backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

8 Penyebab Metabolisme Lambat dan Efeknya pada Berat Badan

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 28/10/2022

8 Penyebab Metabolisme Lambat dan Efeknya pada Berat Badan

Metabolisme tubuh adalah proses kimia tubuh untuk mengubah makanan dan minuman menjadi energi. Pada beberapa orang, proses ini bisa berjalan lambat. Namun, apa penyebab metabolisme lambat dan apa dampaknya bagi tubuh?

Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut!

Penyebab metabolisme lambat

Kalori dalam makanan dan minuman akan bersamaan dengan oksigen akan diproses untuk menghasilkan energi. Nantinya, energi akan digunakan tubuh untuk melakukan berbagai aktivitas.

Bahkan saat tubuh beristirahat pun, energi tetap dibutuhkan meskipun dalam jumlah sedikit.

Energi pada mode tersebut digunakan untuk bernapas, mengedarkan darah, menyesuaikan kadar hormon, dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Walaupun metabolisme berlangsung terus-menerus, prosesnya tidak selalu berjalan konstan. Kadang laju metabolisme bisa berjalan cepat, tapi bisa juga lambat karena dipengaruhi berbagai faktor.

Berikut ini adalah berbagai penyebab yang membuat metabolisme berjalan lambat.

1. Usia

stroke pada lansia

Laju metabolisme orang tua dengan remaja berbeda kecepatannya.

Proses penuaan menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah kehilangan berbagai jaringan tubuh, salah satunya jaringan otot.

Penurunan massa otot akan memperlambat proses metabolisme sekaligus menurunkan ketersediaan energi untuk beraktivitas.

2. Kurang asupan karbohidrat

Diet rendah karbohidrat membuat tubuh memasuki mode lapar menurut studi dalam International journal of obesity.

Pada kondisi ini, tubuh akan menghemat energi karena karbohidrat yang menjadi sumbernya sangat terbatas asupannya. 

Nah, proses penghematan energi dapat membuat metabolisme menjadi lambat. Salah satu contoh penerapan asupan diet rendah karbohidrat adalah diet keto.

Diet ini memang cukup besar persentase keberhasilannya dalam menurunkan berat badan dalam waktu cepat.

Akan tetapi, setelah diet dihentikan kenaikan berat badan bisa terjadi dengan mudah. Peralihan diet ini bisa menyebabkan perubahan metabolisme.

3. Masalah kesehatan

Adanya masalah kesehatan seperti hipotiroidisme dan sindrom Cushing adalah salah satu penyebab metabolisme tubuh yang lambat.

Hipertiroidisme sendiri adalah kondisi kelenjar tiroid yang tidak aktif sehingga menghasilkan hormon tiroid lebih sedikit dari yang dibutuhkan.

Hormon tiroid mempergaruhi jalur metabolisme utama tubuh yang mengontrol keseimbangan energi dengan mengatur penyimpanan dan pengeluaran energi.

Jika kadar hormon tiroid terlalu rendah. laju metabolisme bisa terganggu, salah satunya menjadi lebih lambat daripada seharusnya.

Hormon kortisol juga ikut mengatur cara tubuh dalam mengubah protein, karbohidrat, dan lemak dalam makanan yang menjadi energi.

Nah, pada sindrom Cushing, kadar kortisol terlalu tinggi. Akibatnya, proses tubuh dalam mengubah lemak dan karbohidrat menjadi energi akan terganggu alias lebih lambat.

4. Kurang aktivitas fisik

Penyebab proses metabolisme yang lambat adalah gaya hidup sedenter alias malas gerak.

Jadi begini, zat gizi yang Anda dapatkan dari makanan akan diolah menjadi energi agar tubuh bisa beraktivitas.

Nah, jika Anda jarang melakukan aktivitas fisik maupun bergerak, tubuh akan lebih lambat dalam membakar energi.

Ketika Anda tidak aktif bergerak, tubuh juga menyimpan lebih banyak lemak dan metabolisme akan berjalan makin lebih lambat.

Selain itu, kurang aktivitas menjadi pemicu terjadinya gangguan sistem pencernaan, seperti sembelit.

5. Kurang konsumsi makanan berprotein

Protein merupakan salah satu zat gizi yang paling penting untuk menjaga fungsi tubuh.

Jika asupannya tidak tercukupi dengan baik, proses metabolisme tubuh juga akan terganggu alias jadi lebih lambat.

Biasanya diet yang kurang tepat, yakni membatasi konsumsi makanan berprotein jadi salah satu penyebab metabolisme jadi lebih lambat.

6. Kurang tidur

Anda mungkin telah mengetahui bahwa kurang tidur bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit dan menyebabkan kelelahan pada esok harinya.

Selain itu, kurang tidur juga jadi penyebab metabolisme menjadi lebih lambat dan memicu kenaikan berat badan.

Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa menyebabkan gangguan metabolisme yang menyebabkan kadar gula darah tinggi.

7. Banyak konsumsi makanan tinggi gula

Menurut studi dalam jurnal Critical Reviews in Clinical Laboratory Sciences, pola makan tinggi gula dapat memengaruhi laju metabolisme dalam dua cara.

Pertama, gula mengganggu proses perubahan lemak dan karbohidrat menjadi energi. Kedua, makanan tinggi gula menyumbangkan banyak kalori untuk tubuh.

Apabila Anda jarang berolahraga, berat badan dan persentase lemak dapat meningkat. Hal ini lantas kembali mengganggu proses pembentukan energi dari karbohidrat dan lemak.

8. Stres

Tubuh memproduksi hormon kortisol saat Anda menghadapi stres, tekanan, atau situasi yang mengancam.

Di samping itu, hormon ini juga memengaruhi mekanisme penyimpanan energi dan cadangan energi berupa lemak.

Pelepasan kortisol sebenarnya bertujuan agar tubuh mampu menghadapi stres dengan baik. Di lain sisi, pelepasannya bisa memperlambat laju metabolisme tubuh.

Apakah metabolisme lambat bisa menaikkan berat badan?

tips mengecilkan perut buncit

Ada tiga mekanisme metabolisme yang terjadi di tubuh, yakni basal metabolic rate (BMR), metabolisme energi untuk aktivitas, dan metabolisme energi untuk mencerna makanan.

BMR memiliki proporsi terbesar di tubuh kita, yaitu sebesar 50 – 80%, karena mekanisme ini berperan untuk menjaga berbagai fungsi organ dan keseimbangan antara lemak dan otot.

Pada umumnya, metabolisme yang lambat terjadi karena perlambatan pembakaran energi untuk aktivitas dan mekanisme BMR.

Fungsi dari proses metabolisme adalah untuk menyediakan energi dan mengganti sel tubuh yang rusak dengan cara memecah nutrisi dan cadangan makanan atau lemak.

Saat metabolisme menjadi lambat, tubuh akan lebih sulit memproses makanan untuk menghasilkan energi.

Akibatnya, terjadi penurunan massa otot dan tubuh menyimpan lapisan lemak lebih banyak.

Metabolisme yang lambat memang bisa saja jadi penyebab berat badan naik. Akan tetapi, kasus seperti ini jarang terjadi.

Naiknya berat badan umumnya disebabkan oleh kombinasi kelebihan asupan kalori, kurang gerak, genetik, penggunaan obat-obatan tertentu, dan kebiasaan tidak sehat lainnya.

Kesimpulan

Memahami penyebab metabolisme lambat bisa membantu Anda mencari cara untuk meningkatkan laju metabolisme.
Lambatnya metabolisme bisa diatasi dengan mencukupi kebutuhan kalori harian, tidur cukup, mengelola stres, dan lebih aktif bergerak atau rutin berolahraga.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui 28/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan