Nama Generik: Fluconazole Merek: Cryptal, Diflucan, FCZ Infus FCZ Infusion, Flucoral, Fluxar, Fungoz, Zemyc, Candipar, Fluconazole Novell Pharma, Fludis, Funzela, Fuzolan, Govazol dan Kifluzol.

Penggunaan

Untuk apa Fluconazole?

Fluconazole adalah obat dengan fungsi untuk mencegah dan mengobati berbagai infeksi jamur dan ragi. Obat ini termasuk golongan antijamur azole. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan dari jenis jamur tertentu.

Dosis fluconazole dan efek samping fluconazole akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Fluconazole?

Minum obat ini dengan atau tanpa makanan sesuai anjuran dokter, biasanya sekali sehari.

Jika Anda menggunakan bentuk larutan liquid, kocok botol setiap sebelum pemakaian. Gunakan alat/sendok pengukur obat untuk mengukur dosis yang tepat sesuai yang diresepkan. Jangan gunakan sendok rumah karena dosisnya dapat tidak sesuai. Dosis berdasarkan kondisi kesehatan dan respon terapi Anda. Untuk anak, dosis dapat juga berdasarkan berat badan.

Umumnya pada anak, dosis tidak lebih dari 600 milligram sehari kecuali bila dianjurkan oleh dokter.

Obat ini bekerja dengan baik saat jumlah obat di tubuh Anda tetap dalam kadar yang konstan. Jadi, gunakan obat ini dengan interval yang kurang lebih sama.

Lanjutkan penggunaan obat ini hingga yang diresepkan habis, walapun gejala menghilang setelah beberapa hari.

Menghentikan obat terlalu cepat dapat membuat jamur lanjut berkembang, yang akhirnya kembali terinfeksi.

beri tahukan dokter jika kondisi Anda menetap atau memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Fluconazole?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Fluconazole untuk orang dewasa?

Dosis Dewasa untuk Kandidiasis Vagina: 150 mg diminum dalam dosis tunggal

Dosis Dewasa untuk Oral Thrush:

Kandidiasis Orofaring: 200 mg IV atau diminum di ahri pertama diikuti dengan 100 mg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: minimal 2 minggu, untuk menurunkan risiko kambuh

Dosis Dewasa untuk Kandidemia: Dosis hingga 400 mg/hari telah digunakan.

Dosis Dewasa untuk Fungal Pneumonia: Dosis hingga 400 mg/hari telah digunakan.

Dosis Dewasa untuk Infeksi Jamur– Diseminata: Dosis hingga 400 mg/hari telah digunakan.

Dosis Dewasa untuk Kandidiasis Sistemik: Dosis hingga 400 mg/hari telah digunakan.

Dosis untuk Kandidiasis Esofageal: 200 mg IV diminum di hari pertama diikuti dengan 100 mg IV atau diminum sekali sehari

Durasi terapi: minimal 3 minggu dan minimal 2 minggu setelah gejala menghilang

Dosis Dewasa untuk Kandida infeksi Saluran Kencing: 50-200 mg IV atau diminum sekali sehari

Dosis Dewasa untuk Peritonitis Fungal: 50-200 mg IV atau diminum sekali sehari

Dosis Dewasa untuk Meningitis Cryptococcal – penderita imunokompeten: infeksi akut: 400 mg IV diminum di hari pertama diikuti dengan 200 mg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: 10-12 minggu setelah kultur LCS negatif

Dosis Dewasa untuk Meningitis Cryptococcal – Penderita Imunokomprimise: Infeksi akut: 400 mg IV diminum di hari pertama diikuti dengan 200 mg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: 10-12 minggu setelah kultur LCS negatif

Dosis Dewasa untuk Cryptococcosis IDSA Rekomendasi:
Infeksi paru ringan hingga sedang dan infeksi nonparu, nonmeningeal jika penyakit SSP telah disingkirkan, tidak ada fungemia, 1 tempat infeksi, tidak ada faktor risiko imunosupresif: 400 mg diminum sekali sehari selama 6-12 bulan

Dosis Dewasa untuk Profilaksis Infeksi Jamur: 400 mg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: 7 hari setelah jumlah neutrofil di atas 1000 sel/mm3

Dosis Dewasa untuk Coccidioidomycosis – Meningitis: Rekomendasi IDSA: 400 mg diminum sekali sehari

Dosis Dewasa untuk Coccidioidomycosis: Rekomendasi IDSA: 400-800 mg IV atau diminum sekali sehari

Dosis Dewasa untuk Histoplasmosis: Rekomendasi IDSA:
-infeksi Diseminata pada pasien tanpa AIDS: 200-800 mg IV atau diminum sekali sehari selama minimal 12 bulan
-Infeksi SSP (setelah pemberian regimen IV amphotericin B): 200-400 mg IV atau diminum sekali sehari selama minimal 12 bulan

Dosis Dewasa untuk Blastomycosis: Rekomendasi IDSA:
-Infeksi paru ringan hingga sedang atau infeksi diseminata ringan hingga sedang tanpa keterlibatan SSP: 400-800 mg diminum sekali sehari selama minimal 6-12 bulan
-Infeksi SSP (setelah pemberian regimen IV amphotericin B): 800 mg diminum sekali sehari selama minimal 12 bulan dan hingga abnormalitas SSP hilang

Dosis Dewasa untuk Onikomikosis– kuku tangan: beberapa ahli merekomendasikan: 150-300 mg diminum sekali seminggu
Durasi terapi:
-Infeksi kuku tangan: 3-6 bulan
-Infeksi kuku kaki: 6-12 bulan

Dosis Dewasa untuk Onikomikosis– kuku kaki: beberapa ahli merekomendasikan: 150-300 mg diminum sekali seminggu
Durasi terapi:

-Infeksi kuku tangan: 3-6 bulan
-Infeksi kuku kaki: 6-12 bulan

Dosis Dewasa untuk Sporotrikosis: Rekomendasi IDSA:
infeksi kulit atau limfokutaneus: 400-800 mg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: 2-4 minggu setelah semua lesi sembuh (biasanya total 3-6 bulan).

Bagaimana dosis Fluconazole untuk anak-anak?

Dosis Anak untuk Kandidiasis Esofageal: ≤2 minggu (usia kehamilan 26-29 minggu): 3 mg/kg IV or atau diminum setiap 72 jam
Lebih dari 2 minggu: 6 mg/kg IV atau diminum pada hari pertama diikuti dengan 3 mg/kg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: minimal 3 minggu dan minimal 2 minggu setelah gejala sembuh

Dosis Anak untuk Oral Thrush:

Kandidiasis Orofaringeal:
≤ 2 minggu (usia kehamilan 26-29 minggu): 3 mg/kg IV or atau diminum setiap 72 jam
Lebih dari 2 minggu: 6 mg/kg IV atau diminum pada hari pertama diikuti dengan 3 mg/kg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: minimal 2 minggu, untuk menurunkan risiko kambuh

Dosis Anak untuk Kandidemia: ≤ 2 minggu (usia kehamilan 26-29 minggu): 6-12 mg/kg IV atau diminum setiap 72 jam
Lebih dari 2 minggu: 6-12 mg/kg/hari IV atau secara oral

Dosis Anak untuk Infeksi Fungal– Diseminata: ≤ 2 minggu (usia kehamilan 26-29 minggu): 6-12 mg/kg IV atau diminum setiap 72 jam
Lebih dari 2 minggu: 6-12 mg/kg/hari IV atau secara oral

Dosis Anak untuk Kandidiasis Sistemik: ≤ 2 minggu (usia kehamilan 26-29 minggu): 6-12 mg/kg IV atau diminum setiap 72 jam
Lebih dari 2 minggu: 6-12 mg/kg/hari IV atau secara oral

Dosis Anak untuk Cryptococcal Meningitis – Penderita Imunokompeten: Infeksi akut:
2 minggu (usia kehamilan 26-29 minggu): 6-12 mg/kg IV atau diminum setiap 72 jam
Lebih dari 2 minggu: 6-12 mg/kg/hari IV atau secara oral
Durasi Terapi: 10-12 minggu setelah kultur LCS negatif

Dosis Anak untuk Cryptococcal Meningitis –Penderita Imunosupresi: Infeksi akut:
2 minggu (usia kehamilan 26-29 minggu): 6 mg/kg IV atau diminum setiap 72 jam
Lebih dari 2 minggu: 12 mg/kg/hari IV atau secara oral pada hari pertama diikuti dengan 6 mg/kg IV atau diminum sekali sehari
Durasi terapi: 10-12 minggu setelah kultur LCS negatif

Dosis Anak untuk Cryptococcosis: Rekomendasi IDSA untuk anak:
penyakit Diseminata:
-terapi konsolidasi (setelah terap induksi): 10-12 mg/kg/hari diminum dalam 2 dosis terbagi selama 8 minggu
-Terapi rumatan pada pasien HIV: 6 mg/kg diminum sekali sehari
Cryptococcal pneumonia: 6-12 mg/kg diminum sekali sehari selama 6-12 bulan

Dosis Anak untuk Profilaksis infeksi Jamur: Rekomendasi IDSA:
Terapi empiris untuk suspek kandidiasis pada pasien nonneutropenic atau neutropenic: 12 mg/kg IV atau secara oral pada hari pertama diikuti dengan 6 mg/kg IV atau diminum sekali sehari

Dosis Anak untuk Infeksi Saluran Kencing Kandida: Rekomendasi IDSA:
-Sistitis asimptomatik pada pasien yang menjalankan prosedur urologi: 3-6 mg/kg IV atau diminum sekali sehari selama beberapa hari sebelum dan setelah prosedur
-Sistitis Simptomatik: 3 mg/kg IV atau diminum sekali sehari selama 2 minggu
-Pielonefritis: 3-6 mg/kg IV atau diminum sekali sehari selama 2 minggu
-Urinary fungus balls: 3-6 mg/kg IV atau diminum sekali sehari hingga gejala sembuh dan kultur urin bersih dari kandida

Dosis Anak untuk Coccidioidomycosis – Meningitis: Rekomendasi CDC AS, NIH, IDSA, PIDS, and AAP untuk anak yang terpapar dan terinfeksi HIV:
Infeksi Meningeal: 12 mg/kg IV atau diminum sekali sehari
Dosis maksimal: 800 mg/dose

Profilaksis sekunder: 6 mg/kg diminum sekali sehari

Dosis maksimal: 400 mg/dosis
Durasi terapi: sepanjang hidup

Dosis Anak untuk Coccidioidomycosis: Rekomendasi CDC AS, NIH, IDSA, PIDS, dan AAP untuk anak yang terpapar dan terinfeksi HIV:
penyakit beratyang membahayakan pernapasan karena infeksi paru difus atau infeksi nonmeningeal diseminata: 12 mg/kg IV atau diminum sekali sehari
Dosis maksimal: 800 mg/dosis
Durasi terapi: 1 tahun
infeksi nonmeningeal ringan hingga sedang (misalnya pneumonia fokal): 6-12 mg/kg IV atau diminum sekali sehari
Dosis maksimal: 400 mg/dosis
Profilaksis sekunder: 6 mg/kg diminum sekali sehari
Dosis maksimal: 400 mg/dosis
Durasi terapi: selama hidup pada pasien dengan penyakit diseminata

Dosis Anak untuk Kandidiasis Vagina: Rekomendasi US CDC, NIH, dan IDSA untuk remaja yang terinfeksi HIV:
-Kandidiasis vulvovaginal nonkomplikasi: 150 mg diminum dalam dosis tunggal
-Kandidiasis vulvovaginal berat atau rekuren: 100-200 mg diminum sekali sehari selama minimal 7 hari
-Terapi supresi untuk kandidiasis vulvovaginal: 150 mg diminum sekali seminggu

Dosis Anak untuk Histoplasmosis: Rekomendasi US CDC, NIH, IDSA, PIDS, and AAP untuk anak yang terpapar dan terinfeksi HIV:
Infeksi paru primer akut: 3-6 mg/kg diminum sekali sehari
Dosis maksimal: 200 mg/dosis

Penyakit diseminata ringan: 5-6 mg/kg IV diminum 2 kali sehari
Dosis maksimal: 300 mg/dosis
Durasi terapi: 12 bulan
Profilaksis sekunder: 3-6 mg/kg diminum sekali sehari
Dosis maksimal: 200 mg/dosis

Dalam dosis apakah Fluconazole tersedia?

Fluconazole tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut.

  • Solution, Intravena: 100 mg, 200 mg, 400 mg
  • Solution, Intravena [preservative free]: 200 mg, 400 mg
  • Suspension Reconstituted, Oral: 10 mg/mL (35 mL), 40 mg/mL (35 mL)
  • Tablet, Oral: 50 mg, 100 mg, 150 mg, 200 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena Fluconazole?

Segera cari bantuan medis darurat jika Anda mengalami tanda reaksi alergi:

Gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius seperti:

  • Mual, nyeri perut atas, gatal, tidak napsu makan, urin gelap, BAB dempul, sakit kuning (kulit atau mata menguning)
  • Demam, menggigil, nyeri tubuh, gejala flu
  • Ruam melepuh, mengelupas dan merah yang berat
  • Mudah memar atau berdarah, lemas yang tidak biasa
  • Kejang (konvulsi)

Efek samping yang lebih ringan yaitu:

  • Nyeri perut ringan, diare, sakit perut
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Rasa yang tidak biasa atau tidak enak pada mulut Anda

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Fluconazole?

Sebelum menggunakan Fluconazole,

  • Beri tahukan dokter dan apoteker jika Anda alergi Fluconazole, obat antifungal lain, obat lain, atau bahan lain pada tablet atau suspensi Fluconazole
  • Beri tahukan dokter jika Anda menggunakan astemizole (Hismanal) (tidak tersedia di AS), cisapride (Propulsid) (tidak tersedia di AS), erythromycin (E.E.S., E-Mycin, Erythrocin); pimozide (Orap), quinidine (Quinidex), atau terfenadine (Seldane) (tidak tersedia di AS). Dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk tidak menggunakan Fluconazole saat Anda menggunakan obat ini
  • Beri tahukan dokter dan apoteker Anda obat resep dan non resep yang Anda konsumsi, vitamin, suplemen gizi, dan produk herbal yang Anda gunakan, atau berencana gunakan. Dan juga Anda harus memberi tahukan dokter Anda telah menggunakan Fluconazole sebelum memulai obat baru lain dalam 7 hari menerima Fluconazole. Pastikan Anda menyebut obat berikut ini: amitriptyline; amphotericin B, antikoagulan; benzodiazepines; calcium channel blockers, felodipine, isradipine, dan nifedipine, carbamazepine, celecoxib, obat penurun kolesterol, fluvastatin, dan simvastatin, clopidogrel, cyclophosphamide, cyclosporine, diuretik; fentanyl; isoniazid; losartan; methadone; nevirapine; nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDS) dan naproxen; kontrasepsi oral; obat oral diabetes seperti glipizide, glyburide, dan tolbutamid; nortriptyline; phenytoin; prednisone; rifabutin; rifampin; saquinavir; sirolimus; tacrolimus; theophylline; tofacitinib; triazolam; valproic acid; vinblastine; vincristine; vitamin A; voriconazole; dan zidovudine. Dokter dapat mengubah dosis obat Anda atau memonitor ketat efek samping yang timbul. Banyak obat lain yang juga dapat berinteraksi dengan Fluconazole, jadi pastikan dokter mengetahui semua obat yang Anda gunakan, walaupun tidak ada daftar ini
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita atau pernah menderita kanker; acquired immunodeficiency syndrome (AIDS); denyut jantung tidak teratur; kadar kalsium, sodium, magnesium, atau potassium yang rendah dalam darah Anda; jarang, kondisi yang diturunkan saat tubuh tidak toleransi pada laktosa atau sukrosa; atau penyakit jantung, ginjal atau hati
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, khususnya 3 bulan pertama kehamilan; berencana hamil; atau sedang menyusui. Jika Anda akan hamil dan sedang konsumsi Fluconazole, hubungi dokter Anda. Fluconazole dapat membahayakan janin
  • Jika Anda akan melakukan operasi, seperti operasi gigi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda menggunakan Fluconazole
  • Anda harus tahu bahwa obat ini dapat membuat Anda pusing atau kejang. Jangan menyetir mobil atau menjalankan kendaraan bermesin hingga efek obat sudah habis

Apakah Fluconazole aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori _ menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C=Mungkin berisiko
  •  D=Ada bukti positif dari risiko
  •  X=Kontraindikasi
  •  N=Tidak diketahui

Penelitian pada wanita menunjukkan bahwa obat ini berisiko minimal pada bayi jika digunakan saat menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Fluconazole?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat lain dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan atau berbahaya saat digunakan dengan Fluconazole. Dokter mungkin perlu mengubah rencana terapi Anda jika Anda menggunakan obat berikut ini:

  • Halofantrine
  • Prednisone
  • Theophylline
  • Tofacitinib
  • Vitamin A
  • Antidepresan–amitriptyline, nortriptyline
  • Obat antifungal lain–amphotericin B atau voriconazole
  • Obat tekanan darah–hydrochlorothiazide (HCTZ), losartan, amlodipine, nifedipine, felodipine
  • Pengencer darah (warfarin, Coumadin, Jantoven)
  • Obat kanker–cyclophosphamide, vincristine, vinblastine
  • Obat kolesterol–atorvastatin, simvastatin, fluvastatin
  • Obat HIV/AIDS –saquinavir, zidovudine, dan lain-lain
  • Obat untuk mencegah penolakan transplantasi organ –cyclosporine, tacrolimus atau sirolimus
  • Obat narkotik –fentanyl, alfentanil, methadone
  • NSAIDs (nonsteroidal anti-inflammatory drugs)–celecoxib, ibuprofen, naproxen
  • Obat diabetes oral–glyburide, tolbutamide, glipizide
  • Obat kejang–carbamazepine, phenytoin
  • Obat tuberkulosis –rifampin, rifabutin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Fluconazole?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Fluconazole?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan obat ini. beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain, khususnya:

  • Gangguan elektrolit(ketidakseimbangan mineral)
  • Penyakit jantung—gunakan dengan hati-hati. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah ritme jantung dan memperburuk efek obat ini
  • Pntoleransi fruktosa (masalah herediter yang jarang)
  • Pntoleransi Galaktosa (masalah herediter yang jarang)
  • Malabsorpsi Glukosa-galaktosa (masalah herediter yang jarang)
  • Defisiensi Lapp lactase (masalah herediter yang jarang)
  • Defisiensi Sukrase-isomaltase (masalah herediter yang jarang)
  • Kondisi yang membuat pencernaan gula atau produk susu sulit—gunakan dengan hati-hati. Bentuk kapsul mengandung laktosa (gula susu) dan liquid oral yang mengandung sukrosa, yang dapat memperburuk kondisi
  • Masalah ritme jantung (misalnya, QT memanjang)
  • Penyakit hati—gunakan dengan hati-hati. Dapat memperburuk kondisi
  • Penyakit ginjal— gunakan dengan hati-hati. Efek dapat meningkat akibat melambatnya pembuangan obat dari tubuh

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis yaitu:

  • Halusinasi (melihat benda atau mendengar suara yang sebenarnya tidak ada)
  • Rasa takut berlebihan akan orang lain akan mencoba menyakiti Anda

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan