home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Faktor yang Memengaruhi Laju Metabolisme Tubuh

8 Faktor yang Memengaruhi Laju Metabolisme Tubuh

Metabolisme yakni proses kimia pada tubuh yang bertujuan mengubah zat gizi dari makanan menjadi energi. Meskipun semua manusia mengalaminya, kecepatan metabolisme setiap orang bisa saja berbeda. Ada berbagai faktor yang memengaruhi laju metabolisme.

Faktor-faktor yang memengaruhi metabolisme

cara membesarkan otot

Laju metabolisme menentukan seberapa banyak kalori yang dibakar oleh tubuh selama jangka waktu tertentu. Di bawah ini faktor-faktor yang membedakan kecepatan metabolisme seseorang dengan yang lain.

1. Genetik

Metabolisme sebagian besarnya bersifat genetik dan tidak dapat dikendalikan. Bahkan, para ahli memperdebatkan apakah seseorang bisa benar-benar mengontrol kecepatan metabolismenya hanya dengan mengubah kebiasaan tertentu.

Beberapa orang mungkin mempunyai kondisi genetik yang membuat tubuhnya mampu membakar banyak kalori. Sebaliknya, ada pula orang dengan laju metabolisme lambat. Keduanya bisa dinilai dengan perhitungan laju metabolisme basal (BMR).

2. Waktu tidur

Kurang tidur terbukti memengaruhi laju metabolisme. Menurut sebuah studi dalam International Journal of Endocrinology, salah satu efeknya yaitu penguraian gula menjadi terganggu. Padahal, gula merupakan sumber energi utama tubuh.

Waktu tidur yang kurang juga bisa memengaruhi hormon-hormon penting dalam proses metabolisme. Selain itu, sejumlah temuan ilmiah pun menunjukkan kaitan antara kurang tidur dengan risiko obesitas dan penyakit diabetes.

3. Usia

Begitu Anda berusia 40 tahun, kecepatan metabolisme secara alamiah akan mengalami penurunan sekitar 5 persen setiap tahun. Ini karena seiring bertambahnya usia, massa otot tubuh Anda akan semakin tergantikan oleh massa lemak.

Otot membakar banyak kalori, tapi tidak dengan lemak. Semakin banyak jumlah lemak dalam tubuh Anda, semakin lambat pula laju metabolisme yang terjadi. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, hal ini bisa saja menyebabkan pertambahan berat badan.

4. Jenis kelamin

Faktor lainnya dari dalam tubuh yang dapat memengaruhi laju metabolisme yaitu jenis kelamin. Laki-laki biasanya memiliki otot yang lebih banyak dan lemak yang lebih sedikit dibandingkan perempuan dengan usia dan berat badan yang sama.

Dengan adanya perbedaan tersebut, tubuh laki-laki cenderung membakar lebih banyak kalori dibandingkan perempuan. Untuk mengimbangi perbedaan ini, perempuan perlu melakukan aktivitas fisik yang lebih banyak agar laju metabolismenya meningkat.

5. Perubahan hormon

Beberapa hormon dapat memengaruhi kecepatan metabolisme, salah satunya hormon tiroid. Hormon ini membantu pembakaran lemak sehingga tubuh mendapatkan energi. Jika tubuh kekurangan hormon tiroid, laju metabolisme juga akan melambat.

Ada pula hormon kortisol yang dihasilkan oleh tubuh ketika mengalami stres. Kortisol menghambat kerja hormon insulin agar kadar gula darah tidak terlalu rendah. Pada saat yang sama, hormon ini juga mencegah pembakaran kalori dari protein otot.

6. Asupan cairan

Asupan cairan juga merupakan faktor penting yang memengaruhi laju metabolisme. Ini karena tubuh memerlukan energi untuk menyesuaikan suhu air dengan suhu internal. Semakin banyak air yang Anda minum, semakin besar juga energi yang dibutuhkan.

Cukup dengan meminum dua cangkir air bersuhu ruang saja, Anda bisa meningkatkan laju metabolisme sebesar 30%. Inilah mengapa minum air menjadi salah satu cara efektif untuk menurunkan berat badan.

7. Makanan yang dikonsumsi

Tubuh Anda membutuhkan asupan zat gizi yang memadai untuk menjalankan proses metabolisme. Contohnya, kelenjar tiroid membutuhkan mineral yodium untuk bisa membentuk hormon tiroid. Hormon inilah yang membantu membakar lemak tubuh.

Tidak hanya itu, sel-sel tubuh Anda juga membutuhkan kalsium untuk melangsungkan metabolisme. Tanpa asupan gizi yang cukup, metabolisme tidak dapat berjalan dengan baik. Bahkan, Anda mungkin akan rentan mengalami gangguan metabolisme.

8. Aktivitas fisik

Satu lagi faktor yang memengaruhi laju metabolisme yakni aktivitas fisik. Tubuh Anda membakar banyak kalori saat bergerak. Ini karena otot-otot membutuhkan energi untuk berkontraksi sehingga Anda dapat beraktivitas dan berolahraga.

Anda bahkan tidak perlu melakukan olahraga berat untuk mempercepat metabolisme. Aktivitas ringan sekalipun seperti bersih-bersih rumah, berjalan cepat, serta naik-turun tangga sudah bisa membuat laju metabolisme Anda meningkat.

Metabolisme merupakan proses kimiawi dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Ada berbagai faktor yang memengaruhi laju metabolisme. Beberapa faktor mampu mempercepat proses ini, tapi ada pula yang membuatnya menjadi lebih lambat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Does Metabolism Matter in Weight Loss?. (2015). Retrieved 29 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/diet-and-weight-loss/does-metabolism-matter-in-weight-loss

Yes, drinking more water may help you lose weight. (2020). Retrieved 29 April 2021, from https://hub.jhu.edu/at-work/2020/01/15/focus-on-wellness-drinking-more-water/

The Role of Your Thyroid in Metabolism and Weight Control. (2009). Retrieved 29 April 2021, from https://www.obesityaction.org/community/article-library/the-role-of-your-thyroid-in-metabolism-and-weight-control/

Metabolism. (2020). Retrieved 29 April 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/metabolism

Metabolism and weight loss: How you burn calories. (2020). Retrieved 29 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/metabolism/art-20046508

Sharma, S., & Kavuru, M. (2010). Sleep and metabolism: an overview. International journal of endocrinology, 2010, 270832. https://doi.org/10.1155/2010/270832

Mullur, R., Liu, Y. Y., & Brent, G. A. (2014). Thyroid hormone regulation of metabolism. Physiological reviews, 94(2), 355–382. https://doi.org/10.1152/physrev.00030.2013

Maggi, A., & Della Torre, S. (2018). Sex, metabolism and health. Molecular metabolism, 15, 3–7. https://doi.org/10.1016/j.molmet.2018.02.012

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Theresia Evelyn Diperbarui 02/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x