educationworld.com/a_curr/curr027.shtml Diakses pada 3 Juli 2017

Appropriate agE to start preschool http://www.parenting.com/blogs/parenting-post/sarah-preston-gorenstein/what-appropriate-age-start-preschool Diakses pada 3 Juli 2017

http://www.webmd.com/parenting/features/my-child-ready-preschool#1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 16/08/2017
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x