Cefixime

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Penggunaan

Apa itu obat cefixime?

Cefixime adalah obat digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini termasuk obat antibiotik kelas cephalosporins, yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Antibiotik cefixime adalah obat yang tidak akan bekerja pada infeksi virus seperti pilek dan flu. Menggunakan antibiotik saat tidak dibutuhkan meningkatkan risiko terkena infeksi yang kebal dengan pengobatan antibiotik. Hanya minum sesuai dengan instruksi dokter.

Bagaimana aturan minum cefixime?

Cefixime adalah obat yang bisa digunakan dengan diminum pada saat sebelum atau sesudah makan sesuai petunjuk dokter, biasanya sekali sehari. Pada anak-anak, obat mungkin digunakan dua kali sehari (setiap 12 jam). Jika Anda minum tablet kunyahan, kunyah sampai hancur dan telan.

Dosis berdasarkan kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Pada anak-anak, dosis juga tergantung berat badan. Cefixime adalah salah satu jenis antibiotik paling ampuh ketika jumlah obat di dalam tubuh dijaga dengan tingkat yang konsisten. Maka, minum obat ini pada jangka waktu yang sesuai.

Lanjutkan menggunakan cefixime sampai habis, meskipun gejala menghilang setelah beberapa hari. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya habis berpotensi memicu bakteri untuk tetap tumbuh, yang berakibat kambuhnya infeksi. Bahkan, dalam kasus tertentu, hal ini dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Beri tahu dokter jika kondisi Anda tidak kunjung hilang atau memburuk setelah minum cefixime hingga habis dan sesuai dengan petunjuk dokter.

Bagaimana cara penyimpanan cefixime?

Untuk cefixime dalam bentuk kapsul, tablet, dan tablet kunyahan, Anda perlu menyimpannya pada suhu ruangan jauh dari cahaya dan kelembapan. Suhu yang ideal untuk menyimpan cefixime adalah berkisar di 20-25 derajat Celsius.

Cefixime dalam bentuk yang dilarutkan dapat disimpan di dalam kulkas sampai 14 hari. Pastikan Anda tidak menyimpan cefixime di dalam kamar mandi dan jangan membekukan obat.

Obat dengan merek yang berbeda-beda mungkin mempunyai cara menyimpan yang berbeda. Periksa kotak produk untuk mencari tahu instruksi bagaimana cara menyimpannya, atau menanyakan apoteker. Jauhi obat dari anak-anak dan binatang peliharaan.

Dilarang mengguyur obat di dalam toilet atau membuangnya ke dalam saluran pembuangan jika tidak disuruh. Buang produk ini dengan benar jika sudah melewati batas waktu atau tidak dibutuhkan lagi. Konsultasi dengan apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal untuk detail lebih mendalam tentang bagaimana membuang produk dengan aman.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis cefixime untuk orang dewasa?

Berikut adalah penjelasan mengenai dosis Cefixime untuk orang dewasa:

Dosis

  • Dosis cefixime untuk dewasa penderita infeksi saluran kencing: 400 mg diminum sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam
  • Dosis cefixime untuk dewasa penderita otitis media: dilarutkan, tablet kunyah: 400 mg dengan diminum sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam
  • Dosis cefixime untuk dewasa penderita tonsilitis (radang amandel) atau faringitis (radang tenggorokan): 400 mg dengan mulut sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam
  • Dosis cefixime untuk dewasa penderita bronkitis akut: 400 mg dengan dimunum sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam
  • Dosis cefixime untuk dewasa penderita infeksi serviks atau uretra ringan: 400 mg diminum sekali dosis

Rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC): Infeksi serviks, uretra, atau rektum ringan: 400 mg dengan mulut sekali dosis tambahan (azithromycin (lebih baik) atau doxycycline) serta tes untuk memastikan penyembuhan dalam 1 minggu.

Bagaimana dosis cefixime untuk anak-anak?

Dosis cefixime untuk anak penderita otitis media dengan cara dilarutkan atau dikunyah:

  • 6 bulan-12 tahun (berat 45 kg atau kurang): 8 mg per kg dengan dimunum sehari sekali atau 4 mg/kg setiap 12 jam
  • Anak dengan berat lebih dari 45 kg atau lebih tua dari 12 tahun: 400 mg dengan diminum sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam

Dosis cefixime untuk anak penderita infeksi saluran kencing:

  • Infeksi ringan: Dilarutkan, tablet kunyah: 6 bulan-12 tahun (berat 45 kg atau kurang): 8 mg per kg dengan diminum sehari sekali atau 4 mg/kg setiap 12 jam
  • Anak dengan berat lebih dari 45 kg atau lebih tua dari 12 tahun: 400 mg dengan dimunum sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam

Dosis cefixime untuk anak penderita tonsilitis dan faringitis dengan dilarutkan atau tablet kunyah: 

  • 6 bulan-12 tahun (berat 45 kg atau kurang): 8 mg per kg dengan diminum sehari sekali atau 4 mg per kg setiap 12 jam
  • Anak dengan berat lebih dari 45 kg atau lebih tua dari 12 tahun sebabnyak 400 mg dengan diminum sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam

Dosis cefixime untuk anak penderita bronkitis akut: Dilarutkan, tablet kunyah:

  • 6 bulan-12 tahun (berat 45 kg atau kurang): 8 mg per kg dengan diminum  sehari sekali atau 4 mg per kg setiap 12 jam
  • Anak dengan berat lebih dari 45 kg atau lebih tua dari 12 tahun: 400 mg dengan mulut sehari sekali atau 200 mg setiap 12 jam

Dalam dosis apakah cefixime tersedia?

Cefixime tersedia dengan bentuk dan jumlah dosis di bawah ini:

  • Bubuk untuk larutan, langsung dengan mulut: 100mg/5ml, 200mg/5ml, 500mg/5ml
  • Tablet, mulut: 400mg
  • Tablet kunyah, mulut: 100mg, 200mg
  • Kapsul, oral: 400 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena cefixime?

Cari pertolongan darurat jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter segera jika mengalami efek samping serius dari cefixime seperti:

  • Diare berair atau berdarah
  • Demam, sakit tenggorokan, dan nyeri otot dengan kulit melepuh, mengelupas, dan ruam
  • Mati rasa atau kesemutan
  • Kulit terasa hangat, memerah, atau geli
  • Tangan dan kaki membengkak
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Sesak di dada, nafas pendek

Efek samping yang lebih ringan dari cefixime mungkin termasuk:

  • Mual ringan, sakit perut, sembelit, kehilangan nafsu makan
  • Cemas, mengantuk
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Sakit kepala
  • Pilek, sakit tenggorokan, batuk atau
  • Gatal atau mengeluarkan cairan dari dalam vagina

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping cefiime yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mengalami kekhawatiran mengenai efek samping tertentu setelah minum cefixime, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara mengatasi efek samping yang ditimbulkan cefixime?

Memang, efek samping tidak akan selalu terjadi pada semua orang yang mengonsumsi cefixime. Namun, bila efek samping muncul, Anda dapat mengatasinya dengan cara-cara berikut:

  • Jika Anda mengalami diare akibat cefixime, minumlah air putih yang cukup. Namun, bila diare berlangsung lebih dari 24 jam atau disertai darah, segera periksakan diri ke dokter.
  • Cefixime juga berpotensi menyebabkan mual dan rasa tidak nyaman pada perut. Maka itu, Anda sebaiknya memilih makanan yang tidak terlalu berat untuk dicerna. Anda juga dapat minum cefixime setelah makan untuk menghindari mual.
  • Sakit kepala yang disebabkan oleh cefixime dapat Anda atasi dengan minum obat penghilang rasa sakit (painkiller). Namun, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai obat pereda rasa sakit yang tidak memicu interaksi dengan cefixime.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan cefixime?

Terdapat beberapa jenis pengobatan dan kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi efek cefixime. Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi cefixime, ada beberapa hal yang perlu Anda beri tahu ke dokter:

  • Penting bagi Anda untuk memberi tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki, terutama jika Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat-obatan antibiotik seperti penicillin atau cephalosporin lainnya.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah atau kelainan pada fungsi ginjal Anda.
  • Apabila Anda sedang hamil, mencoba mempunya anak, atau menyusui, informasikan hal tersebut ke dokter Anda agar penggunaan obat dapat disesuaikan dengan kondisi Anda.
  • Berikan daftar obat-obatan yang sedang Anda konsumsi bila ada, termasuk obat-obatan bebas yang dibeli tanpa resep dokter dan obat-obatan herbal.

Cefixime adalah obat yang dapat bereaksi dengan beberapa obat tertentu, misalnya:

  • Cefaclor (Raniclor)
  • Cefadroxil (Duricef)
  • Cefazolin (Ancef)
  • Cefdinir (Omnicef)
  • Cefditoren (Spectracef)
  • Cefpodoxime (Vantin)
  • Cefprozil (Cefzil)
  • Ceftibuten (Cedax)
  • Cefuroxime (Ceftin)
  • Cephalexin (Keflex)
  • Cephradine (Velosef) dan sebagainya

Sebelum minum cefixime, beritahu dokter bila Anda alergi obat, terutama antibiotik jenis penicillin.

Apakah cefixime aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian memadai mengenai risiko penggunaan cefixime pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Cefixime termasuk ke dalam kategori B (tidak berisiko pada beberapa penelitian) untuk ibu hamil, menurut US Food and Drug Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A= Tidak berisiko
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C= Mungkin berisiko
  • D= Ada bukti positif dari risiko
  • X= Kontraindikasi
  • N= Tidak diketahui

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan cefixime?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Dokter mungkin akan memutuskan untuk tidak memberi Anda obat ini atau mengganti obat-obatan lain yang Anda konsumsi.

Interaksi dengan obat pengencer darah (antikoagulan)

Penggunaan cefixime bersamaan dengan obat-obatan pengencer darah atau antikoagulan tidak direkomendasikan.

Obat-obatan antibiotik, termasuk cefixime, berpotensi meningkatkan risiko pendarahan pada pasien yang menjalani pengobatan dengan warfarin, salah satu jenis obat pengencer darah.

Hal tersebut dipaparkan dalam sebuah studi dari The American Journal of Medicine, di mana kelompok lansia yang mengonsumsi warfarin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan. Hal tersebut berpotensi memicu terjadinya komplikasi pada penyakit yang mereka derita sebelumnya.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan cefixime?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan cefixime?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Colitis (radang usus)
  • Diare parah. Gunakan dengan hati-hati. Mungkin bisa memperburuk kondisi
  • Penyakit ginjal. Gunakan dengan hati-hati. Efek mungkin meningkat karena pembuangan obat yang lambat dari dalam tubuh

Selain itu, apabila Anda akan menjalani operasi atau prosedur medis lainnya, beri tahu ke dokter atau tim medis yang bersangkutan bahwa Anda sedang mengonsumsi cefixime. Hal ini disebabkan karena cefixime dapat memengaruhi hasil tes diagnosis tertentu, misalnya tes kadar gula pada urine.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis mungkin meliputi ensefalopati, yang ditandai dengan terganggunya kesadaran Anda. Anda mungkin akan merasa kebingungan, bahkan kehilangan kesadaran.

Overdosis cefaxime juga dapat ditandai dengan gejala-gejala kejang dan gerakan tubuh yang tidak wajar.

Gejala-gejala lain dari overdosis cefaxime adalah:

  • Mengecilnya ukuran pupil (lingkaran hitam di tengah mata)
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk parah
  • Tidak sadarkan diri
  • Koma (kehilangan kesadaran selama periode waktu)
  • Detak jantung melambat
  • Lemah otot
  • Kulit dingin dan lembap

Apabila Anda atau orang lain yang mengonsumsi cefixime mengalami gejala-gejala di atas, segera hubungi tim medis.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Januari 16, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca