Metabolisme pada Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Definisi

Apa itu metabolisme?

Anda mungkin sudah tidak asing lagi mendengar kata metabolisme. Setiap makhluk hidup bisa berfungsi dan bertahan hidup berkat adanya proses metabolisme di dalam tubuh. Ini merupakan proses penting yang diperlukan tubuh untuk bertahan hidup.

Metabolisme adalah proses pengolahan zat gizi dari makanan yang telah diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Energi selanjutnya digunakan dalam segala fungsi tubuh, dari bernapas, berpikir, bertumbuh, hingga tiap gerakan Anda saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Proses ini terdiri dari serangkaian reaksi kimia rumit yang terjadi pada sel-sel tubuh. Setiap reaksi kimia bekerja secara serentak untuk menjaga sel-sel tetap sehat dan berfungsi. Reaksi kimia yang terjadi disesuaikan dengan masing-masing organ tubuh.

Kaitan metabolisme dan energi

Apa kaitan antara metabolisme dan energi?

Satu hal yang amat erat kaitannya dengan metabolisme adalah kalori. Sederhananya, kalori pada makanan menunjukkan banyaknya energi yang akan Anda dapatkan dari mengonsumsi makanan tersebut.

Sebagai contoh, kalori satu potong ayam goreng adalah sekitar 240 kkal, sedangkan kalori satu buah apel kira-kira 50 kkal. Ini berarti tubuh Anda akan mendapatkan lebih banyak energi apabila mengonsumsi ayam daripada apel.

Ketika Anda mengonsumsi ayam atau apel, kira-kira sebesar itu jugalah energi yang akan Anda peroleh dari proses metabolisme. Tubuh Anda akan menghabiskan energi tersebut untuk menjalankan fungsi dasar, termasuk selama beristirahat.

Proses penghabisan energi inilah yang selama ini dikenal sebagai ‘membakar kalori’. Bahkan tanpa beraktivitas pun, tubuh Anda sebenarnya sudah membakar kalori atau energi untuk bertahan hidup.

Semakin banyak dan berat aktivitas fisik Anda, semakin besar energi yang dihabiskan (jumlah kalori yang terbakar). Sementara jika Anda jarang beraktivitas fisik, energi berlebih akan menumpuk dalam bentuk timbunan lemak.

Beda metabolisme dan pencernaan

Apa beda metabolisme dan pencernaan?

Metabolisme merupakan bagian dari proses pencernaan, tetapi keduanya berbeda. Pencernaan lebih diartikan sebagai proses yang dilakukan tubuh untuk mengolah dan memecah makanan menjadi zat gizi. Proses ini berlangsung dalam organ pencernaan.

Sementara metabolisme bisa terjadi dalam berbagai sel tubuh yang dikendalikan oleh protein khusus. Proses pembentukan energi ini bahkan sudah dimulai sejak pertama kali Anda terbentuk dalam kandungan dan akan berhenti saat Anda mati.

Jika diurutkan, makanan yang Anda konsumsi akan dicerna menjadi zat gizi di dalam mulut, organ lambung, dan usus. Setelah itu, zat-zat gizi seperti karbohidrat akan diserap ke dalam sel. Zat-zat gizi lalu dimetabolisme di dalam sel untuk diubah menjadi energi.

Jenis metabolisme energi

Bagaimana cara pengolahan energi dalam tubuh?

Metabolisme adalah proses dasar yang dialami setiap makhluk hidup. Bahkan, hewan dan tumbuhan juga mengalami proses yang sama agar bisa berfungsi normal.

Pada manusia, proses ini bekerja dalam dua cara, yaitu katabolisme dan anabolisme.

1. Katabolisme

Katabolisme merupakan proses pemecahan zat-zat gizi menjadi energi. Contohnya, karbohidrat dari nasi yang Anda makan akan dipecah menjadi glukosa. Glukosa lalu dibawa oleh darah dan diedarkan ke setiap sel tubuh Anda.

Begitu berada di dalam sel, glukosa akan diuraikan kembali dalam serangkaian reaksi kimia hingga menghasilkan energi. Inilah yang disebut sebagai katabolisme.

Energi dari katabolisme selanjutnya dapat digunakan dalam berbagai fungsi tubuh.

2. Anabolisme

Anabolisme merupakan proses pembentukan molekul baru untuk menjalankan fungsi tubuh. Proses ini terjadi saat tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, menghasilkan hormon, dan sebagainya. Anabolisme akan menghabiskan energi.

Energi yang digunakan tubuh dalam melakukan anabolisme berasal dari katabolisme. Berbagai zat di dalam sel akan dikumpulkan, kemudian dibentuk menjadi suatu zat baru yang bisa digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya.

Faktor-faktor yang memengaruhi laju metabolisme

Apa saja faktor yang memengaruhi pengolahan energi tubuh?

Seluruh proses metabolisme diatur oleh hormon. Salah satu hormon terpenting dalam proses ini adalah tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Tiroksin menentukan cepat-lambatnya laju metabolisme yang terjadi dalam sel-sel Anda.

Hormon-hormon yang dihasilkan organ pankreas juga berperan penting. Hormon pankreas mengatur kapan tubuh perlu melakukan katabolisme maupun anabolisme. Contohnya, anabolisme biasanya lebih banyak terjadi setelah Anda makan dan gula darah naik.

Selain itu, berikut beberapa faktor lain yang banyak berpengaruh dalam metabolisme.

  • Ukuran dan komposisi tubuh. Laju metabolisme orang yang berotot atau bertubuh besar lebih cepat karena mereka membutuhkan banyak energi.
  • Jenis kelamin. Laki-laki biasanya memiliki massa otot yang lebih besar dibandingkan wanita sehingga pembakaran energinya lebih cepat.
  • Usia. Massa otot berkurang seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan laju pembakaran energi juga menurun.
  • Kondisi medis tertentu. Beberapa orang mungkin mempunyai kondisi medis yang memengaruhi laju metabolismenya.

Cara meningkatkan laju metabolisme

Proses metabolisme yang cepat tidak serta-merta membuat seseorang menjadi lebih sehat dari yang lain. Perlu juga diketahui bahwa ketika seseorang meningkatkan laju metabolismenya, istilah ‘meningkatkan laju’ sebenarnya kurang tepat.

Anda tidak bisa betul-betul mengontrol seberapa cepat tubuh membentuk energi, tapi Anda dapat membakar lebih banyak kalori. Hal ini bermanfaat bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan atau sekadar menjaga berat badan idealnya.

Jika Anda ingin meningkatkan laju pembakaran kalori, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba.

1. Melakukan olahraga aerobik

Ini adalah olahraga yang paling efektif untuk membakar kalori. Guna menurunkan berat badan, lakukan olahraga aerobik setidaknya 30 menit sehari sebanyak lima hari dalam seminggu.

Cobalah berjalan kaki cepat, jogging, bersepeda, atau berenang.

2. Melakukan olahraga untuk meningkatkan otot

Otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak. Maka dari itu, membentuk massa otot akan membantu Anda meningkatkan laju metabolisme secara tidak langsung.

Jenis aktivitas yang bisa Anda coba yaitu olahraga intensitas tinggi dan angkat beban dengan barbel.

3. Mengonsumsi makanan dan minuman tertentu

Beberapa jenis makanan dan minuman diklaim dapat meningkatkan laju metabolisme. Hal ini belum terbukti kuat secara ilmiah dan mungkin bukanlah solusi jangka panjang.

Namun, tidak ada salahnya untuk menambahkannya dalam menu harian Anda. Makanan dan minuman tersebut meliputi:

  • makanan tinggi protein seperti ayam, telur, dan kacang-kacangan,
  • makanan pedas dan berempah,
  • teh hijau dan teh oolong,
  • kopi hitam, serta
  • minuman berenergi.

Ingatlah untuk mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah sewajarnya. Jika Anda memiliki gangguan pencernaan tertentu, sebaiknya hindari apa pun yang dapat memicu gejalanya. Lengkapi dengan minum air putih yang cukup.

Metabolisme dan bentuk tubuh

Metabolisme bukan penentu kurus-gemuknya seseorang

Ada anggapan populer bahwa seseorang bisa menjadi gemuk karena metabolismenya  lambat. Faktanya, hal ini tidak terbukti. Orang yang memiliki berat badan berlebih belum tentu mempunyai metabolisme lambat, begitu pun sebaliknya.

Itu bukan berarti metabolisme tidak berhubungan sama sekali dengan berat badan. Peningkatan berat badan memang dapat terjadi apabila tubuh lebih banyak mengalami katabolisme daripada anabolisme. Ini membuat tubuh terus menumpuk energi tanpa menggunakannya.

Namun, penyebab kenaikan berat badan sebenarnya cukup rumit karena dipengaruhi oleh berbagai faktor selain laju metabolisme.

Naiknya angka timbangan Anda bisa jadi disebabkan oleh lingkungan, masalah hormon, atau bahkan gangguan lainnya.

Jika Anda ingin memiliki berat badan ideal, kuncinya tetaplah dengan menerapkan pola hidup sehat. Lakukan olahraga rutin setidaknya 30 menit sehari serta memilih makanan yang tinggi serat, rendah kalori, serta rendah lemak jahat.

Gangguan metabolisme

Beberapa orang mungkin memiliki kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme. Gangguan metabolisme merujuk pada segala penyakit atau kondisi yang disebabkan oleh reaksi kimia abnormal pada sel-sel tubuh.

Penyebabnya bisa jadi jumlah enzim atau hormon yang tak normal, atau perubahan pada fungsi keduanya. Saat reaksi kimiawi tubuh terhambat atau rusak serta kekurangan atau penumpukkan zat beracun dapat terjadi dan menyebabkan gejala serius.

Berikut beberapa bentuk gangguan metabolisme yang bisa terjadi.

1. Kelainan metabolisme bawaan

Kelainan metabolisme bawaan terjadi sejak bayi dilahirkan. Kondisi ini cukup langka, dengan jumlah kasus 1 dari setiap 800 kelahiran. Bayi yang lahir dengan kelainan ini mungkin menunjukkan gejala seperti masalah hormon, penyakit jantung, dan lain-lain.

Ada pula bentuk kelainan yang lebih umum, seperti galaktosemia dan fenilketonuria. Bayi yang lahir dengan galaktosemia tidak mempunyai cukup enzim galaktosa yang diperlukan untuk memecah gula pada susu.

Sementara itu, fenilketonuria disebabkan oleh kelainan pada enzim yang memecah asam amino fenilalanin. Enzim ini diperlukan untuk pertumbuhan normal dan produksi protein.

2. Penyakit tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak pada leher. Fungsinya untuk memproduksi hormon tiroksin sebagai pengatur proses metabolisme serta menjaga fungsi berbagai organ vital tubuh, terutama jantung, otak, otot dan kulit.

Penyakit tiroid terjadi ketika kerja kelenjar tiroid terganggu, entah menjadi kurang aktif (hipotiroidisme) atau terlalu aktif (hipertiroidisme).

Hipotiroidisme ditandai dengan badan yang mudah lesu, detak jantung pelan, pertambahan berat badan, dan sembelit. Banyak gejala hipotiroidisme muncul karena tubuh penderitanya kekurangan energi.

Sementara itu, gejala hipertiroidme adalah penurunan berat badan, tekanan darah tinggi, mata menonjol, dan pembengkakan pada leher (gondok).

3. Diabetes tipe 1 dan 2

Diabetes atau biasa disebut dengan kencing manis disebabkan oleh adanya gangguan pada metabolisme tubuh, tepatnya dalam menghasilkan hormon insulin. Hal ini akan mengakibatkan tubuh kekurangan insulin sehingga kadar gula darah menjadi tinggi.

Diabetes tipe 1 muncul saat sel pankreas mengalami kerusakan sehingga tidak dapat memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup. Sementara itu, diabetes tipe 2 terjadi karena tubuh tidak mampu merespon insulin dengan baik.

Seiring berkembangnya kondisi, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi. Komplikasi tersebut di antaranya masalah pada ginjal, nyeri yang disebabkan oleh kerusakan saraf, kebutaan, serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

Metabolisme merupakan rangkaian proses kimiawi yang terjadi dalam sel-sel tubuh untuk mengubah zat gizi menjadi energi. Energi inilah yang membuat tubuh dapat menjalankan fungsi-fungsi dasarnya untuk bertahan hidup.

Proses yang dialami tubuh saat bermetabolisme berbeda dengan pencernaan. Walau demikian, keduanya merupakan unsur yang tak terpisahkan.

Guna menjaga kelangsungan metabolisme yang normal, pastikan Anda menjalani pola makan dan gaya hidup yang sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Anda pasti sudah akrab dengan manfaat daun sirih untuk hentikan mimisan. Meski begitu, masih ada banyak lagi khasiat daun sirih untuk kesehatan. Penasaran?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit