home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Langsung BAB Setelah Makan, Apakah Normal?

Seberapa sering Anda buang air besar alias BAB? Apakah setiap hari? Atau bahkan beberapa kali dalam sehari? Masing-masing orang sebenarnya memiliki jadwal BAB-nya sendiri. Bahkan ada orang yang sering langsung BAB setelah makan. Katanya sih, BAB setelah makan bisa bikin orang kurus sebab makanan yang baru dimakannya langsung dikeluarkan. Apakah hal ini benar?

Kenapa ada orang yang langsung ingin BAB setelah makan?

Semua makanan yang Anda makan memerlukan waktu untuk dicerna, diolah, diproses hingga akhirnya dibuang oleh tubuh. Apapun makanan yang Anda makan, untuk mencapai ke dalam perut saja makanan tersebut membutuhkan waktu. Jadi, makanan dan minuman yang Anda konsumsi baru akan melewati proses pencernaan di dalam perut setidaknya sekitar empat sampai delapan jam.

Lamanya pencernaan seseorang juga berbeda-beda, tergantung masing-masing kondisi individu dan jenis makanan yang dimakan. Namun dapat disimpulkan bahwa sebenarnya makanan yang Anda makan tidak akan langsung bisa dikeluarkan menjadi kotoran dalam waktu yang sangat cepat.

Lalu kenapa saya sering langsung ingin BAB setelah makan? Hal ini masih tergolong biasa saja, sebab bisa jadi perut Anda mengeluarkan makanan dan minuman yang Anda makan beberapa jam lalu, bukan makanan yang baru saja makan. Masih tergolong normal apabila Anda buang air besar sebanyak 1-2 kali dalam satu hari.

Apakah langsung BAB setelah makan bisa bikin kurus?

Jika Anda menganggap sering BAB setelah makan bisa membuat timbangan berat badan Anda turun, anggapan Anda kurang tepat. Buang air besar memang dapat memengaruhi timbangan berat badan Anda, namun hal tersebut tidak akan mengubahnya terlalu banyak. Hal utama yang membuat Anda kurus atau gemuk adalah tumpukan lemak yang berasal dari makanan dan minuman Anda.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa dalam satu hari mungkin tubuh menghasilkan 100-170 gram kotoran yang siap dikeluarkan. Tetapi, tentu saja hal ini tergantung dengan pola makan Anda, seberapa banyak makanan berserat yang Anda makan sehari. Semakin banyak sumber serat yang Anda makan, maka Anda akan sering buang air besar dan hal tersebut dapat membantu berat badan Anda turun perlahan.

Hati-hati jika terlalu sering BAB sehabis makan

BAB setelah makan bisa jadi tanda dari gangguan medis tertentu yang Anda alami. Jika Anda sering mengalami kondisi ini, coba perhatikan tekstur kotoran Anda, keras ataukah cair. Sebab, hal ini dapat menjadi tanda bahwa Anda sedang mengalami gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS).

Irritable bowel syndrome adalah penyakit pencernaan yang memengaruhi kerja usus besar. Kondisi ini membuat gerakan usus Anda menjadi terganggu dan tidak normal. Beberapa gejala yang muncul jika Anda mengalami irritable bowel syndrome adalah kontraksi perut dan keinginan BAB yang terlalu sering, perut kembung, dan diare. Apabila Anda mengalami beberapa hal seperti itu, sebaiknya Anda periksakan diri ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Healthline. (2017). Change in Bowel Habits. [online] Available at: http://www.healthline.com/health/change-in-bowel-habits#typesof-changes2  [Accessed 6 Apr. 2017].

EverydayHealth.com. (2017). Bowel Movements: What’s Considered Normal?. [online] Available at: http://www.everydayhealth.com/hs/guide-to-constipation-relief/bowel-movements-whats-normal/  [Accessed 6 Apr. 2017].

Mayo Clinic. (2017). Frequent bowel movements Causes – Mayo Clinic. [online] Available at: http://www.mayoclinic.org/symptoms/frequent-bowel-movements/basics/causes/sym-20050720  [Accessed 6 Apr. 2017].

Rose, G. and Rose, G. (2015). What Causes Stomach Pain and Bowel Urge After Eating and Drinking?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/337308-stomach-pain-and-bowel-urge-after-eating-and-drinking/  [Accessed 6 Apr. 2017].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 05/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus