home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Agranulositosis adalah kondisi langka yang terjadi ketika Anda kekurangan granulosit. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kematian akibat infeksi darah yang disebut septikemia. Apa sebenarnya granulosit? Apa pula yang menjadi penyebabnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu agranulositosis?

Sebelum membahas apa itu agranulositosis, Anda perlu memahami tentang granulosit. Dikutip dari National Cancer Institute, granulosit merupakan jenis sel darah putih (leukosit) yang memiliki granula (partikel kecil).

Dari lima jenis sel darah putih yang ada, terdapat tiga di antaranya yang merupakan granulosit, yaitu neutrofil, basofil, dan eosinofil. Semuanya diproduksi di sumsum tulang. Granula dalam granulosit akan dilepaskan saat terjadi infeksi, reaksi alergi, dan asma.

Anda disebut memiliki agranulositosis ketika kadar granulosit dalam tubuh Anda kurang dari batas normal. Pada agranulositosis, jenis granulosit yang paling sering terpengaruh adalah neutrofil. Neutrofil adalah sel darah putih yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi.

Neutrofil merupakan jenis granulosit yang paling banyak dalam membentuk leukosit dan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Ini karena neutrofil mengandung enzim yang membunuh bakteri dan patogen asing lainnya.

Sekilas, kondisi ini mungkin terdengar mirip dengan neutropenia atau leukopenia. Namun, ketiga kondisi tersebut pada dasarnya berbeda.

Neutropenia hanya terjadi jika jumlah neutrofil saja yang berkurang dalam darah. Ini berarti, ketika Anda mengalami agranulositosis, Anda juga tengah mengalami neutropenia.

Sementara itu, leukopenia berarti Anda mengalami kondisi kekurangan sel darah putih dalam darah. Artinya, agranulositosis merupakan bentuk akut, parah, dan berbahaya dari leukopenia.

Apa saja gejala agranulositosis?

Gejala-gejala agranulositosis biasanya mirip dengan infeksi yang mendasarinya, seperti:

  • Demam mendadak
  • Panas dingin
  • Penurunan tekanan darah yang menyebabkan kelemahan anggota badan
  • Luka di mulut atau tenggorokan
  • Sakit tenggorokan
  • Gusi berdarah
  • Kelelahan
  • Gejala seperti flu
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Pembengkakan kelenjar

Infeksi yang tak diobati dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh bahkan sampai ke darah. Jika ini terjadi, akan menyebabkan kondisi yang disebut dengan sepsis dan berpotensi mengancam nyawa.

Apa saja penyebab agranulositosis?

Ketika mengalami agranulositosis, Anda memiliki jumlah neutrofil yang sangat rendah. Tingkat normal neutrofil pada orang dewasa biasanya sekitar 1.500-8.000 neutrofil per mikroliter darah. Sementara itu, jika Anda memiliki agranulositosis, Anda memiliki kurang dari 500 neutrofil per mikroliter darah.

Penyebab penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu agranulositosis bawaan dan bukan bawaan (acquired).

Agranulositosis bawaan adalah memiliki kondisi kekurangan jumlah granulosit sejak dari lahir. Sementara itu, jenis lainnya disebabkan dari konsumsi obat tertentu atau prosedur medis.

Pada kondisi yang didapatkan (acquired), ada sesuatu menyebabkan sumsum tulang Anda gagal menghasilkan neutrofil atau menghasilkan neutrofil yang tidak tumbuh menjadi sel yang matang dan berfungsi normal.

sel darah merah trombosit

Selain itu, mungkin ada pula penyebab lain yang menyebabkan neutrofil mati terlalu cepat. Pada agranulositosis bawaan, Anda mewarisi kelainan genetik yang menyebabkan hal ini.

Kondisi yang baru diperoleh dari beberapa hal dapat disebabkan oleh:

  • Obat antitiroid, seperti carbimazole dan methimazole (Tapazole).
  • Obat antiradang, seperti sulfasalazine (Azulfidine), dipyrone (Metamizole), dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Antipsikotik, seperti clozapine (Clozaril).
  • Antimalaria, seperti quinine.
  • Paparan bahan kimia (seperti insektisida DDT)
  • Penyakit yang mempengaruhi sumsum tulang (seperti kanker)
  • Infeksi serius
  • Paparan radiasi
  • penyakit autoimun (seperti lupus eritematosus sistemik)
  • Transplantasi sumsum tulang
  • Defisiensi nutrisi
  • Kemoterapi

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria, dan di usia berapa pun. Untuk kondisi bawaan lebih sering ditemukan pada anak-anak, yang biasanya tidak memiliki angka harapan hidup yang panjang.

Apa saja komplikasi yang dapat muncul akibat kondisi ini?

Agranulositosis membuat Anda rentan terhadap infeksi, sehingga bisa sangat berbahaya jika tidak diobati. Salah satu komplikasi dari penyakit ini adalah sepsis (infeksi darah). Tanpa pengobatan yang tepat, sepsis bisa berakibat fatal.

Dengan pengobatan tepat waktu, prospek agranulositosis lebih baik. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut dapat dikelola. Orang yang memiliki kondisi ini setelah infeksi virus bahkan mungkin mendapati kondisinya membaik.

Apa saja pengobatan untuk agranulositosis?

tes untuk dermatitis kontak

Berikut pilihan pengobatan yang dapat mengatasi agranulositosis:

1. Mengobati penyebabnya

Jika agranulositosis disebabkan oleh penyakit lain, Anda akan mendapatkan pengobatan untuk mengatasi kondisi itu. Apabila agranulositosis yang Anda alami disebabkan oleh obat untuk mengobati kondisi tertentu, dokter mungkin akan memberikan resep obat pengganti.

Jika Anda menggunakan beberapa obat berbeda, Anda mungkin perlu berhenti meminumnya. Ini bisa menjadi satu-satunya cara untuk menemukan obat apa yang menyebabkan masalah ini. Dokter Anda mungkin akan meresepkan antibiotik atau obat antijamur untuk mengobati infeksi apa pun.

2. Pengobatan lain

Perawatan dengan granulocyte colony-stimulating factor juga bisa menjadi pilihan. Namun, biasanya perawatan ini digunakan pada orang yang memiliki kanker dan telah menjalani perawatan kemoterapi.

Perawatan ini mendorong sumsum tulang untuk menghasilkan lebih banyak neutrofil. Ini bisa digunakan bersamaan dengan perawatan kemoterapi Anda.

Selain itu, meski tidak banyak digunakan, transfusi neutrofil bisa menjadi pengobatan sementara yang bisa dipilih bagi sebagian orang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Agranulocytosis; Causes, Symptoms & Treatment. (2020). Retrieved 11 November 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15262-agranulocytosis

Sedhai, Y., Lamichhane, A., & Gupta, V. (2020). Agranulocytosis. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559275/

Agranulocytosis, Acquired – NORD (National Organization for Rare Disorders). (2020). Retrieved 11 November 2020, from https://rarediseases.org/rare-diseases/agranulocytosis-acquired/

Encyclopedia, M. (2020). Granulocyte: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 11 November 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003440.htm#:~:text=Granulocytes%20are%20a%20type%20of,the%20body%20fight%20bacterial%20infections.

NCI Dictionary of Cancer Terms. (2020). Retrieved 11 November 2020, from https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/granulocyte

Granulocytes . (2020). Retrieved 11 November 2020, from https://www.redcrossblood.org/biomedical-services/specialty-services/granulocytes.html

Schulze, T., & Bugert, P. (2018). Granulocytes: From Basic Research to Clinical Use. Transfusion Medicine And Hemotherapy, 45(5), 288-289. doi: 10.1159/000494035

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 21/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x