Analsik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kegunaan

Untuk apa obat Analsik?

Analsik adalah obat pereda nyeri yang mengandung 2 kombinasi zat aktif, yaitu diazepam 2 mg dan methampyrone (metamizole) 500 mg.

Diazepam merupakan obat golongan benzodiazepine yang bekerja di otak dan saraf (sistem saraf pusat) untuk menghasilkan efek tenang. Obat ini bekerja dengan meningkatkan efek bahan kimia otak tertentu.

Sementara methampyrone merupakan obat analgesik yang berfungsi untuk mengurangi nyeri sedang hingga berat dengan menghambat respons nyeri pada otak.

Analsik masuk dalam golongan obat NSAID (obat antiradang nonsteroid). Obat ini bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Obat ini biasa digunakan untuk meredakan nyeri sedang sampai berat.

Bagaimana cara penggunaan obat analsik?

Minum obat ini setelah makan. Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep.

Gunakan obat ini di waktu yang sama setiap harinya agar kinerja obat dapat bekerja lebih efektif. Jika satu waktu Anda lupa minum obat dan jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat, segera minum ketika Anda ingat. Namun, jika jadwal konsumsinya sudah dekat, abaikan saja dan jangan menggandakan dosis obat.

Jangan gunakan obat ini terlalu banyak, sedikit, lebih lama dari yang disarankan. Konsultasikan ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Analsik adalah obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat ini di kamar mandi. Jangan membekukan obat ini.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis analsik untuk orang dewasa?

Untuk meredakan nyeri sedang hingga berat pada orang dewasa, dosis analsik adalah 1 kaplet setiap 6-8 jam sekali. Dosis maksimal adalah 4 kaplet sehari.

Bagaimana dosis analsik untuk anak-anak?

Penggunaan obat ini untuk anak-anak sebaiknya diberikan di bawah pengawasan dokter. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis apakah obat analsik tersedia?

Sediaan obat analsik adalah methampyrone 500mg dan diazepam 2mg.

Efek Samping

Apa efek samping obat analsik?

Beberapa efek samping paling umum dari obat analsik adalah:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Vertigo
  • Tekanan darah rendah
  • Tremor
  • Lemas
  • Mual
  • Sulit buang air kecil
  • Konstipasi

Selain efek samping di atas, tidak menutup kemungkinan analsik bisa memicu terjadinya reaksi alergi obat. Segera hentikan pengobatan apabila muncul tanda-tanda di bawah ini:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal atau biduran
  • Pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, bibir, atau tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Kesulitan bernapas
  • Mengi
  • Tubuh melemah

Efek samping obat ini mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat analsik?

Sebelum minum obat analsik, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan segala manfaat dan risiko dari obat ini.

Pasalnya, obat ini tidak boleh digunakan secara sembarangan. Beberapa hal yang penting untuk Anda ketahui sebelum menggunakan obat analsik adalah:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi atau gejala tidak biasa setelah menggunakan obat ini atau obat-obatan lainnya
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat gangguan pembekuan darah atau kelainan darah
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal dan hati
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengalami depresi berat
  • Beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin, suplemen, dan herbal
  • Obat ini dapat memberikan efek mengantuk. Jadi, hindari mengendarai kendaraan bermotor atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini
  • Obat ini tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang.

Mungkin ada hal-hal lain yang tidak disebutkan di atas. Untuk itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kekhawatiran atau kebingungan yang mungkin Anda alami.

Dokter mungkin akan memberikan informasi yang lebih lengkap, termasuk dosis, keamanan, serta interaksi obat ini. Simak dengan baik semua informasi yang dijelaskan dokter agar pengobatan yang Anda lakukan berjalan secara optimal.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D (ada bukti bahwa berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan obat analsik?

Walaupun beberapa jenis obat tidak bisa diminum secara bersamaan, ada juga kasus di mana obat bisa diminum serentak sekalipun memiliki interaksi.

Dalam kasus ini, dokter mungkin akan mengubah dosis, atau mungkin perlu melakukan beberapa pencegahan. Beri tahu dokter, perawat, atau apoteker bila Anda minum obat dengan atau tanpa resep.

Beberapa obat yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat analsik adalah:

  • obat-obatan NSAID lain (aspirin atau ibuprofen)
  • obat pengencer darah (warfarin)
  • obat penyakit autoimun (ciclosporin atau methotrexate)
  • obat diuretik
  • obat antidepresan (lithium, citalopram, atau fluoxetine)

Tidak semua obat yang berinteraksi dengan obat ini tertera dalam daftar di atas. Untuk itu, informasikan kepada dokter seluruh produk yang Anda gunakan termasuk obat nonresep atau obat resep lainnya.

Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau sehabis mengonsumsi makanan tertentu karena dapat menimbulkan interaksi obat. Obat ini juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan alkohol.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai makanan atau minuman apa saja yang mungkin berinteraksi apabila Anda mengonsumsi obat ini.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah medis lainnya mungkin memengaruhi penggunaan obat ini. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika memiliki masalah medis lainnya, khususnya:

  • Alergi atau hipersensitif terhadap analsik
  • Tekanan darah rendah
  • Gangguan pernapasan
  • Glaukoma sudut sempit
  • Hamil dan menyusui

Mungkin ada beberapa kondisi kesehatan yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda, maka jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis yang perlu Anda waspadai adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Lemah
  • Demam
  • Sakit perut
  • Gangguan ginjal
  • Gagal ginjal akut

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: November 2, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 20, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca