Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

1

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Muka Sering Bengkak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Muka Sering Bengkak? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Saat sedang becermin, pernahkah Anda tiba-tiba mendapati muka Anda bengkak atau sembap seperti baru bangun tidur? Kalau ya, hal ini bisa terjadi akibat kondisi atau penyakit yang mungkin tidak disadari. Simak penyebab dan cara mengatasinya berikut ini.

    Ragam penyebab muka bengkak

    Terkadang, Anda mungkin terbangun dengan muka sembap setelah bangun tidur. Kondisi ini umumnya terjadi akibat tekanan pada wajah, misalnya setelah tidur tengkurap.

    Namun, masalah wajah bengkak tidak bisa Anda anggap sepele. Ini bisa menjadi pertanda dari kondisi maupun penyakit serius yang mendasarinya.

    Nah, berikut merupakan berbagai penyebab muka bengkak tiba-tiba yang perlu Anda waspadai.

    1. Konsumsi makanan tertentu

    makanan junk food bikin imun agresif

    Tak disangka, makanan dengan kandungan garam (natrium) dan monosodium glutamat (MSG) yang tinggi bisa menyebabkan muka terlihat sembap.

    Hal ini diakibatkan karena tubuh butuh waktu lebih untuk mencerna natrium. Sifat natrium yang menahan air membuat tubuh menumpuk cairan, termasuk pada wajah.

    Adapun jenis makanan tinggi natrium yang umum dikonsumsi yakni mi instan, makanan cepat saji (fast food), dan makanan ringan dalam kemasan.

    2. Efek samping obat kortikosteroid

    Golongan obat kortikosteroid, seperti prednison, bisa menimbulkan efek samping berupa wajah sembap. Kondisi ini sendiri dikenal dengan istilah moon face.

    Dikutip dari Cleveland Clinic, moon face diakibatkan oleh penggunaan steroid dalam waktu lama. Ini bisa memicu retensi atau penumpukan cairan di dalam tubuh.

    Retensi cairan tidak hanya memengaruhi wajah, tapi juga bisa memicu pembengkakan pada kaki dan bagian tengah tubuh Anda.

    3. Reaksi alergi

    Reaksi alergi yang diakibatkan oleh serbuk sari, gigitan serangga, obat, maupun makanan juga bisa menjadi penyebab muka bengkak secara tiba-tiba.

    Gejala umum alergi antara lain bersin, mata merah (konjungtivitis alergi), gatal, ruam kulit, gatal-gatal, serta pembengkakan pada bibir, lidah, hingga tenggorokan.

    Namun, Anda juga perlu mewaspadai reaksi alergi parah atau anafilaksis. Ini ditandai dengan mengi, sulit bernapas, jantung berdebar cepat, dan pingsan.

    Apabila Anda atau orang di sekitar mengalami gejala anafilaksis, segera hubungi layanan darurat medis untuk mendapatkan pertolongan.

    4. Angioedema

    Reaksi alergi terhadap alergen (zat pemicu alergi) berupa makanan atau obat-obatan bisa menyebabkan pembengkakan parah di bawah permukaan kulit yang disebut angioedema.

    Umumnya, angioedema memengaruhi area bibir dan sekitar mata. Selain bengkak pada wajah, kondisi ini bisa disertai dengan rasa gatal atau juga tidak.

    Meski terlihat ringan, kondisi ini juga bisa memicu pembengkakan pada lidah dan tenggorokan yang membuat pengidapnya kesulitan bernapas.

    Kondisi inilah yang bisa mengancam jiwa sehingga membutuhkan pertolongan medis darurat.

    5. Aktinomikosis

    muka bengkak abses gigi

    Aktinomikosis merupakan infeksi kronis atau jangka panjang yang disebabkan oleh bakteri genus Actinomyces, terutama Actinomyces israelii (A. israelii) yang banyak ditemukan di dalammulut.

    Penyakit ini biasanya ditandai dengan pembentukan abses gigi, yaitu penumpukan nanah di sekitar gigi. Kemunculan abses pada rahang inilah yang menyebabkan rahang kaku, sakit, dan bengkak.

    Selain pada mulut, aktinomikosis juga dapat menyerang bagian tubuh mana pun, termasuk kepala, leher, dada, perut, hingga panggul.

    6. Sinusitis kronis

    Penyebab muka bengkak lainnya yaitu sinusitis kronis. Kondisi ini mengakibatkan rongga sinus di belakang tulang wajah meradang selama lebih dari tiga bulan.

    Gejala sinusitis kronis dapat berupa penurunan indra penciuman, hidung tersumbat, lendir hijau kekuningan, rasa sakit pada wajah, demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan.

    Infeksi sinus bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergen. Tingkat keparahan kondisi ini biasanya berbeda tergantung pada penyebab infeksi yang Anda alami.

    7. Hipotiroidisme

    Wajah bengkak bisa menjadi salah satu gejala hipotiroidisme, yakni kondisi saat kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.

    Hal ini terbukti melalui studi kasus dalam Netherlands Journal of Medicine pada 2013. Studi tersebut melaporkan kasus seorang wanita pengidap hipotiroid berusia 23 tahun yang mengalami pembengkakan muka disertai kelelahan, penambahan berat badan, dan konstipasi (sembelit).

    Jika Anda terus-menerus mengalami muka sembap dan tanda hipotiroid lainnya, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dengan dokter.

    Bagaimana cara mengatasi muka bengkak?

    panduan facial wajah ala salon di rumah

    Jika penyebab muka sembap Anda adalah efek bangun tidur atau konsumsi makanan tinggi garam, Anda kemungkinan hanya butuh waktu sebentar untuk mengembalikannya.

    Nah, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk mempercepat pemulihannya.

    1. Senam wajah

    Jangan remehkan keajaiban senam wajah setelah bangun tidur. Hal kecil ini dapat membawa dampak besar untuk penampilan wajah Anda.

    Rutin melakukan senam wajah dipercaya melancarkan peredaran darah pada wajah. Wajah pun akan tampak lebih kencang dan bebas bengkak pada pagi hari.

    2. Cuci muka dengan air dingin

    Jika Anda terbiasa cuci muka dengan air hangat, sekarang sebaiknya mulailah mencuci muka dengan air dingin. Rasa dingin ini bisa membantu mengatasi wajah yang sembap.

    Selain cuci muka, Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan kompres dingin menggunakan es batu yang dibalut handuk. Tempelkan kompres ke seluruh wajah Anda kira-kira selama sepuluh menit.

    3. Perhatikan asupan makanan

    Salah satu penyebab muka bengkak adalah makanan, jadi penting bagi Anda untuk mengurangi asupan makanan tinggi garam dan MSG dari menu sehari-hari.

    Untuk menambah cita rasa makanan, Anda bisa menambahkan alternatif seperti bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit.

    Jangan lupa juga untuk rutin minum air putih. Asupan air membantu mengurangi bengkak dengan menyeimbangkan kadar natrium dan cairan dalam tubuh Anda.

    Kesimpulan

    • Muka bengkak dapat disebabkan oleh kebiasaan saat tidur, efek samping makanan dan obat, serta masalah kesehatan, seperti alergi, infeksi, atau ketidakseimbangan hormon.
    • Jika pembengkakan tidak berangsur mereda atau bertambah parah, segera konsultasi dengan dokter untuk diagnosis lebih lanjut.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Facial swelling. Mount Sinai Health System. (2021). Retrieved 7 June 2022, from https://www.mountsinai.org/health-library/symptoms/facial-swelling

    8 Prednisone Side Effects + How to Minimize Them. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 7 June 2022, from https://health.clevelandclinic.org/8-prednisone-side-effects-how-to-minimize-them/

    Allergies. Mayo Clinic. (2020). Retrieved 7 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/symptoms-causes/syc-20351497

    Chronic sinusitis. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 7 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-sinusitis/symptoms-causes/syc-20351661

    Angioedema. Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy. (2019). Retrieved 7 June 2022, from https://www.allergy.org.au/patients/skin-allergy/angioedema

    Actinomycosis. DermNet NZ. (2014). Retrieved 7 June 2022, from https://dermnetnz.org/topics/actinomycosis

    van den Hanenberg, F., Brouwer, C. B., & van der Berk, G. E. L. (2013). A young woman with facial oedema. The Netherlands Journal of Medicine, 71(4), 205-224. Retrieved 7 June 2022, from http://www.njmonline.nl/getpdf.php?t=i&id=158#page=41

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Jun 27
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
    Next article: