Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Susu UHT, Susu yang Diproses untuk Cegah Keracunan

Susu UHT, Susu yang Diproses untuk Cegah Keracunan

Ada banyak jenis susu yang beredar di pasaran. Salah satu yang banyak digemari orang adalah susu UHT. Susu ini juga dinilai lebih aman karena mencegah kontaminasi kuman.

Apa itu susu UHT?

Susu UHT susu yang diolah menggunakan teknologi bernama UHT atau Ultra-High Temperature.

Ini adalah metode pengolahan susu sapi dengan menggunakan teknologi pemanasan tingkat tinggi dalam waktu singkat.

Proses ini mirip dengan metode memanaskan pada susu pasteurisasi, hanya saja durasi dan suhunya berbeda.

Susu sapi akan dipanaskan dengan suhu 135 – 154°C selama 1 – 8 detik. Nah, setelah melewati proses tersebut, susu harus langsung dikemas dalam karton atau kaleng steril.

Dibandingkan dengan jenis susu lainnya, susu UHT memiliki waktu simpan yang lebih panjang, tapi tidak disimpan dalam keadaan terbuka.

Susu jenis ini idealnya bisa tahan hingga 9 bulan tanpa perlu disimpan di kulkas.

Jika kemasan susu dibuka, masa simpannya hanya bisa bertahan dalam waktu 3 – 4 hari saja.

Kandungan susu UHT

kandungan susu UHT

Jenis susu yang kerap diolah menggunakan teknik UHT adalah susu sapi.

Susu yang ditemukan di pasaran, terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu susu rendah lemak, susu skim, dan susu whole milk atau susu full cream.

Berikut kandungan gizi segelas susu sapi UHT sebesar 240 ml.

  • Protein: 7,99 gram.
  • Karbohidrat: 12 gram.
  • Kalsium: 205 mg.
  • Natrium: 101 mg.
  • Asam lemak: 0,192 gram.

Tak hanya itu, susu UHT juga kaya akan berbagai jenis zat gizi lainnya, seperti:

  • vitamin B kompleks,
  • kolin,
  • magnesium,
  • fosfor, dan
  • zink.

Proses UHT memang bisa memecah kandungan protein susu.

Namun, pemilihan kualitas susu yang baik dan kondisi pemrosesan susu dengan tepat dapat mempertahankan kandungan protein susu.

Penting Anda ketahui

Proses pembuatan susu UHT tidak merusak zat gizi yang diperlukan tubuh. Proses ini hanya membunuh bakteri mikroorganisme jahat agar susu lebih awet dan terhindar dari keracunan.

Manfaat susu UHT

Inilah manfaat susu UHT yang berasal dari susu full cream sapi.

1. Menjaga kesehatan tulang

Susu kaya akan kalsium yang baik untuk tulang. Kalsium membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang sehingga tulang tetap kokoh dan tidak mudah rapuh.

Perlu diketahui, orang Indonesia memerlukan 1.000 – 1.200 mg kalsium dalam sehari.

Nah, mengonsumsi mengonsumsi segelas susu ini bisa memenuhi keperluan kalsium harian sebesar 17 – 20,5 persen.

2. Mencegah keracunan makanan

Tujuan utama pemrosesan UHT adalah mematikan kuman yang berbahaya.

Susu mentah yang tidak melalui proses ini biasanya terkontaminasi berbagai macam bakteri penyebab keracunan makanan, seperti:

  • Brucella,
  • Campylobacter,
  • Cryptosporidium,
  • E. coli,
  • Listeria, dan
  • Salmonella.

Berbagai kuman di atas bisa menyebabkan mual dan muntah, diare, sakit perut, dan demam.

Dalam kasus yang lebih parah, keracunan makanan bisa menyebabkan gagal ginjal, keguguran, hingga kematian.

Jadi, manfaat minum susu sapi UHT bisa cegah keracunan.

3. Membantu membentuk otot

Selain baik untuk tulang, manfaat susu sapi full cream UHT membantu meningkatkan massa otot Anda. Kunci manfaat ini ada pada kandungan protein.

Protein akan dipecah oleh tubuh menjadi asam amino. Selanjutnya, asam amino ini membantu memperbaiki dan menumbuhkan serat otot yang baru.

Massa otot diperlukan untuk menjaga metabolisme tubuh dan membantu anggota gerak agar tetap kuat.

4. Melengkapi kebutuhan gizi

Susu UHT dianggap sebagai asupan yang baik karena bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi.

Bagaimana tidak, dalam segelas susu, Anda bisa mendapatkan berbagai jenis zat gizi makro dan mikro sekaligus, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.

Asupan gizi yang cukup membantu tubuh Anda untuk bekerja dengan optimal.

Tak hanya itu, Anda bahkan bisa terhindar dari berbagai jenis penyakit bila asupan gizi harian tercukupi.

Bahaya susu UHT

Bahaya susu UHT

Susu UHT memang bisa menimbulkan bahaya apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Selain itu, tidak semua orang cocok mengonsumsi susu. Apa saja bahayanya?

1. Anemia

Konsumsi susu sapi berlebih ternyata bisa meningkatkan risiko anemia. Mengapa demikian?

Susu sapi kaya akan kalsium dan protein bernama kasein yang membuat tubuh sulit menyerap zat besi.

Padahal, zat besi diperlukan untuk memproduksi hemoglobin agar terhindar dari anemia.

2. Intoleransi laktosa

Setiap olahan susu hewani bisa memicu masalah pada orang dengan intoleransi laktosa.

Perlu diketahui, laktosa adalah gula alami yang ada pada susu hewani.

Intoleransi laktosa muncul akibat tubuh kekurangan atau tidak memiliki enzim laktase.

Akibatnya, laktosa tidak dapat diserap dan menimbulkan masalah pencernaan, seperti:

  • mual,
  • kembung,
  • kentut terus-menerus,
  • kram perut,
  • muntah, dan
  • diare.

3. Alergi susu sapi

Pada sebagian orang, protein pada susu sapi bisa menyebabkan reaksi alergi. Kondisi ini biasanya muncul pada bayi dan anak-anak.

Namun, alergi susu sapi UHT biasanya berkurang ketika anak sudah berusia 6 tahun.

Berikut beberapa gejala alergi yang bisa timbul.

  • Kulit gatal dan ruam.
  • Napas bunyi.
  • Gatal dan sensasi tersengat di sekitar mulut.
  • Pembengkakan pada bibir, tenggorokan, dan lidah.
  • Sesak napas dan batuk.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Nyeri perut.

4. Jerawat

Mengutip studi yang dipaparkan dalam American Academy of Dermatology Association (AAD), minum susu sapi 2 gelas per hari bisa meningkatkan risiko wanita mengalami jerawat hingga 44 persen.

Hingga saat ini, alasan susu menjadi pemicu atau memperparah jerawat masih belum diketahui sepenuhnya.

Akan tetapi, ada teori bahwa susu mengandung hormon yang bisa memicu peradangan.

Diketahui, peradangan bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Meski demikian, butuh penelitian lebih lanjut untuk memahami susu sapi dan jerawat.

Susu UHT adalah susu yang diproses dengan cara memanaskan dengan suhu tinggi selama beberapa detik, lalu dimasukkan ke kemasan steril.

Proses ini mematikan kuman berbahaya sehingga tetap aman dikonsumsi meskipun disimpan dalam waktu lama.

Meski bisa menurunkan risiko keracunan makanan, sebaiknya hindari bila Anda memiliki riwayat alergi atau intoleransi susu sapi.

Karena susu merupakan minuman tinggi kalori, sebaiknya pertimbangkan jumlah hariannya agar terhindar dari berat badan naik dan diabetes gestasional.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Penfield, M. P., & Campbell, A. M. (1990). MILK AND MILK PRODUCTS. Experimental Food Science (Third Edition), 162-183. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-157920-3.50012-0

Karlsson, M. A., Langton, M., Innings, F., Malmgren, B., Höjer, A., Wikström, M., & Lundh, Å. (2019). Changes in stability and shelf-life of ultra-high temperature treated milk during long term storage at different temperatures. Heliyon, 5(9). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2019.e02431

Pasteurized Milk: Myths and Proven Facts. (2022). Retrieved 21 September 2022, from https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Pasteurized-Milk-Myths-and-Proven-Facts.aspx

Krishna, T. C., Najda, A., Bains, A., Tosif, M. M., Papliński, R., Kapłan, M., & Chawla, P. (2021). Influence of Ultra-Heat Treatment on Properties of Milk Proteins. Polymers, 13(18). https://doi.org/10.3390/polym13183164

Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved September 21, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/2214706/nutrients

Angka Kecukupan Gizi. (2019). Retrieved 21 September 2022, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf

Centers for Disease Control and Prevention. (2022, January 28). Raw milk questions and answers. Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved September 21, 2022, from https://www.cdc.gov/foodsafety/rawmilk/raw-milk-questions-and-answers.html

Food poisoning – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 21 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-poisoning/symptoms-causes/syc-20356230

McLeod, M., Breen, L., Hamilton, D. L., & Philp, A. (2016). Live strong and prosper: the importance of skeletal muscle strength for healthy ageing. Biogerontology, 17, 497-510. https://doi.org/10.1007/s10522-015-9631-7

Fooddata Central Search Results. FoodData Central. (n.d.). Retrieved September 21, 2022, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/746782/nutrients

Lactose intolerance. (2018). Retrieved 21 September 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/lactose-intolerance/

Edwards, C., & Younus, M. (2022). Cow Milk Allergy. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542243/

Can the right diet get rid of acne?. (2022). Retrieved 21 September 2022, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/causes/diet

Graczykowska, K., Kaczmarek, J., Wilczyńska, D., Łoś-Rycharska, E., & Krogulska, A. (2021). The Consequence of Excessive Consumption of Cow’s Milk: Protein-Losing Enteropathy with Anasarca in the Course of Iron Deficiency Anemia—Case Reports and a Literature Review. Nutrients, 13(3). https://doi.org/10.3390/nu13030828

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 6 days ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Next article: