Obat untuk Mengobati Stroke: Antikoagulan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Obat antikoagulan mengurangi penggumpalan darah (koagulasi artinya penggumpalan). Obat ini diperlukan jika gumpalan darah terlalu banyak, karena gumpalan darah dapat menghalangi pembuluh darah dan menyebabkan kondisi seperti stroke atau serangan jantung. Salah satu contoh obat koagulan adalah termasuk warfarin.

Obat antikoagulan sering disebut sebagai pengencer darah, tidak benar-benar mengencerkan darah tetapi meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk gumpalan darah terbentuk. Antikoagulan membantu mencegah penggumpalan darah menjadi lebih besar dan dapat digunakan untuk mencegah pembekuan darah vena atau untuk mengobati kondisi tertentu seperti pembuluh darah, jantung, atau paru-paru.

Bagaimana cara kerja antikoagulan?

Antikoagulan menurunkan risiko stroke pada orang yang memiliki atrial fibrillation. Tapi seberapa besar risiko Anda akan berkurang tergantung pada seberapa tinggi risiko stroke Anda pada awalnya. Tidak semua orang dengan atrial fibrillation memiliki risiko stroke yang sama. Bicarakan dengan dokter mengenai risiko stroke Anda.

Anda akan mempertimbangkan manfaat mengurangi risiko stroke terhadap risiko mengonsumsi antikoagulan. Antikoagulan bekerja dengan baik untuk mencegah stroke, tetapi antikoagulan juga menyebabkan risiko perdarahan. Ini merupakan risiko yang biasa terjadi.  Risiko Anda sendiri dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya, tergantung pada kondisi kesehatan Anda.

Ketika tubuh terluka, baik di dalam atau pada kulit, darah dapat bocor ke organ-organ internal atau keluar dari tubuh. Untuk mencegah hal ini terjadi, darah membentuk gumpalan yang membuat luka tersegel.

Ketika darah perlu membeku, serangkaian proses yang kompleks terjadi sehingga darah menjadi lengket. Darah kemudian mulai menggumpal di lokasi perdarahan, mencegah perdarahan lebih lanjut.

Jika terdapat proses yang gagal bekerja, darah dapat membeku terlalu banyak atau kurang. Jika darah tidak cukup menggumpal, akan terjadi risiko perdarahan berlebih (perdarahan).  Jika bekuan terlalu banyak, gumpalan darah dapat terbentuk di tempat yang tidak diperlukan sehingga menghalangi pembuluh darah.

Antikoagulan dapat mengurangi kemampuan darah untuk membeku sehingga pembekuan darah yang tidak perlu tidak terjadi.

Apa efek samping dari antikoagulan?

Penting untuk memeriksa perdarahan (haemorrhages) ketika mengonsumsi obat antikoagulan karena dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan.

Cari bantuan medis dan lakukan tes darah jika Anda mengalami salah satu dari berikut:

  • darah pada urin atau tinja
  • tinja berwarna hitam
  • memar parah
  • mimisan (berlangsung lebih lama dari 10 menit)
  • gusi berdarah
  • muntah atau batuk darah
  • sakit kepala yang tidak biasa
  • (pada wanita) perdarahan selama periode haid meningkat atau perdarahan lainnya pada vagina

Cari bantuan medis segera jika Anda:

  • terlibat dalam kecelakaan besar
  • mengalami pukulan yang signifikan di kepala
  • tidak dapat menghentikan perdarahan

Efek samping umum lainnya:

  • mual atau muntah
  • diare
  • sakit kuning
  • rambut rontok
  • ruam kulit
  • demam (suhu 38 C atau lebih)
  • bercak merah atau ungu pada kulit (purpura)
  • pankreatitis (radang pankreas), nyeri pada perut bagian atas
  • masalah ginjal

Temui dokter Anda jika mengalami efek samping tetap saat mengonsumsi antikoagulan.

Apa yang perlu diperhatikan

Ketika mengonsumsi antikoagulan, Anda perlu mengambil langkah-langkah ekstra untuk menghindari masalah pendarahan.
⇒ Lakukan tes darah secara teratur.
⇒ Hindari jatuh dan cedera.
⇒ Makan menu makan yang stabil dan perhatikan makanan yang mengandung vitamin K.
⇒ Beri tahu dokter mengenai semua obat-obatan dan vitamin lain yang Anda minum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Konsekuensi paling umum akibat stroke adalah lumpuh, biasanya merupakan kelumpuhan hemiplegia atau hemiparesis. Ketahui informasi lebih lanjut di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

8 Sebab Mengapa Seseorang Memiliki Wajah yang Tidak Simetris

Bagaimana bentuk wajah Anda saat berkaca? Apakah posisi mata, telinga, dan bagian muka lainnya sudah tepat atau tidak simetris?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat dan cara mengatasi penyakit gangguan pencernaan

Berbagai Obat dan Tips Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
perut bunyi saat lapar

5 Gejala Umum Gangguan Pencernaan dan Kemungkinan Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit