Sanmol

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa obat Sanmol?

Sanmol adalah obat penghilang rasa sakit dan penurun demam. Obat ini mengandung paracetamol (acetaminophen) yang biasanya digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi, seperti:

Bagaimana aturan pakai Sanmol?

Gunakan obat ini sesuai dengan aturan pakai yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dokter. Satu tablet Sanmol mengandung 500 gram paracetamol yang dapat diminum setiap kali gejala nyeri atau sakit muncul.

Meski dapat diminum setiap kali merasa nyeri, Anda tidak dianjurkan untuk meminumnya terlalu sering. Anda bisa meminym obat ini dalam 4-6 jam sekali.

Bila gejala tak kunjung hilang selama lebih dari 3 hari, sebaiknya Anda hentikan penggunaan obat ini dan segera periksakan diri ke dokter.

Bagaimana cara menyimpan Sanmol?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan demikian. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Berapa dosis Sanmol untuk dewasa?

  • Dosis tablet (500mg): 1 tablet 3-4 kali sehari atau tiap 4-6 jam.
  • Dosis forte: 1 tablet 3-4 kali sehari atau tiap 4-6 jam (digunakan pada pasien yang memiliki berat badan berlebih).
  • Dosis effervescent (500mg): 1 tablet sebanyak 3-4 kali
  • Dosis infus: disesuaikan dengan berat badan yaitu 10-15 mg/kg berat badan melalui pembuluh darah vena selama 15 menit.

Berapa dosis Sanmol untuk anak-anak?

Dosis Sanmol tablet (500mg)

  • Usia di atas 12 tahun: 1 tablet 3-4 kali sehari atau tiap 4-6 jam.
  • Usia 5-12 tahun: setengah tablet 3-4 kali per hari atau setiap 4-6 jam.

Dosis Sanmol sirup

  • Usia < 1 tahun: setengah sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.
  • Usia 1-3 tahun: ½ – 1 sendok takar (2,5-5 ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.
  • Usia 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.
  • Usia 6-12 tahun: 1-2 sendok takar (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali per hari atau 4-6 jam sekali.

Dosis Sanmol effervescent

  • Usia > 12 tahun: 1 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Usia 6-12 tahun: ½ – 1 tablet, 3-4 kali sehari

Dosis Sanmol tablet kunyah

  • Usia 6-12 tahun: 2-4 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Usia 2-5 tahun: 1-2 tablet, 3-4 kali sehari

Dalam dosis dan sediaan apa Sanmol tersedia?

Sanmol terdiri dalam beberapa sediaan dan beragam bentuk, yaitu:

  • Sanmol tablet 500 mg, terdapat paracetamol 500 mg
  • Sanmol forte 650 mg, terdapat paracetamol 650 mg
  • Sanmol sirup, setiap satu sendok takar (5ml) mengandung 120 mg paracetamol
  • Sanmol effervescent 500 mg, mengandung 500 mg paracetamol
  • Sanmol tablet kunyah 120 mg

Efek Samping

Apa efek samping Sanmol yang mungkin terjadi?

Sanmol adalah obat yang tergolong dalam paracetamol atau acetaminophen. Terdapat beberapa efek samping paracetamol yang mungkin muncul, mulai dari yang umum hingga sangat jarang terjadi.

Beberapa kondisi yang mungkin terjadi akibat efek samping obat ini yaitu:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut nyeri
  • Merasa mual
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit kuning (jaundice)
  • Timbul alergi, seperti kulit ruam, gatal, dan bengkak
  • Sulit bernapas

Pada kasus yang sangat jarang terjadi, Sanmol mungkin juga berpotensi memicu terjadinya efek-efek di bawah ini:

  • Feses berdarah
  • Urine berdarah
  • Demam, terkadang disertai dengan menggigil
  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan
  • Jumlah urine berkurang
  • Timbul memar
  • Sakit punggung bawah

Jika Anda mengalami hal tersebut, sebaiknya hentikan dulu penggunaan obat ini dan segera periksakan diri ke dokter.

Tidak semua orang mengalami efek samping saat menggunakan obat ini. Mungkin, ada pula beberapa efek samping yang belum disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Sebelum menggunakan obat ini, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Alergi. Alergi terhadap paracetamol dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Bila Anda memiliki alergi paracetamol, sebaiknya hindari obat ini, karena akan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan ruam kulit.
  • Anak-anak. Sejauh ini paracetamol memang aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Namun jika anak yang demam masih berusia di bawah 2 tahun, konsultasikan obat ini dulu dengan dokter spesialis anak.
  • Lansia. Sampai saat ini, belum ada studi yang menyatakan bahwa Sanmol yang mengandung paracetamol buruk untuk dikonsumsi lansia.
  • Gejala overdosis obat. Parasetamol aman jika digunakan sesuai petunjuk dosis. Namun, karena obat ini umum diolah ke dalam banyak obat lainnya, Anda berisiko mengonsumsi dosis terlalu banyak tanpa menyadarinya.
    Kerusakan yang paling berat karena overdosis parasetamol terjadi pada organ hati. Gejalanya mulai dari, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, keringat berlebihan, nyeri perut, terasa sangat lelah, mata keruh atau menguning, urine berwarna sangat gelap.
  • Gangguan darah. Contohnya trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah) dan leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah). Efek ini termasuk jarang terjadi. Hanya satu dari 1.000 orang berisiko mengalami kondisi ini.

Apakah Sanmol aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa Sanmol yang berisi paracetamol dapat membahayakan ibu hamil dan janinnya. Bagi ibu menyusui, obat ini tergolong aman untuk digunakan. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa obat ini bisa ikut keluar melalui ASI.

Selalu konsultasi terlebih dulu pada dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun, jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan Sanmol?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Ada beberapa jenis obat yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bersamaan dengan Sanmol (paracetamol), yaitu:

  • Obat lain yang mengandung paracetamol juga
  • Obat untuk mengatasi epilepsi, yaitu carbamazepine
  • Obat untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit, yaitu colestyramine
  • Obat untuk mengobati penyakit kanker tertentu, imatinib and busulfan
  • Obat antijamur, seperti ketoconazole
  • Obat diabetes tipe 2, yaitu Lixisenatide
  • Obat untuk pengencer darah, yaitu warfarin
  • Obat untuk mengendalikan kejang seperti phenobarbital, phenytoin and primidone

Makanan dan minuman apa yang tak boleh dikonsumsi saat menggunakan Sanmol?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi Sanmol terjadi. Diskusikan dengan dokter kemungkinan interaksi Sanmol dengan makanan, alkohol, atau tembakau.

Sejauh ini, tidak ada makanan yang dapat menimbulkan interaksi dengan Sanmol. Meski begitu, mengonsumsi alkohol ketika minum Sanmol bisa menimbulkan beberapa interaksi yang mungkin dapat berdampak pada kesehatan Anda.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Beberapa kondisi kesehatan tertentu dapat mengganggu kerja obat Sanmol. Berikut adalah masalah kesehatan tersebut yaitu:

Penyalahgunaan alkohol

Menurut sebuah jurnal dari NPS MedicineWise, jika Anda minum alkohol dalam jumlah yang cukup banyak sehari-harinya dan Anda minum paracetamol pada waktu bersamaan, hal tersebut belum berpotensi menimbulkan masalah.

Namun, apabila Anda memiliki masalah penyalahgunaan atau ketergantungan alkohol, Anda disarankan untuk mengonsumsi paracetamol di bawah pengawasan dokter.

Masih dalam jurnal yang sama, konsumsi paracetamol dan penyalahgunaan alkohol sering kali dikaitkan dengan depresi. Selain itu, orang dengan ketergantungan alkohol yang mengonsumsi paracetamol dalam dosis berlebihan berpotensi mengalami gangguan ingatan.

Selain ketergantungan alkohol, konsumsi Sanmol juga sebaiknya tidak dibarengi dengan kondisi-kondisi berikut:

  • Penyakit ginjal parah
  • Penyakit hati, seperti hepatitis
  • Phenylketonuria

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis Sanmol dan apa efeknya?

Overdosis paracetamol bisa saja terjadi, dan kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Beberapa gejala overdosis Sanmol (Paracetamol) yang terjadi:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berkeringat
  • Kelelahan yang ekstrem
  • Perdarahan atau lebam yang tidak biasa
  • Rasa nyeri pada perut bagian kanan atas
  • Kuning pada kulit dan mata
  • Mengalami gejala flu

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau lupa minum obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin begitu Anda mengingatnya. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Jangan menggandakan dosis obat ini.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Extra Joss

    Cari tahu informasi tentang Extra Joss di Hello Sehat, termasuk fungsi, efek samping, keamanan, interaksi, peringatan, foto, dan ulasan dari pengguna.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Neurosanbe

    Neurosanbe adalah obat dengan vitamin B1, B6, dan B12. Cari tahu dosis, efek samping, serta peringatan pemakaian Neurosanbe di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Dulcolax

    Dulcolax adalah obat untuk sulit BAB. Cari tahu informasi tentang dosis, cara pakai, efek samping, keamanan, dan interaksinya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Propolis Melia

    Propolis Melia adalah suplemen getah lebah dengan segudang manfaat. Cari tahu informasi lengkap mengenai suplemen ini di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    Direkomendasikan untuk Anda

    Paramex

    Paramex

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 18/06/2019
    caviplex

    Caviplex

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15/03/2019
    susu hamil prenagen emesis

    Prenagen Emesis

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 11/03/2019
    dermovate cream salep

    Dermovate

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 05/03/2019