Obat Kortikosteroid, Apa Manfaatnya dan Apa Efek Sampingnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar tentang obat kortikosteroid? Atau, Anda lebih familiar dengan nama-nama ini: dexamethasone, prednisonmetilprednisolonhidrokortison, betametason, triamsinolon, dan mungkin pernah mengonsumsinya atas alasan tertentu. Kesemua obat-obatan ini tergolong dalam kategori obat kortikosteroid yang mampu mengatasi banyak masalah kesehatan. Tapi di balik khasiatnya yang multi fungsi, kortikosteroid menyembunyikan beberapa efek samping yang perlu diwaspadai. Apa saja baik-buruknya obat sejuta umat ini? Baca selengkapnya di sini.

Manfaat obat kortikosteroid untuk berbagai kondisi kesehatan

Kortikosteroid itu sendiri sebenarnya adalah sekumpulan hormon yang diproduksi oleh tubuh manusia di kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Hormon ini berfungsi dalam pengaturan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, regulasi cairan tubuh, sistem pertahanan tubuh, dan pembentukan tulang.

Sementara itu, obat kortikosteroid biasanya digunakan untuk gangguan produksi hormon oleh kelenjar adrenal yang mengakibatkan tubuh kekurangan hormon steroid. Kondisi lain yang sering diobati dengan kortikosteroid antara lain adalah keluhan seperti kulit bengkak, gatal-gatal, kemerahan dari reaksi alergi, flu, pegal-pegal, asma akibat alergi, mata merah (konjungtivitis alergi), penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, peradangan sistemik seperti lupus, transplantasi, pembengkakan otak, dan masih banyak lagi. Bentuknya pun bermacam-macam, dari tablet, sirup, inhaler, nasal spray, injeksi hingga krim, lotion dan gel.

Jika Anda diminta oleh dokter untuk menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, Anda akan diminta untuk mengatur pola makan sebagai berikut.

  • Mengurangi jumlah garam dan natrium
  • Menghitung jumlah kalori agar tidak naik berat badan
  • Menambahkan asupan protein

Hal ini dilakukan sebagai tindakan preventif dari kemungkinan munculnya efek samping yang berbahaya.

Efek samping yang mungkin muncul dari obat kortikosteroid jika dipakai berlebihan

Penggunaan kortikosteroid pada pasien harus dipertimbangkan dan didosis dengan baik. Pasalnya, obat ini memiliki daftar efek samping yang lumayan panjang kalau digunakan sembarangan. Penggunaan obat yang rutin lebih dari 2 minggu dapat menyebabkan timbul efek samping yang serius. Oleh karena itu, kebanyakan dari obat jenis ini harus ditebus pakai lewat resep dokter dan jarang ada yang dijual bebas.

Menurut NHS, efek samping yang umum timbul setelah menggunakan obat kortikosteroid adalah peningkatan nafsu makan, perubahan mood, hingga sulit tidur. Jika penggunaan obat terus dilanjutkan dengan dosis yang semakin meningkat, efeknya mulai dari perasaan lemas, tekanan darah rendah (hipotensi), hingga kadar gula darah rendah (hipoglikemia). Jika tidak tertangani, sekelompok gejala ini bisa berujung pada kematian.

Efek samping yang timbul pun akan tergantung dari jenis obat apa yang Anda gunakan. Biasanya, penggunaan secara sistemik (berbentuk tablet atau suntikan) menyebabkan efek samping yang lebih besar. Efek samping kortikosteroid sistemik termasuk hipertensi, peningkatan gula darah, diabetes, tukak lambung, perdarahan saluran cerna, luka yang lama sembuh, kekurangan kalium, osteoporosis, glaukoma, kelemahan otot, hingga penipisan kulit.

Sementara itu, efek samping dari kortikosteroid lokal juga bermacam-macam tergantung dari metode pemakaian (inhalasi atau salep). Efek samping kortikostreoid lokal meliputi berbagai gejala di atas, termasuk juga sariawan, mimisan, batuk, infeksi jamur di mulut, warna kulit memucat, hingga suara serak dan peningkatan risiko infeksi kulit. Pada kasus yang lebih berat, penggunaan kortikosteroid dosis tinggi dapat menyebabkan sindrom Cushing dan peningkatan risiko infeksi pneumonia pada pasien penyakit paru obstruktif kronik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Penyebab Hidung Meler serta Cara Mengatasinya

Hidung ingusan memang sangat menganggu Anda. Berikut tips yang bisa dilakukan di rumah untuk meringankan hidung meler, entah karena flu atau alergi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 19 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Selain Gatal, Ini Gejala Alergi pada Kulit Lainnya yang Perlu Anda Ketahui

Selain rasa gatal dan kulit kemerahan, ada beberapa tanda dan gejala alergi kulit yang perlu Anda waspadai. Kenali tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Kulit 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Tak hanya memicu batuk-batuk, menghirup debu saat Anda bernapas juga bisa menimbulkan dua kondisi kesehatan berikut ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Asma, Kesehatan Pernapasan 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit