home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Waspada Penyakit Glaukoma Akibat Sembarangan Pakai Obat Mata Kortikosteroid

Waspada Penyakit Glaukoma Akibat Sembarangan Pakai Obat Mata Kortikosteroid

Anda pernah mengalami mata merah atau mata yang terasa gatal? Sebaiknya periksakan ke dokter spesialis mata untuk memastikan obat apa yang sebaiknya Anda gunakan. Mengapa harus periksa ke dokter? Begini, tidak semua obat mata yang dijual bebas itu aman untuk mata Anda, contohnya obat tetes mata yang mengandung kortikosteroid. Obat tetes mata kortikosteroid dapat menyebabkan penyakit glaukoma, bahkan kebutaan jika tidak digunakan dalam jumlah dan jangka waktu yang tepat. Simak penjelasan soal glaukoma akibat kortikosteroid di bawah ini.

Obat tetes mata seperti apa yang harus diwaspadai?

Obat tetes mata yang sering digunakan untuk mengatasi mata merah, mata gatal, atau mata yang mengeluarkan banyak kotoran merupakan jenis obat yang harus diwaspadai. Obat-obat tetes mata seperti ini umumnya akan mengandung kortikosteroid yang dapat menyebabkan glaukoma.

Kortikosteroid sendiri terdiri dari berbagai jenis. Beberapa di antaranya adalah deksametason dan prednisolon.

Obat tetes mata kortikosteroid sebenarnya aman untuk digunakan, dengan syarat Anda mematuhi semua anjuran dari dokter dan apoteker Anda. Anjuran yang harus dipatuhi termasuk dosis obat, berapa lama obat digunakan, kapan saja obat dipakai, dan cara penyimpanan obat. Jika Anda mengikuti semua saran dari dokter serta apoteker, Anda tak perlu khawatir soal glaukoma akibat kortikosteroid.

Bagaimana glaukoma akibat kortikosteroid bisa terjadi?

Obat mata ini baru akan berisiko sebabkan glaukoma apabila Anda tidak mematuhi cara pakai yang dianjurkan dokter serta apoteker. Obat kortikosteroid dilaporkan dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata serta pelebaran pupil mata. Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, Anda pun berisiko mengalami glaukoma.

Glaukoma sendiri adalah kerusakan saraf mata. Pada kebanyakan kasus, kerusakan saraf mata disebabkan oleh tingginya tekanan pada bola mata. Bila tidak ditangani dengan tepat, glaukoma bisa mengakibatkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Siapa saja yang paling berisiko kena glaukoma akibat kortikosteroid?

Seluruh pengguna obat tetes mata kortikosteroid yang tidak sesuai dengan anjuran pakai memiliki risiko terkena glaukoma. Namun beberapa di antaranya memiliki risiko yang lebih tinggi, yaitu pada Anda yang memiliki:

Penggunaan berapa lama yang termasuk berbahaya?

Bagi Anda yang belum pernah menggunakan obat tetes mata kortikosteroid, penggunaan selama satu minggu baru akan menaikkan tekanan bola mata Anda. Namun, pada Anda yang berulang kali menggunakan obat tetes mata kortikosteroid, peningkatan tekanan bola mata dapat terjadi dalam hitungan jam setelah obat digunakan.

Glaukoma akibat kortikosteroid biasanya tidak menunjukkan gejala-gejala yang khas pada awalnya. Oleh sebab itu, kontrol rutin tekanan bola mata selama penggunaan kortikosteroid merupakan cara deteksi dini yang dapat dilakukan. Apabila tidak diobati dan masuk pada fase lanjut, gejala yang dirasakan dapat berupa gangguan penglihatan atau sampai kebutaan.

Bisakah glaukoma akibat kortikosteroid disembuhkan?

Kelainan saraf mata glaukoma tidak dapat disembuhkan. Pengobatan pada penderita glaukoma bertujuan untuk menyelamatkan saraf mata yang masih baik sekaligus mencegah terjadinya kebutaan.

Sebagai salah satu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan, glaukoma akibat kortikosteroid sebenarnya dapat dicegah dengan tidak menggunakan obat tetes mata mengandung kortikosteroid di luar pengawasan dan anjuran dokter spesialis mata Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  1. Phulke S, Kaushik S, Kaur S, Pandav SS. Steroid-induced Glaucoma: An Avoidable Irreversible Blindness. J Curr Glaucoma Pract 2017;11(2):67-72.
  2. List of Ophthalmic steroids [Internet]. Drugs.com. Drugs.com; [cited 2018Apr12]. Available from: https://www.drugs.com/drug-class/ophthalmic-steroids.html
  3. Ophthalmology AAO 2014-2015 Basic and Clinical Science Course (BCSC): Section 10: Glaucoma. MD HDS, editor. American Academy of Ophthalmology; 2014.
  4. Steroid induced Glaucoma [Internet]. Steroid induced Glaucoma – EyeWiki. 2015 [cited 2018Apr12]. Available from: http://eyewiki.aao.org/Steroid_induced_Glaucoma
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Laura Agnestasia Dj.
Tanggal diperbarui 23/05/2018
x