Analsik

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Kegunaan Analsik

Analsik obat apa?

Analsik adalah obat pereda nyeri yang mengandung 2 kombinasi zat aktif, yaitu diazepam 2 mg dan methampyrone (metamizole) 500 mg.

Diazepam merupakan obat golongan benzodiazepine yang bekerja di otak dan saraf (sistem saraf pusat) untuk menghasilkan efek tenang. Obat ini bekerja dengan meningkatkan efek dari zat kimia tertentu yang berada di dalam otak.

Sementara itu, methampyrone adalah obat analgesik, alias pereda nyeri, yang berfungsi untuk mengurangi nyeri sedang hingga berat dengan menghambat respons nyeri pada otak.

Analsik masuk dalam golongan obat NSAID (obat antiradang nonsteroid/OAINS). Obat ini bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Analsik biasa digunakan untuk meredakan nyeri sedang sampai berat.

Bagaimana aturan minum obat analsik?

Minumlah obat Analsik setelah makan dan sesuai dengan resep dokter. Ikuti semua petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan atau resep.

Minumlah obat ini pada jam yang sama setiap harinya sehingga obat lebih ampuh bekerja.

Jangan gunakan obat ini terlalu banyak, sedikit, lebih lama dari yang disarankan. Konsultasikan ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Analsik adalah obat yang sebaiknya disimpan pada suhu ruangan. Jauhkan obat ini dari paparan sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan obat ini di kamar mandi atau mebekukannya di freezer.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda.

Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan.

Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Analsik

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis analsik untuk dewasa?

Untuk meredakan nyeri sedang hingga berat pada orang dewasa, dosis analsik adalah 1 kaplet setiap 6-8 jam sekali. Dosis maksimal adalah 4 kaplet sehari.

Bagaimana dosis analsik untuk anak-anak?

Penggunaan obat ini untuk anak-anak sebaiknya diberikan di bawah pengawasan dokter. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan dosis yang lebih pasti.

Dalam dosis apakah obat analsik tersedia?

Sediaan obat analsik adalah methampyrone 500mg dan diazepam 2mg (kaplet, oral).

Efek Samping Analsik

Apa efek samping obat analsik?

Sama seperti obat-obat lainnya, Analsik juga memiliki efek sampiing. Beberapa efek samping paling umum dari obat analsik adalah:

  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Vertigo
  • Tekanan darah rendah
  • Tremor
  • Lemas
  • Mual
  • Sulit buang air kecil
  • Konstipasi

Selain efek samping di atas, tidak menutup kemungkinan analsik bisa memicu terjadinya reaksi alergi obat. Segera hentikan pengobatan apabila muncul tanda-tanda di bawah ini:

  • Ruam kulit
  • Gatal-gatal atau biduran
  • Pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti wajah, bibir, atau tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Kesulitan bernapas
  • Mengi
  • Tubuh melemah

Efek samping obat ini mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat analsik?

Sebelum minum obat analsik, penting bagi Anda untuk mempertimbangkan segala manfaat dan risiko dari obat ini.

Pasalnya, obat ini tidak boleh digunakan secara sembarangan. Analsik harus diminum berdasarkan dengan resep dokter.

Beberapa hal yang penting untuk Anda ketahui sebelum menggunakan obat analsik adalah:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi atau gejala tidak biasa setelah menggunakan obat ini atau obat-obatan lainnya.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat gangguan pembekuan darah atau kelainan darah.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal dan hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengalami depresi berat.
  • Beri tahu dokter tentang semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk vitamin, suplemen, dan herbal.
  • Obat ini dapat memberikan efek mengantuk. Hindari mengendarai kendaraan bermotor atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi obat ini.
  • Obat ini tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang.

Mungkin ada hal-hal lain yang tidak disebutkan di atas. Untuk itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kekhawatiran atau kebingungan yang mungkin Anda alami.

Dokter mungkin akan memberikan informasi yang lebih lengkap, termasuk dosis, keamanan, serta interaksi obat ini. Simak dengan baik semua informasi yang dijelaskan dokter agar pengobatan yang Anda lakukan berjalan secara optimal.

Apakah Analsik aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan Analsik untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan pada dokter untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D (ada bukti bahwa berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia.

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat

Obat lain apa yang mungkin berinteraksi dengan obat analsik?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Hal ini membuat beberapa obat tertentu tidak bisa diminum secara bersamaan.

Meski begitu, dalam kasus tertentu, obat-obat yang berinteraksi mungkin saja diresepkan bersama-sama.

Dalam kasus ini, dokter mungkin akan mengubah dosis, atau perlu melakukan beberapa upaya pencegahan. Beri tahu dokter, perawat, atau apoteker bila Anda minum obat dengan atau tanpa resep.

Beberapa obat yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat analsik adalah:

  • obat-obatan NSAID lain (aspirin atau ibuprofen)
  • obat pengencer darah (warfarin)
  • obat penyakit autoimun (ciclosporin atau methotrexate)
  • obat diuretik
  • obat antidepresan (lithium, citalopram, atau fluoxetine)

Tidak semua obat yang berinteraksi dengan obat ini tertera dalam daftar di atas. Untuk itu, informasikan kepada dokter seluruh produk yang Anda gunakan termasuk obat nonresep atau obat resep lainnya.

Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak bisa digunakan pada saat makan atau sehabis mengonsumsi makanan tertentu karena dapat menimbulkan interaksi obat. Obat ini juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan alkohol.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai makanan atau minuman apa saja yang mungkin berinteraksi apabila Anda mengonsumsi obat ini.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Adanya masalah kesehatan lain mungkin bisa memengaruhi cara kerja Analsik. Pastikan Anda memberi tahu dokter jika memiliki masalah medis lainnya, khususnya:

  • Alergi atau hipersensitif terhadap Analsik
  • Tekanan darah rendah
  • Gangguan pernapasan
  • Glaukoma sudut sempit
  • Hamil dan menyusui

Mungkin ada beberapa kondisi kesehatan yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda ragu dengan kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala-gejala overdosis Analsik yang perlu Anda waspadai adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Lemah
  • Demam
  • Sakit perut
  • Gangguan ginjal
  • Gagal ginjal akut

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun, bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis pada satu kali jadwal minum obat.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

    Demam pada anak adalah tanda tubuh sedang melawan bakteri. Anda cukup melakukan cara alami ini untuk mengatasi demam pada anak.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki

    Mengenal Jenis-Jenis Hantavirus, Virus dari Tikus yang Dapat Mematikan

    Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus. Terdapat dua jenis hantavirus. Kenali gejalanya untuk pengobatan yang sesuai.

    Ditulis oleh: dr. Ivena

    Tips Pekerjaan Rumah Jika Punya Masalah Tulang Belakang

    Melakukan pekerjaan rumah bagi yang punya masalah kronis pada tulang belakang tentu tidak mudah. Tapi tenang, berikut tipsnya.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Vasodilator, Obat untuk Memperlebar Pembuluh Darah

    Vasodilator merupakan salah satu pengobatan untuk menangani kondisi hipertensi atau penyakit jantung. Simak penjelasannya di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha

    Direkomendasikan untuk Anda

    sakit kepala saat puasa

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
    cara menyimpan obat padat

    Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020
    mengatasi demam pada anak

    4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
    gastritis adalah radang lambung

    Gastritis

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020