home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Minum Paracetamol untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?

Minum Paracetamol untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?

Obat Paracetamol umum digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti demam, sakit kepala, batuk dan flu, serta nyeri. Namun, apakah paracetamol untuk ibu hamil itu aman? Yuk simak penjelasan berikut ya, Bu.

Amankah paracetamol untuk ibu hamil?

obat saat hamil

Pada dasarnya, konsumsi paracetamol untuk ibu hamil sebenarnya aman kok, Bu. Namun, para ahli menganjurkan untuk berhati-hati mengonsumsinya dan sebaiknya berkonsultasi lebih dulu ke dokter.

Tujuannya agar Anda mengonsumsi obat ini dengan dosis yang aman sehingga tidak membahayakan kandungan. Secara umum, berikut ini panduan dosis paracetamol yang aman untuk ibu hamil.

  • Penggunaan obat paracetamol untuk ibu hamil tidak boleh berlangsung lama, hentikan segera jika keluhan sudah teratasi.
  • Disarankan untuk minum paracetamol dalam dosis yang paling rendah dalam masa kehamilan.
  • Dosis paracetamol yang cenderung aman selama kehamilan adalah satu-dua tablet sehari, dengan total 500 mg atau 1000 mg.
  • Paracetamol maksimal diminum sebanyak empat kali dalam sehari (setiap 4-6 jam).

Apa risikonya jika minum paracetamol untuk ibu hamil secara sembarangan?

Jika ingin mengonsumsi obat-obatan tertentu saat hamil, pastikan Anda berkonsultasi lebih dulu ke dokter, sebab jika tidak, akan berisiko menimbulkan gangguan seperti:

  • asma dan mengi pada bayi ketika memasuki usia anak-anak,
  • ADHD dan gangguan perkembangan pada bayi setelah ia lahir,
  • autisme dan gangguan perkembangan otak pada anak, dan
  • penyakit jantung pada bayi baru lahir.

Namun, hal ini perlu diteliti lebih lanjut sebab masih terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli kesehatan.

Penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Obstetrics and Gynaecology pada tahun 2019 membantah adanya pengaruh paracetamol terhadap penyakit jantung pada bayi. Mereka menyatakan bahwa belum ada bukti kuat mengenai hal itu.

Paracetamol untuk ibu hamil, seberapa besar risikonya terhadap kandungan?

skin care saat hamil

Bisa dikatakan bahwa paracetamol selalu menjadi pilihan pertama bagi siapapun yang mengalami demam atau nyeri. Tidak terkecuali ibu hamil. Lantas, bagaimana risiko paracetamol untuk ibu hamil? Berikut faktanya.

1. Risikonya terhadap kandungan masih belum terbukti

Meskipun ada risiko terhadap gangguan terhadap janin jika minum paracetamol untuk ibu hamil, tetapi pada dasarnya belum ada bukti kuat mengenai hal tersebut dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Selain itu, risikonya terhadap bayi dan kandungan masih terbilang kecil atau bahkan tidak berisiko sama sekali pada sejumlah kasus.

2. Paracetamol untuk ibu hamil lebih aman daripada obat anti nyeri lainnya

Sampai saat ini, paracetamol atau asetaminofen merupakan obat penghilang rasa sakit yang paling baik dan aman untuk dikonsumsi ibu hamil.

Terutama jika dibandingkan dengan jenis obat penghilang rasa sakit lainnya yang termasuk golongan NSAID seperti ibuprofen atau aspirin yang memiliki dampak yang lebih berbahaya.

Melansir American Journal of Obstetrics and Gynecology, ibuprofen dan aspirin dikatakan dapat mengakibatkan risiko keguguran dan berbahaya untuk ginjal dan jantung janin.

3. Lebih baik minum obat jika ibu hamil sakit

Lebih baik untuk mengonsumsi paracetamol agar penyakit yang Anda alami segera disembuhkan. Ini lebih baik daripada membiarkan diri yang sedang hamil menderita sakit berkepanjangan.

Jika tidak segera diobati, keluhan kesehatan yang ibu alami dapat mengganggu stamina dan mental selama masa kehamilan. Tentu saja hal ini dapat berdampak buruk bagi Anda dan bayi.

Cara lain untuk mengatasi nyeri dan demam selain minum paracetamol untuk ibu hamil

Saat hamil, sebaiknya Anda menghindari konsumsi obat tanpa petunjuk dokter. Cobalah alternatif lain untuk meredakan rasa nyeri atau menurunkan demam jika Anda belum berkonsultasi ke dokter.

Anda dapat melakukan cara alami seperti istirahat yang cukup, kompres hangat, makan makanan sehat, hingga perbanyak minum air putih.

Jika penyakit dan keluhan tidak kunjung sembuh, pastikan berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum meminum obat apapun.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Andrade, C. (2016). Use of Acetaminophen (Paracetamol) During Pregnancy and the Risk of Autism Spectrum Disorder in the Offspring. The Journal Of Clinical Psychiatry77(02), e152-e154. doi: 10.4088/jcp.16f10637

Eyers, S., Weatherall, M., Jefferies, S., & Beasley, R. (2011). Paracetamol in pregnancy and the risk of wheezing in offspring: a systematic review and meta-analysis. Clinical & Experimental Allergy41(4), 482-489. doi: 10.1111/j.1365-2222.2010.03691.x

Hoover, R., Hayes, V., & Erramouspe, J. (2015). Association Between Prenatal Acetaminophen Exposure and Future Risk of Attention Deficit/Hyperactivity Disorder in Children. Annals Of Pharmacotherapy49(12), 1357-1361. doi: 10.1177/1060028015606469

de Fays, L., Van Malderen, K., De Smet, K., Sawchik, J., Verlinden, V., & Hamdani, J. et al. (2015). Use of paracetamol during pregnancy and child neurological development. Developmental Medicine & Child Neurology57(8), 718-724. doi: 10.1111/dmcn.12745

Hoover, R., Hayes, V., & Erramouspe, J. (2015). Association Between Prenatal Acetaminophen Exposure and Future Risk of Attention Deficit/Hyperactivity Disorder in Children. Annals Of Pharmacotherapy49(12), 1357-1361. doi: 10.1177/1060028015606469

Li, D., Ferber, J., Odouli, R., & Quesenberry, C. (2019). Use of Nonsteroidal Antiinflammatory Drugs During Pregnancy and the Risk of Miscarriage. Obstetric Anesthesia Digest39(2), 93-94. doi: 10.1097/01.aoa.0000557682.53343.cc

Li, S., Yue, J., Dong, B., Yang, M., Lin, X., & Wu, T. (2013). Acetaminophen (paracetamol) for the common cold in adults. Cochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd008800.pub2

Liu, X., Liew, Z., Olsen, J., Pedersen, L., Bech, B., & Agerbo, E. et al. (2015). Association of prenatal exposure to acetaminophen and coffee with childhood asthma. Pharmacoepidemiology And Drug Safety25(2), 188-195. doi: 10.1002/pds.3940

Becquet, O., Bonnet, D., Ville, Y., Allegaert, K., & Lapillonne, A. (2018). Paracetamol/Acetaminophen During Pregnancy Induces Prenatal Ductus Arteriosus Closure. Pediatrics142(1), e20174021. doi: 10.1542/peds.2017-4021

Dathe, K., Frank, J., Padberg, S., Hultzsch, S., Meixner, K., & Beck, E. et al. (2019). Negligible risk of prenatal ductus arteriosus closure or fetal renal impairment after third‐trimester paracetamol use: evaluation of the German Embryotox cohort. BJOG: An International Journal Of Obstetrics & Gynaecology126(13), 1560-1567. doi: 10.1111/1471-0528.15872

Recommendations | Abortion care | Guidance | NICE. (2019). Retrieved 26 March 2021, from https://www.nice.org.uk/guidance/ng140/chapter/Recommendations

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x